
Kabupaten Banyumas sedang dalam keadaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Jalanan yang dulunya penuh dengan kendaraan seperti mobil atau motor menjadi kosong hanya ada beberapa motor saja.
Dari waktu ke waktu, transportasi umum seperti bus, angkot, dan becak berlalu lalang sambil membawa penumpang untuk pergi ke tujuan yang sudah diberitahu sebelum berangkat.
Bahkan di trotoar banyak orang-orang yang berjalan kaki sambil memakai masker di wajah mereka karena polusi udara cukup tebal hingga bisa mengganggu pernapasan.
Masyarakat di Kabupaten Banyumas sudah sepakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang bisa membuat polusi udara semakin tebal.
Tapi hal ini belum pernah terjadi sebelumnya sampai membuat anggota pemerintah kabupaten sangat terkejut sampai tidak bisa berkata-kata karena mereka sendiri tidak bisa meminta masyarakat untuk melakukan hal ini.
Tentu saja, alasan sebenarnya mengapa masyarakat menurut adalah karena sebuah tempat wisata yang sudah sangat terkenal di Kabupaten Banyumas bahkan di luar kabupaten, tempat wisata ini bernama Sajaya Farm.
...----------------...
Di Sajaya Farm.
"Pengunjungnya tidak banyak," kata Sarah kepada Aksa yang duduk di sebelahnya. Mereka berdua sedang duduk di loket tiket untuk mengamati seberapa banyak orang yang datang pada saat kondisi udara sedang buruk ini.
"Yah, tentu saja." Aksa menghembuskan napas panjang karena paham mengapa tidak banyak pengunjung yang datang hari ini.
"Haruskah kita tutup saja?" tanya Sarah kepada Aksa karena dia berpikir kalau selama polusi udara tidak akan mendapat banyak keuntungan.
"Jangan. Kalau tutup malah kita tidak akan mendapat keuntungan. Meskipun sedikit, tapi kita tidak bisa meremehkannya," kata Aksa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Yah, kamu benar." Sarah menganggukkan kepalanya karena berpikir kalau perkataan Aksa memang ada benarnya.
Meskipun sedikit, tapi keuntungan tetaplah keuntungan. Lebih baik mendapat keuntungan yang sedikit daripada tidak mendapat keuntungan apapun. Dan meskipun sedikit, setidaknya Sajaya Farm ada pemasukan.
Aksa menyalakan televisi mini yang ada di sudut ruangan, televisi itu digunakan sebagai hiburan jika karyawan loket bosan. Aksa mengizinkan untuk menonton televisi jika luang daripada bermain dengan ponsel.
Pada saat ini, televisi menampilkan saluran berita yang kebetulan adalah saluran televisi Kabupaten Banyumas. Aksa mengangkat alisnya karena berita yang diberitakan adalah polusi udara di sini.
__ADS_1
"Ah, itu Sajaya Farm," kata Sarah yang melihat kalau saluran berita menampilkan Sajaya Farm. Di saat yang bersamaan, Aksa juga melihat ada drone asing yang tidak pernah dia lihat.
"Mereka sedang menyiarkan berita secara langsung," kata Aksa yang tahu kalau drone asing itu adalah drone milik saluran berita.
Presenter televisi memberitahukan kalau Kabupaten Banyumas dalam keadaan yang sepi karena tidak banyak orang yang ada di luar kecuali para pekerja. Bahkan kondisi jalan raya juga sangat kosong kecuali orang yang menggunakan sepeda atau transportasi umum.
Hal ini membuat presenter televisi terkejut karena tidak pernah melihat kondisi yang seperti itu selama dia tinggal di Kabupaten Banyumas. Dan karena ini siaran langsung, banyak orang dari luar kabupaten yang sama terkejutnya.
--- {Kabupaten Banyumas kosong? Ada apa?}
--- {Mereka membantu Sajaya Farm untuk menurunkan polusi udara.}
Banyak orang yang bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, lalu ada beberapa orang dari Kabupaten Banyumas yang menjawab pertanyaan tersebut yang membuat orang-orang dari luar kabupaten sangat terkejut.
Mereka tidak menyangka kalau Sajaya Farm memiliki pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat sampai bisa menggerakkan mereka tanpa sebuah usaha yang rumit.
"Kamu mungkin akan terkenal, Aksa," kata Sarah kepada Aksa sambil tersenyum tipis.
Pada saat ini, yang sedang dipikirkan oleh Aksa adalah bagaimana cara mengatasi kekurangan pengunjung akibat polusi udara yang tebal. Karena akan sangat lama untuk menunggu udara kembali bersih.
"Sistem, kamu punya saran?" tanya Aksa kepada Sistem di dalam hatinya.
[Kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi polusi adalah menanam pohon. Mungkin Host bisa melakukan sesuatu yang ada kaitannya dengan taman-taman.]
"Menanam pohon ya, itu bukan ide buruk. Tapi apa yang harus aku lakukan untuk menarik pengunjung?" Aksa menyentuh dagunya dan berpikir. Dia juga mencari informasi yang relevan di internet.
Dia juga bertanya kepadanya Sarah siapa tahu Sarah punya ide yang patut untuk dicoba. Sarah yang mendengar perkataan Aksa juga segera berpikir.
"Aksa, mungkin penghijauan?" kata Sarah kepada Aksa.
"Maksudmu melakukan tanam pohon?" tanya Aksa sambil mengangkat alisnya.
__ADS_1
Sarah mengangguk dan berkat, "Iya, itu. Kita bisa melakukan sosialisasi pelestarian lingkungan dan penanaman pohon. Tapi ini masih ide dasar, mungkin kamu bisa menambahkan sesuatu yang unik."
Aksa merasa kalau ide dari Sarah bisa dilakukan. Tapi seperti yang dikatakan oleh Sarah kalau ide itu masih berupa ide dasar. Jadi sekarang giliran Aksa yang harus memberi sentuhan yang unik.
[Mungkin Host bisa memberikan produk peternakan secara gratis atau jika tidak, maka bisa dibeli dengan diskon. Itu lebih menguntungkan bagi Sajaya Farm.]
Aksa tersenyum, dia sudah bisa membayangkan sebuah ide yang menarik. Jadi, Sajaya Farm akan melakukan kampanye yaitu melakukan penanaman pohon di area Sajaya Farm yang belum dibuka.
Orang-orang bisa mengikuti kampanye ini secara gratis, dan orang tersebut akan mendapat diskon sesuai dengan pohon yang dia tanam.
Aksa segera mengatakan ide ini kepada Sarah dengan semangat dan Sarah melebarkan matanya karena ide dari Aksa sangat menarik.
"Ayo lakukan?" tanya Aksa kepada Sarah.
"Ayo lakukan." Sarah tersenyum dan mengangguk.
Mereka segera pergi ke kantor Aksa agar bisa berdiskusi dengan lebih nyaman. Lalu mereka mulai mendiskusikan bagaimana peserta kampanye bisa mendapatkan diskon sesuai dengan pohon yang ditanam.
"Bagaimana dengan 10 pohon sama dengan satu persen?" kata Sarah sambil menyentuh dagunya.
"Jadi untuk 100 persen butuh 1000 pohon yang ditanam ya." Aksa berpikir sejenak apakah sistem perhitungan ini bisa diterapkan.
"Ya, peserta menjadi bersemangat jika mereka bisa mendapat diskon 100% tapi seperti yang kita tahu kalau itu mustahil karena tidak bisa menanam 1000 pohon hanya dalam waktu satu hari saja," kata Sarah sambil tersenyum tipis.
"Pemikiran yang bagus, Sarah." Aksa menyeringai karena ini sangat menarik untuk dicoba.
Setalah satu jam berdiskusi, mereka berdua sudah sepakat untuk melakukan kampanye penghijauan lingkungan yang akan diadakan besok, karena mereka tidak mau menunda-nunda.
Aksa segera mengirim pesan kepada Lisa agar Lisa dan timnya bisa segera membuat sebuah pamflet atau poster tentang kampanye penghijauan lingkungan yang akan diadakan besok.
Dia juga mengirimkan penjelasan tentang kampanye penghijauan lingkungan agar Lisa dan timnya tidak kebingungan saat membuat pamflet atau poster.
__ADS_1