
Kami semua sudah bersiap dan akan segera berangkat. Kali ini Zayyan yang mengendarai mobil sedangkan sang papa istirahat di bangku belakang bersamaku. Disamping Zayyan ada Anggara yang bawel luar biasa menemani sang kakak. Ya kami berangkat ke Jakarta dengan mobil, karena ingin merasakan kebersamaan tiada henti. Zayyan sudah memiliki ktp juga sim jadi dia sudah bisa menyetir. Aku hanya mendengarkan Anggara komentar tentang cara mengemudi kakaknya sedang dibelakangku. Anggia sedang menjelaskan masa pelajaran kepada si bungsu.
Zeyden sangat terlelap sambil menyandarkan kepala di pundakku tak lupa dengan memeluk. Sesaat aku mengelus pipinya dan sesekali mencium kening suamiku. Aku ingin terlelap juga namun khawatir dengan anak-anakku. Alunan mp3 diputar oleh Zayyan karena bosan dengan ocehan sang adik yang menceritakan tentang penggemar wanitanya.
"Ma, special for you!" seru Zayyan sambil mencari lagu kesukaanku.
*Hum Tere Bin Ab Reh Nahi Sakte
Tere Bina Kya Wajood Mera
Hum Tere Bin Ab Reh Nahi Sakte
Tere Bina Kya Wajood Mera
Tujhse Juda Gar Ho Jaayenge
Toh Khud Se Hi Ho Jaayenge Judaa
Kyunki Tum Hi Ho
Ab Tum Hi Ho
Zindagi Ab Tum Hi Ho
Chain Bhi, Mera Dard Bhi
Meri Aashiqui Ab Tum Hi Ho
Tera Mera Rishta Hai Kaisa
Ik Pal Door Gawaara Nahi
Tere Liye Har Roz Hai Jeete
Tujh Ko Diya Mera Waqt Sabhi
Koi Lamha Mera Na Ho Tere Bina
Har Saans Pe Naam Tera
Kyunki Tum Hi Ho
Ab Tum Hi Ho
Zindagi Ab Tum Hi Ho
Chain Bhi, Mera Dard Bhi
Meri Aashiqui Ab Tum Hi Ho
Tumhi Ho... Tumhi Ho...
Tere Liye Hi Jiya Main
__ADS_1
Khud Ko Jo Yun De Diya Hai
Teri Wafa Ne Mujhko Sambhala
Saare Ghamon Ko Dil Se Nikala
Tere Saath Mera Hai Naseeb Juda
Tujhe Paake Adhoora Naa Raha Hmm..
Kyunki Tum Hi Ho
Ab Tum Hi Ho
Zindagi Ab Tum Hi Ho..
Chain Bhi, Mera Dard Bhi
Meri Aashiqui Ab Tum Hi Ho
Kyunki Tum Hi Ho
Ab Tum Hi Ho
Zindagi Ab Tum Hi Ho..
Chain Bhi, Mera Dard Bhi
Meri Aashiqui Ab Tum Hi Ho*
"Kak, plis dong. Hari ini Mamanya hanya punya aku!" teriak Rakha kesal karena hari ini semuanya ingin dekat denganku.
"Lah kamu kenapa kesel sama Kak Zay? Itu papa nyender sama mama nggak kamu gangguin!" balas Zayyan dengan nada kesal dan melirik dari spion tengah.
"Yeah, papa kan lelah seharian kerja. Kasihan papa, diakan cari nafkah buat kita semua. Lagi pula tanggung jawab papa berat Kak. Emang kakak nyusahin papa dan mama terus, belum daddy dan mommy!" serunya tanpa berpikir panjang.
"Kha, sudah ya. Sekarang kamu istirahat sama Kak Gia juga. Biar Mama dan Kak Gara yang nemenin kakak kalian nyetir." ucapku tanpa menoleh ke belakang karena takut mengganggu istirahat suamiku tersayang.
"Baik Ma." teriak mereka berdua serempak.
Tak berapa lama mobil kembali sepi. Dan tiba-tiba Gara murojaah membuat aku kaget. Bukan hanya itu terkadang bagian yang salah di koreksi oleh Zayyan sambil menyetir. Malu rasanya aku, lama sudah tak sempat mengajar mereka atau menemani mereka murojaah.
"Kalian, masih melanjutkan hafalan? Siapa yang mengajarkan dan sudah sampai juz berapa?" tanyaku sedikit ragu.
"Masih Ma. Papa yang ngajarin kita, setiap berangkat dan pulang sekolah dalam perjalanan. Kakak sudah juz 15 sedangkan Gara sudah juz 13 Ma." jelas Anggara membuatku terkejut.
Zeyden tak pernah kuduga selama ini dia melanjutkan tugasku yang tak pernah ku lakukan lagi sejak pindah ke desa ini. Maklum tinggal di desa aku tak memakai supir atau pembantu. Tak terasa air mataku menetes membasahi pipiku dan jatuh mengenai wajah Zeyden. Langsung ku hapus segera.
"Maafkan mama yang sudah tidak mengajari kalian lagi ya!" lirihku dan membuat Gara menengok sedangkan Zayyan hanya menatap lirik dari spion.
"Ma, come on. Please don't cry. Ma, kami mengerti mama." jawab Zayyan dan Gara serempak.
"Kak, nanti disana jangan putus hafalannya ya! Selesaikan, nurut kata Daddy Ar dan Mommy Sharma. Sering-sering hubungi mama!" pesanku dengan air mata yang tak mau berhenti.
__ADS_1
"Kalo mama tidak rela Kakak pergi, jangan ijinkan kakak pergi ma!" seru Gara sangat mengena di hatiku.
"Ma, ridho mama dan papa itu adalah ridho Allah. Nggak mungkin kan kakak pergi tanpa ridho dari kalian." ucap Zayyan membuatku makin rapuh.
"Mama ridhoi kamu sayang." lirihku sambil menghapus air mata.
Akhirnya kami semua kembali dalam diam hanya alunan musik mp3 yang terdengar. Aku merasa bosan mendengar mp3, dan meminta kepada kedua putraku untuk murojaah. Damai rasanya mendengar mereka murojaah. Tiba-tiba Zeyden bangun dan meminta kepada Zayyan mencari rest area karena dia ingin ke kamar mandi. Sesampai di salah satu rest area, dia bergegas mencari toilet. Kedua anakku di belakang pun ikutan turun, jadi secara tidak sengaja kami semua turun untuk istirahat, sholat dan makan pastinya.
Saat mereka semua melakukan kegiatan menunaikan ibadah kepada sang khalik, aku menunggu mereka dengan duduk di rumah mkan sambil memesankan makanan favorit mereka semua. Setengah jam berlalu, mereka semua sudah kembali Rakha dan Zeyden duduk di kiri kananku. Kami menikmati makanan dan terdengar pemilik rumah makan sedang bernyanyi bersama putri kecilnya. Rakha yang sudah selesai makan segera menghampiri mereka dan menyumbangkan sebuah lagu.
"Spesial buat Mama dan keluargaku disana." ucap Rakha membuatku sedikit terenyuh.
*Hari telah terganti, tak bisa 'ku hindari
Tibalah saat ini bertemu dengannya
Jantungku berdegup cepat, kaki bergetar hebat
Akankah aku ulangi merusak harinya?
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Beri aku kekuatan 'tuk menatap matanya
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku, hariku bersamanya
Hariku bersamanya
Kau tahu betapa aku lemah dihadapannya
Kau tahu berapa lama aku mendambanya
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Beri aku kekuatan 'tuk menatap matanya
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku, hariku bersamanya
Hariku bersamanya
Tuhan, tolonglah (Hari bersamanya)
Tuhan, tolonglah (Hari bersamanya)
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Beri aku kekuatan*.
*Sheila on 7 - hari bersamanya*
__ADS_1
Suara suami dan anak-anakku memang sangat merdu. Itu terbukti dengan lagu kali ini yang dibawakan oleh Rakha mampu menghipnotis beberapa pengunjung di rumah makan ini.
Maaf ya jarang aktif.. karena kesibukan yang nggak bisa ditinggal.. Aku mau ngadain kuis pada setuju nggak?? komen dibawah yang setuju..