Relung Langit

Relung Langit
S2 Part 29


__ADS_3

Perjalanan yang cukup lama membuat sang supir ingin buang hajat. Mau tidak mau dia berhenti di pom bensin terdekat. Pelan-pelan dia membangunkan Adrian karena tak berani dia membangunkan bosnya itu. Adrian perlahan membuka mata dan melihat sekitar.


"Dimana ini, Pak?" tanyanya dengan suara parau khas orang bangun tidur.


"Pom bensin, Tuan. Saya mau ke kamar mandi dulu, buang hajat. Saya terpaksa membangunkan anda, takut nanti kenapa-napa jika saya pergi tanpa pamit." jelasnya dengan suara pelan.


"Ya sudah tuntaskan hajatmu." balas Adrian sambil mengulet. Sang supir turun dari mobil dan bergegas ke kamar mandi.


Adrian kembali melihat ponselnya walau hanya sekedar memastikan ada panggilan atau pesan masuk. Ia juga sekilas melirik sang bos yang masih terlelap. Perjalanan mereka masih sangat jauh. Adrian hanya menoleh ke arah luar dan di sana nampak sang supir yang tengah berlari menghampiri mobil mereka.


"Maaf, Tuan agak lama," ujar sang supir sambil memasang seatbeltnya kembali. Adrian hanya menganggukkan kepalanya.


Perjalanan mereka pun berlanjut. Adrian yang sudah kembali terlelap bersama dengan Rakha.


***


Kini keduanya sudah sampai di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rakha sudah terbangun dan mereka semua memasuki kawasan Malioboro. Waktu yang sudah sangat larut mengharuskan mereka istirahat.


Sebuah hotel bintang 5 yang sering menjadi andalan wisatawan yang berlibur di Kota Jogja. Hotel yang didesain dengan nuansa Jawa modern ini siap memanjakan tamu dengan fasilitas kelas satu. Itulah pilihan Rakha, banyak alasan kenapa dia memilih hotel itu.


Ketika pertama kali masuk ke hotel ini, pengunjung akan dibuat terkesan oleh desain interior hotel yang menawan. Di lobi, terdapat sofa-sofa besar dengan lampu gantung bergaya klasik. Dinding hotel tidak dibeton, melainkan dipasangi kaca-kaca besar, sehingga tamu bisa leluasa melihat pemandangan Kota Jogja.


Corak emas pada interior hotel serta karpet batiknya semakin menambah kesan mewah pada bangunan ini. Menariknya dari hotel itu adalah welcome drink berupa minuman tradisional khas Jawa, yaitu beras kencur.


Hal menarik lain adalah Sidomuncul Gallery and Shops tempat untuk membeli aneka souvenir tradisional. Ataupun membeli kain batik, kerajinan perak, lukisan, ukiran kayu, dan lain-lain di Art Gallery. Ada banyak tempat wisata menarik di sekitar hotel tersebut.


Pada malam harinya dapat menikmati romantisnya Kota Jogja, hanya dengan berjalan kaki sepuluh menit ke arah Monumen Tugu yang sangat terkenal itu. Selain itu, jika ingin berbelanja oleh-oleh khas Jogja di Malioboro atau Pasar Beringharjo lokasinya hanya sekitar dua kilometer dari hotel. Tidak jauh dari sana, terdapat Museum Benteng Vredeburg dan Shopping Centre tempat yang bisa mendapat buku-buku dengan harga murah, bagi pecinta buku.

__ADS_1


Kentalnya sentuhan budaya Jawa dipadukan dengan desain hotel bercita rasa seni tinggi, serta lengkapnya fasilitas akan membuat ketenangan dalam diri.


Adrian awalnya memesan tiga kamar. Rakha deluxe room sesuai keinginannya dan ia juga meminta kamar yang sama untuk keduanya. Sayangnya, hanya dua kamar yang tersisa jadi mau tidak mau mereka mengambil kamar itu. Rakha terpaksa sekamar dengan Adrian sedangkan sang supir sendiri.


Rakha memang tidak pernah keberatan jika harus berbagi kamar dengan asistennya itu. Mereka pun diantar oleh service room ke kamar. Tak lupa Rakha memberikan tips kepada sang service room. Adrian langsung menuju sofa sedangkan Rakha memilih membersihkan dirinya dulu.


Selang waktu satu jam setengah sang bos itu keluar dari kamar mandi dan langsung merebahkan dirinya di kasur. Sedangkan Adrian sudah lebih dahulu terlelap di sofa, sebelumnya Rakha mencoba membangunkan lelaki itu, namun hasilnya nihil.


***


Pagi harinya Rakha sudah bangun lebih awal. Dia memilih olahraga di fasilitas yang disediakan hotel. Adrian dan sang supir sudah lebih dahulu ada di restoran untuk sarapan. Tidak sopan makan lebih dahulu dari pada atasan? Itu sesuai keinginan Rakha. Dia tidak ingin anak buahnya kelaparan saat menunggu dirinya.


Flashback On


"Kha, lo mau jogging dulu? Gue laper nih!" ceplos Adrian to the point saat Rakha sedang memakai sepatu sneakersnya.


"Udah duluan aja, sekalian ajak si bapak ya!" balas Rakha sambil bangun dari duduknya.


"Iya. Gue nggak mau karyawan gue mati kelaparan cuma gara-gara nungguin gue jogging ya!" timpalnya dengan sedikit candaan yang membuat Adrian melemparkan bantal sofa ke arah pintu tepat Rakha menutup pintunya.


"Cuma dia tuh bos baik dan ngeselin. Mana ada kakak-kakaknya kayak gitu," gerutu Adrian di dalam kamar.


Adrian pun langsung bergegas menelepon sang supir dan memintanya segera bersiap. Dia yang sudah mandi segera mengganti pakaiannya dengan yang formal. Agar usai sarapan dan Rakha datang bisa meluncur ke restorannya.


Flashback Off


Rakha yang sudah selesai jogging segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian formal. Usai bersiap dirinya langsung menuju restoran yang ada di hotel itu. Ketika ia berjalan keluar lift menuju meja Adrian dengan sangat gagah beberapa pengunjung yang di sana menatapnya.

__ADS_1


Saat dia baru mendudukkan dirinya di kursi seorang gadis kecil berusia sembilan tahun menghampirinya. Gadis itu sangat cantik dan hanya memperhatikan wajah Rakha dan sesekali melirik ke arah Adrian. Rakha yang bingung dengan sikap anak itu langsung menyapanya.


"Hai, gadis cantik. Ada apa?" tutur Rakha sangat lembut membuat gadis itu menggelengkan kepalanya.


Ketiga lelaki dewasa saling lempar pandang sambil mengernyitkan kening masing-masing. Adrian mencoba menyapa sang gadis cantik dengan kuncir kudanya itu.


"Halo cantik, siapa namanya?" Adrian menyapa penuh keramahan.


"Dinda," jawabnya singkat dan sedikit terbata.


"Dinda, ada perlu apa sama Om?" tanya Adrian dengan lembut dan senyuman manisnya.


"Mau foto bareng sama Om itu," ujar gadis cantik itu menunjuk ke arah Rakha dengan malu-malu.


"Emang kenapa mau foto sama Om itu? Kan Om itu bukan artis," sahut Adrian dengan lembut sambil melirik ke arah Rakha.


"Om payah, Om itu terkenal tahu. Coba buka internet deh." Gadis itu tak terima dengan perkataan Adrian.


"Ya sudah sini, kita foto bareng." Rakha dengan lembut memanggil gadis itu, ia yang hendak minum lantas menaruh gelas dari tangannya.


Rakha meminta Adrian mengambilkan foto mereka berdua dan tak lupa Rakha merangkul gadis kecil itu. Tiga kali jepretan foto dari ponsel sang gadis yang diambil oleh Adrian. Gadis itupun meminta berfoto bersama denga. Adrian. Senyuman manis terpancar dari wajah gadis itu.


"Terima kasih, Om ganteng." ucapnya penuh kebahagiaan.


"Sama-sama," sahut Rakha dan Adrian serempak.


"Bye bye om ganteng," pamitnya sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


Keduanya hanya membalas dengan lambaian tangan dan senyuman termanis mereka. Setelah kepergian gadis itu Rakha langsung memakan makanan yang sudah lebih dahulu dipesankan oleh sang supir. Adrian membacakan laporan yang sudah ia terima dari karyawan restoran.


Rakha hanya menganggukkan kepalanya tanda mengertinya. Ia yang masih mengunyah makanannya tersebut. Saat makan, Rakha mendadak rindu sama sang adik kecilnya juga keponakannya yang lucu-lucu.


__ADS_2