Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Saran untuk Berperan sebagai Goblin Emas


__ADS_3

"Sistem, menurutmu aku harus memakai pakaian apa?" tanya Aksa yang saat ini ada di dalam kantornya.


[Pakai saja jubah dengan topeng.]


Ada lemari kecil di dalam kantor Aksa, isinya adalah pakaian dan mantel. Karena tidak ada jubah dan topeng, Aksa masuk ke dalam peternakan game dan membelinya di toko game.


Dia membeli jubah panjang berwarna hitam dengan corak emas, lalu topeng kucing untuk menutupi wajahnya. Setelah mengenakan keduanya, Aksa mengambil tas dan mengisinya dengan produk-produk peternakan kualitas C.


Setelah itu Aksa segera pergi keluar, berkeliling ke tempat acak. Dia tidak mencari peserta, tapi membiarkan peserta menemukannya.


...----------------...


Dimas dan timnya mencari di area dekat sungai. Mereka berpencar di dalam jarak yang dekat agar tidak terpisah untuk mencari token atau setidaknya gulungan kertas yang berisi petunjuk.


"Aku menemukan gulungan kertas!" Pria berambut panjang berteriak dengan gembira. Mereka berkumpul dan segera memeriksanya dengan seksama.


{Hitam dan putih bersatu tanpa perselisihan. Hitam dan putih di tempat yang sama. Hitam dan putih dengan empat pilar. Hitam dan putih dengan satu cambuk.}


Mereka mengerutkan kening saat melihat petunjuk yang ada di dalam gulungan kertas itu karena apa yang ditulis di sana lebih mengarah ke teka-teki petunjuk daripada petunjuk biasa.


"Apakah kalian menemukan jawabannya?" tanya wanita berkacamata dengan hidung mancung.


"Hitam dan putih, empat pilar, satu cambuk. Ketiga hal ini sama sekali tidak ada hubungannya, apakah yang membuat teka-teki ini sengaja atau bagaimana?" Dimas menyentuh dagunya berpikir sejenak.


"Karena ada pilar, apakah ini sebuah bangunan? Kalau begitu kita harus mencari bangunan berwarna hitam dan putih di sini," kata pria berjanggut tipis.


"Tapi ada kata cambuk yang tidak cocok dengan sebuah bangunan," kata Dimas membuat yang lain mengerutkan kening lagi.


Mereka duduk melingkar dengan gulungan kertas di tengahnya. Berdiskusi sambil memberikan pendapat masing-masing mereka lakukan agar bisa mendapatkan jawaban dengan cepat.


"Tunggu sebentar, dari tadi kita terpaku pada pemikiran bangunan dan cambuk. Bagaimana jika jawabannya bukan kedua hal itu?" kata pria berambut panjang yang bernama Adi.


"Maksudmu, jawabannya adalah sebuah benda atau hewan?" tanya wanita berkacamata dengan ragu-ragu.


"Hewan!? Tunggu sebentar, apakah jawabannya sapi!? Hitam dan putih bersatu dan di tempat yang sama merujuk pada kulit sapi. Empat pilar adalah empat kali dan satu cambuk adalah ekor sapi!" Dimas berdiri dan mengungkapkan pendapatnya.

__ADS_1


"!?" Yang lain melebarkan mata mereka, seketika ada cahaya di kepala mereka seolah-olah sedang mendapatkan pencerahan.


"Tunggu apa lagi, ayo ke area sapi perah!" Adi memimpin yang lain untuk berlari menuju area sapi perah karena yang berwarna hitam dan putih adalah sapi perah.


Namun pada saat ini, ada kelinci yang mengenakan pakaian sedang berlari di dekat Dimas dan gang lain. Itu adalah pasukan hewan, Aksa memakaikan mereka pakaian agar mudah dikenali.


"Sial, ada pasukan musuh di sini, lari lebih cepat!" Adi berteriak dengan keras karena melihat ada anggota pasukan hewan di dekat mereka.


Meskipun mereka hanya memainkan peran, tapi tetap saja harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar lebih menarik. Jadi, yang lain segera berlari lebih cepat setelah mendengar perkataan Adi.


"??" Kelinci yang melihat tim Dimas memiringkan kepalanya, kemudian dia ingat kalau Aksa memberi perintah untuk mengejar orang-orang yang memakai gelang di tahan mereka. Jadi tanpa basa-basi lagi, kelinci segera berlari mengejar tim Dimas.


...----------------...


Aksa terus berkeliling ke seluruh area Sajaya Farm, berkat fisiknya yang sudah ditingkatkan, dia sama sekali tidak merasakan lelah setelah berjalan cukup jauh, bahkan tidak ada satu tetes pun keringat yang keluar.


"Ah, siapa kamu!?" Seorang anak laki-laki menunjuk Aksa yang mengenakan jubah dan topeng kucing dengan penasaran.


"Aku kucing emas!" Aksa memperkenalkan identitasnya dengan asal-asalan.


"Emas berarti kekayaan, aku di sini untuk memberikan barang acak kepada orang yang menemukanku!" Aksa meletakan tasnya di tanah dan mengambil barang di dalamnya secara acak.


Situasi ini terlihat oleh kamera drone yang sedang terbang di ketinggian rendah. Tim video yang melihat hal itu segera mendekatkan drone ke Aksa karena mereka tidak diberitahu kalau ada orang berpenampilan seperti itu


--- {Siapa dia? Tidak ada logo Sajaya Farm, berarti dia bukan karyawan?}


--- {Kalau bukan karyawan, apakah dia peserta? Tapi mengapa peserta memakai pakaian seperti itu dan tidak mencari token?}


Bahkan penonton terlihat bingung dengan identitas Aksa, namun mereka tetap menontonnya karena tertarik dengan variabel yang tidak biasa saat event ini berlangsung.


...----------------...


Sarah terdiam di tempatnya saat melihat siaran langsung saat ini. Dia juga tertarik dengan orang berpenampilan misterius itu, namun tiba-tiba dia teringat dengan perkataan Aksa tadi.


"Apakah dia Aksa?" Sarah memiringkan kepalanya dan merasa kalau itu Aksa karena intuisinya mengatakan kalau itu benar.

__ADS_1


...----------------...


"Ah, ini untukmu!" Aksa memberikan sebotol susu sapi kualitas C dan satu lembar uang berwarna merah yaitu pecahan 100 ribu rupiah kepada anak laki-laki di depannya.


"Eh, apakah boleh!?" Anak laki-laki itu bertanya dengan mata berbinar-binar karena dia melihat ada uang di tangan Aksa.


"Tentu saja, aku ini kucing emas!" Aksa tersenyum di balik topeng dan memberikan susu sapi serta uangnya kepada anak laki-laki itu.


"Terima kasih, Pak!" Anak laki-laki itu menerima dengan senang hati dan tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada Aksa.


Orang tua anak laki-laki itu datang dengan cemas melihat anaknya berbicara dengan orang asing. Aksa yang melihat itu segera membawa tasnya dan segers pergi meninggalkan mereka dengan cepat seolah-olah dia kabur karena sesuatu.


--- {Ah? Dia kabur begitu saja? Sepertinya dia bukanlah peserta, apakah ini quest tersembunyi!?}


--- {Sepertinya bukan quest, tapi seperti berkah tersembunyi. Mungkin saja pria bertopeng kucing itu memberikan beberapa barang atau uang kepada orang yang menemukannya.}


--- {Apakah hanya aku saja atau kalian juga kalau pria bertopeng kucing itu seperti goblin emas yang membawa barang-barang misterius?}


Aksa akan mengacungkan jempolnya jika dia melihat komentar terakhir karena itu memang benar. Namun sayang sekali Aksa tidak bisa melihatnya karena saat ini dia sedang berlari.


...----------------...


Situasi kembali ke tim Dimas. Mereka sedang berlari sambil berusaha untuk menghindari serangan kelinci di belakang mereka. Meskipun mereka tahu kalau kelinci hanya akan menyentuh, tidak melukai, tapi tetap saja mereka melakukan peran mereka dengan sungguh-sungguh.


"Kita sudah sampai di area sapi!" teriak wanita berkacamata.


Dimas melihat kelinci di belakangnya, dia mengambil arah lain dan berteriak, "Kalian duluan saja, aku akan menarik perhatian kelinci! Tolong temukan tokennya!"


Yang lain terkejut karena Dimas memutuskan untuk berkorban, tapi mereka mengangguk dengan serius dan mempercepat lari mereka agar sampai di kandang sapi dengan cepat.


Sementara itu Dimas yang sedang dikejar oleh kelinci berlari ke arah lain. Situasi ini juga terlihat oleh drone yang mengikuti Dimas sehingga para penonton bisa melihat tindakan Dimas.


--- {Orang yang baik hati, rela berkorban demi rekan-rekannya.}


--- {Meskipun aku tidak tahu siapa dia, tapi semangat! Ayo ulur waktu agar rekan-rekanmu bisa mendapatkan tokennya!}

__ADS_1


__ADS_2