
Happy reading gaes.. 😘😘
.
.
***
Hampir satu jam ketiga orang itu menunggu para pasukan di restoran. Mereka telah banyak bercakap-cakap, sholat, makan dan kini matanya sudah tak sanggup terbuka. Menunggu adalah hal membosankan dan juga paling dibenci kebanyakan orang. Karena yang dinantikan yaitu keluarga sendiri jadi mereka santai. Priyanka sudah menaruh kepalanya di lengan sang suami, matanya perlahan terpejam.
Zeyden yang mengetahui sang wanita tertidur memilih merangkulnya. Membuat kekasih halalnya nyaman itulah ia usahanya. Perbincangan kedua lelaki beda usia itu terus berlanjut, hingga mereka melihat Rakha tengah menggendong sang adik. Zeyden ingin menghampiri sang putri kecilnya hanya saja, tidak mau sang permaisuri hatinya ikut terjaga.
Saat langkah mereka semakin mendekat Zeyden berkata tanpa suara "jangan berisik,". Tak hanya suara yang tak terdengar gerakan mata yang menunjuk ke samping pun diperhatikan oleh para pasukan. Mereka semua duduk dengan sangat hati-hati. Amara dititipkan pada pangkuan Zeyden, sedangkan hampir semua pamit untuk sholat terlebih dahulu.
Dua puluh menit berlalu, mereka kembali dengan makanan yang sudah tersedia di atas meja. Tanpa permisi mereka melahap makanan itu tanpa sisa. Usai mereka makan, Priyanka baru membuka matanya.
"Ah, maaf sayang aku tertidur." ucap Priyanka merasa bersalah kepada Zeyden.
"Kenapa minta maaf sayang? Kamu nggak salah kok." sahut Zeyden kemudian mengecup kening wanitanya.
"Kalian sudah lama tiba?" tanya Priyanka sambil mengucek matanya.
"Sudah setengah jam yang lalu mungkin," sahut Gara sambil meminum minuman dinginnya.
"Kita kembali ya? Kalian lelah banget kayaknya," seru Aryan dengan tatapan mengasihani.
"Nggak perlu melihat seperti itu juga kali, Kak!" celetuk Bryan yang tak menyukai tatapan sang kakak itu.
"Kamu ini ya. Bi, kamu kita tinggal di sini aja gimana?" ujar Aryan dengan nada mengejek.
"Jangan dong, Kak. Nanti malem aku kesepian kalo nggak ada Kak Bi." sahut Anyelir yang dari tadi diam. Perkataan Anyelir membuat semua orang tertawa.
Mereka pun bersiap hendak kembali ke hotel. Selama perjalanan tak ada suara sama sekali karena lelah semua terlelap.
Â
***
__ADS_1
Â
Tok.. Tok..
"OmKa, OmRa.." teriak Banyu mengetuk kamar kedua om-nya.
Ceklek..
"Banyu! Ada apa kok ke sini malem-malem? Masuk dulu yuk." Ajak Anggara yang kaget melihat keponakannya sendirian di depan kamarnya.
"Coba ceritain sama Om Gara, kenapa Banyu ke kamar om?" Gara bingung karena Banyu tanpa diantar kedua orang tuanya.
"Kata Panda. Panda sama Bunda mau buat dedek bayi, jadi Banyu disuruh bobo sama OmKa dan OmRa," kepolosan perkataan Banyu hanya mampu membuat kedua omnya itu melongo.
"Kak Zayyan!" geram keduanya.
"Banyu bolehkan bobo sama om? Karena kamar Panda dan Bunda di kunci, walau Banyu sudah teriak tadi." wajah polos anak itu sangat jujur.
"Sini, Banyu bobo di tengah ya." Walau keduanya geram dengan sang kakak yang kebangetan rese, tapi tak tega melihat keponakannya tidur diluar.
Banyu langsung terlelap saat kepalanya sudah menempel di bantal. Gara dan Rakha hanya tersenyum melihat manisnya keponakannya itu. Tapi dia juga tidak habis pikir kakaknya tega menelantarkan anaknya demi hasrat. Seandainya sang kakak meminta baik-baik pasti tidak akan dibantu sama keduanya.
\*\*\*
Di kamar Zeyden. Kedua wanita beda usia itu tengah asyik membersihkan diri dengan meninggalkan sang lelaki tampan yang menonton televisi. Amara keluar dari kamar mandi hanya dengan dibalut handuk. Sedangkan Priyanka memakai pakainnya di kamar mandi. Dia tidak ingin sang suami melihatnya berpakaian bisa habis nanti dia dimakan.
Amara langsung naik ke kasur di mana sang papa sedang duduk bersandar. Dia duduk di samping Zeyden dengan memeluk perut lelaki itu. Zeyden menoleh dan tersenyum sambil menciumi wajah sang putri.
"Pakai baju dulu yuk sama papa?" ajak Zeyden hendak melangkah menuju lemari.
"No!" teriak Amara membuat Zeyden menoleh dan berhenti.
"Papa itu boleh bantu Ara yang lain tapi kata mama, papa nggak boleh mandiin dan membantu Ara pakai baju." tutur anaknya membuat Zeyden membulatkan matanya. Dia tak menyangka apa yang diajarkan dirinya juga sang isteri dipahami oleh si bungsu.
"Kenapa papa nggak boleh bantu?" tanya Zeyden menduduki dirinya di samping sang putri.
"Karena papa laki-laki dan Ara perempuan." sahutnya dengan jujur, seperti apa yang dikatakan sang mama.
__ADS_1
"Kalo Kak Zay, Kak Gara, Kak Rakha dan Kak Rohan serta Daddy bantu Ara Mandi dan berpakaian boleh nggak?" tanya Zeyden sedikit penasaran sampai di mana pemahaman sang putri.
"Hm, kata Mama. Hanya boleh mandi dan pakaian sama Mama, Kak Gia, Bunda Aleta juga Mommy. Jadi Kak Zayyan, Kak Gara, Daddy, Kak Rakha juga Kak Rohan nggak boleh. Kan mereka sama kayak papa." jelas Amara dengan kepolosannya dan mendapatkan ciuman bertubi-tubi dari sang papa.
Ceklek..
Keduanya menoleh ke pintu kamar mandi. Priyanka keluar dengan piyama tidur panjangnya. Rambutnya terurai, dia melangkah menghampiri kesayangannya itu dengan senyuman.
"Papa, mandi sana. Ara mau pakai baju sama Mama. Papa nggak boleh liat!" titah sang putri dan diangguki oleh Zeyden.
Sebelum masuk ke kamar mandi dia menghampiri sang isteri memeluknya, mencium pipi juga tengkuk leher wanita cantik itu. Amara kesal melihat sang papa melakukan hal itu pada sang mama. Dia berteriak "Papa mandi, jangan usilin mamaku."
Zeyden berlari usai diteriaki sng putri cantiknya. Priyanka memakaikan baju kepada sang putri. Kemudian dia menidurkan sang anak yang kelihatan sangat lelah. Saat Zeyden keluar dari kamar mandi dia mendapati wanita-wanitanya sudah terlelap. Sebelum menyusul keduanya, ia mengecup kening juga pipi anak isterinya.
"Mimpi indah kesayangan Papa!" serunya sambil merebahkan badannya di kasur menyusul kesayangannya terlelap dalam buaian mimpi indah.
\*\*\*
Esok paginya semua telah bersiap untuk melanjutkan kembali tur keliling Belitung di hari kedua ini. Kali ini mereka ingin seharian bermain air oleh karena itu wisata yang di pilih adalah Pantai.
Semua berkumpul di restoran hotel. Gara dan Rakha sudah memasang wajah kesal saat melihat orang tua Banyu yang menghampiri mereka dengan senyuman manis. Bahkan keduanya memalingkan muka saat tiba di hadapan semua orang.
"Pagi semua," sapa Zayyan juga Aleta sambil duduk di hadapan Gara juga Rakha.
"Pagi," sahut semuanya kecuali kedua adik laki-lakinya.
"Kalian kenapa pagi-pagi mukanya di tekuk gitu?" tanya Zayyan tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Panda, OmKa dan OmRa kesal sama Panda juga Bunda. Karena semalem menyuruh Banyu bobo di kamar mereka!" tutur Banyu membuat semua mata melotot ke arah pasangan suami isteri itu.
Zayyan dan Aleta langsung salah tingkah karena di tatap dengan tatapan mengintimidasi. Semuanya meminta penjelasan akan ucapan Banyu barusan. Karena ketiga anak kecil di keluarga itu tidak pernah bisa berbohong sedikit pun.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like komen share and vote kalian ya kesayangan aku.. 😘😘😘