Relung Langit

Relung Langit
S2 Part 21


__ADS_3

Dua bulan sudah sejak drama khitbahan yang dilakukan oleh Gara kepada Chiara. Hal yang membuat semua orang senang, kini lelaki tampan itu dengan balutan pakaian pengantin yang senada dengan Chiara. Ya, pagi ini menjadi hari bersejarah buat dua insan yang disatukan dengan campur tangan kakak dan adiknya Gara. Gara yang didampingi kakak juga adiknya hanya tersenyum teringat kejadian waktu khitbahan.


Flashback On


Kejadian itu terjadi akibat ulah Zayyan, Gia dan Rakha yang melakukan hal konyol tapi bermanfaat buat Gara. Di mana saat itu Zayyan bertanya mengenai karakter calon isteri yang diinginkan oleh sang adik. Semua percakapan itu di rekam dan langsung dibuatkan curriculum vitae oleh Rakha untuk diberikan kepada Chiara. Ya, ketiganya melakukan proses taaruf untuk kedua manusia itu tanpa Gara tahu. Usai mendapatkan biodata balasan dari Chiara tetap diberikan kepada Gara dengan sedikit kebohongan bahwa itu akan Gia berikan untuk Rakha.


Wajah Gara saat itu merah menahan kesal karena merasa ditikung oleh sang adik. Terlebih lagi keputusan bulat sudah dibuat oleh keluarganya untuk bertemu pihak keluarga Chiara. Seminggu setelah pertukaran biodata itu dibuat acara pertemuan di mana Gara sudah pasrah karena dia selalu di ikuti oleh sang kembaran seharian itu sebelum acara tersebut.


"Ijinin pergi dong, Ia. Ini kan acaranya Rakha bukan gue." tutur Gara yang sudah kesal diatur oleh adik. Dia belum sanggup menerima kenyataan bahwa wanita yang ditaksirnya akan menjadi adik iparnya. Siapapun tidak akan ada yang sanggup menghadapi hal itu.


Malam itu Gia dan Gara masih dalam mobil. Gia hanya berkata pada sang kakak "Apapun yang terjadi loe harus kuat kak. Gia yakin kakak akan mampu melalui semua ini. Dan pinta Gia hanya satu, maafin kita bertiga ya kak, yang nggak bisa ngelawan takdir ini." Gia hanya tersenyum sambil memeluk sang kembaran.

__ADS_1


Semua sudah menunggu kehadiran Gara dan Gia di ruangan keluarga rumah Chiara. Gara masih bingung dengan langkah yang hendak dia ambil. Rasa sayang kepada Rakha mengantarkan kakinya memasuki rumah itu dan langkahnya kembali terhenti saat sang mama mengatakan hal yang membuatnya makin sesak.


"Nak Chiara, apakah kamu bersedia menerima pinangan anak saya?" Priyanka dengan lembut sambil memegang tangan wanita berhijab itu.


"Chiara, ijinkan saya meminta kamu untuk selalu bersedia menjaga, dan berada di sisi .." ujar Rakha membuat Gara kesal.


"Cukup. Chiara, aku mau mengakui satu hal sebelum kamu mengambil keputusan. Chiara, sejak bertemu kamu di butik Gia, sejak saat itu pula aku menyukaimu dan berharap kamu bersedia menerimaku." jujur Gara membuat semua orang di ruangan itu tersenyum dan Zayyanlah orang pertama yang tertawa lepas.


"Iya, Kak. Ini adalah acara khitbahan untuk dirimu. Rakha sama sekali tidak memiliki rasa kepada Chiara. Wanita di hadapanmu inilah calon isterimu seorang." jelas Gia membuat sang kakak menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan wajah memerah.


"Kak Gara, saya menerima pinangan ini dengan syarat dua bulan dari sekarang kita harus melangsungkan pernikahan. Jika kakak setuju, saya bersedia menjadi milik kakak seorang." jawab Chiara membuat seorang Anggara langsung mengangguk tanpa berpikir panjang.

__ADS_1


Flashback Off


Kini di sinilah seorang Anggara dengan pakaian pengantin yang membuat dirinya semakin gagah. Lelaki itu berjalan memasuki rumah yang di mana setiap langkahnya membuat dia tersenyum mengenang kejadian khitbahan. Dia sudah duduk berhadapan dengan Ayah Chiara. Proses ijab kabul berjalan lancar tanpa Chiara di samping Gara. Usai ijab kabul Chiara di dampingi bos sekaligus adik iparnya menuju Gara.


***


Hai guys.. maaf baru up lagi..


Aku nggak mau banyak bicara jadi langsung aja ya..


Jangan lupa komen, share, like dan vote.

__ADS_1


__ADS_2