
Rakha hanya menganggukkan kepalanya tanda mengertinya. Ia yang masih mengunyah makanannya tersebut. Saat makan, Rakha mendadak rindu sama sang adik kecilnya juga keponakannya yang lucu-lucu.
Rasa rindu kepada Amara, Rangga dan Banyu sudah menggebu-gebu karena gadis kecil bernama Dinda tadi. Rakha segera mengambil ponselnya dan menelpon sang mama hanya untuk berbicara sama Amara. Rakha melakukan panggilan video setelah dia selesai makan. Hanya lima menit sang mama mengangkat telepon.
"Assalamualaikum, sayang. Gimana kabarnya?" Sapa Priyanka to the point saat melihat wajah sang putra.
"Waalaikumsalam, Ma. Rakha baik, ini baru selesai makan. Mama lagi apa?" sahutnya dengan senyuman manis.
"Mama lagi nyiapin barang-barang Amara," balas Priyanka sambil menunjukkan wajah Amara yang masih duduk di meja rias.
"Ara.." panggil Rakha dengan suara meninggi.
"Kakak, i miss you!" balas Amara dengan setengah berteriak.
"Ara, nggak sopan teriak-teriak seperti itu. Minta maaf sama mama dan kakak!" tegas Zeyden di belakang sang istri dengan menatap Amara tajam.
"Sorry, Ma. Sorry, Kak!" lirihnya dengan wajah sedih.
"It's okay, my princess. Smile please," sahut Rakha yang tak tega melihat kesayangannya.
Amara masih saja murung sehabis ia ditegur oleh sang papa. Rakha yang tak tega melihat kesayangannya sedih, ia segera menghibur sang adik tersayang.
"Ara, Ara marah sama Papa? Apa Papa salah menegur Ara seperti itu? Kalau telinga Mama sakit mendengar teriakan Ara gimana?" Amara langsung menatap sang mama saat mendengar sang kakak menasihatinya.
"Ara nggak mau Mama sakit. Maafin Ara ya, Ma." Ara dengan wajah memelasnya. Priyanka hanya membalas dengan pelukan hangat dan ia mencium kening sang putri.
Rakha hanya tersenyum saat melihat tingkah manisnya sang adik. Amara langsung tersenyum lagi saat mendapatkan perlakuan sang mama. Amara merenggangkan pelukan sang mama dan kembali berbincang-bincang dengan kakak tercinta.
***
__ADS_1
Kini Adrian dan Rakha sudah berada di restoran milik Rakha. Karyawan di sana banyak yang kaget akan kedatangan pemilik restoran itu. Terlebih sang manajer sedang cuti. Wajah semua staf restoran itu pucat saat kedatangan dua lelaki tampan itu.
Rakha berjalan dengan gagahnya, namun tak ada senyuman dari wajahnya. Ia memasuki ruangannya terlebih dahulu. Adrian meminta pelayan membuatkan minuman untuk Rakha. Rakha langsung meminta Adrian membawa semua berkas selama satu tahun terakhir. Waktu yang dibutuhkan akan sangat lama untyk membahas masalah keuangan di restoran.
Saat berkas pertama dibaca oleh Rakha ia langsung memijat pangkal hidungnya. Baru satu sudah membuatnya pusing luar biasa.
"Adrian, ini sih gila. Manipulasinya luar biasa. Hubungi pengacara kita dan suruh dia datang besok ke sini!" titah Rakha yang sudah sebal melihat laporan yang dia baca.
"Siap, Bos!" sahutnya dan ia langsung menjalankan perintah sang bos.
Adrian langsung menelpon sang pengacara sesuai dengan keinginan Rakha. Rakha ya g sudah fokus dengan kerjaannya sampai melupakan ponselnya. Rakha tak ingin diganggu oleh siapapun saat ia sedang bekerja. Tak berapa lama pesanan untuk Rakha datang.
***
Waktu terus berlalu tak terasa matahari sudah tak bersinar lagi. Rakha yang masih sibuk dengan pekerjaannya sampai lupa waktu. Adrian yang tersadar lebih awal pun mengingatkan sang bos.
"Kha, balik ke hotel yuk. Lanjut di sana. Kasihan anak-anak dibawah mereka juga ingin istirahat," ajak Adrian sambil melihat ke jam tangannya. Rakha menoleh sesaat ke Adrian dan menganggukkan kepala.
Ia kesal dan juga marah. Kenapa masih ada yang korupsi di tempatnya padahal gaji mereka sudah besar dibandingkan restoran pada umumnya. Mereka pun akan kembali ke hotel. Adrian mengawasi semua pegawai yang membawa berkas-berkas itu ke mobil. Adrian tidak ingin ada kesalahan dalam hal apapun.
***
Di sisi lain Priyanka sangat cemas. Seharian tak ada kabar dari putra bungsu dikeluarganya. Di telepon atau dikirimi pesan pun tak dapat respon dari sang putra. Adrian pun tak bisa dihubungi oleh wanita itu. Rasa cemasnya menular kepada sang suami. Ia memaksa Zeyden untuk bisa tahu kondisi putranya saat ini.
Zeyden pun berusaha sekuat tenaga mencari cara agar keinginan istrinya itu bisa terpenuhi. Lelaki itupun ikutan cemas karena belum dapat kabar. Ya, orang tua mana yang tak cemas jika belum mendapatkan kabar dari anak-anaknya.
Dua jam berlalu. Akhirnya Zeyden dapat menghubungi putranya. Kesal dan ingin marah sudah merasuk dalam jiwanya. Namun ia sadar, jika perkataan kasar kepada anaknya malah membuat putra bungsunya itu menjadi-jadi.
"Kamu kemana aja? Seharian nggak ngasih kabar. Apa karena sudah besar? Kamu tahu seberapa cemas mamamu?" runtutan pertanyaan terlontar dari sang papa kepada anaknya.
__ADS_1
"Sorry, Pa!" serunya dengan penuh penyesalan.
"Kamu tahu jika Daddymu tahu adiknya cemas karena kamu?" pernyataan ya g ditekankan oleh Zeyden kepada putranya itu.
"Please, Pa. Jangan bilang Daddy, mereka pasti marah banget sama Rakha," permohonan seorang anak kepada ayahnya.
"Papa mungkin nggak bilang. Gimana kalau mama, kakak-kakakmu atau bahkan adikmu yang sudah bilang? Kemana saja kamu?" sahut Zeyden masih halus tapi penuh penekanan dalam menyampaikannya.
"Aku terlalu fokus Pa. Ini saja baru sampai hotel. Aku benar-benar sibuk ngurusin masalah di sini. Aku minta maaf ya, sudah buat kalian cemas." jelas Rakha sambil terus meminta maaf.
"Okey. Jangan diulangi lagi ya Kha. Kita sayang sama kamu. Kalau ada apa-apa langsung ngomong." Zeyden kembali menekankan kata-kat yang keluar dari mulutnya.
"I promise!" sahutnya singkat.
"Ya sudah kamu istirahat jangan lupa makan. Jangan diporsil kerjanya, ingat kesehatan." pesan seorang Zeyden kepada putranya sebelum panggilan itu terputus.
Rakha yang benar-benar baru sampe kamar langsung merebahkan badannya. Ia memejamkan matanya terlebih dahulu, sebelum ia mandi.
***
***Hai.. Hai kesayangan aku tersayang. Kngen banget nie sama kalian. Betewe en de baswei kalian sehat kan semuanya?
Masih stay di rumah kah? Atau sudah ada yang beraktifitas diluar?
Kalau sudah beraktifitas diluar jangan lupa selalu ikutin protokol kesehatan ya. Mencegah lebih baik dari mengobatikan. Jaga kesehatan kalian ya. Tidur yang cukup, perbanyak minum air putih dan jangan lupa minun vitaminnya.
Oh iya siapa yang daerahnya kena banjir atau musibah lain. Aku doain semua musibah itu segera berlalu ya guys.
Jangan lupa like, komen, share dan ngasih tips buat aku agar seneng bisa jajan. Hehe. Bercanda ya buat yang terakhir. Mau ngasih aku ucapin alhamdulillah dan terima kasih banyak. Nggak dikasih juga nggak apa-apa, doain aku aja biar sehat terus, dimudahkan urusannya.
__ADS_1
Ah, satu lagi guys, boleh mampir ke instagram aku ya di @dhebay01 atau mau mampir ke sebelah juga boleh ke karya aku. Kalau mampir jangan lupa follow dan komen ya. Bye bye kesayangan aku. 😘😘😘***