Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Pembuatan Pupuk dan Pembangunan Baru


__ADS_3

Jadi, Aksa berhasil merekrut Jono dan yang lainnya untuk mengurus masalah pupuk kandang. Jono dan timnya juga bisa langsung bekerja, dan Aksa juga ingin melihat bagaimana mereka bekerja.


Setelah menandatangani kontrak kerja, Jono dan timnya segera bergerak menuju Sajaya Farm. Tapi karena Aksa belum punya tempat khusus untuk membuat pupuk, jadi untuk sementara waktu akan menggunakan area yang belum dibuka.


Sekarang Aksa sedang memantau pekerjaan Jono dan timnya yang sedang mengumpulkan kotoran hewan, jerami, serta daun-daun yang sudah berguguran.


"Pak Jono, kegiatan apa yang sedang Bapak dan yang lain lakukan?" tanya Aksa dengan penasaran karena dia tidak pernah melihat orang membuat pupuk.


"Oh ini cuma sedang mengumpulkan bahan baku saja, Bos. Seperti kotoran sapi, ayam, kambing, lalu ada jerami dan daun-daunan," jawab Jono.


"Ah, jadi masih tahap pengumpulan bahan ya." Aksa menganggukkan kepalanya.


Jono mengangguk, kemudian dia dan lainnya melanjutkan pengumpulan bahan baku. Karena bahannya adalah kotoran hewan, baunya pasti akan sangat menyengat.


Tapi Aksa tidak peduli dengan hal itu karena dia sudah terbiasa. Dia adalah seorang pemilik tempat wisata peternakan, akan aneh kalau dia merasa risih atau jijik terhadap bau kotoran hewan.


Karena belum ada tempat dan alat yang memadai, Aksa hanya meminta Jono dan timnya untuk menunjukkan cara membuat pupuk sampai ke tahap sebelum ditunggu kematangannya.


"Bos, sekarang adalah tahap pemisahan. Maksudnya kita harus memisahkan plastik, batu, kayu, atau sesuatu yang mengganggu." Jono dan timnya menggunakan kayu untuk memeriksa apakah ada hal yang mengganggu.


Aksa menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia paham dengan penjelasan yang Jono katakan. Tapi karena kotoran hewannya sudah dikumpulkan dengan baik, sama sekali tidak ada hal yang mengganggu.


Kemudian Jono dan timnya memasukkan bahan organik yang sudah dikumpulkan ke dalam tong yang besar, setelah itu mereka berhenti.


"Bos, prosesnya selesai di sini. Tahap selanjutnya hanyalah pengolahan, yaitu mengaduk atau mencampur pupuk agar tercampur rata. Kemudian tunggu hingga matang," kata Jono kepada Aksa.


"Jadi begitu ya. Baiklah, Pak Jono dan yang lain bisa membiasakan diri terlebih dahulu. Aku akan pergi berbicara untuk membangun tempat khusus pembuatan pupuk." Aksa mengangguk, kemudian dia pergi ke kantor Sarah.


...----------------...


Sarah sedang mencatat pemasukan Sajaya Farm dengan serius karena uang itu adalah hasil yang didapatkan setelah tutup selama satu minggu lebih.

__ADS_1


"Sarah, ada waktu?" Terdengar suara Aksa dari luar kantornya.


Sarah menghentikan aktivitasnya dan berkata, "Ada, masuklah, Aksa."


"Permisi." Aksa membuka pintu kantor dan masuk ke dalam lalu dia duduk di kursi depan meja kerja Sarah.


"Ada apa? Jarang sekali kamu datang ke kantorku." Sarah bertanya kepada Aksa dengan penasaran sambil meminum tehnya.


"Apakah anggaran Sajaya Farm cukup untuk membuat tempat khusus membuat pupuk?" Aksa bertanya dan menjelaskan soal ide pembuatan pupuk.


Sarah menganggukkan kepalanya, dia tidak langsung menjawab pertanyaan Aksa dan memeriksa anggaran Sajaya Farm yang sekarang terlebih dahulu.


"Jika skala kecil, maka cukup." Sarah berkata setelah melihat anggaran Sajaya Farm yang sekarang.


Aksa menyentuh dagunya dan berkata, "Skala kecil ya, itu sudah lebih dari cukup. Karena untuk membuat pupuk juga perlu waktu yang cukup lama."


Waktu yang dibutuhkan untuk pupuk kandang matang dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis bahan organik dalam pupuk kandang, kondisi lingkungan, dan metode pengomposan yang digunakan.


[Host, jangan samakan dengan pupuk biasa. Kita ini menggunakan kotoran hewan yang dihasilkan oleh hewan-hewan dari peternakan game yang berbeda dengan hewan pada umumnya.]


[Jadi waktu yang dibutuhkan untuk pupuk kandang matang bisa lebih cepat. Mungkin bisa sekitar 1 hingga 4 bulan, cepat bukan?]


Aksa terkejut dengan perkataan Sistem, dan kemudian dia menyadari kalau apa yang dikatakan oleh Sistem memanah bener kalau pupuk yang dibuat menggunakan kotoran dari hewan peternakan game.


"Jadi tidak hanya produk peternakan saja yang luar biasa, tapi bahkan kotorannya juga luar biasa." Aksa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kenapa kamu geleng-geleng kepala?" Sarah bertanya dengan nada curiga karena melihat kalau Aksa tiba-tiba saja menggeleng-gelengkan kepalanya.


Aksa tersenyum tipis dan berkata, "Ah, tidak. Aku hanya memikirkan sesuatu yang menyenangkan."


"Baiklah kalau begitu. Ngomong-ngomong, apakah aku perlu menghubungi Pak Dito sekarang?' tanya Sarah kepada Aksa.

__ADS_1


"Ya, tolong. Jika Pak Dito menerima pekerjaan ini, maka langsung transfer dananya." Aksa mengangguk. Dia berniat untuk menunggu, tapi pada saat ini ponselnya berdering.


Galih lah yang menelepon Aksa dan mengatakan kalau Jay datang ke Sajaya Farm dan sekarang dia sedang berada di dekat area kuda khusus yang sedang dibangun.


Aksa mengangguk dan berterima kasih kepada Galih. Dia berdiri dari duduknya dan segera pergi ke lokasi tempat Jay berada.


"Pak Jay! Kenapa Bapak tidak menghubungiku terlebih dahulu kalau mau datang?" Aksa menyapa Jay yang sedang melihat pembangunan area kuda khusus.


"Hahaha, Aksa! Kebetulan saja aku sedang lewat!" Jay berkata dengan nada bersemangat seperti biasanya.


"Baiklah. Ngomong-ngomong, apakah ada sesuatu yang perlu dikatakan?" tanya Aksa. Karena tidak mungkin Jay mampir ke Sajaya Farm tanpa alasan apapun.


"Yah, memang ada sesuatu. Aku ingin menambah bangunan di sana. Tapi tenang saja, dananya akan disediakan oleh Hotel Lunar," kata Jay sambil menunjuk ke arah area kuda khusus.


"Tidak masalah. Kalau boleh tahu, bangunan apa itu?" Aksa mengangguk dan tidak mempermasalahkannya karena semua biaya ditanggung oleh Hotel Lunar.


"Restoran dan kafe. Nanti menu di sana adalah menu Hotel Lunar," kata Jay.


"Baiklah. Nanti aku akan menghubungi Pak Dito untuk hal ini." Aksa sama sekali tidak keberatan, karena pembangunannya didanai oleh Hotel Lunar, jadi sudah sewajarnya kalau menu restorannya adalah menu mereka.


Hal tersebut juga tidak membuat Sajaya Farm merugi, justru mungkin akan menguntungkan karena para pelanggan Hotel Lunar akan penasaran dengan produk-produk peternakan Sajaya Farm.


Kemudian para pelanggan akan membeli produk Sajaya Farm dan setelah mencobanya, mereka akan menjadi ketagihan dan terus-menerus membelinya.


"Dengan ini keuntungan di pihakku akan sangat banyak!" pikir Aksa dengan gembira.


"Tolong ya." Jay mengangguk dan sama sekali tidak tahu apa yang sedang Aksa pikirkan. Bahkan jika tahu, dia tidak peduli.


Mereka berdua kemudian berbincang-bincang mengenai pembagunan area kuda khusus. Setelah setengah jam, Jay mengucapkan sampai jumpa kepada Aksa karena dia masih punya sesuatu yang perlu dilakukan.


Aksa melambaikan tangannya, kemudian dia menghubungi Dito untuk memberitahu perkataan Jay tentang membangun restoran dan kafe tadi.

__ADS_1


__ADS_2