Relung Langit

Relung Langit
Part 78


__ADS_3

Hari yang dinantikan pun tiba. Semua sudah siap, aku bersiap-siap menuju tempat itu. Zayyan aku titip sama Zeyden yang saat ku pergi mereka masih tidur.


My Princess


Honey, titip Zayyan dulu ya. Aku ada urusan penting banget. Love you.


Saat ini masih pukul enam pagi, Zeyden pasti belum lihat ponselnya seperti biasa. Dia juga tidak akan mencariku, jika aku tidak ada di tempat tidur. Jam segini biasanya Zeyden masih jogging atau memilih berenang.


Aku berada di restoran hotel milik Ayah. Ayah dan Bunda juga sudah berada disini. Zoan masih sibuk mempersiapkan semuanya. Ponselku hanya kugetarkan dan nomor orang-orang terkasihku untuk sementara aku blokir, hanya untuk hari ini. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. Aku, Zoan, Ayah dan Bunda sedang berkumpul di kamar orang tuaku. Tiba-tiba ponsel Zoan berdering, dan nama Zeyden tertera disana. Tangan Zoan dengan sigap langsung memasang loudspeaker.


"Zo, lo lagi sama Priyanka nggak?" tanya Zeyden dengan nada khawatir.


"Kenapa lo nanya istri lo ke gue?" ujar Zoan dengan datar.


"Dia pergi pagi banget. Gue nggak tahu dia kemana, ponselnya gak bisa dihubungi. Lo sama dia nggak." Ucap Zeyden benar-benar khawatir.


"Coba lo tanya Anyelir atau keluarganyalah. Gue lagi ada urusan soalnya. Bentar lagi mau meeting sama klien. Udah dulu ya bro." ujar Zoan sambil mematikan ponselnya.


"Semoga Zeyden nggak curiga ya." ujar Bundaku sedikit deg-degan.


"Semua salah Princess nih, ngajarin kita semua bohong." ledek Ayah sambil tersenyum licik.

__ADS_1


"Ayah. Aku kan nggak niat jahat ya." ujarku dengan wajah memelas.


Kami semua sudah mempersiapkan semuanya dengan cukup baik. Tinggal menghitung jam semua akan selesai. Kami berempat bangga melihat hasil jerih payah kami.


***


Zayyan terus menangis membuat Zeyden stress dan panik. Belum lagi dia tidak bisa menemukan keberadaanku. Anyelir dan kedua kakakku sudah dia hubungi tapi hasilnya nihil. Zeyden sampai sempat marah dan memaki kakak-kakakku karena aku pergi dari rumah.


Zeyden terpaksa menelpon Bundaku, karena dia tidak berani menghubungi Ayah. Dia takut akan dimaki-maki Ayah karena putri tercintanya hilang. Bunda dengan aktingnya menangis saat mendengar aku tidak dirumah serta meninggalkan Zayyan sendirian. Kami bertiga di pojok ruangan yang mendengar percakapan mertua dan menantu hanya tertawa.


***


Ayah


Ayah mengirim pesan langsung ke kedua putranya serta menantu kesayangannya.


***Zeyden


Ada apa Yah? Aku sama Zayyan saja ya yang datang.


Ayah

__ADS_1


Ya sudah***.


Zeyden bingung kenapa jawaban mertuanya begitu singkat tanpa mempertanyakan keberadaan anaknya. Mungkinkah dia punya salah sampai hanya dijawab demikian? Pikiran Zeyden terus berkelana mencari jawaban. Tapi Zeyden akhirnya memutuskan memikirkan aku nanti lagi, karena berurusan dengan Ayah mertuanya jauh lebih bikin jatungan.


Anak, suami, sahabat dan kedua kakakku sudah berada di lobby hotel. Mereka bingung kenapa harua menunggu di lobby tanpa menuju suatu tempat. Tiba-tiba seorang berbadan tegap dan pakaian serba hitam menghampiri mereka.


"Selamat siang, kalia. semua ikut dengan saya." pinta orang itu dengan wajah sangar.


Mereka mengikuti langkah orang itu tanpa peduli akan dibawa kemana. Seakan terhipnotis oleh orang itu, tak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun. Mereka hanya mampu mengikuti langkah orang itu.


Saat berada di pintu masuk mereka masih belum sadar sampai kini mereka semua sudah berada di tengah ruangan. Mereka berdiri menghadap ke sebuah layar besar. Mereka sadar saat melihat layar putih itu memgeluarkan cahaya dan suara.


"Kak Ryan tersayang, maaf sudah sering membuat kalian sedih, khawatir, dan susah. Ya, semua ulahku. Adik kecil kalian, Princess kalian. Maaf aku selalu marah, menangis dan emosi tidak jelas ke kalian. Aku bangga menjadi adik perempuan kalian satu-satunya. Kak Ar, walau kita tidak dekat dalam fisik, tapi kakaklah yang paling dekat secara emosional padaku. Kakak selalu ada di titik terbawahku, kakak selalu menangis sendirian disaat aku dibawah, dan kakak pula yang tersenyum lebar saat kebahagiaan hadir dalam hidupku.." ujarku dengan menampilkan foto-foto kami bertiga waktu kecil.


"Kak Bi, lelakiku yang selalu pasang badan kapanpun aku butuhkan. Kak Bi, orang pertama yang jadi jagoanku. Walau kita dekat secara fisik tapi kakak jauh mengerti aku dari siapapun melalui ikatan batin kita. Kak Ryan, i love you. Aku harap kebersamaan kita tak kan pernah musnah oleh apapun. Kak, di tengah kalian ada seorang wanita yang sangat aku sayangi. Aku titip dia kepada kalian, siapapun yang mendapatkan hatinya jaga dia, seperti kalian jaga aku. Dan ini untuk kalian kakakku tersayang. Ini untuk kalian berdua pangeran hatiku.." ucapku dengan diiringi lagu happy birthday dan hujan balon serta pantulan sinar lampu.


Tepat didepan mereka sebuah kue ulang tahun raksasa menunggu mereka. Aku keluar dari balik kue dan membuat mereka menangis serta memelukku. Aku terus menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan kemudian Kak Ryan meniup lilin serta memotong kuenya.


Kejutan yang aku persiapkan lama. Bahkan aku terkejut saat Kak Bi berjongkok dihadapan Anyelir dan melamarnya dihadapan kami semua. Anyelir menatap kearahku dan Kak Aryan, aku mengangkat bahuku sedangkan Kak Aryan hanya menganggukkan kepalanya. Anyelir pun menerima lamaran Kak Bi dan itulah hadiah terindah buat kakakku saat ini.


"Happy birthday my Princes. Aku minta maaf buat semuanya ya." ujarku sambil memeluk mereka berdua.

__ADS_1


"Nggak ada yang harus dimaafkan princess. Terima kasih buat semuanya. I love you so much." ujar mereka berdua kompak.


__ADS_2