
"Ada lagi yang bisa saya bantu Pak Aryan?" ucap sang dokter cantik itu yang berdiri tepat dihadapan Kak Aryan.
"Ada dok!" serunya membuat sang dokter mengeryitkan keningnya.
"Apa itu Pak?" tanya dokter heran.
"Nomor telepon ponsel anda dok!" ujar Kak Aryan sambil mengulurkan ponselnya.
Sang dokter mengambil ponsel Kak Aryan dan mengetik disana dengan senyuman tipisnya. Semakin cantik saat wanita itu tersenyum. Tak berapa lama ponsel itu diserahkan kembali kepada pemiliknya. Dan sang dokter melangkah pergi, tapi tiba-tiba dia kembali menoleh ke belakang.
"Jangan lupa di save ya Pak. Saya tunggu traktiran makannya." ucap sang dokter sambil tertawa renyah lalu keluar dari ruangan UGD.
Kak Aryan masih terpaku menatap ke arah pintu keluar lalu menatap ke ponselnya. Segera dia menyimpan nomor yang tertera di ponselnya. Kak Aryan tak henti-hentinya tersenyum sampai dia berada di loket administrasi dan membayar semua biaya rumah sakit untuk karyawannya.
***
***Grup Brosis PP
Mr. A
De, gue udah dapet nama sama nomer telepon cewek itu.
Mr. B
Lanjutkan Kak.
Princess PP
__ADS_1
Siapa namanya? Buruan ajak jalan nanti kita susun rencana.
Mr. A
Kalian ini ya, sabar sedikit dong. Baru kenal.
Mr. B
Btw gimana cara dapetin nama dan nomor teleponnya kak?
Mr. A
Bi, kepo..
Mr. B
Mr. A
Dia dokter kerja di rumah sakit Zeyden.
Princess PP
What? Jangan bercanda deh Kak.
Mr. A
Serius***.
__ADS_1
Kembali tak ada respon dari kedua adiknya, Aryan mencoba mengutak ngatik ponselnya. Aryan melihat sebuah nama di kontaknya dengan senyam senyum sendiri. Tak sengaja dia menekan nomor itu sampai terdengar suara lembut disebrang sana.
"Hallo, siapa ini?" tanya seseorang dengan suara lembutnya.
"Hallo. Benar ini Dokter Sharma?" tanya Aryan dengan nada datar.
"Iya benar saya sendiri. Maaf anda siapa ya?" sahut Sharma membuatnya bingung.
"Saya Aryan dok. Saya mau mengucapkan terima kasih sama dokter. Apa bisa saya mengajak dokter makan diluar?" ucap Aryan tanpa basa basi.
"Terima kasih untuk apa ya Pak Aryan?" tanya dokter Sharma makin bingung.
"Terima kasih sudah menangani karyawan saya dengan baik." ucap Aryan sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Itu sudah tugas saya pak." sahut Dokter Sharma lembut.
"Jadi apa bisa kita makan diluar malam ini?" tanya Aryan dengan serius.
"Saya tidak akan pergi keluar dengan orang yang baru saya kenal Pak." jelas dokter Sharma tegas.
"Saya akan temui kedua orang tuamu untuk meminta ijin mengajakmu keluar." sahut Aryan tanpa rasa takut sedikit pun.
"Silakan saya tunggu." ucap dokter Sharma yang kemudian mematikan teleponnya.
Aryan berpikir keras bagaimana cara dia menemui kedua orang tua gadis yang baru saja dia ketahui namanya. Namun, entah kenapa dia semakin tertantang untuk segera menuju rumah gadis yang dia sukai itu. Tanpa pikir panjang Aryan langsung pergi dan menuju rumah gadis itu.
Perasaan Aryan campur aduk. Karena ini pertama kalinya dia kesulitan mengajak seorang gadis jalan untuk makan malam. Selama ini siapapun gadis yang diajak makan malam tak ada yang menolaknya. Tantangan baru untuk seorang Aryan Pradipta Putra yang harus mengejar wanita yang dia cintai dengan segenap hatinya.
__ADS_1
Aryan sudah sampai di depan gerbang rumah Sharma. Dia langsung turun dari mobil kesayangannya, dan segera memasuki halaman rumah itu. Sampai di teras ia segera menekan bel rumahnya dan tak ada jawaban. Dia menunggu hampir setengah jam di depan rumah itu dengan wajah cemas.