
Sore menjelang malam, sudah ada banyak pengunjung yang datang ke Sajaya Farm untuk menghadiri acara pengumuman pemenang dari event keempat yaitu event perburuan kategori individu dan kelompok.
Aksa tidak menyangka kalau para pengunjung sudah sangat banyak meskipun acara pengumuman akan dimulai pada saat malam harinya.
Tapi, saat Aksa memeriksa daftar peserta event perburuan, sudah semua peserta yang datang ke Sajaya Farm. Jadi Aksa merasa kalau acara pengumumannya lebih baik dipercepat, lagipula sebentar lagi juga malam hari.
Jadi, Aksa segera menyuruh semua karyawannya untuk bersiap karena acara pengumuman akan segera dimulai. Aksa sendiri langsung bersiap karena dia yang akan memberikan hadiah kepada para peserta.
Matahari terbenam dengan gemilang, menciptakan sorotan emas yang mengelilingi area yang penuh dengan kerumunan yang berpakaian anggun dan cantik.
Di tengah are, seorang wanita berdiri di atas podium yang sudah disediakan, mengenakan dress panjang berwarna biru tua dan perhiasan yang berkilau. Itu adalah Lisa, orang yang akan menjadi host di acara pengumuman pemenang event keempat.
Lisa mengangkat mic di tangannya dan suaranya bergema ke seluruh area. "Ladies and gentleman, selamat datang di Sajaya Farm! Selamat datang di acara pengumuman pemenang event keempat yang sudah diadakan!"
Kerumunan yang tadinya bising karena mereka sedang berbincang-bincang menjadi sunyi. Mereka diam sambil mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Lisa dengan fokus.
"Sekarang, saat yang telah kita tunggu-tunggu, saatnya kita mengumumkan pemenang dari event perburuan yang spektakuler ini," kata Lisa sambil tersenyum.
Setelah jeda, dia melanjutkan, "Tapi sebelum itu, mari kita undang penanggung jawab Sajaya Farm yang sudah kita kenal! Pak Aksa Wijaya!"
Tepuk tangan terdengar dengan keras di seluruh area saat Lisa selesai berkata. Bersamaan dengan itu, Aksa tersenyum dan naik ke atas panggung dengan lampu yang menyoroti dirinya.
Pertama-tama, Aksa menganggukkan kepalanya ke arah kerumunan, kemudian dia meminta agar semua orang untuk diam sebentar.
Setelah itu Aksa mengangkat mic nya dan berkata, "Terima kasih atas sambutannya. Aku sebagai penanggung jawab merasa senang karena sudah ada banyak orang yang datang meskipun acaranya akan dimulai saat malam hari."
"Oleh karena itu saat melihat kalian datang, aku memutuskan untuk memajukan acaranya agar kalian tidak perlu menunggu lama. Semoga kalian tidak keberatan dengan ini."
Tepuk tangan kembali terdengar tanda bahwa semua orang tidak ada yang keberatan dengan Aksa yang memajukan acara pengumumannya karena mereka juga sudah menunggu.
__ADS_1
Aksa tersenyum, kemudian dia menganggukkan kepalanya kepada Lisa, dan Lisa juga membalas dengan anggukkan kepala tanda bahwa dia paham.
Pada saat ini, seorang karyawan wanita naik ke atas podium sambil membawa nampan yang berisi enam amplop berwarna emas dengan lilin yang menyegelnya berwarna merah darah.
Lisa mengambil satu amplop dan berkata, "Untuk yang pertama, kita akan membuka pemenang yang menempati posisi ketiga dari kategori individu."
Kerumunan menahan napas, menunggu Lisa untuk membuka amplop dan membaca isinya. Meskipun mereka sudah memiliki gambaran siapa yang akan menjadi juara, tapi itu akan ditentukan sekarang.
"Kategori individu, di posisi ketiga! Kita memiliki...." Lisa berkata sambil membuka amplop emas itu, lalu dia melanjutkan, "Melisa Putri!!"
Kerumunan bertepuk tangan dengan meriah, kemudian seorang wanita glamor yang mengenakan dress berwarna merah naik ke atas panggung dengan senyum bangga di wajahnya.
Lisa tersenyum, dia mengambil amplop kedua dan berkata, "Kategori individu, di posisi kedua! Kita memiliki..." Lisa membuka amplopnya, kemudian berkata, "Andre Wicaksono!!"
Tepuk tangan bergema kembali, tapi juara kedua kategori individu ini adalah orang yang tidak disangka-sangka oleh semua orang, termasuk Aksa yang memiliki mulut menganga lebar.
Alasannya, tentu saja itu karena Andre Wicaksono adalah ayah dari Sarah yang ikut di kategori individu bersama istrinya, Delia.
Aksa tidak tahu karena bukan dia yang menghitung poin yang didapatkan oleh para peserta. Tapi ada tim khusus yang melakukan hal tersebut.
Pada saat ini, Andre yang mengenakan tuksedo hitam dengan dasi pita naik ke atas panggung sambil tertawa kecil karena dia merasa gembira bisa mengambil juara kedua kategori individu.
Lisa mengambil amplop kategori individu terakhir, "Kategori individu, di posisi pertama! Kita memiliki..." Lisa membuka amplopnya dan berkata, "Mungkin semua orang sudah menebaknya, Dika!!'
Kali ini adalah tepuk tangan yang paling keras daripada tepuk tangan sebelumnya. Karena hampir semua orang mengagumi Dika yang bisa menunggang kuda dan berburu dengan sangat baik.
Dika yang mengenakan kemeja segera naik ke atas panggung dengan senyum yang dia tahan karena dia benar-benar bahagia bisa mengambil juara pertama kategori individu.
Lisa menganggukkan kepalanya dan berkata, "Kategori individu sudah diketahui. Sekarang kita akan memberikan hadiah kepada mereka bertiga yang sudah berusaha dengan keras!!"
__ADS_1
Beberapa karyawan wanita naik ke atas panggung sambil mendorong troli yang di atasnya ditutupi dengan kain berwarna merah.
Aksa tersenyum, dia mengambil langkah maju mendekati ketiga juara. Kemudian mereka berdiri diam sambil menunggu instruksi lanjutan dari Lisa.
"Lalu, mari kita persilakan Pak Aksa untuk memberikan hadiah kepada ketiga orang yang sudah menjuarai event perburuan kategori individu ini," kata Lisa dengan penuh semangat.
Aksa berjalan mendekati Melisa, sang juara ketiga, diikuti oleh satu karyawan wanita. Aksa membuka kain yang menutupi troli, lalu terlihatlah hadiah untuk juara ketiga.
Hadiah untuk juara ketiga adalah paket produk peternakan kualitas B, piala berbentuk kuda dengan penunggangnya, medali, dan uang tunai yang dikemas di amplop.
Kemudian Aksa mendekati Andre dan memberikan hadiah juara kedua yang sama dengan juara ketiga, bedanya ada di jumlah produk peternakan dan uang tunai nya saja.
Setelah itu Aksa mendekati Dika dan memberikan hadiah juara pertama. Hadiahnya sama dengan juara kedua, bedanya ada satu tambahan yaitu tiket menginap di vila secara gratis selama tiga hari dua malam.
Lisa melihat kalau Aksa sudah memberi hadiah kepada ketiga juara, jadi dia mengangkat mic dan berkata, "Mari tepuk tangan yang meriah untuk ketiga juara kita!"
"Tapi untuk ketiga juara, jangan turun dari podium terlebih dahulu karena Pak Aksa akan memberikan hadiah tambahan kepada kalian."
Dika, Andre, dan Melisa menjadi tertarik saat mendengar perkataan Lisa. Mereka bertiga segera menoleh ke arah Aksa dengan tatapan tertarik.
Aksa berdehem, lalu dia berkata, "Apa yang dikatakan Lisa itu benar. Hadiah tambahan yang aku katakan ada dua, tapi aku akan memberi satu terlebih dahulu karena ini khusus untuk kategori individu."
"Sedangkan hadiah satunya akan diberikan kepada sang juara dari kategori individu dan kelompok. Nah, kalian pasti penasaran dengan hadiahnya bukan?"
Tidak hanya ketiga juara saja yang penasaran, tapi kerumunan yang menonton juga sangat penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikan oleh Aksa.
Aksa juga tidak menundanya lagi, dia segera berkata, "Hadiah tambahan yang akan diberikan adalah kalian bertiga boleh membawa pulang kuda yang pernah kalian tunggangi sebelumnya!"
Dika, Andre, dan Melisa terkejut dengan perkataan Aksa. Sebagai penunggang kuda dari Sajaya Farm, mereka sudah tahu kalau kuda milik Sajaya Farm memiliki ciri khas yang tidak ditemui di tempat lain.
__ADS_1
Kuda-kuda di Sajaya Farm sangat ramah dan sangat pintar sampai bisa mematuhi semua perintah dari si penunggang kuda.
Tidak hanya mereka bertiga, para peserta yang mendengar perkataan Aksa juga sama terkejutnya karena mereka juga tahu keunikan dari kuda-kuda di Sajaya Farm.