Relung Langit

Relung Langit
S2 Part 23


__ADS_3

Prok.. Prok.. Prok..


Riuh tepuk tangan menghantarkan rasa bahagia untuk ketiga anak lucu nan menggemaskan. Banyu, Amara dan Rangga turun dari panggung hiburan lalu segera menghampiri kedua pengantin dengan setengah berlari. Keduanya langsung berjongkok dan merentangkan tangannya gun menangkap tubuh kecil para kurcaci itu.


"Terima kasih kesayangan Daddy!" seru Gara sambil memeluk dan mengelus kepala ketiga anak itu secara bergantian.


"Kesayangan Mommy Chia ya, bukan Daddy," gerutu Chiara yang mulai mengakrabkan diri kepada ketiga anak penerus kerajaan Pradipta.


"Kami kesayangan kalian semua," ujar ketiganya serempak masih dalam pelukan pasangan pengantin baru itu.


Setelah cukup lama ketiga kurcaci itu turun dan menghampiri Priyanka dan Zeyden. Ya, kedua orang tua itu memilih duduk di meja keluarga dari pada di pelaminan. Pelaminan hanya untuk pasangan pengantin saja. orang tua Chiara pun enggan berada di sana. Mereka lebih banyak menemani para tamunya yang sedang menikmati santapan yang tersaji.


Dengarkanlah..


Wanita pujaanku..


Malam ini akan kusampaikan..


Janji suci.. kepadamu dewiku..


Suara merdu itu keluar dari mulut sang kakak. Ya, kini kakak dan adiknya sang pengantin pria sudah berada diatas panggung. Mereka membawakan sebuah lagu sakral dalam pernikahan karya Yovie Widianto yang dibawakan oleh Yovie & Nuno dengan judul Janji Suci. Kembali semua mata tertuju ke arah panggung. Bahkan ada ibu-ibu yang rela berdiri di bawah panggung hanya untuk mengagumi suara merdu tersebut.


"Ini kado spesial untukmu kakakku dari kami. Always we love you." ungkapan hati sang saudara kembar kepada kakak tersayangnya itu.


"Mmuuaahh," Gara melemparkan ciumn jarak jauh untuk sang adik tersayangnya itu.


Mereka kembali menyanyikan lagu tersebut. Chiara pun terhanyut dalam setiap baitnya. "Mas, suara keluargamu bagus-bagus ya!" seru Chiara membuat senyuman terindah sang suami.


Chiara belum tahu jika suaminya tak kalah memiliki suara merdu seperti para saudaranya itu. Terlebih dia juga pandai memainkan alat musik. Ketika sedikit lenggang, kaki pengantin tampan itu turun ke bawah dan membiarkan sang wanita cantiknya dipelaminan. Mata sang wanita tak lepas dari punggung sang suami yang menghilang di kerumunan.


Wajah Chiara sendu saat dia ditinggalkan sang suami di pelaminan. Hanya suara merdu kakak dan adik iparnya saja yang menemaninya. Sampai lagu itu selesai suaminya tak kunjung muncul. Kembali Zayyan menyumbangkan suaranya bersama Aleta. Mereka membawakan lagu dari Armand Maulana dengan judul Hanya Engkau yang Bisa.


Sekejap kau berikanku bahagia


Seketika diriku tak berdaya


Kau anugerah yang terindah


Jangan pernah berubah


Baru sepenggal lagu yang keluar dari mulut lelaki tampan dengan setelan jas itu, mampu membuat bnyak suara siulan di sana sini. Fans lelaki itu membuat sang istri sedikit takut dan cemburu. Walau Aleta yakin Zayyan takkn pernah meninggalkannya, tetapi ras khawatir tetap ada. Apalagi wajah tampan sang suami membuatnya semakin cemas.


Hanya engkau yang bisa


Membuatku sempurna


Tak akan kuizinkan cinta


Terlalu mudah berhenti


Semudah seperti hari berganti


Penggalan lagu kedua pun tak kalah hebat saat suara Aleta mampu menghinoptis seisi ruangan itu. Hanya terdengar suara sunyi karena semua mata fokus ke panggung. Cucu menantu pertama di keluarga Pradipta itu mampu membuat bangga.


Jangan pernah menyerah


Meski cinta tak mudah


Apa pun yang akan terjadi


Bersama kita berjanji

__ADS_1


Menuju satu cinta yang abadi


Kau takkan tergantikan


Kau yang mampu bertahan


Saat kisah-kasih kita redup


dan tak menawan


Bagai langit berawan


Kau anugerah yang terindah


Jangan pernah berubah


Hanya engkau yang bisa


Membuatku sempurna


Tak akan kuizinkan cinta


Terlalu mudah berhenti


Semudah seperti hari berganti


Jangan pernah menyerah


Meski cinta tak mudah


Apa pun yang akan terjadi


Bersama kita berjanji


Menuju satu cinta yang abadi


Ketika Lirik lagu habis tanpa menunggu ijin siapapun Zayyan mencium kening sang isteri sangat lama. Mereka membuat suasana kembali ramai. Banyak pasang mata yang iri akan keharmonisan yang terjalin itu. Tiba-tiba lampu padam membuat semua orang kaget dan histeris.


"Mohon perhatiannya." suara lembut itu mampu menenangkan semua orang walau lampu masih padam.


"Chiara Sayang, ini untukmu." ujar pria yng sedang duduk di balik piano yang hanya diterangi oleh lampu sorot.


Ya, lelaki itu adalah pengantin paling tampan. Siapa lagi jika bukan Anggara putra kedua Priyanka dan Zeyden. Suara sang suami membawanya melangkah menuruni anak tangga pelaminan secara perlahan. Gia yang melihat kakak iparnya menuruni anak tangga sontak menghampiri dan membantu mengangkat gaun pengantinnya.


Jemari indah milik lelaki tampan itu membuat alunan nada nan syahdu keluar dari tuts-tuts piano. Sebelum suaranya keluar sang isteri telah duduk di sampingnya. Hanya seuyas senyuman manis yang terpancar di wajah keduanya. Luntur sudah citra dingin yang selama ini melekat pada lelaki itu. Sebuah lagu milik Payung Teduh - Akad pun dibawakan oleh lelaki yang masih setia menekan tuts piano dengan indahnya.


Betapa bahagianya hatiku saat


Ku duduk berdua denganmu


Berjalan bersamamu


Menarilah denganku


Namun bila hari ini adalah yang terakhir


Namun ku tetap bahagia


Selalu kusyukuri


Begitulah adanya

__ADS_1


Namun bila kau ingin sendiri


Cepat cepatlah sampaikan kepadaku


Agar ku tak berharap


Dan buat kau bersedih


Bila nanti saatnya telah tiba


Kuingin kau menjadi istriku


Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan


Berlarian kesana-kemari dan tertawa


Namun bila saat berpisah telah tiba


Izinkanku menjaga dirimu


Berdua menikmati pelukan di ujung waktu


Sudilah kau temani diriku


Namun bila kau ingin sendiri


Cepat cepatlah sampaikan kepadaku


Agar ku tak berharap


Dan buat kau bersedih


Bila nanti saatnya.


Chiara langsung memeluk sang suami karena senangnya. Tidak pernah terbayangkan dalam impiannya sekalipun mendapatkan suami yang baik dan romantis. Bahkan untuk sekedar memikirkan untuk memilikinya saja dulu tidak mampu. Kini kenyataan malah membuat dirinya sangat bahagia. Gara pun membalas pelukan itu dan tak lupa dia menghujani ciuman di seluruh wajah milik sang isteri. Seketika lampu pun kembali menyala membuat suasana semakin romantis.


Ah, tak lama sebuah lagu kesukaan sang mama diputar. Gara, Zayyan, Rakha, Gia, Rohan, Aleta dan trio kurcaci sudah berada di depan pelaminan. Mereka semua ngedance lagu india favorit Priyanka. Tak mau kalah dengan anak-anak itu. Zeyden, Aryan, Brian, Shanum dan Anyelir bahkan Zahra dan Zoan pun ikutan menari membuat Priyanka berkaca-kaca.


Tak pernah ia mendapatkan kejutan seperti ini setelah sekian lama menikah. Chiara memeluk sang mertua yang mulai menitikkan air mata bahagianya. Bahkan Chiara ikut ngedance saat sang suami menarik tangannya. Kini hanya Priyanka dan ribuan tamu yang menyaksikan hal itu.


Infotaiment pun langsung menyorot adegan itu dengan sangat sempurna. Apalagi mereka bukan lipsinc melainkan suara aslinya. Karena rasa cintanya pada negeri dengan julukan bollywood itu, Priyanka pun langsung ikut menari sambil menyanyikan lagu kesukaannya yaitu Tum Hi Ho milik Arjit Singh yang populer lewat film Aishiqui 2.


.


.


***


Hai.. Hai.. kesayanganku.


Gimana kabar kalian?


Kangen deh aku.


Hm, aku hanya mau bilang "Enjoy for reading, guys."


Ah, jangan lupa komen, Share, like dan vote untuk keluarga pradipta ya. Salam cium dari para lelaki tampan dan wanita cantik keluarga pradipta.


I love you all.


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2