
Hai semuanya. Duh, maaf ya lama nggak up. Semua diluar kehendakku. Rindu sekali rasanya tak menuangkan semuanya di sini. Apa mau dikata. Urusan itu jauh memerlukan diriku.
.
.
Cap Cip Cus yuks ah.
.
Sebulan kemudian. Salah satu aplikasi yang sempat dihujat namun kini kembali berkibar. Kehebohan itu pun melanda di restoran milik Rakha dimana setiap pengunjungnya selalu berjoget ria di depan kameranya. Rakha sang pemilik heran ada apa dengan manusia-manusia itu. Bukan hanya pengunjung yang berkelakuan demikian. Para staf dan orang kepercayaan keluarganya pun bersikap demikian.
Hari ini Rakha akan melakukan perjalanan ke Jogjakarta untuk melakukan kunjungan kerjanya. Dia ditemani Adrian melakukan perjalanan dengan mengendarai mobil pribadi itu. Selama perjalanan Adrian selalu berjoget ria atau melakukan dubbing. Rakha hanya mengernyitkan dahi melihat tingkah assistennya itu.
"Lo kenapa, Kha?" tanya Adrian yang melihat sang bos mengernyitkan dahinya itu.
"Aneh!" sahutnya singkat dan itu membuat Adrian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hm, siapa? Gue?" dengan polosnya sambil menunjuk ke dirinya sendiri.
Rakha hanya menatap dengan tatapan dinginnya. Memandang sesaat wajah assistennya dan langsung menganggukkan kepalanya.
"Kok gue?" pertanyaan yang cukup membuat Rakha enggan menjawabnya.
"Habis Pak Adrian dari tadi joget dan ngoceh tanpa suara!" celetuk supir yang mendampingi mereka dan Rakha hanya manggut-manggut.
Adrian langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal akibat ulahnya yang absurd itu. Rakha hanya menggeleng-gelengkan kepala tanda tak percaya dengan apa yang dilakukan assistennya itu. Suasana kembali sepi, hal itu membuat Rakha memilih untuk memejamkan matanya akibat ngantuk yang menyapanya.
Saat Rakha berada dialam mimpinya itu. Seketika itu pula melakukan siaran langsung di aplikasi itu. Pengikutnya Adrian langsung ramai karena melihat wajah tampan Rakha yang sedikit tersorot kamera. Walau lagi tidur Rakha mampu mendengar setiap kata yang terucap dari mulut orang di sebelahnya itu.
"Lihat guys, cowok tampan nan tajir melintir sedang tidur. Sayangnya doi sedang jomblo, siapa yang mau daftar?" celoteh Adrian dengan suara pelan namun mampu membuat Rakha membuka matanya.
__ADS_1
Arista : Itu cogannya buka mata, kak.
Sontak komentar dari pengikutnya membuat Adrian menoleh ke sebelahnya dengan senyuman yang dipaksakan. Rakha langsung melotot saat melihat wajahnya terekspos. Ya selama ini dia jarang mengekspos dirinya sendiri.
"Udeh bangun bos. Maaf ye, gue ngajak live loe yang dalam keadaan tidur." Adrian nyengir kuda sedangkan Rakha memilih menutup wajahnya dengan handuk kecil yang diambil dari ras miliknya.
Rakha hanya menjawabnya dengan acungan jempolnya. Lelaki itu memang sudah lama tidak terekspos kamera. Bahkan dia sudah tidak menggunakan sosial media miliknya. Sejak terakhir Gara menikah, saat itu pula hari terakhir dia bermain sosial media. Rakha sudah menjadi orang yang enggan menggunakan media sosial.
Adrian terus saja mengoceh melayani para netizen. Rakha yang mulai terganggu akhirnya merampas ponsel Adrian dengan paksa.
"Bos, sorry. Tolong balikin ponsel gue bos!" mohon Adrian dengan wajah melas.
"Ini cowok yang kalian sukai. Cowok yang sedang memohon karena ponselnya gue ambil. hehe" ledek Rakha yang sedang membalas Adrian dengan keisengannya. Rakha kini menguasai siaran langsung itu dengan penambahan penoton yang melesat hebat.
"Yan, masa gue yang live jadi banyak yang nonton gini. Pakai banyak yang komen gini lagi. Nih, gue balikin ponsel lo." cerocos Rakha dan banyak netizen yang nggak mau Rakha meninggalkan live itu.
"Tapi.. Banyak yang nggak setuju bos!" sahut Adrian sambil melihat ponselnya.
Banyak dari followers Adrian yang menanyakan akun sosial media milik Rakha. Sayangnya tak ada yang menemukan bahkan pertanyaan itu tak didapati dari Adrian. Adrian yang mencoba bertanya mengenai akun sang bos, dan hanya mendapatkan sebuah pelototan dari bosnya itu.
"Maaf guys, pria dingin itu tak ingin memberi tahukan akunnya. Kalian searching aja ya. Kalau nggak ada berarti doi nggak punya sosial media." Adrian menegaskan kenyataan yang sesungguhnya.
"Sedikit info nih guys, doi jomblo loh." perkataan Adrian itu sontak mendapatkan pelototan semakin dalam dari Rakha. Adrian hanya tertawa melihat tingkah sang bos. Sang supir pun tertawa melihat bosnya menggemaskan kali ini.
Drrtt.. Drrtt...
Ponsel Rakha bergetar di sana tertera nama sang mama tercinta. Rakha hanya tersenyum mendapat perlakuan dari wanita pertama dalam hidupnya itu. Segera dia menggeser tombol hijau pada ponsel pintarnya itu.
"Assalamualaikum my queen." sapanya dengan lembut pada wanitanya itu.
"Waalaikumsalam sayang. Sudah sampai belum?" sahut sang ibu yang mulai khawatir keadaan sang putra.
__ADS_1
"Belum, nanti kalau Rakha sampai, Rakha kabarin mama ya." ujarnya menenangkan sang mama.
"Janji ya, sayang." kelembutan suara mamanya membuat rindu pada diri Rakha semakin menjadi-jadi.
"Iya my queen. Ya sudah Rakha tutup teleponnya ya. Rakha mau merem dulu. Assalamualaikum, mmuuaah" Rakha sengaja menutup percakapannya dengan sang mama karena ia tidak ingin semakin merindukan beliau.
"Iya sayang jaga diri kamu ya. Salam buat Adrian. Waalaikumsalam. Muuach." balas sang mama sebelum keduanya memutuskan panggilan itu.
Usai menaruh kembali ponselnya di sakunya. Lelaki tampan itu langsung memejamkan matanya tak lupa dia memasang earphone untuk menyumbat telinganya dari suara bising di sebelahnya. Adrian hanya memerhatikan tingkah bosnya yang mengelitik dirinya.
"Jangan terlalu ribut. Gue mau tidur." ultimatum Rakha pada Adrian tanpa melihat atau menoleh ke arah sang lawan bicaranya itu.
Adrian hanya diam melihat sang bos yang makin menggemaskan itu. Adrian yang masih live membuat sebuah hal untuk menyenangkan penggemarnya itu. Dia tanpa suara mendekatkan diri ke samping Rakha agar followersnya bisa mengambil foto mereka berdua.
Lima menit dia berada di posisi seperti itu sebelum lelaki itu menyelesaikan livenya. Setelah puas ia melakukan live tersebut dia mengikuti jejak sang bos yakni memejamkan matanya. Kedua lelaki itu kini terlelap dalam dunia mimpinya masing-masing.
Perjalanan yang cukup lama membuat sang supir ingin buang hajat. Mau tidak mau dia berhenti di pom bensin terdekat. Pelan-pelan dia membangunkan Adrian karena tak berani dia membangunkan bosnya itu. Adrian perlahan membuka mata dan melihat sekitar.
"Dimana ini, Pak?" tanyanya dengan suara parau khas orang bangun tidur.
"Pom bensin, Tuan. Saya mau ke kamar mandi dulu, buang hajat. Saya terpaksa membangunkan anda, takut nanti kenapa-napa jika saya pergi tanpa pamit." jelasnya dengan suara pelan.
"Ya sudah tuntaskan hajatmu." balas Adrian sambil mengulet. Sang supir turun dari mobil dan bergegas ke kamar mandi.
****
Hai sayang-sayangnya aku apa kabar? *Semoga kalia****n sehat semua ya. Maaf banget ya lama nggak update. Bukan tidak rindu, tetapi banyak hal yang membuat aku terpaksa menunda novel ini.
Jangan lupa like, komen dan share juga vote ya sayang-sayangnya aq.
Yang mau follow ig aku juga boleh. Ignya @dhebay01. Mampir ya sayang²nya aku. I love you all. 😘😘😘***
__ADS_1