
Happy Reading Gaes..
.
.
***
Menikmati liburan bersama keluarga adalah anugerah terindah. Priyanka asyik bergandengan tangan dengan Ayah juga suami tersayangnya. Tiba-tiba air matanya mengalir tanpa permisi. Kebahagiaan itu mendadak hilang saat dirinya terbayang sosok wanita tangguh yang sudah pergi meninggalkannya. Kerinduan mendalamlah yang membuatnya meluluh lantahkan pertahannya.
Sosok ibu yang dirindukannya tak mungkin bisa hadir lagi mendampinginya. Kepala Priyanka disandarkan di dada sang Ayah. Walau sudah lanjut usianya, tetapi lelaki itu semakin tampan dan badannya makin seksi. Siapapun tak akan menyangka jika lelaki itu sudah memiliki cicit. Zeyden dengan lembut menghapus air mata sang isteri.
"Bunda, Iya kangen Bunda!" lirihnya tapi mampu terdengar oleh kedua lelaki di sampingnya.
"Bunda sudah tenang, sayang. Doakan beliau ya!" ucap Zeyden mengelus lengan wanitanya.
"Tuan Pradipta, apa yang anda lakukan kepada adik saya? Kenapa dia sampai nangis?" tanya Aryan sambil berkacak pinggang dan wajahnya dibuat-buat marah.
"Kak Ar!" geram Priyanka tak terima ayahnya diperlakukan seperti itu walau tahu sedang bercanda.
"Maaf!" teriak Aryan sambil berlari menjauh karena sang adik sudah mengejarnya.
Semua semakin tertawa melihat kakak beradik itu masih tetap kompak walau usia keduanya sudah tak lagi muda. Senyuman di wajah lelaki lanjut usia itu semakin merekah melihat anak-anaknya semakin akur dan turut gotong royong dalam hal apapun. Setiap kesulitan mereka selalu berbagi, kebahagiaan pun tak luput dari mereka.
Sedangkan para anak kecil melihat orang tua itu kejar-kejaran malah ikutan. Mereka semua mengejar Aryan, niatan ketiga krucil itu tidak terima sang wanita kesayangannya dikerjai. Zeyden merangkul sang mertua sambil tersenyum dan berkata "Terima kasih, Yah. Sudah memberikan aku wanita yang sang luar biasa. Aku sangat menyayanginya."
"Jaga dia, jangan sakiti hatinya lagi. Kelak jika Ayah tak ada umur kamulah yang harus selalu disisinya. Hanya satu pinta Ayah, selalu hadirkan senyuman manis di wajah cantik putri kesayangan Ayah." Sang mertua menatap menantunya dengan penuh cinta kasih.
\*
__ADS_1
Perjalanan mereka berlanjut ke tempat berikutnya. Tujuannya yaitu ke Batu Mentas. Destinasi ini jarang dikunjungi, karena tempat wisata ini merupakan bagian dari kawasan Hutan Lindung Wisata Alam Gunung Tajam. Di sini dapat merasakan sejuknya hawa pegunungan dan menikmati asrinya hutan yang hijau.
Batu Mentas ini terletak di Desa Kelekak Datuk, Kecamatan Badau, Belitung Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dapat ditempuh selama tiga puluh menit dari Kota Tanjung Pandan atau lima puluh lima menit dari Kota Manggar. Biaya masuknya hanya sepuluh ribu rupiah saja. Akses menuju tempat ini terbilang masih sangat sederhana. Sebagian masih dilapisi dengan tanah merah. Tetapi ketika sampai di lokasi, siapa pun akan takjub melihat keindahan alamnya.
Di tempat ini ada salah satu penangkaran hewan terlangka di Dunia, yakni Tarsius Bancanus Saltator atau Pelilean dalam bahasa Belitung. Selain itu, di tempat ini ada juga penangkaran Rusa Belitung yang hampir punah. Paling utama dari Batu Mentas adalah aliran sungai yang sangat jernih dan dikelilingi oleh ribuan batu granit yang mirip dengan bebatuan di Pantai Tanjung Tinggi.
Di sini juga ada restoran. Namanya pun cukup unik dan berbahasa Belitung : Ruma Makan De Bang utan. Ada banyak gazebo juga bagi yang letih mengelilingi Batu Mentas ini. Waktu yang cocok untuk mengunjungi tempat ini adalah saat musim panas, sekitar bulan Juni-September. *
\*\*\*
Semua menikmati perjalanan kali ini, selain bisa bersama dengan keluarga tercinta. Tempat yang dikunjungi pun sangat memuaskan dan membuat otak segar kembali. Rangga, Banyu dan Amara selalu berfoto ria bersama Rakha di setiap titik yang menarik menurut keempatnya.
Selama perjalanan ini memang Rakha mendapatkan tugasnya yang sudah lama hilang yakni baby sitter ketiga bocah imut itu. Lelaki tampan itu tanpa malu dan mengeluh menemani adik serta keponakannya. Rasa cinta yang amat besar membuatnya ikhlas bersama para krucil itu. Berbeda dengan Anggara yang lebih memilih mengabadikan moment perjalanannya ke sosial medianya.
Tak jarang dia menulis caption tentang sudut pandangnya mengenai tempat wisata yang dikunjunginya. Baru satu hari dia jalan-jalan sudah puluhan foto dibagikan olehnya. Anggara bagaikan selebgram di kehidupan ini. Bahkan ribuan pesan masuk memintanya untuk menjadi brand ambassador, tetapi dia menolak.
Semua anak-anak Zeyden dan Priyanka mampu jika masuk ke dalam politik sayangnya mereka tak berminat dan takut akan sang mama yang tidak menyukainya. Priyanka, Zeyden dan sang Ayah lebih memilih duduk di restoran batu mentas dari pada ikut berkeliling.
Keduanya hanya ingin menemani sang Ayah karena sudah sangat letih. Ketiganya berbincang-bincang hangat sambil menunggu yang lain kembali ke restoran.
"Bagaimana perusahaan kita, sayang?" tanya Tuan Pradipta pada sang anak.
"Alhamdulillah masih stabil, Yah. Kami juga masih bisa menanganinya dengan baik sampai saat ini." jelas Priyanka yang masih bermanja ria dengan bergelayutan di tubuh sang suami.
"Rumah sakit gimana, Zey?" tanya sang mertua sambil menyeruput minumannya.
"Alhamdulillah lancar, Yah." sahutnya dengan singkat.
"Zey, kemarin kenapa bisa terjadi masalah diagnosa dengan anak Ayah yang cantik ini?" mertuanya menatap mendalam namun tetap dengan tatapan teduh.
__ADS_1
"Iya, pergi sendiri ke rumah sakit xx untuk medical check up. Itu karena dia merasa sakit kepala yang sangat sakit. Dan ternyata saat melakukan cek, hasilnya tertular dengan nama Priyanka lainnya." jelas Zeyden dengan wajah sendu.
Ia kembali harus mengingat dimana dia takut akan ditinggalkan oleh sang isteri. Saat itu jiwa dokter dan seorang suami menyatu, sehingga dia sedikit egois dalam bertindak. Segala upaya dia lakukan untuk mempertahankan nyawa sang isteri. Beruntung sang pencipta masih mau menolongnya.
"Maaf. Aku janji jika ke depannya aku merasakan sakit. Aku akan bilang pada anak dan suamiku." ucap Priyanka sambil memegang pipi Zeyden.
"Ingat, Nak. Jangam buat kami terus cemas dengan dirimu. Kamu adalah nyawa bagi kami. Jika kamu kenapa-napa, kami akan hancur." tutur sang Ayah dengan wajah sedih.
"Ayah jangan bicara seperti itu. Kalian masih bisa bertahan bagaimana pun kondisiku kelak." sahut Priyanka.
\*\*\*
Sedikit dulu ya gaes..
.
.
Jangan lupa tinggalin komen, like, vote dan share ya.
.
.
Oh iya yang mau tahu gimana aku bisa follow ig aq di @dhebay26.
.
.
Berdasarkan informasi dari : https://m.liputan6.com/citizen6/read/2090971/batu\-mentas\-tempat\-wisata\-yang\-belum\-terekspos\-di\-belitung
__ADS_1