
Maaf ya kesayangan aku, jika kubanyak menjelaskan mengenai tempat lokasi wisata yang dikunjungi para tokoh. 🙏🙏
Maafin Author ya kalo banyak typo dan kesalahan dalam penulisannya..
Betewe end de baswey..
Kesayangan aku semuanya.
Sudah siap-siap lanjut ceritanya nggak??
Ready...
***
Usai dari Taman sari. Mereka melanjutkan ke Kraton Jogyakarta. Kraton Jogja adalah sebuah komplek kerajaan yang berada tepat berdiri di tengah kota Yogyakarta. Kraton yang didirikan seiring perjanjian giyanti pada tahun 1755 yang memecah Kerajaan Mataram Islam menjadi Kerajaan Ngayogyakarta Surakarta ini menyimpan keindahan arsitektur jawa yang tidak diragukan lagi, dan merupakan salah komplek istana terbaik di tanah jawa.
Keindahan Kraton Jogja ini tidak terlepas dari pendirinya, yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono I yang merupakan arsitek dari kerajaannya ini. Apabila anda sedang wisata ke Kraton Jogja maka apabila anda dari Jalan Malioboro pertama anda akan disambut oleh Gapura Pangurakan yang berasitrektur jawa kental yang bersebelahan dengan bangunan-bangunan Hindia Belanda.
Setelah memasukinya anda akan memasuki Alun-alun Utara yang memiliki area yang cukup luas. Di sekelilingnya terdapat Joglo-joglo tertutup yang disebut Gedhong dan terbuka yang dinamakan Tratag. Di area ini terdapat beberapa pilihan kuliner yang sangat pas anda kunjungi sebelum anda memasuki kompleks Kraton Yogyakarta, sehingga anda tidak merasa kelaparan.
Wisata Kraton Jogja sendiri dapat dilalui melalui dua pintu utama yaitu melalui pintu depan yang ada di sebelah selatan Alun-alun Utara, dimana ketika memasuki pintu ini pertama kita akan memasuki Bangsal Pagelaran yang merupakan bangunan Kraton Jogja yang terlihat dari Jalan Malioboro, dan yang kedua melalui Tepas Pariwisata/Regol Keben.
Namun untuk memasukinya melalui Bangsal Pagelaran yang ada di depan untuk melihat koleksi Kraton Yogyakarta lebih lengkap. Melalui pintu Bangsal Pagelaran ini anda akan disambut oleh koleksi pakaian kerajaan dari pakaian Raja, Pangeran, Kerabat, Prajurit, sampai dengan Abdi dalem. Terdapat cukup banyak koleksi kerajaan yang cukup unik untuk anda abadikan.
Setelah koleksi pakaian, berjalan ke arah selatan akan melihat patung abdi dalem yang sedang berjaga dan ukiran gambar di tembok yang menggambarkan sejarah pendirian Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini dalam bentuk visual.
Kemudian saat akan menaiki tangga untuk memasuki Bangsal Sitihinggil, dimana Bangsal ini merupakan singgasana Sri Sultan Hamengkubuwono saat acara-acara resmi seperti Pisowanan Ageng dan pelantikan Sultan. Di sampingnya terdapat bangunan dimana bisa melihat film dokumenter tentang Yogyakarta dengan suasana ala bioskop.
Keluar dari kompleks bagian depan, wisata Kraton Jogja dilanjutkan dengan memasuki Regol Keben. Dimana merupakan pintu kedua wisata Kraton Jogja dimana disini terdapat Tepas pariwisata yang merupakan badan di Kraton Jogja yang bertugas untuk mengurusi masalah pariwisata.
Di regol keben ini saat wisata ke Kraton Jogja maka ditengah lapangan kita bisa melihat Bangsal Ponconiti yang pada jaman dahulu digunakan sebagai tempat peradilan untuk menghukum orang yang melakukan tindakan kejahatan, yang sidang pengadilan tersebut dipimpin langsung oleh Sultan. Selain itu juga Bangsal Ponconiti digunakan untuk acara adat seberi Garebeg Sekaten.
Selanjutnya wisata ke Kraton Jogja dilanjutkan dengan memasuki kompleks inti Kraton Jogja melalui Regol Srimanganti yang memiliki arsitektur yang indah. Setelah itu biasanya saat jam dibuka untuk para wisatawan, pada Bangsal Ponconiti yang terlihat saat anda memasuki Regol Srimanganti kita bisa melihat berbagai kesenian khas Kraton Yogyakarta ditampilkan, seperti Tari Wayang Wong maupun Wayang Kulit. Tepat di samping timurnya juga terdapat Bangsal Traju Mas yang di dalamnya terdapat berbagai benda pusaka koleksi Kraton Jogja seperti tandu dan meja hias.
Selanjutnya wisata ke Kraton Jogja dilanjutkan memasuki Regol Danapratopo dimana memiliki arsitektur yang khas, diantaranya seperti gerbang yang diapit oleh dua Patung Gupala yang cukup besar, dimana filosofinya sebagai penjaga pintu gerbang Regol Danapratopo ini.
Memasuki regol, kemudian anda akan dihadapkan kompleks inti kraton Yogyakarta yang cukup luas dimana terdapat Bangsal Kencana yang menjadi pusat perhatian, dimana merupakan Bangsal paling sakral yang ada di Kraton Jogja yang juga berdampingan dengan nDalem Ageng Proboyakso di sebelah baratnya yang merupakan pusat pemerintan dari Kerajaan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Di sebelah timur Bangsal Kencana ini merupakan kompleks wisata di Kraton Jogja yang menyimpan berbagai koleksi sejarah dari Kraton Jogja seperti Batik, Keris, Pusaka, cinderamata hadiah dari Kerajaan/Negara lainnya, serta benda-benda lain yang cukup menarik untuk dilihat.
Selain itu terdapat bangsal baru yaitu Gedhong Kaca yang merupakan bangunan yang khusus didedikasikan untuk mengenang Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dimana terdapat beberapa koleksi peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Setelah memasuki kompleks wisata di sebelah timur Bangsal Kencana yang cukup luas, maka wisata ke Kraton Jogja diakhiri dengan keluar dari Regol Kemagangan. Keluar dari Regol Kemagangan anda akan dihadapkan landskap seperti regol Keben, namun lebih sunyi. Di tempat ini biasanya digunakan sebagai area untuk membuat gunungan pada saat prosesi acara garebeg dan juga terdapat restoran yang khusus menyajikan menu-menu makanan Kerajaan khas Kraton Jogja yaitu Bale Raos.
Saat berwisata di Kraton Jogja ini kita bisa menemukan para abdi dalem yang sedang berjaga dengan pakaian adat khas Kraton Jogja, yang membuat kompleks Kraton ini cukup menarik. Para abdi dalem ini biasanya welcome jika anda ingin memotret.
Selain itu juga yang cukup unik adalah tanah di Kraton Jogja tidak seperti tanah di kota Jogja pada umumnya, karena tanah di Kraton Jogja merupakan pasir yang diambil langsung dari Pantai Selatan. Selain itu juga komplek Kraton Jogja ini sangat sejuk dan rindang dengan adanya pohon-pohon besar seperti ringin, gayam, dan sawo kecik.*
"Kha, lo kenapa sih selalu nyuekin gue!" ujar gadis yang selalu berusaha mendekati Rakha.
"Hm! Maksud kamu?" tanya Rakha tanpa menoleh ke arah gadis itu.
"Lo tuh kalo orang ngajak ngomong itu lihat orangnya!" gerutu gadis itu kesal sama Rakha.
"Kamu tahu kan tujuan aku kuliah itu demi apa? Aku mau banggain keluargaku dulu." ujar Rakha dengan penuh kelemah lembutan.
"Aku nggak mau maksa kamu nungguin aku. Kamu masih bebas, dan bisa cari lelaki lain yang siap bersama kamu saat ini. Aku nggak mau ngikat kamu dengan yang nggak pasti." tutur Rakha membuat gadis itu berkaca-kaca.
Rakha meninggalkan gadis yang sudah mengejarnya sejak awal masa orientasi sampai kini. Gilang menghampiri sahabatnya yang sedang melepas jas almamaternya. Dia langsung merangkul sahabatnya itu sambil menuju bis.
"Lo kenapa sih bro? Kusut banget." ujar Gilang yang bingung perubahan suasana hati sahabatnya.
"Nggak apa-apa cuma kangen sama si bocil dirumah." jujur Rakha sambil melihat foto-foto Amara dan Rangga.
"Aish anak-anak lo udah gede aja bro." celetuk Gilang sambil ikut melihat foto-foto di ponsel Rakha dan ikut-ikutan ketawa.
"Lo udah punya anak, Kha?" tanya gadis itu ke Rakha dan membuat kedua pria di hadapannya bengong.
Rakha dan Gilang hanya diam tak menjawab, malah langsung kembali fokus ke ponselnya. Gadis itu masih terus bergumam sampai telepon Rakha berbunyi dan tertera nama My Queen.
"Assalamualaikum." ujar Rakha dengan penuh kelembutan dan itu membuat gadis di depannya marah.
"Waalaikumsalam, sayang. Lagi dimana? Sudah makan belum?" sahut seseorang di ujung telepon.
"Di bis dan udah makan kok. My Queen gimana kabarnya? Anak-anak gimana?" ucap Rakha sangat mesra pada ratu dirumahnya.
"Lo jahat, Kha!" teriak gadis di depannya sambil meninggalkan Rakha.
"Siapa itu sayang?" tanyaku dengan penasaran.
"Itu tante, calon menantu tante." teriak Gilang dan membuatku tertawa.
"Eh, ada Gilang toh. Kamu bantu jelasin ke calon menantu tante ya! Bilang suruh tunggu bujang tante sampe selesai kuliah." ujarku dengan lembut dan membuat Gilang tertawa.
"Siap tante!" sahut Gilang dengan tegas.
"Ma, Amara dan Rangga? Aku mau lihat mereka kangen." ujar Rakha membuat wajah sedih dan itu membuat Gilang gemas.
Usai melihat Amara dan Rangga yang sangat lucu akan tingkahnya tiap detik. Keduanya sangat gemas dan membuat Rakha merindukannya. Rakha tak lupa menscreen shot video call itu.
***
***Zayyan
Dengar-dengar kesayangan kakak, udah punya calon ya? Wah kakak minta pelangkah mobil ya.
Rakha
Apa sih Kak? Jangan ngaco deh***.
***Zayyan
Kakak nggak apa-apa kalo jodoh kamu lebih dulu, kakak dan Kak Gara ikhlas sayang.
Rakha
Kakak rese. Jangan Amara dan Rangga dulu sana yang baik.
Zayyan
Yeah itu kan tugas nannynya. Dan itu bukan kakak. hehehe
Rakha
Tega***
Tak ada lagi balasan dari Zayyan pada adiknya, membuat sang adik kesal. Moodnya sudah dibuat kayak naik roller coaster akibat kakak gantengnya itu. Zayyan terkadang suka usil dengan sang adik siapapun itu.
Kadang sikap usilnya bisa menjadi romantis dengan hal kecil. Contoh hari ini Zayyan yang sedang kunjungan ke Jogjakarta membuatnya ingin mengerjain sang adik. Dia mencoba mengirim pesan ke sang adik lagi. Karena sudah malam juga untuk sekedar bertemu dengan adiknya
***Zayyan
Dimana De?
Rakha
Dihotel. Tapi sebentar lagi mau keluar main-main ke Malioboro.
Zayyan
Malioboronya mau dimana kamu?
Rakha
Belum tahu, Kak.
Zayyan
Kabarin kakak terus ya.
Rakha
Baiklah, kakakku yang protektifnya melebihi Mama dan Papa***.
Zayyan tertawa membawa kalimat yang dikirim oleh adiknya. Pasalnya dia memang sangat protektif pada semua adiknya, walau tak ada niat untuk mengekang sang adik. Karena ia tahu bahwa sang kakek dan papanya akan menjaga mereka dalam diamnya.
Pukul sepuluh Rakha belum juga menghubungi dirinya. Panik sudah dirinya oleh ulah sang adik. Ia langsung memanggil supirnya dan minta diantar ke jalan Malioboro. Malioboro adalah jantung Kota Jogja. Diapun pergi ke jalan tersebut.
***Zayyan
Kamu dimana sih?
Rakha
__ADS_1
Masih dihotel kak.
Zayyan
Kirimi lokasimu sekarang***.
Rakha pun mengirimi lokasi segera ia menghampiri sang adik. Dalam perjalanan ia tak lupa membeli camilan untuk sang adik. Ia takut sang adik membutuhkan makanan di tengah malam nanti.
***Rakha
Kak, kenapa sih menanyaiku dimana? Emang kakak mau kesini?
Zayyan
Kalo iya kakak kesana gimana?
Rakha
Aish, seorang pangeran mahkota menemui aku bakal heboh deh nih hotel.
Zayyan
Waw aku terharu dengan ucapanmu.
Rakha
Tidak percaya, lihat saja jika beneran dirimu disini.
Zayyan
Baiklah kita lihat kebenaran akan ucapanmu.
Rakha
Sungguh kau akan kesini kak?
Zayyan
Menurutmu?
Rakha
Orang sibuk macam dirimu, mana mungkin ada waktu bertemu denganku walau hanya menjenguk***.
Zayyan tak membalas pesan sang adik. Karena ia sudah tiba di depan hotel yang dimana ada sang adik. Ia segera melakukan panggilan telepon kepada sang adik.
"Halo, Kak!" sapa Rakha pada sang kakak dengan malasnya.
"Dimana kamarmu?" ucap zayyan to the point.
"Nggak usah gaya, pura-pura ada dihotel tempet ade nginep deh." sahut Rakha dengan nada meremehkan.
"Cepat katakan. Sudah lima belas menit aku menunggu di lobby ini. Menanyakan sama resepsionis juga percuma dia hanya melamun. Buruan katakan dimana kamarmu. Aku tunggu lima menit di lobby." jelas Zayyan dengan kesal karena sang resepsionis masih mematung saat dia bertanya.
Gadis mana yang tidak kaget melihat lelaki tampan bak pangeran yang ada di hadapannya. Rakha yang mendengar perkataan kakaknya langsung bergegas merebut jaketnya dan keluar kamar. Gilang yang melihat sikap sahabatnya seperti itu ikutan panik langsung mengikutinya di belakang.
"Lo mau kemna sih Bro?" tanya Gilang dengan paniknya di dalam lift.
"Kak Zayyan disini." ucapnya dengan singkat dan wajah khawatir.
"Terus kalo dia disini kenapa khawatir?" tanya Gilang yang tak mengerti dengan keadaannya.
"Hanya mau buktiin ini beneran atau dia hanya usil." ujar Rakha dengan cemas.
Gilang memilih diam karena tak mengerti harus bagaimana. Sejujurnya ia oun ingin bertemu dengan keluarga sang sahabat yang sampai detik ini belum pernah bertemu. Dentingan suara lift membuat Rakha dan Gilang keluar dengan cemas.
Mata mereka mencari-cari sosok yang sudah membuat mereka berdua kebakaran jenggot. Ia tak menemukan sosok laki-laki yang dicarinya. Saat hembusan nafas lega keluar dari mulutnya dan hendak berbalik menuju lift. Bahunya ditahan oleh tangan besar.
"Bagus, udah buat kakakmu menunggu selama sepuluh menit." suara familiar dn membuat Rakha membalikkan badannya.
Ia amat terkejut saat berbalik sosok yang tadi meneleponnya kini suadah di depan mata. Rakha tak percaya sampai memegang wajah kakaknya dan masih tidak percaya dia mencubit lengan sahabatnya sangat keras.
"Auw. Gila lo ya, bro!" teriak Gilang membuat Rakha percaya didepannya adalah sang kakak.
"Beneran dia Kak Zayyan, Lang!" seru Rakha dengan nada melemah.
"Ya udah buruan ke kamar kamu sekarang." pinta Zayyan sambil merangkul kedua pemuda disampingnya.
"Buka pintunya!" pinta Zayyan saat kedua pemuda itu mencari-cari sesuatu di dalam saku mereka.
"Lang, buka." pinta Rakha baru ingat dia keluar lebih dahulu dari pada Gilang.
"Nggak ada sama gue, Kha. Kayaknya ketinggalan di dalem deh." sahut Gilang dengan santai.
"Apa?" teriak kakak beradik itu bersamaan dan menghujani pemuda itu dengan jitakan.
Rakha langsung bergegas ke lift dan turun meminta kunci cadangan. Karena ia tidak mau tidur diluar. Padahal sang kakak sudah menawarkan untuk memesan kamar malam ini. Tetapi ia menolaknya, karena sama-sama harus turun ke bawah juga. Usai mendapatkan kunci cadangan ia bergegas kembali ke atas.
Akhirnya mereka bertiga bisa masuk ke dalam kamar. Gilang masih tidak dilepaskan begitu saja oleh kedua kakak beradik itu. Permintaan ampun pun tak kunjung dilepaskan oleh keduanya. Mereka bertiga berbincang-bincang sampai jam sebelas. Zayyan menginap dikamar itu.
***
Keesokan paginya Zayyan lebih dahulu bangun dan mandi. Usai bersiap dia membangunkan kedua pemuda itu. Gilang bangun lebih dahulu dan bersiap-siap dengan kegiatan mereka hari ini. Rakha selanjutnya dan setelah itu mereka turun lebih dulu ke restoran untuk sarapan.
Selama di restoran membuat semua mata tertuju ada mereka semua. Teman-teman kampus Rakha pun memerhatikan kehadiran tiga soaok ganteng. Tapi yang lebih menjadi sorotan adalah Zayyan. Walau wajah gantengnya hampir sama dengan Rakha, hanya saja Zayyan tak ada yang menandinginya.
Gilang yang tampan pun merasa minder dekat dengan keduanya itu. Pasalnya berada diantara kakak beradik itu ia merasa menjadi butiran debu. Gilang yang hendak memisahkan diri dari keduanya langsung ditahan oleh Zayyan, karena sang pangeran mengerti perasaan sahabat adiknya itu.
"Tetap disini." pintanya dengan nada dingin tak seperti sebelum mereka tampil di depan khalayak. Zayyan sangat hangat beberapa menit yang lalu.
"Dia memang begitu di depan umum, sama kayak papa." bisik Rakha pada Gilang dan diangguki olehnya.
Semua orang berbisik-bisik menanyakan sosok yang ada dihadapan mereka. Ada yang diam-diam memotret dan mengupdatenya ke sosial media mereka. Wajah Zayyan membuat dirinya menjadi artis sesaat.
"Kak, inget nggak omongan ade semalem?" ujar Rakha sambil memainkan alisnya.
"Hm, terus." ujar Zayyan sangat dingin.
"Hukuman dong." seru Rakha dengan santainya.
"Mau apa?" tanya Zayyan dengan menantang Rakha.
"Gimana kalo double hukuman. Pertama kakak harus nyanyi, kedua kakak harus jadi tour guide kita ke beberapa tempat gimana?" tantang Rakha dan diangguki oleh Zayyan.
"Kamu yang memainkan pianonya ya!" pinta Zayyan pada sang adik dan dianggukinya.
Zayyan dan Rakha berjalan ke arah piano. Sebenernya paling malas buat Zayyan melakukan hal ini, tapi demi kebahagiaan sang adik dia sanggupi. Gilang sudah di posisi untuk mengabadikan momen terindah yang jarang dirinya temui.
Semua orang bingung dengan ketiga pria tampan. Gadis yang menyukai Rakha pun mendekat ke arah piano. Dia berdiri tepat di belakang Gilang sambil mengeluarkan ponselnya.
***Tiba saatnya kita saling bicara
Tentang perasaan yang kian menyiksa
Tentang rindu yang menggebu
Tentang cinta yang tak terungkap
Sudah terlalu lama kita berdiam
Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam
Memenuhi mimpi-mimpi
Malam kita
Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah
Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu
Dan kini hanya ada aku dan dirimu
Sesaat di keabadian
Jika sang waktu bisa kita hentikan
Dan segala mimpi-mimpi jadi kenyataan
Meleburkan semua batas
Antara kau dan aku
Kita ...
__ADS_1
Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah
Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu
Dan kini hanya ada aku dan dirimu
Sesaat di keabadian
Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah
Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu
Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah
Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu
Dan kini hanya ada aku dan dirimu
Sesaat di keabadian***
"Ish, keren banget sih para cowok ganteng itu nyanyiin lagunya Ari Lasso dan BCL!" gumam gadis di belakang Gilang.
"Kan sebenernya Rakha juga bagus suaranya. Coba lo suruh deh dia sekarang. Gue yakin dia nggak nolak buat nyanyi. Percaya deh." ujar Gilang penuh keyakinan yang luar biasa.
"Serius!" seru gadis itu tak percaya dengan perkataan lelaki di depannya.
"Sekali lagi dong, boleh nggak Rakha yang nyanyi dan kakak ganteng yang main piano." teriak gadis itu dan mendapat pelototan dari Rakha, namun diangguki oleh Zayyan.
"Sekali aja, De. Kakak juga udah lama nggak denger kamu nyanyi." pinta sang kakak yang memangbtidak bisa ditolak oleh Rakha.
"Oke, ini lagu dari Westlife dengan judul lagu Season in the Sun!" tutur Rakha sebelum menyanyi. Kini Zayyan sudah menekan-nekan tuts demi tuts ia mainkan dengan indahnya.
***Goodbye to you my trusted friend
We've known each other since we were nine or ten
Together we've climbed hills and trees
Learned of love and ABC's
Skinned our hearts and skinned our knees
Goodbye my friend it's hard to die
When all the birds are singing in the sky
Now that spring is in the air
Pretty girls are everywhere
Think of me and I'll be there
We had joy, we had fun
we had seasons in the sun
But the hills that we climbed
Were just seasons out of time
Goodbye Papa please pray for me
I was the black sheep of the family
You tried to teach me right from wrong
Too much wine and too much song
Wonder how I got along
Goodbye Papa it's hard to die
When all the birds are singing in the sky
Now that the spring is in the air
Little children everywhere
When you see***.
Tepuk tangan para penonton yang membuat Rakha dan Zayyan merasa terhormat. Gilang langsung memeluk sahabatnya itu dengan bangga. Gadis yang memang selalu mengejar-ngejar lelaki luar biasa yang ada di depannya. Rakha tersenyum hangat pada sahabatnya dan itu membuat semua orang yang ada diruangan itu kaget.
Ya, itu untuk pertama kalinya Rakha tersenyum dihadapan mereka semua. Selama ini sosok dingin dan datarnya Rakha yang menjadi image-nya. Zayyan pun memeluk kedua lelaki yang ada dihadapannya. Sorot mata Zayyan yang tajam langsung fokus pada sosok gadis yang menatap ke arah sang adik.
"Dia calon adik iparku?" bisik Zayyan saat ketiganya masih berpelukan dan refleks Rakha juga Gilang melepas pelukannya.
Mereka berdua menoleh dan saling lempar pandangan. Gilang hanya senyam-senyum karena tebakan lelaki di belakang mereka itu hebat. Ya, tebakan Zayyan memang benar. Rakha hanya diam karena apa yang ditebak sang kakak benar.
Zayyan selalu tepat dalam menganalisa sesuatu hal. Ketiga lelaki tampan itu kembali duduk. Gadis itu mengikuti sang pujaan hati. Dia berdiri di samping Rakha.
"Duduklah." perintah Zayyan dengan memainkan matanya sebagai isyarat.
"Kamu pacarnya Rakha?" tanya Zayyan to the point dan membuat Rakha tersedak. Gilang memberikan air ke sahabatnya.
"Kalo ngomong jangan asal nyeletuk deh. Dia itu hanya teman." ujar Rakha masih terbatuk-batuk.
"Sebenarnya saya sudah lama suka dengan Rakha, hanya saja dia seperti yang tadi dia katakan." ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
"Cepat selesaikan kuliah kalian. Baru kita bahas masalah ini. Apa kamu sanggup menunggu selama itu?" tutur Zayyan masih dengan nada super dinginnya dan diangguki oleh ketiganya.
Mereka pun menikmati makan karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Gilang menemui salah satu dosennya karena sesuai ksepakatan tadi, bahwa Zayyan bersedia menjadi tour guide mereka selama satu hari ini. Sesuai dugaan apa yang diajukan oleh Gilang disetujui para dosen.
***
Mereka semua sudah berada di bis. Zayyan duduk bersama Gilang dan Rakha. Walau awalnya kurang setuju dengan permintaan bahwa Zayyan harus ikut di dalam bis. Hari ini mereka akan pergi ke beberapa tempat.
Ullun Sentalu Museum adalah tempat pertama mereka. Zayyan yang tak tahu apa-apa tentang hal itu seketika membuka internet untuk membaca tentang tempat itu. Ponsel Zayyan di pakai sesaat untuk menimba ilmu mengenai tempat yang akan mereka datangi.
Museum Ullen Sentalu merupakan kependekan dari “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang memiliki arti “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filosofi tersebut diambil dari sebuah lampu minyak yang biasa dipergunakan saat pertunjukan wayang kulit.
Salah satu alasannya Museum Ullen Sentalu dikatakan unik adalah museum ini tak menggunakan bangunan kuno atau bangunan cagar budaya sebagai tempat untuk memajang barang koleksi, melainkan menggunakan bangunan baru di tengah kawasan hijau di Kaliurang, lereng Gunung Merapi.
Museum Ullen Sentalu ini merupakan museum di Jogja yang dikelola oleh Yayasan Ulating Blencong. Di museum kebudayaan ini, tak akan menemukan label-label yang bertuliskan penjelasan tentang koleksi yang ditampilkan. Inilah yang justru menjadi ciri khas Museum Ullen Sentalu. Semua penjelasan akan disampaikan langsung oleh guide atau pemandu museum.
Lebih seru mendengarkan cerita langsung dari pemandu dari pada harus membaca tulisan yang tak bernada. Bahkan di museum ini setiap pemandu harus belajar terlebih dahulu tentang sejarah masa lalu, khususnya yang berkaitan dengan barang-barang di museum tersebut. Jadi jangan khawatir, karena informasi yang akan didapatkan dari museum ini nggak setengah-setengah.
Di beberapa ruangnya juga terdapat barang peninggalan dari zaman Mataram. Jadi jangan heran kalau pemandu tur di sini juga tahu tentang sejarah Mataram di masa silam. Museum Ullen Sentalu ini memiliki sembilan ruang yang masing-masing memiliki kegunaan berbeda. Beberapa ruangan tersebut di antaranya:
Ruang Selamat Datang, ruangan yang merupakan area penyambutan tamu atau pengunjung museum.
Ruang Seni Tari dan Gamelan, di sini Kamu akan menemukan seperangkat gamelan yang merupakan hadiah hibah dari seorang pangeran Kasultanan Yogyakarta.
Ruang Guwa Sela Giri, ruangan bawah tanah yang memamerkan karya lukisan dokumentasi tokoh-tokoh dari Dinasti Mataram.
Ruang Syair (Balai Sekar Kedaton), tempat di mana syair-syair yang ditulis oleh para kerabat dan teman-teman GRAj Koes Sapariyam pada tahun 1939-1947 ditampilkan. GRAj Koes Sapariyam konon dulunya lebih dikenal dengan sebutan Tineke, yang kisah cintanya tak direstui orang tuanya. Dan para kerabat serta sahabatnya banyak mengirim surat penyemangat untuknya. Namun pada akhirnya, Putri Tineke ini melepas status ningratnya untuk mengejar cinta.
Royal Room Ratu Mas, ruangan khusus yang dipersembahkan untuk permaisuri Sunan Paku Buwana X.
Ruang Batik Vorstendlanden, ruangan ini banyak menyimpan koleksi batik.
Ruang Batik Pesisiran, hampir sama dengan Ruang Batik Vorstendlanden yang juga menyimpan koleksi batik.
Ruang Putri Dambaan, yang menampilkan koleksi foto pribadi putri tunggal Mangkunegara VII, Gusti Nurul dari kecil hingga menikah. Semasa hidupnya, Gusti Nurul ini dikenal sebagai seorang putri bangsawan Jawa yang anti poligami, cerdas dan lihai menari. Bahkan ia juga pernah menari di Belanda pada tahun 1937 di pernikahan putri Juliana.
Gusti Nurul pernah hendak dipersunting oleh empat tokoh terkenal, yaitu Soekarno, Sultan Hamengkubuwono IX, Sutan Sjahrir dan Kolonel GPH Djatikusumo. Namun keempatnya ditolak, dan ia memilih untuk menikah dengan seorang tentara.
Sasana Sekar Bawana, yang berisi beberapa lukisan raja Mataram.**
***
Hai kesayanganku, cukup nggak sama ceritaku..
Tamat ah.. hehehe..
Beberapa part lagilah.. Ikhlas nggak kalo di stop???
Nah, sebelum off kalian itu kudu wajib banget meninggalkan jejak.
Jadi jangan lupa jempol, share, komen dan vote sebanyak-banyaknya.
Aish, jejak kesayangan aku pada kemana ya? Aku rindu jejak kalian. Sebuah penghormatan jika kalian meninggalkan jejak kunjungan kalian ke hatiku. Eits, boleh dong author gombal dikit.
* dan ** diambil dari internet.
__ADS_1