
Hm, kita ke season 2 ya. Untuk pembukaan kita bercerita tentang keluarga Zayyan ya. Priyankanya istirahat sebentar dulu.
Ready guys!!!
***
Sepulang honeymoon Zayyan tinggal di apartemen miliknya terlebih dahulu. Sedangkan Banyu masih bersama Oma dan Opanya. Orang tua Zayyan masih belum mau pisah dari cucu barunya. Mereka juga meminta agar pasangan baru itu menikmati masa-masa pacaran dahulu, biar Banyu tidak mengganggu proses pembuatan dedek bayinya.
Aleta menikmati perannya sebagai isteri seutuhnya sejak tinggal di apartemen. Merapikan kamar, mencuci, menyetrika, memasak, merapikan rumah dan melayani suaminya dengan maksimal. Selama ini ia memasak selalu di bantu oleh mertuanya dan belum paham kesukaan sang suami. Namun, ketika sudah hidup berdua. Mulai perlahan mengenal siapa sosok suaminya juga makanan kesukaannya.
Seperti pagi ini cuaca sangat mendukung untuk terus berada di kamar. Hujan sejak semalam tidak berhenti, ditambah udara dingin menguasai kamar. Aleta sudah bangun dan menyiapkan makanan sampai pakaian yang akan di pkain sang suami kerja. Usai masak, dia bergegas membangunkan Zayyan.
Dia membuka selimut yang menutupi seluruh badannya. Membangunkan sang suami sambil mengusap-usap lengan kekarnya. Alhasil tidak bangun juga melainkan wanita cantik itu terperangkap dalam pelukan hangat sang suami.
"Mas, bangun. Sudah siang. Memangnya Mas nggak kerja?" ujar Aleta sambil menatap suami tersayang dan berusaha sedikit berontak untuk keluar dari perangkap kehangatan Zayyan.
"Mas," lirihnya dengan sangat lembut sambil terus berusaha lepas dari pelukan Zayyan.
__ADS_1
"Aku lapar!" bisik Zayyan di telinga Aleta dan membuat Aleta tersenyum tipis.
"Ya udah, hayo kita makan. Aku udah masak," sahut Aleta dengan senyuman tak pernah surut.
"Aku mau makan kamu," ujar Zayyan sambil terus melancarkan apa yang dia inginkan.
Pergelutan dua insan itu pun terjadi, entah siapa yang mengalah hanya mereka yang tahu. Jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Pasangan itu masih asyik bersembunyi di balik selimut.
Tak berapa lama terdengar sayup-sayup adzan dzuhur. Keduanya bergegas ke kamar mandi, membersihkan diri. Waktu yang digunakan untuk bersuci menjadi lama, karena mereka melanjutkan pergelutannya. Pukul tigabelas dua puluh mereka baru keluar dari kamar mandi dan segera menunaikan kewajibannya.
Usai melaksanakan kewajiban bersama, mereka makan pagi dan siang yang di rapel. Menikmati kebersamaan setiap detiknya membuat keduanya semakin lengket. Ujian untuk mereka terus berganti hanya saja, kepercayaan yang kuat membuat mereka saling mengguatkan.
Zayyan terus bermanja ria pada sang isteri usai makan. Tak ingin jauh walau sejengkal, maklum dia baru merasakan cinta pertamanya. Aleta tak merasa risih sedikit pun pada sikap Zayyan itu, dia jauh merasa bahagia mendapat perlakuan seperti itu.
"Mas, kamu kenapa tidak pernah mau berpacaran?" tanya Aleta pada Zayyan saat mereka sedang menonton televisi.
"Aku takut mengecewakan mereka, karena terlalu fokus pada kerjaan dan keluarga. Bahkan aku tak ada waktu untuk mengenal wanita lain selain mama dan adik-adikku. Memiliki mereka lebih indah dari pada mengenal wanita baru." sahutnya dengan menatap sang isteri yang sudah mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Lalu kenapa mau menikah denganku serta mau menerima cintaku?" tanyanya lagi dan membuat Zayyan membuang nafas kasar.
"Waktu itu mama sering banget minta aku segera menikah, aku juga tidak tahu jika aku sudah jatuh cinta padamu, sampai saat di mana mama meminta aku membuka hati serta menerimamu dengan segenap hati. Setiap hari aku lihat perjuangan kamu, aku merasakan ketulusan yang besar. Maka dari itu ku berjanji akan mencintamu usai Banyu di operasi. Jangan tanya sejak kapan aku jatuh cinta, karena aku sendiri tidak tahu." jelasnya panjang lebar dan membuat Aleta memeluk erat tubuh sang suami.
"Makasih sudah mencintaiku. Aku yakin tak akan ada pengkhianatan diantara kita!" tuturnya penuh keyakinan akan kekuatan cinta mereka.
"Semoga Allah selalu menjaga rumah tangga kita dari hal-hal buruk." sahut Zayyan dan diamini oleh Aleta, lalu mereka melanjutkan kegiatan menonton televisinya.
Zayyan hari ini benar-benar tidak pergi kerja karena sudah nyaman berada dalam dekapan Aleta. Wanita pertama yang membuatnya jatuh cinta dan menjadi salah satu anggota bucin. Ia tidak mau meninggalkan sang isteri. Awal menikah malah memilih lebih cepat berangkat dan pulang kerja lebih larut.
Sekarang malah kebalikannya. Zayyan pun banyak berubah dalam sikap dan pemikirannya. Sikap yang mandiri kini menjadi manja, pemikiran akan segala hal pun berubah seiring perajalanan waktu. Hal itu tidak pernah membuat keluarganya tidak suka, malah melihat perubahan cinta terbesar Zayyan luar biasa.
Hanya saja, dia berubah sikap ketika berada di dekat sang mama. Dia menjadi sosok yang sangat-sangat dingin entah kenapa perubahan itu terjadi. Walau sedih, tapi sang mama tak pernah marah kepada anak sulung nan tampan itu. Bahkan untuk berpikir negatif kepada sang menantu pun tak pernah terbesit.
***
Hai kesayangan aku. Maaf baru up ya, soalnya lagi di sibukkan dengan beberapa urusan. Semoga bisa terus up setiap hari kalo like, vote dan komennya kenceng.
__ADS_1
Kalo likenya bisa nembus 1000 aku up sehari 2x deh. Semoga kalian suka cerita kali ini ya.
Happy reading guys.. 😘😘😘