Relung Langit

Relung Langit
Part 124


__ADS_3

***Duh, Author kok baper ya bacanya??


Banyak yang nanya sama. Thor, ini cerita nyata bukan sih? Jawabannya adalah lanjut baca aja ya para readers kesayanganku. Jika ada yang memiliki jalan cerita, nama dan konflik yang sama, maaf sama sekali bukan dari hal yang sama yua guys..


Next lanjut yuks.. Atau mau cus tamat aja??


Tapi Author sedih nih, Kalian tidak vote, like dan share novel ini. Hiks.. Hiks..


Gift away untuk gombalan paling meleleh aku perpanjang sampai akhir bulan Februari ini ya, Gaes… Cus, yang mau gift away dari aku langsung komen di bawah ya, dengan gombalan kalian untuk salah satu karakter di novel ini***..


***


Rakha dan Gara memakan makanan yang sudah di pesankan oleh Gia. Mereka menikmati makanan sambil bercerita dan memikirkan hendak kemana lagi tujuannya. Keputusan pun di ambil untuk kali ini mereka memilih pulang. Karena mereka sudah letih, tapi esok sebelum mereka kembali ke sekolah yang baru, mereka akan kembali keliling Jakarta. Apalagi saudara mereka akan kembali dan tinggal serta sekolah bersama mereka.


***


Di tempat lain.


Arjuna Rizkia Pradipta akan pulang kembali dari pesantren. Lelaki remaja berbadan atletis, wajah rupawan dan akhlak yang super duper baik. Dia sudah tiba di rumah sang Opa dan sedang istirahat di kamarnya. Karena suntuk dia segera mengambil ponsel dan menelepon sepupunya.


"Assalamualaikum," sapanya dengan nada lembut.


"Waalaikumsalam, sudah sampe?" sahut lawan bicaranya di seberang telepon.


"Sudah beberapa menit yang lalu. Lagi dimana?" ucapnya dengan santai.


"Di mall, sini nyusul. Lagi keluar bertiga nih," jelas sang lawan bicara.


"Oke. Juna ijin Daddy dulu ya!" ucapnya sebelum memutuskan menutup teleponnya.


***


Arjuna pun segera menemui sang ayah untuk meminta ijin, ia ingin bergabung bersama saudara\-saudaranya yang sudah menunggunya di mall. Ia menghampiri Kak Bryan dengan senyum yang merekah sempurna. Sikap manjanya memulai semua drama rayuan yang akan menghantarkannya pada saudara\-saudaranya. Memeluk, mencium dan bergelayutan dengan manja pada sang ayah demi melancarkan keinginannya.



Sang ayah yang sudah bisa membaca tingkah anaknya, hanya mampu tersenyum. Kami selaku orang tua tidak pernah memaksakan kehendak kepada anak\-anak. Kami semua selalu mengajarkan kebersamaan dalam bentuk apapun itu. Jika mereka ingin pergi bersama saudaranya akan selalu mendapatkan ijin dengan mudah selama tidak berbohong dan mendengarkan setiap persyaratan yang diajukan oleh para orang tuanya.



“Kenapa, Bang?” tanya Kak Bryan pada Arjuna yang masih bergelayutan di lengannya.



“Abang, boleh nyusul Gara dan adik\-adik nggak, Dad?” sahutnya dengan senyuman manis tanpa dosa.



“Boleh, tapi setelah selesai. Abang langsung pulang atau nginap di rumah Mama Iya?” ucap Kak Bryan yang ingin dengar langsung keputusan sang anak.



“Hm, Abang boleh nginap di rumah Mama? Kalo boleh Abang nginap, Dad!” serunya tanpa ragu dan sang Ayah mengijinkannya.



Setelah mendapatkan persetujuan sang ayah langsung menuju kamar dan bersiap. Kak Bryan dengan sigap langsung memesankan taksi online untuk sang anak. Tak berapa lama Arjuna turun, taksi yang dipesan pun tiba. Setelah pamit, dia langsung meluncur ke tempat tujuan. Wajahnya terus tersenyum karena kebahagiaan yang tiada tara untuk berjumpa saudara\-saudaranya yang akan ia temui segera. Selama perjalanan ia terus menghubungi saudaranya dengan senyuman.

__ADS_1



***Arjuna


Ia, aku sudah otw. Kalian dimananya?



Anggia


Masih di tempat biasa, Bang. Masih nungguin Kak Gara dan Rakha makan nih.



Arjuna


Ok. Tungguin aku ya, sebentar lagi sampai.


Anggia


Siap, Bang. Kami menunggumu***.



Setelah pesan terakhir yang didapat dari Gia, dia menaruh ponselnya di saku dan menikmati pemandangan kota Jakarta di senja hari. Dia selalu ingat bagaimana kebersamaannya dengan sepupu\-sepupunya semasa kecil sebelum semuanya berpisah akibat sebuah berita. Perasaan rindu yang sudah menggebu\-gebu, membuatnya makin tak sabar bertemu dengan saudaranya. Walau dia tidak lagi bisa berjumpa dengan orang yang paling dia hormati yaitu Zayyan. Tetapi hal itu tidak membuatnya berkecil hati. Semua sudah ada jalannya masing\-masing.



Tak berapa lama dia tiba di mall yang di tuju sesuai aplikasi tadi. Setelah menyerahkan uang kepada sang supir dia melangkah masuk kedalam mall. Setiap langkahnya di percepat hanya karena rasa tidak sabarnya. Langkah demi langkah menuntunnya pada sebuah restoran Jepang yang Gia sukai. Kini pandangannya mencari sekelompok orang\-orang yang dia kenal. Matanya tertuju pada satu meja yang terdapat seorang lelaki paruh baya yang sangat familiar. Kakinya menuntun ke sana dan seketika berhenti di depan meja itu.




“Kangen banget sama Abang!” ucap Gia sama lelaki yang masih dipeluknya.



“Ia, lepasin malu tahu.” sahut Juna meledek sang sepupu cantiknya sehingga bibirnya menjadi manyun akibat kesal.



“Hm, Kak Gia biasa deh, kalo sudah ada Abang, Adenya dilupain!” Rakha pura\-pura merajuk pada sang kakak yang langsung berubah ketika kedatangan Arjuna.



“Ish, sayang kakak mah selalu buat Ade. Abang, udah berubah, jadi Gia udah nggak sayang lagi.” Sahut Gia membuat keempat lelaki di meja itu tertawa.



“Hai, Kak. Apa kabar?” sapa Arjuna pada Gara yang mencium tangannya dan duduk di dekat Pak Min.



Dia juga tidak melupakan mencium tangan Pak Min, walau beliau hanya seorang supir. Arjuna tetap menghormatinya sebagai orang tua. Rakha yang mencium tangan Arjuna pun langsung menyerahkan botol minuman yang baru dia buka untuk sang abang. Mereka berbincang\-bincang dengan sangat hangat, membuat siapapun yang melihatnya iri.


__ADS_1


“Den..” ucap Pak Min memotong pembicaraan mereka berempat.



“Pak Min, tadi Gia sudah bilang apa? Kenapa di ulang?” kesalnya karena selalu memanggil mereka dengan panggilan Den dan Non. Hal itu membuat jarak di antara mereka, itu yang tidak pernah mereka sukai.



“Maaf, tapi saya nggak enak, N.. Gia” ralatnya membuat keempat saudara itu tersenyum.



“Pak Min, itu orang tua kami. Bahkan kami menganggap bapak seperti Opa kami. Jadi kami mohon banget jangan panggil kami seperti itu, Pak.” jelas Arjuna dengan sabar dan tegas. Pak Min hanya diam dan mengangguki setiap ucapan Arjuna.



“Jadi, Pak Min mau bicara apa tadi?” tanya Gara dengan lembut dan santun.



“Hm, boleh bapak nunggu kalian di mobil saja?” ucapnya ragu\-ragu, takut membuat keempat anak muda itu tersinggung lagi.



“Apa Pak Min, bete di sini bersama kami?” tanya Rakha dengan polosnya.



“Tidak, hanya saja bapak merasa kurang nyaman di samping kalian.” jujurnya membuat keempat anak itu menatapnya tajam.



“Siapa yang membuat bapak nggak nyaman di samping kami? Apa ada yang berkomentar jelek?” nada bicara Gia seketika meninggi takut ada yang membuat Pak Min tak nyaman adalah akibat tatapan orang\-orang disekitar mereka.



“Tidak, saya sendiri yang merasa demikian.” sahutnya dengan alasan sendiri.



“Saya akan tetap disini menemani kalian.” ucap Pak Min, seketika anak\-anak itu tersenyum ramah kembali dan mengajak Pak Min keluar untuk berbelanja.



Tak banyak yang bisa mereka berikan untuk lelaki paruh baya itu. Mereka hanya sanggup membelikan pakaian baru untuk keluarga lelaki itu dan beberapa barang elektronik untuk memenuhi kebutuhannya. Awalnya lelaki paruh baya itu menolak, tapi apalah dayanya menolak pun percuma. Keinginan anak\-anak itu jauh lebih tinggi. Terlebih kasih sayang yang mereka tunjukkan tak sanggup ia tolak. Apapun yang di beli anak\-anak kami sebagai orang tua tak pernah melarangnya, apalagi dalam hal membantu orang lain yang mereka sayangi.



Semua barang yang mereka beli langsung diantar ke rumah Pak Min. Mereka semua tak perlu persetujuan orang tua hanya untuk memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Kelakuan mereka membuat lelaki paruh baya itu menangis. Tentu saja menangis bahagia, karena selama ini tak ada seorang pun yang menghargainya seperti keluarga Pradipta. Anak\-anak yang berawal hanya ingin bersenang\-senang sendiri berubah menjadi bersenang\-senang untuk orang lain.


***


***Ish.. Ish.. Nambah lagi kan keseruan persaudaraan keluarga Priyanka. Belajar kekompakkan dari mereka yuks..


Tinggalin jejak kalian dong, para kesayangan aku.. Like, share, comment, vote dan jangan lupa jadikan favorite kalian yups.. 😘😘😘


Semoga Authornya bisa sering-sering update kalo kenceng vote dan likenya***..

__ADS_1


__ADS_2