Relung Langit

Relung Langit
Part 107


__ADS_3

"Maafin Aryan juga ya Yah. Nggak bilang dari awal. Karena memang nggak mau cerita kalau Aryan anaknya Bapak Pradipta yang selalu dibanggakan semua orang." ujar Aryan sambil sedikit melirik Ayahnya dengan meledeknya.


"Maafkan kelakuan anak saya ya Pak. Semoga tidak menyesal menjadikannya menantu anda." ucap Ayahku sambil membalas ledekan putra sulungnya.


Kami semua tertawa melihat tingkah laku Ayah dan anak yang saling ledek. Kami pun segera menghentikan obrolan, karena resepsi pernikahan sebentar lagi akan dilaksanakan. Sharma sudah lebih dulu dibawa ke ruang rias, maklum dandanan wanita jauh lebih lama dari pada pria. Aku dan Anyelir menyusul ke ruang rias. Ya, kamipun di rias senatural mungkin. Kali ini tanpa penyamaran, aku menunjukkan jati diriku yang sesungguhnya.


Di acara resepsi kakak tertuaku, Ayah sengaja memanggil rekan media untuk meliputnya. Ayah ingin memperkenalkan keluarganya secara utuh, namun tetap harus ada yang di simpan yaitu Zayyan. Aku memintanya agar Zayyan tidak diajak untuk press confrence. Aku hanya mau anakku tumbuh menjadi anak yang normal tanpa sorotan. 


Biarlah dia tumbuh menjadi anak yang hidup apa adanya. Berteman tanpa perlu memandang status sosialnya. Aku dan Zeyden sepakat mendidik Zayyan hidup seperti aku dulu. 


Semua telah siap, kedua mempelai dan keluarga masing-masing pengantin sudah siap menuju pelaminan. Zoan kali ini mendapat tugas menjaga Zayyan. Ya, karena tadi itu, Zayyan tak boleh disorot. Sesampainya di pelaminan dengan rangkaian acara yang dibacakan MC. Ayah langsung meminta perhatian semua orang.

__ADS_1


"Mohon perhatiannya semua tamu undangan. Saya Shailendra Pradipta akan mengumumkan kepada kalian semua mengenai jati diri dari putra putri saya." ucap Ayah dengan nada yang sangat-sangat wibawa dan berkarisma.


"Ini putra mahkota keluarga Pradipta, merupakan tokoh utama acara ini yaitu Aryan Pradipta Putra, lalu menantu saya tercinta Adinda Sharma. Putra kedua saya yang merupakan saudara kembar Aryan yaitu Bryan beserta istrinya Anyelir dan yang terakhir merupakan Princess Pradipta. Dia adalah Priyanka Pradipta Putria dan suaminya Dr. Zeyden Thamrin." Ayah memperkenalkan anak dan menantunya dengan bangga.


"Maaf Pak Pradipta, kenapa selama ini anak-anak anda tidak terpublikasikan?" tanya salah seorang rekan media.


"Biar Bi yang jawab ya Yah." ijin Kak Bryan pada Ayah dengan sopan.


"Lalu kenapa kali ini kalian mengumumkannya?" tanya rekan wartawan yng lainnya.


"Sudah saatnya. Karena kami bertiga sudah cukup mengenal siapa lawan dan siapa kawan." sahut Kak Aryan dengan senyuman mematikannya.

__ADS_1


"Bagaimana jika suatu saat ada orang yang ingin menghancurkan kalian dengan mengorek-ngorek masa lalu kalian?" kembali wartawan itu menanyakan pertanyaan kepada kami bertiga.


"Masa lalu biarkanlah berlalu. Tanpa masa lalu tidak akan kita bisa mejalani masa sekarang dan masa depan. Masa lalu hanya jadi kenangan dan pengingat saja, tapi masa sekarang adalah anugerah dan masa depan ialah misteri." jelas Kak Bryan dengan wajah menebarkan pesonanya.


Pertanyaan terus keluar dari mulut-mulut penasaran para wartawan selama satu jam tiga puluh menit. Mungkin jika tidak diambil alih oleh sang mc, pertanyaan itu masih terus keluar. Ah iya, selama segmen tanya jawab itu aku sama sekali tak menjawabnya. Bukan karena sombong, akan tetapi kedua kakakku sudah mewanti-wanti, takut kalau sampai mereka menanyakan anak kepadaku.


Aku terkadang suka ceplas ceplos dan akan membongkar semua tentang Zayyan. Terlebih jika pertanyaannya membuat aku sedikit emosi. Kejujuranku akan keluar seratus persen. Tetapi jika aku berpikir sedikit positif, jarang juga kejujuran itu keluar.


***


Seusai acara resepsi Kak Aryan dan Kak Sharma. Aku, Zeyden, Zoan dan Zayyan pulang dengan lain mobil. Karena Zeyden tahu pasti sejak diumumkannya anak-anak Pradipta banyak paparazi yang akan ada disekitar mereka. Itu sebabnya Zeyden pun mulai penjagaan yang ketat di sekitar keluarga kecil kami. Walau mereka semua adalah penjaga bayangan, tapi aku tahu orang-orangnya.

__ADS_1


Hal itu pun dilakukan oleh kedua kakakku. Berlebihan mungkin ya, tapi itulah cara kami tetap menjalani hidup dengan damai. Terlebih semua kami lakukan hanya untuk Zayyan.


__ADS_2