Relung Langit

Relung Langit
Part 143


__ADS_3

***Maafin Author ya kalo banyak typo dan kesalahan dalam penulisannya..


Betewe end de baswey..


Kesayangan aku semuanya.


Sudah siap-siap lanjut ceritanya nggak??


Ready***...


***


"Aku hanya mencintai kamu ya. Walau ratusan perempuan mengejar-ngejar aku, hanya kamu yang aku cintai." teriaknya di depan wajahku dan itu membuat aku kaget akan sikapnya.


"Bro, nggak usahlah teriak-teriak gitu. Kasihan Priya." ucap Abian yang geram melihat dia teriak di hadapanku.


"Nggak usah ikut campur, cuma masa lalu juga kan!" seru Zeyden dengan tatapan membunuh.


"Kita pulang sekarang ke resort." ucap Zeyden menarik tanganku namun aku menahannya.


Aku kaget saat Zeyden membopongku seperti mengangkat karung. Ya, badanku ditaruh di pundaknya. Jelas aku meronta-ronta karena malu digendong seperti itu, lagi pula aku takut jatuh serta pusing.


Zeyden membawaku ke dalam mobil dan mengikat tubuhku dengan seatbelt. Segera dia melajukan mobil dengan kencang. Entah aku akan dibawa kemana karena itu bukan jalan menuju resort. Aku lelah jadi masa bodo dibawa kemana sama suamiku. Aku memutuskan untuk tidur karena masih mengantuk berat.


Aku hanya merasakan mobil berhenti karena tak lagi terdengar deru mesinnya. Seakan diriku melayang, tapi kenyataannya tidak. Aku sedang di gendong oleh Zeyden ala bride style gitu. Kuintip dengan membuka sebelah mata.


Lelakiku menitikkan air matanya saat berjalan menuju lift. Kudengar suara dentingannya, ia dipandu ke sebuar kamar oleh pelayan. Interior yang kulewati bukanlah resort yang kami sewa. Saat pelayan mulai pamit dia membawaku kedalam dan menutup pintu dengan menendangnya.


Ia berjalan menghampiri kasur dan meletakkan tubuhku dengan sangat hati-hati. Kemudian ia menuju kamar mandi, sangat lama ia tak kunjung keluar hingga aku panik sendiri. Kakiku melangkah menghampiri pintu kamar mandi, di dalam sana sangat sepi. Tak ada suara air yang menandakan aktifitas orang didalamnya.


Hal itu membuat aku makin panik. Aku memberanikan diri membuka pintunya dan kulihat suamiku sedang duduk diatas closet yang tertutup. Wajahnya ditutupi oleh handuk, aku takut dan langsung memeluknya. Pikiranku sudah jelek mengenai banyak hal.


Ia tidak merespon dan aku mulai membuka handuk yang menutupi wajahnya. Refleks aku langsung menciumi setiap inci wajahnya tanpa terlewat satupun. Saat bibirku berhenti diatas bibirnya, ia membuka matanya dan aku hendak bangun tapi di tahan olehnya.


Aku menangis saat ia memulai ciuman itu. Bukan aku tak bahagia, aku bersyukur dia masih membuka matanya dan ada dihadapanku. Ia menghentikan ciuman itu saat air mata membasahi pipiku. Ia seka jejak-jejak yang sudah dilalui oleh air yang mengalir dari kedua mataku itu.


Saat menyeka air mataku dia menggelengkan kepala, tanda ia tak mengijinkan aku menangis lagi. Aku berusaha untuk berhenti menangis, tetapi tak bisa hingga aku makin menjadi-jadi. Ia menggendongku keluar dari kamar mandi. Lalu mendudukkanku di kasur.


"Jangan menangis lagi sayang. Cukup. Maafkan aku." lirihnya masih terus menyeka air mataku dan mengecup kepalaku.


"Maaf!" seruku diantara isak tangis dan dia menggelengkan kepalanya.


Aku pun berhenti menangis saat dia memelukku erat sambil mencium puncak kepalaku. Bahagia sangat ketika dia memperlakukanku seperti ini. Dunia ini serasa milik aku dan suamiku tercinta.


"Maaf udah buat kamu kesal. Maaf udah buat kamu pergi. Tolong jangan lakuin itu lagi, bisa gila aku hidup tanpamu sayang!" ucapnya dengan nada penuh penyesalan yang sangat dalam.


"Maafkan aku juga sudah membuat kamu marah. Maaf aku harus melakukan semua hal yang sudah buat kamu kesal. Aku dan Bian hanya pura-pura buat kamu sadar, kalo hanya ada kita berdua dalam kehidupan kamu dan aku juga anak-anak." seruku dan membuat dia menganggukinya.


Selanjutnya kamipun terhanyut dalam penyatuan untuk membuatkan Rakha adik lagi. Walau banyak yang bilang kalau kami tak layak memiliki bayi lagi, tapi bagaimana jika Allah masih memercayai kami.


Keluargaku yang lain awalnya panik karena keberadaan kami berdua tidak ada di resort. Pada akhirnya mereka membiarkannya karena percaya, Zeyden tidak akan melakukan hal-hal buruk terhadapku.


***


Tengah malam mereka semua sudah bersiap. Mereka melanjutkan liburannya, untuk melihat lumba-lumba langsung di tengah lautan, tempat terbaik untuk menonton adalah pantai Lovina. Salah satu pantai di Bali yang terletak di bagian utara pulau Bali. Tentunya untuk mencapai pantai Lovina di Kabupaten Buleleng, mereka memerlukan waktu selama tiga jam dalam kendaraan, karena berangkat tempat wisata Bali bagian selatan.


Karena lokasi dari pantai Lovina lumayan jauh dari Bali selatan, dan harus bagun pagi untuk dapat melihat lumba–lumba di Lovina. Pantai Lovina memiliki pasir hitam dan lokasinya masih sangat alami. Di areal pantai terlihat banyak berjejer perahu nelayan tradisional. Namun, daya tarik utama dari pantai Lovina bukan pada pantainya, melainkan pada aktivitas melihat lumba-lumba di tengah laut.


Kawasan objek wisata Lovina sangat terkenal dengan pertunjukan lumba–lumba liar di tengah laut. Di pantai ini terdapat ratusan lumba-lumba. Untuk dapat melihat lumba-lumba beraksi, mereka harus berangkat ke tengah laut sebelum matahari terbit. Lumba–lumba akan bermunculan di tengah laut antara jam enam hingga jam delapan pagi.


Perjalanan ke tengah laut diperairan Lovina sangat disukai wisatawan. Perairan laut Lovina yang relatif tenang, sehingga dapat dilewati dengan nyaman dengan menggunakan perahu nelayan.


Mereka dapat menjumpai lumba-lumba sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Ada yang melompat-lompat ke permukaan, dan ada juga yang sekedar berenang. Sangat menarik aksi binatang laut berwarna hitam yang satu ini.


Wisatawan yang berkunjung dapat menyewa perahu traditional nelayan yang khusus disediakan untuk wisata melihat lumba-lumba di tengah laut. Sambil menuju ke tengah laut untuk menyaksikan pertunjukan lumba-lumba, anda juga dapat menyaksikan perairan laut Lovina yang indah dan alami.


Durasi aktivitas melihat lumba-lumba di Lovina sekitar dua jam. Nelayan akan mengantar anda ke tengah laut dengan perahu tradisional, ke tempat lumba-lumba sering bermunculan.


Selain dapat menyaksikan pertunjukan lumba-lumba, di Pantai Lovina juga tersedia aktivitas menyelam. Bioata laut di Lovina jenisnya beraneka ragam dan tidak kalah dengan tempat menyelam di Bali yang lain.


Karena letaknya yang jauh tak jarang bila sebagian besar wisatawan mencari alternatif lain untuk melihat ikan lumba-lumba di Bali. Salah satunya adalah Bali Dolphin Lodge di Serangan.


Dolphin Lodge Serangan Bali lokasinya berada di Jalan Tukad Punggawa, Banjar Ponjok, Serangan, Denpasar Selatan. Untuk menuju lokasi Dolphin Lodge Serangan dari kawasan Kuta, akan memakan waktu kurang lebih tiga puluh lima menit. Tentunya dalam kondisi jalan raya tanpa kemacetan. Sehingga kita tidak akan kecapaian dalam kendaraan.


Di Dolphin Lodge Serangan, kita juga dapat berenang bersama lumba lumba, jadi tidak hanya menonton saja. Dapat pula kita langsung berinteraksi dengan lumba-lumba, seperti mencium, memeluk, dan anda dapat mengabadikan moment tersebut dalam foto. Selama kurang lebih empat puluh menit, dapat berenang dengan lumba–lumba.*


***


Sementara aku dan Zeyden menikmati honeymoon yang kesekian kalinya. Malu, buat apa malu karena melakukannya pada pasangan halal adalah ibadah. Kami berdua memang tidak bergabung dengan yang lainnya sejak hari dimana aku dan dia bertengkar.


Kebersamaan aku dan Zeyden semakin mesra setelah badai sesaat yang lagi-lagi kami lalui. Dia pun akhirnya mengajakku bertemu dengan Abian. Sesuai janjiku waktu itu, jika aku dan Zeyden baikan maka akan mempertemukan keduanya.


Aku meraih ponselku dan langsung mencari nomer telepon Abian. Janji adalah hutang, aku takut bila tidak memenuhi janji itu. Setelah menemukannya aku langsung mendial nomer itu. Lama untuk diangkatnya dan tak lupa aku menyalakan loud speaker agar suamiku bisa mendengarnya.


Tut.. Tut..


"Hai, Bi. Lagi dimana?" ucapku dengan nada santai.


"Hai, Ya. Lagi di resto. Ada apa?" sahutnya dengan santai.


"Bisa ketemu di luar resto. Kita ketemu dimana aja asal yang asyik buat ngobrol." ucapku dengan yakinnya karena memang butuh tempat yang nyaman juga.


"Hm, gimana kalo di Bali Strawberry Farm & Restaurant?" tanyanya dan Zeyden menganggukinya sebagai persetujuan.


"Oke, see you. Satu jam lagi kita ketemu disana!" seruku dan dia mengiyakannya.


Apa sih Bali Strawberry Farm & Restaurant? Di Bali terdapat juga sebuah tempat agrowisata stroberi. Jika tidak percaya, datang saja ke Bali Strawberry Farm & Restaurant yang terletak di Jalan Raya Baturiti, Bedugul.


Kawasan Bedugul memang dikenal sebagai dataran tinggi dengan suhu udara yang cocok untuk budidaya buah stroberi. Di tempat wisata kuliner ini, kita bisa memetik buah stroberi langsung dari pohonnya. Menu-menu yang ditawarkan pun tak lepas dari buah berwarna merah ini, silakan cicipi milkshake stroberi, es krim stroberi, aneka kue stroberi sampai nasi goreng stroberi.**


Satu jam kemudian aku dan Zeyden sudah berada di tempat janjian. Kami duduk yang di tempat sangat strategis, hingga Abian bisa menghampiri kami saat tiba nanti. Aku dan Zeyden masih berbincang santai membahas masalah kemarin yang menjadi perbincangan dengan Abian.


Zeyden menyetujuinya karena tujuannya baik dan memang dia pada dasarnya sangat-sangat memercayai keluarganya. Sehingga tak ada siapapun yang berani mengkhianati dirinya.

__ADS_1


"Yank, nyanyi sedikit dong. Sambil nunggu Bian dateng." pintaku dengan wajah memelas.


"Hah! Disini? Malu aku, Yank." ujarnya dengan wajah malu-malu.


"Plis. Lagu kesukaan kamu aja." ucapku dan dia seakan berpikir.


***Matamu melemahkanku


Saat pertama kali kulihatmu


Dan jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Matamu melemahkanku


Saat Pertama kali kulihatmu


Dan Jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Oh, mungkin inikah cinta


Pandangan yang pertama


Karena apa yang kurasa, ini tak biasa


Jika benar ini cinta


Mulai dari mana?


Oh, dari mana?


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Matamu melemahkanku


Saat pertama kali kulihatmu


Dan jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Oh, mungkin inikah cinta


Pandangan yang pertama


Karena apa yang kurasa, ini tak biasa


Jika benar ini cinta


Mulai dari mana?


Oh, dari mana?


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Jatuh terus, jatuh ke hati


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh

__ADS_1


Dari mata


Kau buatku jatuh


Jatuh terus


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Jatuh terus, jatuh ke hati


Jatuh ke hati


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Jatuh terus


Dari mata


Kau buatku jatuh


Jatuh ke hati***


Zeyden mempersembahkan lagu dari Jaz-Dari Mata. Aku sangat menyukai lagu itu terlebih dirinya yang menyanyikannya dari hati. Sangat bahagia diriku.


Prok.. Prok..


Suara tepuk tangak dari Abian membuat wajah suamiku memerah. Pasalnya dia dan anak-anak paling susah membuka suaranya untuk bernyanyi di depan umum. Mantanku duduk di depan kami berdua dengan wajah yang sangat bahagia.


"Hai, Zey! Apa kabar?" sapanya sambil mengulurkan tangannya.


"Hai, Bi." seru kami berbarengan.


"Baik. Sendirinya gimana?" tanyanya sambil membalas jabatan tangannya Abian.


"Duduk, Bi." tawarku padanya dan dia duduk di sampingku.


"Suara lo bagus banget. Rekamanlah." basa basi Bian ada Zeyden dengan sumringah. Dan Zeyden membalasnya dengan tatapan cemburu


"Nggak usah cemburu. Gue nggak akan lagi menghancurkan hati wanita cantik di sebelah gue ini. Dulu gue yang salah menelantarkan dia, hingga akhirnya dia kini bersama cinta sejatinya yaitu lo. Lo tahu nggak kalo kemarin itu dia gandeng dan meluk gue aja gemeteran. Ketahuan banget kalo dia ketakutan lo marah besar." jelas Abian dan membuat aku memukul lengannya.


"Ish, pake bongkar rahasia lagi." gerutuku kesal karena dia menyebalkan.


"Penyesalan selalu datang belakangan dan tak akan pernah dapat kesempatan kedua. Sama seperti yang gue alami. Bedanya hanya dia masih memberi kesempatan kedua. Dia masih mau berteman dengan gue, begitu juga dengan lo. Makanya gue berharap banget kalian bisa langgeng. Jangan sakiti dia kayak kemarin ya, Zey. Atau gue marah banget sama lo." ujar Abian sambil mengacak-acak rambutku.


"Makasih udah dikasih tahu semuanya. Makasih udah jagain isteriku tersayang, kemarin. Seneng bisa berteman dengan pengusaha sukses kayak anda." ujar Zeyden yang sudah tak lagi memandang Abian musuhnya.


"Bi, aku udah cerita sama Zey mengenai niat kerja sama kita. Dia setuju. Iya kan sayang?" tuturku dengan kebahagiaan di setiap raut wajah yang terpancarkan.


"Iya, setuju banget. Nanti aku ikut didalamnya untuk persiapan jatah usaha anak-anak." tuturnya menimpali perkataanku.


Kami bertiga menikmati makan dengan penuh kedamaian dan kehangatan. Kebersamaan yang tak pernah terpikirkan dahulu namun indah saat kenyaataan itu terjadi. Tak pernah terpikir bahwa dua lelaki yang dulu sangat kucintai dan menyakitiku, kini berubah jadi kekeluargaan yang damai. Ikhlas mungkin sulit tapi indah bila sudah di jalaninya.


***


"Pa, kalian dimana?" suara Rakha menelpon papanya saat kami sudah di hotel.


"Papa sama Mama mau buat ade dulu buat kamu ya!" seru Zeyden membuat aku bergidik ngeri membayangkannya.


"Pa, aku nggak mau punya ade lagi. Aku kangen mama, kembalilah bergabung sama kami." rengek Rakha dengan memelas.


"Besok kami kan bergabung. Malam ini papa masih mau buat ade dulu. Dah sayang!" seru Zeyden sambil menutup panggilan telepon.


"Sayang, iseng bener sih sama anaknya." gerutuku sambil bersandar pada dada bidang suamiku.


"Biarin sekali-kali isengin." ucap Zeyden dengan tangan yang mulai bergerilya. Kami pun melakukan olah raga lagi untuk membuat adiknya Rakha.


***


Rohan dan Gia makin mesra sehingga membuat para saudaranya iri. Tak ada lagi Gia yang perhatian pada saudaranya sejak ia mulai mencintai suaminya. Ya, Gia mulai mencintai Rohan dengan segenap hatinya saat dia telah merelakan mahkotalah direnggut.


Aku dan Zeyden sudah kembali bergabung sejak pukul tujuh pagi. Hari ini kami semua berencana akan ke Bali Zoo. Walau di Jakarta ada tetapi kami semua tidak berniat sama sekali kesana. Karena dengar berita kurang bagus sekarang di Jakarta itu.


Bali Zoo Gianyar berada di Jalan Raya Singapadu, Sukawati, Kabupaten Gianyar. Daya tarik utama dari kebun binatang ini terletak pada tata letak dan desain taman dengan jalur tempat jalan pengunjung yang tertata dan terarah. Karena dengan jalur pengunjung yang tertata sangat bagus, membuat pengujung yang pertama kali liburan ke Bali Zoo ini, tidak akan kebingungan.


Zoo Park Gianyar dilengkapi dengan wahana air, yang membuat semua orang bahkan anak-anak suka. Perpaduan antara kebun binatang dan wahana air, salah satu daya tarik utama untuk liburan ke Bali Zoo Gianyar bersama keluarga.***


***


***Hai kesayanganku, sudah aku panjangin..


Jadi jangan lupa jempol, share, komen dan vote sebanyak-banyaknya.


* dan *** dari internet.

__ADS_1


**Copyright (C) - Sumber Artikel asli : AnekaTempatWisata.com. https://anekatempatwisata.com/10\-tempat\-wisata\-kuliner\-di\-bali\-yang\-wajib\-dikunjungi***/ .


__ADS_2