
Maaf ya kesayangan aku, jika kubanyak menjelaskan mengenai tempat lokasi wisata yang dikunjungi para tokoh. 🙏🙏
Maafin Author ya kalo banyak typo dan kesalahan dalam penulisannya..
Betewe end de baswey..
Kesayangan aku semuanya.
Sudah siap-siap lanjut ceritanya nggak??
Ready...
***
Usai dari Ullen Sentalu Museum. Kini mereka sudah pindah ke tempat lain yaitu Taman Wisata Kaliurang. Kembali Zayyan mencari info tempat itu lagi.
Taman Wisata Kaliurang terletak di kawasan lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Meski lokasinya berdekatan dengan banyak destinasi lain, Taman Kaliurang wajib dimasukkan ke dalam daftar rekreasi.
Banyak wahana permainan yang ditawarkan Taman Wisata Kaliurang yang sangat cocok untuk para keluarga yang ingin menghabiskan waktu bersama kala liburan. Berbagai fasilitas outbond seperti Flying Fox dapat ditemukan di sana. Saat memasuki area taman, pengunjung akan melihat rumah pohon Ridz High Rope.
Karena berada di dataran tinggi, tak heran jika Taman Wisata Kaliurang memiliki suhu udara yang menyejukkan sehingga membuat betah para pengunjung. Pepohonan yang hijau tumbuh dengan rimbun yang menambah keasrian taman wisata ini.
Suasana alam yang masih asri di Taman Wisata Kaliurang menjadi alasan mengapa destinasi ini sangat cocok untuk dihabiskan bersama keluarga. Terlebih lagi, menggelar tikar dan membawa bekal makanan sendiri pun diperbolehkan oleh pengelola.
Taman Wisata Kaliurang atau yang biasa disebut Taman Kaliurang saja ini mendapat tambahan fasilitas yaitu Taman Kita Oreo yang merupakan rancangan taman bermain buatan brand biskuit ikonik yang sering hiasi layar televisi.
Taman Kita Oreo menawarkan fasilitas yang bertujuan untuk membantu menciptakan interaksi sosial lebih dalam, tak hanya semata percakapan sederhana. Fasilitas ini diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih baik antar pengunjung.*
***
Seminggu sudah Zayyan di Jogjakarta. Kini dia sudah kembali ke Jakarta. Dia menceritakan segala hal kepada orang tuanya. Bagaimana kelakuan Rakha yang mengerjai dirinya. Gia tertawa karena melihat adiknya sudah berani membalas sikap usil kakak mereka.
Aku juga hanya senyum melihat sikap kedua putraku. Zeyden yang baru pulang kerja langsung bergabung, segera aku menariknya ke kamar untuk membersihkan diri. Karena di ruangan itu ada kedua bocil. Aku tak ingin cucu dan anakku sakit kena virus apapun yang dibawa suamiku.
Hari ini Zeyden usai melakukan operasi besar. Itulah sebabnya aku sangat ngotot untuk dia segera membersihkan dirinya. Usai membersihkan diri, aku menemaninya mkan malam. Ya, karena kami semua sudah makan malam.
Kami kembali bergabung ketika Anggara bernyanyi untuk kedua batita di ruangan itu. Lagu yang dia pilih tentu lagu anak-anak yaitu lagu hits yang pernah dibawakan oleh Tasya yakni Anak gembala.
Aku adalah anak gembala
Selalu riang serta gembira
Karena aku senang bekerja
Tak pernah malas ataupun lengah
Tra-la-la la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la-la-la
Ke padang rumput di kaki bukit
Rumputnya hijau, subur, dan banyak
Ternakku makan tak pernah sedikit
__ADS_1
Tra-la-la la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la-la-la
La-la-la-la-la
La-la-la-la-la
Aku adalah anak gembala
Selalu riang serta gembira
Karena aku senang bekerja
Tak pernah malas ataupun lengah
Tra-la-la la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la-la-la
Ke padang rumput di kaki bukit
Rumputnya hijau, subur, dan banyak
Ternakku makan tak pernah sedikit
Tra-la-la la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la-la-la
Tra-la-la la-la-la-la
Kami semua pun ikut bernyanyi terlebih lagi Gara bergoyang membuat kmi semua tertawa geli. Amara dan Rangga mengikuti setiap gerakan yang praktekkan oleh Anggara. Tingkah lucu mereka makin membuat kami gemas.
"Lucu bener sih adik dan keponakanku." gemas Zayyan sambil mencubit pipi gembil kedua batita itu.
Plok..
Wajah tampan Zayyan di tabok kencang oleh kedua batita. Aku langsung mengambil Amara dan Rangga serta memeluknya. Zayyan hanya menutup matanya seakan malu telah diperlakukan oleh kesayangannya.
__ADS_1
"Mara, Rangga. Minta maaf sama Kakak dan om Zayyan sekarang ya!" seruku dengan penuh kelembutan dan mereka menganggukinya.
"Aap." seru keduanya dengan kecadelnnya.
"Hm." ujar Zayyan dengan wajah dibuat sedih, seketika kedua anak kecil itu langsung memeluknya.
"Menang setelah mengalah lebih dulu!" seru Zayyan saat dipeluk para bocah itu.
Semua yang ada diruangan itu tertawa mendengar celoteh Zayyan. Kembali kami berbincang hangat sedangkan Zayyan belajar menjadi nanny pengganti, itulah julukan yang kami berikan pada lelaki gantengku.
"Yank, si kakak lucu ya. Bisa jadi pengganti Rakha untuk ngurus para baby kita." ujar Zeyden sambil memelukku.
"Oh, iya besok kita kondangan ya semuanya." seruku membuat semua menoleh kearahku.
"Undangan siapa, Yank?" tanya Zeyden sambil mengelus kepalaku dan aku menoleh kearahnya.
"Abian. Dia menikah besok." ujarku dengan lembut.
"Oke. Kita berangkat semua besok ya, sayang." seru Zeyden dengan semangat empat lima.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Para batita pun sudah terlelap, kami semua pergi ke kamar masing-masing.
***
Kami semua sudah bersiap hendak berangkat ke tempat Abian. Ya, dia sudah membuka hatinya dan melupakanku. Zeyden pun sudah terbiasa dengan sikap akan kedekatan kami. Dia pun sudah bisa berteman dengan mantanku yang satu itu.
"Yank, sedih nggak ditinggalin mantan nikah!" seru Zeyden memancing-mancing moodku.
"Nggak. Orang aku duluan yang nikah dari pada dia. Kamu lupa gimana dia datang waktu kita mau ijab kabul." tuturku sambil memangku Amara dan membelai rambutnya.
Zeyden tersenyum mendengar setiap perkataanku. Dia seakan bangga dengan sikapku yang sudah tidak peduli dengan masa laluku. Aku langsung mengelus wajah suamiku tersayang.
"Aish, suamiku makin ganteng kalo senyum deh." ucapku dengan memainkan mata.
"Jangan menggoda deh. Emang mau buat ade lag untuk Amara?" ujar Zeyden membuat aku bergidik ngeri.
"Eits, kamu lupa ya! Kalo kamu yang sudah mensterilkan isterimu ini!" tuturku membuat Zeyden tepuk dahinya.
"Yank, apa kamu mau cari yang lain setelah ini?" tanyaku dengan mata yang nanar.
"Ish, kamu ngomong apa sih! Kamu lupa kita sudah punya lima orang anak. Dan empat orang sudah dewasa bahkan kita sudah jadi kakek nenek. Jadi jangan berpikir yang nggak-nggak bisa?" tuturnya menggenggam tanganku erat dan aku mengangguki setiap perkataannya.
"Maaf, aku janji nggak akan ngomong gitu lagi. Mau maafin aku, sayangku cintaku dan belahan jiwaku." tuturku dengan nada super manja.
"Cukup ya adegan mesra-mesranya. Inget ada kami disini." tutur Gara dengan melirik ke arah kakaknya yang nenganggukinya.
"Ma, Pa. Tetaplah seperti ini, terus ajarin kami artinya cinta yang sesungguhnya. Bisaka, Ma, Pa?" ucap Zayyan dengan nada memelas.
***
Hai kesayanganku, cukup nggak sama ceritaku..
Tamat ah.. hehehe..
Beberapa part lagilah.. Ikhlas nggak kalo di stop???
Nah, sebelum off kalian itu kudu wajib banget meninggalkan jejak.
Jadi jangan lupa jempol, share, komen dan vote sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
Aish, jejak kesayangan aku pada kemana ya? Aku rindu jejak kalian. Sebuah penghormatan jika kalian meninggalkan jejak kunjungan kalian ke hatiku. Eits, boleh dong author gombal dikit.
*dari internet.