
"Lo sedikit apa, An?" ucap Aryan menghampiri dengan badan yang sama seperti Bryan.
Badan si kembar membuat wajah Anyelir memerah. Entah apa yang ia rasakan. Bryan dan Aryan berdiri tepat dihadapan Anyelir membuat wanita itu mematung. Sampai aku tiba disana membuat suasana sedikit mencair.
Aku hadir dengan beberapa jus di nampan. Anyelir segera merampas salah satu dan menenggaknya seketika. Hal itu membuat semua mata menatapnya tak percaya. Aku yang melihat tingkah aneh sahabatku hanya menggelengkan kepala.
Kami berlima duduk di gazebo sambil bersenda gurau, terkadang kami tertawa melihat tingkah Zayyan yang makin menggemaskan. Aku masih bergelayut di bahu Zeyden sambil memperhatikan tingkah kedua kakak dan sahabatku.
Anyelir yang terkadang memancarkan wajah memerah dan senyum tipis yang tersirat dari wajah kakak keduaku. Bahkan sesekali sikap manis kakak pertamaku kepada Anyelir membuat senyuman diwajahku. Bahagia rasanya bisa melihat orang-orang terkasihku bahagia.
__ADS_1
"Anye, lo mau nggak jadi kakak ipar gue?" ceplosku spontan dan membuat ketiga manusia dihadapanku salah tingkah.
"Maksudnya?" keempat orang itu bertanya serentak membuat aku tertawa geli.
Entah mereka kebangetan pintar atau sok polos gitu. Aku yakin seratus persen mereka paham maksudku. Mereka berempat saling lempar pandangan satu sama lain, yang aku yakini mereka saling bertanya maksudku.
Aku mengambil Zayyan dari gendongan Anyelir yang masih kebingungan. Aku menggoda putraku sambil menggesek-gesekkan hidungku ke hidungnya. Mungkin dia geli sampai tertawa. Keempat orang itu masih dalam keadaan bingung.
"De, maksud kamu. Kamu jodohin Anyelir sama kami?" ucapan yang keluar dengan sangat kompak dari Ryan.
__ADS_1
Aku hanya tersenyum manis dan sesekali mencuri kesempatan melihat mereka bertiga yang sama-sama salah tingkah. Aku menatap Zeyden dan tersenyum, seakan suamiku mengerti dia hanya membalas senyumku sambil mengecup keningku.
"Sayang, bahagia banget deh aku kalo punya kakak ipar cewek segera mungkin. Biar kamu ada yang nemenin juga." sindir Zeyden sambil melirik kearah ketiganya.
Benar, mereka sedang salah tingkah kembali mendengar ucapanku. Aku tahu sejak kedua kakakku resmi batal pertunangan dia enggan membuka hatinya. Entah sejak kapan benih cinta itu hadir kembali. Beruntungnya sahabatku bisa merasakan cinta dari kedua kakakku. Hanya saja aku sedikit khawatir jika salah satunya tidak mendapatkan balasan dari sahabatku ini.
Walau wajah mereka sama, sikap mereka padaku juga sama. Namun berbeda sikap mereka dengan kebanyakan orang. Kak Aryan pedulian tapi lewat sikap cuek dan dinginnya, sedangkan Kak Bryan, dia terlalu cuek tapi kalau sudah perhatian jangan ditanya bisa lebih posesif. Kak Bryan suka bertingkah konyol berbeda dengan Kak Aryan yang sangat menjaga imagenya.
Keduanya akan sama-sama dingin bila berhadapan dengan orang selain keluarganya. Anyelir orangnya sangat cantik, baik hati, lembut dan penuh kasih. Dia akan menjadi orang pertama berdiri didepan ketika aku disakiti. Dia akan menjadi wanita pertama yang siap terluka demi aku sahabatnya. Kecerobohanku selalu diatasi dengan sikap dia.
__ADS_1
"Anye, gue tahu lo canggung dengan kata-kata gue barusan. Tapi jangan galau ya gara-gara ucapan nggak penting gue sama Kak Zey." ucapku sambil tersenyum pada sahabatku, yang wajahnya sudah memerah.