
Sore harinya, di area parkir Sajaya Farm. Anak-anak dari Sekolah Dasar Sunshine sudah masuk ke dalam bus. Karena sore ini mereka akan kembali ke sekolah mereka setelah menginap selama satu malam.
Aksa dan Sarah mengantar mereka semua pergi. Sarah juga ikut karena dia penasaran dengan anak-anak, dan tidak disangka-sangka kalau dia dengan anak-anak menjadi cepat akrab.
Aksa berpikir di dalam hatinya kalau dia memiliki pengetahuan baru tentang Sarah, yaitu menyukai anak kecil dan tidak bisa tahan saat melihat anak kecil di depannya.
"Nak Aksa, terima kasih karena telah mempersilakan kami untuk berpiknik di Sajaya Farm. Anak-anak sangat bahagia, kamu bisa melihat wajah-wajah mereka yang penuh dengan senyuman," kata Sari dengan penuh rasa syukur.
Sari bahagia di dalam hatinya karena dia memilih tempat berpiknik yang benar. Selain lokasinya yang cukup dekat dan harganya yang terjangkau, anak-anak bisa lebih bahagia di sini.
Apa yang paling dikhawatirkan oleh pihak Sekolah Dasar Sunshine bukanlah uang maupun tempat, melainkan emosi anak-anak saat mereka berpiknik di tempat yang sudah disepakati.
"Sama-sama, Bu Sari. Aku juga berterima kasih karena Sekolah Dasar Sunshine mau melakukan piknik di sini, tolong sampaikan salamku kepada kepala sekolah," balas Aksa dengan senyum ramah.
Sari tersenyum dan mengangguk, kemudian dia berkata, "Pasti, saya pasti akan melakukan hal itu."
Setelah itu Sari masuk ke dalam bus, dan bus segera keluar dari area parkir sambil diarahkan oleh Galih agar tidak mengenai kendaraan lain atau pagar.
"Paman! Sampai jumpa!" Anak-anak melambai-lambaikan tangan kecil mereka dengan menggemaskan kepada Aksa yang ada di luar bus.
"Ya! Sampai jumpa!" Aksa berteriak dan membalas dengan lambaian tangan dengan penuh semangat.
Sarah disampingnya tersenyum karena anak-anak sangat menyukai Aksa dan masih penuh dengan semangat saat mengucapkan sampai jumpa kepadanya.
"Sepertinya kamu disukai oleh anak-anak manapun," kata Sarah sambil tersenyum tipis.
"Apakah begitu? Yah, sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi itu mungkin karena aku ini tampan. Hahaha!" Aksa tertawa lepas yang membuat Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya.
Mereka berdua melanjutkan pekerjaan mereka di kantor masing-masing. Namun saat ini Aksa sedang berada di dalam peternakan game karena merasakan sesuatu yang berbeda.
Aksa bingung karena dia tidak pernah merasakan sesuatu yang aneh seperti itu, itulah mengapa dia berkeliling peternakan dengan rasa penasaran yang tinggi.
[Selamat Host, produk peternakan kualitas B sudah keluar. Tolong segera periksa karena kualitas B dan A adalah kualitas menengah, berbeda dengan kualitas D dan C.]
Aksa terkejut, dia langsung mengambil semua produk peternakan. Mulai dari telur ayam, susu sapi, dan yang lainnya Aksa ambil kemudian dia mulai memeriksanya.
__ADS_1
[Telur ayam: Kualitas B]
[Keterangan: Sebuah telur berbentuk oval yang berbeda dengan telur ayam sebelumnya. Rasa +2, kelelahan -2, kesehatan mata +2.]
[Susu sapi: Kualitas B]
[Keterangan: Susu sapi yang diperah langsung dari sapi asli, bukan sapi buatan. Rasa +2, kesehatan jantung +2, kinerja otak +2.]
[Susu kambing: Kualitas B]
[Keterangan: Susu yang diperah dari kambing, bukan domba. Rasa +2, memperkuat tulang +2, imunitas tubuh+2.]
Aksa melihat ketiga produk peternakan awal, ada atribut baru di ketiganya dan semua atribut itu sangat bermanfaat bagi siapa saja yang mengonsumsinya.
Namun untuk susu sapi hanya menambah 1 poin kinerja otak saja, meskipun begitu Aksa tidak kecewa karena efeknya masih sangat bagus.
[Daging sapi: Kualitas B]
[Keterangan: Daging sapi yang diambil dari sapi, memiliki kualitas yang lebih tinggi dari sebelumnya. Rasa +2, produksi darah +2, zat besi +2.]
[Daging ayam: Kualitas B]
"Kedua daging ini juga mempunyai atribut baru, apalagi atribut baru ini berkaitan dengan kandungan di dalamnya. Zat besi dan protein sangat diperlukan bagi manusia," kata Aksa setelah melihat dua daging tersebut.
Apa yang membuat Aksa semakin terkejut adalah jumlah produk peternakan mencapai puluhan. Meskipun tidak sampai ratusan, namun dengan jumlah segini sudah bisa dijual kepada pelanggan kelas atas.
Tentu saja untuk membeli produk peternakan kualitas B diperlukan identitas yang layak. Karena kualitas B sangat langka dan sudah sulit untuk dibeli dengan uang atau harta.
"Bagus, dengan ini aku bisa menjamu pengunjung dengan identitas besar. Kebetulan sekali aku membutuhkan produk kelas atas. Produk kualitas C sudah tidak bisa digunakan untuk pengunjung kelas atas lagi," kata Aksa.
Setelah berbicara dengan Sistem sebentar, Aksa keluar dari peternakan game. Bersamaan dengan itu, ponselnya berdering dan yang memanggilnya adalah salah satu karyawan yang bertugas di restoran.
"Ya, apakah terjadi sesuatu?" tanya Aksa dengan serius karena biasanya tidak pernah ada telepon dari karyawan saat jam kerja kecuali sesuai yang penting.
"Tidak, Bos. Tapi ada seseorang yang yang ingin bertemu, orang ini adalah Pak Roni." Karyawan Sajaya Farm berkata kepada Aksa.
__ADS_1
"Benarkah? Lalu mengapa Pak Roni tidak meneleponku?" tanya Aksa dengan heran karena dia sudah saling bertukar kontak dengan Roni.
Kemudian terdengar suara Roni dari balik telepon, "Halo, Nak Aksa. Sebenarnya ponselku jatuh tadi karena Gia terlalu bersemangat saat bermain ke sini."
"Oh, Pak Roni! Tolong tunggu sebentar, aku akan segera ke sana." Aksa mengakhiri panggilan dan segera pergi ke restoran.
Tapi sebelum itu dia masuk ke dalam peternakan game dan mengambil telur ayam dan daging sapi kualitas B untuk dibuat masakan oleh Indra dan chef lainnya.
Adapun mengapa Aksa menjamu Roni menggunakan produk peternakan kualitas B, itu karena dia sudah tahu siapa identitas Roni yang sebenarnya dan ternyata identitasnya cukup mengejutkan.
Roni, atau yang biasa masyarakat kenal dengan nama Roni Wilaga, adalah seorang direktur dan kepala rumah sakit di Rumah Sakit Swasta Wilaga kepunyaan Keluarga Wilaga.
Keluarga Wilaga adalah keluarga terdidik yang semua anggotanya merupakan dokter, mau itu dokter bedah, dokter spesialis, dokter gigi, dan bidang kedokteran lainnya.
"Halo, Pak Roni!" Aksa menyapa Roni yang sedang duduk bersama cucunya, Gia yang sedang bermain dengan boneka beruang di tangannya.
"Nak Aksa!" Roni berdiri dan berjabat tangan dengan Aksa.
Meskipun mereka berdua memiliki hubungan yang baik, tapi masih sebatas teman, bukan teman dekat atau sahabat. Jadi saat menyapa, mereka hanya berjabat tangan dengan sederhana.
"Halo, Gia!" Aksa menyapa Gia yang bersembunyi di belakang Roni, kemudian dia memberikan sebungkus permen kepadanya.
Gia tidak langsung mengambil permen dari tangan aksa. Dia melihat ke arah kakeknya untuk meminta persetujuan, setelah diberi anggukkan kepala, dia segera mengambil permen itu.
"Pak Roni, tolong tunggu sebentar lagi, aku sudah meminta chef untuk membuatkan makanan. Oh, ngomong-ngomong, bahan yang digunakan lebih berkualitas dibanding dengan sebelumnya," kata Aksa sambil tersenyum cerah.
"Lebih berkualitas!?" Roni jelas terkejut karena daging sapi kualitas C yang keluarganya selalu makan sudah sangat enak, apalagi sekarang ada yang memiliki kualitas lebih tinggi.
Aksa tersenyum dan mengangguk. "Tentu, tolong tunggu sebentar jika tidak keberatan."
"Hahaha, bagaimana bisa aku keberatan? Ayo duduk, kita berbincang-bincang terlebih dahulu sambil menunggu hidangan siap." Roni tertawa dan mempersilakan Aksa untuk duduk.
Kemudian mereka berdua berbincang-bincang dengan santai, sesekali Gia juga bertanya sesuatu meskipun topiknya berbeda, namun Aksa dan Roni tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Lalu, ada yang membuat rasa penasaran Aksa terpuaskan. Roni yang memiliki identitas tidak biasa bisa datang ke Sajaya Farm bersama cucu perempuannya tanpa didampingi pengawal yang membuat Aksa bingung.
__ADS_1
Namun setelah dicermati lebih lanjut, ternyata Roni membawa beberapa pengawal. Namun para pengawal memakai pakaian biasa sehingga tidak bisa dibedakan dengan pengunjung lain.
Hal tersebut dilakukan agar Roni dan Gia bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa diganggu oleh penampilan pengawal yang mengenakan setelan jas dan kacamata hitam yang mengganggu.