
"Hal sebesar ini masih berani ditutupi dari pasangan kalian." ujar kedua wanita itu kompak.
"Gila.. Ini gila namanya." teriak Kaila dengan menggebrak meja.
"Mana Bryan?" tanya Naina dengan meneliti wajah si kembar itu.
"Nai, Kai, apa kalian bisa nerima kita?" ujar si kembar berbarengan.
"Kenapa kalian tutupi semua ini dari kami?" ujar Naina dengan wajah bingung campur kesal.
"Setidak berarti inikah kami buat kalian berdua? Atau kami hanya lelucon buat kalian?" sahut Kaila dengan amarah dimatanya.
Bryan dan Aryan saling lempar pandangan. Aryan menganggukkan kepala seakan dia berkata biar aku saja yang menjelaskannya. Bryan hanya menunduk tanda dia hanya bersedia sebagai pendengar.
__ADS_1
"Nai, Kai. Bukan itu maksud kami. Kami terpaksa menyembunyikan ini semua karena kami mau menjaga satu-satu harta kami yang paling berharga. Bukan harta dalam kategori umum. Tapi seseorang yang sangat berharga di keluarga kami. Kami tidak bisa menjelaskannya lebih detail." ujar Aryan berusaha menjelaskannya.
"Dari kami tidak ada yang berbohong, aku bilang memiliki dua adik, itu benar. Bryan dan Princess, aku rasa adikku juga mengatakan hal yang sama. Kalo dia memiliki kakak dan adik. Kesalahan kami hanya tidak memberi tahukan wajah mereka serta namanya. Kai, kamu ingin sekali bertemu dengan adik bungsuku kan? Kamu pernah bertemu dengannya, hanya saja kamu bersikap sangat-sangat kasar waktu itu." jelas Aryan panjang lebar.
"Kapan aku bertemu dengannya?" ujar Kaila dengan perasaan kacau.
"Di mall saat kamu ke toilet, dan tabrakan dengan dua orang gadis buruk rupa. Salah satunya princess kami. Kamu memakinya luar biasa, tapi dia hanya diam menundukkan kepalanya. Dia tidak berani menjawabmu karena dia tahu kamu orang yang berarti buat aku." Jelas Aryan mulai berapi-api sedangkan Kaila hanya menerawang jauh entah kemana.
"Kamu bertemu dengannya Naina. Dia hadir diacara pertunangan kita. Kamu tahu saat ditengah acara aku pamit karena panik. Ya, dia menghilang setelah acara tukar cincin. Aku dengar dari seseorang kalo kamu menghina gadis buruk rupa itu, saat dia keluar dari kamar mandi rumahmu. Dia tidak pernah mengatakan hal buruk tentangmu." jelas Bryan menitikkan air matanya.
"Tidak mungkin gadis buruk rupa itu Princess kan Bi. Katakan sekali lagi padaku Bi." Naina meminta Bryan meyakinkannya.
"Kamu pikir karena tampang aku, Ayah, Bunda dan Kak Ar yang oke, terus princess kami harus oke juga. Kamu salah besar Nai. Princess bukan seperti apa yang kamu pikirkan. Mungkin jika aku bisa menilai kamu, Kaila dan Princess. Kalian jauh dibawah dia, maaf bukan fisik kalian. Tapi hati kalian." ujar Bryan masih menitikkan air mata tak menyangka gadis yang dihadapannya bisa berpikir demikian.
__ADS_1
"Kalian tahu, Princess tidak mau dikenal sama kalian karena apa? Dia hanya bilang percaya atau tidak pasangan kalian melihatku hanya dari fisik, bukan hatiku. Tapi dia akan selalu mendukung setiap keputusan kami. Jangan harap kalian bisa bertemu dengan princess dengan fisik yang sama." tegas Bryan sambil bangkit dari duduknya dan pergi.
"Kamu Nai. Tahu seberapa berartinya Princess dihati Bi?" tanya Aryan pada Naina, dan dia hanya menggeleng.
"Kamu tahu seberapa berratinya Bryan dan Princess untukku Kai?" tanya Aryan pada gadis yang dicintainya, dan gadis itu menggelengkan kepala.
"Mereka berdua jantung dan hatiku. Jika kamu tak mau menyesal pergi kejar Bryan, Nai. Atau kamu kehilangan dia selamanya. Kamu tahu kalo dia sedang mengajukan S2 dan dia mengatakan pada kami tidak akan pulang sebelum selesai." Jelas Aryan pada calon adik iparnya, dan dia pamit langsung mengejar tunangannya.
"Aryan. Apa kamu akan meninggalkanku juga?" tanya Kaila sambil menundukkn kepala.
"Bisa jadi Kai. Kamu sudah sangat melukai hatiku. Kamu sendiri yang bilang tak akan pernah menyakiti adik-adikku. Nyatanya? Bohong." ujar Aryan dengan tegas.
"Kita lihat nanti, jika princess dan Bryan mau kita tetap bersama, kita bersama. Jika tidak, aku akan menghadap orang tuamu Kai." ujar Aryan sambil berlalu meninggalkan Kaila yang masih menunduk.
__ADS_1