Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Putra Bupati Banyumas dan Acara Perjamuan


__ADS_3

Vincent Rochman, seorang anak laki-laki yang duduk di bangku SMP. Dia mengalami depresi berat saat ini karena mengingat trauma masa kecil yang ceritanya cukup menyedihkan.


Alasannya adalah karena teman SMP nya tidak sengaja bercerita mengenai sesuatu yang berhubungan dengan trauma masa kecil Vincent yang membuat dia langsung pingsan di sekolah tadi.


Diah, ibu Vincent, langsung pergi ke rumah sakit di dekat SMP Vincent dan memindahkannya ke Rumah Sakit Swasta Wilaga karena dia percaya dengan kemampuan Keluarga Wilaga.


Mereka bukanlah orang kaya seperti pebisnis atau keturunan konglomerat. Mereka adalah keluarga Bupati Kabupaten Banyumas saat ini, Ahmad Rochman.


Itulah mengapa tadi Roni langsung turun tangan karena identitas mereka yang tidak biasa. Dan memang biasanya Roni yang melakukan pengecekan kesehatan keluarga bupati.


Pada saat ini, pintu bangsal terbuka. Seorang pria paruh baya memasuki bangsal dan berkata, "Istriku, bagaimana dengan kondisi putra kita? Apakah dia akan baik-baik saja?"


Pria paruh baya itu adalah suami Diah yang merupakan Bupati Kabupaten Banyumas saat ini, Ahmad Rochman. Dia baru saja tiba karena ada urusan di lokasi yang cukup jauh dari rumah sakit.


Diah menoleh ke arah suaminya dan berkata ,"Suamiku. Pak Roni berkata kalau Vincent akan baik-baik saja. Dia juga menyarankan kita untuk membawanya ke perjamuan Keluarga Wilaga nanti malam."


"Itu bukan ide yang buruk. Setidaknya Vincent akan melihat berbagai hiburan dan hidangan di sana pasti enak-enak. Ayo kita bawa Vincent ke sana," angguk Ahmad setelah berpikir sejenak.


"Baiklah." Diah mengangguk menuruti perkataan suaminya untuk membawa Vincent hadir di acara perjamuan Keluarga Wilaga nanti malam.


...----------------...


Matahari pergi dari langit Kabupaten Banyumas digantikan oleh bulan yang menerangi gelapnya malam dengan bantuan sinar matahari dengan cara memantulkannya.


Mansion Keluarga Wilaga sangat ramai saat ini, deretan mobil mewah diparkir di area kosong di depan mansion yang membuat orang awam terkejut setengah mati saat melihatnya.


Namun mari tidak membicarakan apa yang terjadi di depan mansion karena protagonis kita sedang ada di dapur. Aksa sedang sibuk membuat berbagai macam hidangan untuk para tamu yang hadir.


"Bos! Saus sudah siap!" kata Indra sambil membawa wajah berisi saus berwarna merah.

__ADS_1


"Yo! Kerja bagus!" Aksa mengangguk dan menuangkan saus ke dalam wajan yang di dalamnya ada daging ayam yang sudah dipotong-potong.


Aksa sedang membuat hidangan daging ayam asam manis dengan saus tiram dan bawang bombai yang membuat aromanya menjadi sangat harum dan membuat perut lapar saat menciumnya.


Setelah selesai memasak ayam asam manis, Aksa segera membuat hidangan dengan bahan utama berupa telur, yaitu omelet dengan nasi goreng yang sudah dibuat oleh chef lain barusan.


Aksa melakukannya dengan cepat dan juga tepat berkat keahlian memasak yang diberikan oleh Sistem. Hal ini membuat efisiensi mereka bertambah bahkan saat ini mereka seperti tim chef yang sudah bekerja sama selama beberapa dekade.


Indra dan chef lain juga menuruti perkataan Aksa dan segera melakukannya. Jadi, sambil memasak hidangan yang sedang dia buat, Aksa juga berperan sebagai komando.


"Ah, akhirnya selesai juga." Aksa menyeka keringat di dahinya menggunakan lap yang ada di pundaknya begitu juga dengan Indra dan yang lain.


Mereka sudah menyelesaikan hidangan yang perlu dibuat. Sekarang, hanya perlu membuat beberapa minuman dari susu sapi yang sudah Aksa persiapkan dan saat ini berada di ruang pendingin.


"Aku akan menggunakan susu sapi kualitas B dan bubuk coklat kualitas A. Aku menantikan bagaimana ekspresi wajah orang yang meminumnya." Aksa menyeringai karena tidak sabar bagaimana reaksi orang yang akan meminumnya.


Aksa mengambil susu sapi dari ruang pendingin, kemudian saat tidak ada yang melihatnya, dia mengeluarkan bubuk coklat dari gudang penyimpanan game dan segera membuat minuman.


"Pak Indra dan yang lain, minumlah susu coklat hangat ini untuk meredakan rasa lelah," kata Aksa sambil menyerahkan segelas susu coklat hangat kepada Indra dan chef lainnya.


"Wah, terima kasih Bos." Indra berterima kasih kepada Aksa, kemudian dia langsung meminum susu coklat itu karena dia memang sangat haus.


"!!" Indra dan chef lainnya membelalakkan mata mereka seolah-olah mata mereka akan keluar. Tentu saja ini reaksi yang normal karena efek dari dua bahan dengan kualitas tinggi.


Aksa tersenyum di dalam hatinya, dia sudah pernah minum campuran susu sapi dan bubuk coklat sehingga reaksinya biasa saja. Namun dia juga tetap terkejut dengan rasanya yang tidak pernah mengecewakan.


Pada saat ini, beberapa pelayan datang. Mereka membawa nampan yang berisi susu coklat dan milkshake coklat yang dibuat oleh Aksa dan segera mengantarkannya ke aula utama tempat acara diadakan.


"Hm, karena pekerjaanku sudah selesai, haruskah aku ikut acaranya?" Aksa mengganti pakaiannya menjadi setelan jas formal sebelum pergi ke aula utama.

__ADS_1


Roni sudah mengizinkan Aksa untuk segera pergi ke aula utama setelah pekerjaannya selesai. Bisa dilihat kalau Roni sangat mementingkan Aksa karena kondisi cucunya membaik setelah makan daging sapi dari Sajaya Farm.


...----------------...


Di tengah-tengah aula, ada sebuah meja bundar yang mana orang-orang yang duduk di sana merupakan orang dengan status paling tinggi di Kabupaten Banyumas ini.


"Pak Roni! Makanan ini sangat enak, apakah Anda mendatangkan seorang ahli memasak dari luar negeri?" tanya Ahmad kepada Roni setelah merasakan ayam asam manis di piringnya.


Ahmad dan keluarganya menghadiri acara ini, mereka juga membawa Vincent yang sedang duduk diam dari tadi sesuai dengan saran yang diberikan oleh Roni tadi siang.


Meskipun Vincent masih diam, tapi Ahmad dan Diah tahu kalau kondisinya semakin membaik karena mata Vincent bergerak-gerak melihat hiburan di sekitar yang artinya dia cukup tertarik.


"Hm? Saya tidak mendatangkan ahli memasak dari luar negeri. Semuanya berasal dari restoran dan toko Indonesia yang memang terkenal," jawab Roni atas pertanyaan Ahmad.


"Benarkah? Kalau begitu orang yang memasak ayam asam manis ini merupakan chef terbaik karena rasanya sangat enak, bahkan lebih enak dari semua makanan yang pernah aku makan," kata Ahmad dengan nada kagum.


Diah lebih tenang daripada Ahmad karena dia merupakan seorang wanita. Namun dia juga tidak bisa menahan keterkejutannya sama seperti Ahmad saat merasakan ayam asam manis itu.


"Hm, aku mungkin tahu siapa yang membuat hidangan ini, tapi aku juga kurang yakin dengan keahlian memasaknya," kata Roni sambil mengelus-elus janggutnya.


Ahmad menjadi penasaran, namun saat dia akan bertanya siapa orang itu, Diah mengangguk pelayan yang sedang membawa nampan berisi minuman yang dibuat oleh Aksa tadi.


"Vincent, ini adalah susu coklat kesukaanmu. Suhunya juga sudah hangat sehingga kamu bisa langsung meminumnya." Diah membantu Vincent meminum susu coklat yang barusan dia ambil.


"Um." Vincent mengangguk pelan dan meminum susu coklat yang diberikan oleh ibunya dengan cepat karena dia memang menyukai susu coklat.


Lalu, tindakan Vincent selanjutnya membuat Ahmad dan Diah melebarkan mata mereka sampai mereka tiba-tiba berdiri, mengejutkan Roni yang sedang minum dengan tenang.


"Ini enak! Ibu, aku ingin minum susu coklatnya lagi!" Vincent berkata dengan suara gembira dan ekspresi wajahnya juga menunjukkan kalau dia sedang bergembira, tidak pucat seperti sebelumnya.

__ADS_1


"Ada apa!?" Ahmad dan Diah bingung karena tidak tahu apa yang telah terjadi dengan putra mereka yang tiba-tiba berekspresi gembira.


__ADS_2