Relung Langit

Relung Langit
Part 59


__ADS_3

"Puas menertawakan gue?" ujar Bryan kesal dengan menahan amarahnya.


"Lo semua jahat banget sih. Apalagi lo berdua keluarga gue malah bikin gue jantungan. Mau bikin gue mati kalian?" cerocos Bryan mendadak membuat suasana diruangan itu sunyi.


"Bi, sorry ya. Gue nggak ada niat kayak gitu kok." ujar Aryan memelas.


"Kak Bi, maafin princess juga ya! Princess sayang banget sama kakak-kakak princess, hanya saja tadi disana bikin princess sedih. Tadi princess nggak bisa meluk kakak princess sendiri. Maka dari itu tadi princess hubungi Kak Ar, dan Kak Arlah menggantikan Kak Bi untuk princess peluk. Maaf ya kak, princess cuma nggak mau rusak suasana bahagia kakak." ucap Priyanka lembut dengan wajah menyesalnya, dan tanpa pikir panjng Bryan langsung memeluknya.


"Jangan ulangi lagi. Peluk kakak kapanpun kamu mau. Kak Aryan dan gue bakal selalu ada buat lo. Kita bakal lakuin apapun buat lo, Ayah dan Bunda bahagia walau harus ngorbanin perasaan dan pasangan kita masing-masing. Lo lebih utama dari siapapun." ujarnya sambil memeluk Priyanka yang tal lama Kak Aryan ikutan berpelukan.


"An, lihat deh teletubies berpelukan." ujar Zoan sambil memakan kentang goreng pesanannya.


Mereka berempat melihat ke arah Zoan lalu mereka semua menggelitik Zoan sampai air mata Zoan jatuh dan ia meminta ampun. Tak lama mereka semua tertawa bahagia.

__ADS_1


"Kak, Iya boleh menanyakan sesuatu hal gak?" ujar Priyanka melihat ke kedua kakaknya secara bergantian.


"Apa itu de?" tanya Bryan dan Aryan secara bersamaan.


"Jika suatu saat Iya berada di titik terpuruk dn sangat membutuhkan kalian berdua. Tapi pasangan kalian tidak mengijinkan kalian dekat dengan Iya. Apa yang akan kakak berdua lakuin?" ujar Priyanka sambil menunduk.


Diam suasana diruangan itu sepi saat Priyanka menutup mulutnya. Zoan dan Anyelir hanya memandang ketiganya sambil memakan makanan dihadapan mereka. Aryan dan Bryan hanya saling lempar pandangan.


"Kalo Kak Ar, bakal bela kamu. Kalo Kaila masih melarang kakak dekat sama kamu, kakak siap putusin pertunangan kakak demi kamu." ujar Aryan tanpa ragu mengatakan hal itu, dan membuat kedua sahabat Priyanka menghentikan aktifitasnya.


Kebahagiaan itu bisa dirasakan oleh orang luar seperti Zoan dan Anyelir. Kekompakkan dan cinta yang besar terpancar dari mereka bertiga. Hal itu membuat Anyelir dan Zoan bahagia melihatnya.


***

__ADS_1


Tepat satu hari setelah pertunangan, Kak Bryan harus berangkat ke London. Naina juga sama dia terpaksa kuliah dekat dengan Bryan. Dia tidak mau melepas kekasih hatinya begitu saja. Naina melihat seorang wanita cantik sedang memeluk sang tunangan membuatnya cemburu. Sesekali ia melihat sang tunangan mengecup kening sang wanita.


Hanya mereka berdua yang nampak di bandara itu. Langkah Naina sempat terhenti dan hanya memperhatikan tingkah sang tunangan. Hal yang makin membuat sakit hati Naina adalah saat sang tunangan mencium seluruh wajah wanita itu. Tentu saja wanita normal langsung melangkahkan kakinya dengan cepat untuk menghampiri, sayangnya langkahnya sempat terhalang orang lain.


Saat dia melihat ke arah sang tunangan, wanita itu sudah tak disana. Hal itu membuat Naina mencari-cari sosok yang sangat ingin ia temui tadi. Tapi hasilnya nihil, tak dapat ia menemukan wanita yang dicarinya. Langkahnya terus menghampiri pujaan hatinya, dia mengatur nafas agar tenang dan


tak nampak kecemburuan di wajahnya.


Dia tidak berani menanyakan langsung ke sang tunangan, karena belum ada bukti. Akhirnya mereka pun terbang ke london untuk jangka waktu yang cukup lama.


Flash Back Off


"Apalagi yang mau lo denger bro?" ujar Bryan ke adik iparnya yang dari tadi tidak bergeming saat dia bercerita.

__ADS_1


"Terus Naina kemana kak?" tanyanya dengan wajah datar.


"Lalu hubungan kalian berdua sekarang gimana?" tanya kembali Zeyden dengan sambil menguyah makanan di mulutnya.


__ADS_2