Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Menikmati BBQ bersama dengan Andre dan Delia


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, orang-orang mengunjungi Sajaya Farm dengan berbagai alasan. Ada yang ingin bersantai, membeli produk peternakan, melihat Simba, bahkan ada penggemar Lisa.


Selama waktu ini, pembagunan sudah selesai setengahnya dan akan selesai sekitar dua minggu lagi. Lalu Aksa juga sudah menempatkan banyak kursi dan meja di dekat taman bunga serta di dekat area sungai.


Di dekat taman bunga, di sana adalah tempat untuk beristirahat atau berbincang-bincang. Di sana pengunjung bebas melakukan apapun.


Namun di dekat area sungai, di sana adalah tempat untuk membuat BBQ. Selain meja dan kursi, ada juga peralatan memanggang di sana. Pengunjung bisa memesan daging di restoran dan nanti pelayan akan mengantarkannya.


Sama seperti sekarang, Aksa sedang bersama dengan Sarah dan di seberang mereka ada Andre dan Delia. Mereka berdua datang secara tiba-tiba bahkan Sarah tidak mengetahuinya.


"Ayah, Ibu, apakah kalian ada waktu luang sehingga bisa pergi ke sini?" tanya Sarah dengan curiga karena kedua orang tuanya sangat sibuk biasanya.


"Yah, kami menyelesaikan pekerjaan lebih cepat agar bisa ke sini. Kami juga ingin melihatmu bekerja, hahaha." Andre menjawab pertanyaan Sarah lalu ia tertawa.


"Paman, bagaimana dengan teh herbal yang aku berikan? Apakah paman sudah meminumnya?" tanya Aksa sambil tersenyum.


"Oh ya! Tentu saja sudah! Aksa, kamu tidak tahu saat aku membuat teh herbal, semua saudaraku meminumnya dengan rakus bahkan aku sendiri sampai tercengang." Andre menggeleng-gelengkan kepalanya tak berdaya.


"Ayah, apakah para paman di sana sangat menyukai teh herbal dari Aksa?" Sarah menjadi penasaran dengan perkataan Andre.


"Bukan menyukai lagi, tapi mencintai sampai mati," kata Delia dengan nada bercanda.


Sambil berbincang-bincang, pelayan membawa mereka daging dan sayuran untuk membuat BBQ. Tadi Aksa sudah memesan dagingnya dan pelayan juga membawa daging ikan.


Pengunjung yang memancing bisa menyerahkan ikan yang mereka tangkap kepada restoran untuk dibersihkan lalu akan diberikan kembali kepada pengunjung tersebut. Tapi tentu saja akan dikenai biaya.


Aksa tidak mengambil susu karena tidak bagus meminum susu murni atau susu kambing sebelum atau sesudah makan daging karena akan membuat perut tidak nyaman dan gizi yang masuk menjadi tidak maksimal.


Selain susu, Aksa menjual minuman kalengan dan minuman umum lainnya. Ia tidak menjual bir karena di sini tidak umum untuk meminjam bir, jadi ia mengganti dengan minuman bersoda.


"Paman, Bibi, biarkan aku yang memasak." Aksa berdiri dan mulai menangani semua hal untuk membuat BBQ.


Andre dan Delia tidak keberatan akan hal itu namun mereka menyuruh Sarah untuk membantu Aksa dan Sarah hanya bisa menuruti mereka.


Sarah hanya bisa memasak hidangan sederhana dan sama sekali belum pernah membuat BBQ sendiri. Jadi ia sedikit canggung saat membantu Aksa yang membuat Aksa mau tidak mau harus mengarahkannya.


"Suamiku, aku rasa mereka berdua mungkin saling suka?" tanya Delia dengan suara rendah agar tidak terdengar oleh Aksa dan Sarah.

__ADS_1


"Bukan 'mungkin' lagi, tapi pasti!" angguk Andre yang berpikiran sama seperti Delia.


Setelah beberapa saat, BBQ sudah siap untuk dihidangkan. Mereka berempat segera memakan daging yang sudah siap dan betapa terkejutnya Sarah dan kedua orang tuanya saat mencicipi BBQ buatan Aksa.


Dengan daging dari peternakan game Hanh lebih enak dibandingkan dengan yang ada di pasaran ditambah keahlian memasak Aksa yang sudah top, tidak diragukan lagi BBQ ia buat akan menjadi sangat enak.


"Aksa! BBQ buatanmu sangat lezat!" puji Andre sambil terus melanjutkan memakan BBQ di tangannya.


Delia dan Sarah juga memuji BBQ buatan Aksa yang sangat lezat bahkan kelezatannya lebih tinggi dibandingkan BBQ yang mereka coba di restoran kelas atas.


"Hahaha, ini karena daging dari Sajaya Farm sangat enak," kata Aksa dengan rendah hati.


Kesan Aksa di mata Andre menjadi semakin tinggi. Tidak hanya berani memulai bisnis di usia muda, Aksa juga memiliki sifat yang rendah hati yang membuat Andre kagum.


Tidak jarang Andre melihat anak muda yang penuh percaya diri namun sangat jarang melihat anak muda yang bisa menahan diri dan tidak termakan pujian dari orang lain.


"Namun Aksa, aku rasa kamu bagus menambahkan suatu minuman khas karena ini sedikit menurunkan selera. Maksudku, dagingnya sangat enak tapi minumannya biasa saja," kata Andre dengan serius.


Aksa mengangguk dan membalas, "Paman, aku juga tahu masalah ini dan sedang mencari sesuatu yang cocok. Namun sayang sekali sampai sekarang aku belum menemukannya."


"Sajaya Farm mengambil konsep peternakan bahagia dan Bibi sendiri tahu kalau di sini bir dan anggur sangat jarang," jawab Aksa dengan nada tak berdaya.


"Kalau begitu kamu harus menyajikan anggur untuk orang-orang penting saja. Mereka tidak terlalu peduli dan biasanya mereka mengejar ketenangan," kata Delia yang memberi saran.


"Ide bagus, aku akan mempertimbangkannya nanti." Aksa mengangguk dan menganggap saran dari Delia itu cukup bagus untuk diterapkan.


Sarah tidak ikut berbicara dari tadi karena ia melihat kalau orang tuanya mengobrol dengan bahagia dengan Aksa yang jarang ia lihat.


Yang ia tahu adalah kalau orang tuanya sangat pemilih, bisanya mereka akan menunjukkan senyum sopan dan akan lebih terbuka jika hubungannya dekat.


"Aku rasa Ayah dan Ibu tertarik dengan Aksa," pikir Sarah sambil memakan BBQ.


"Tapi bagus kuakui kalau BBQ ini sangat lezat!!" batinnya.


Sarah adalah pecinta kuliner namun dia juga sangat peduli dengan tubuhnya. Jadi meskipun ia sangat suka mencoba makanan dan minuman, ia jarang untuk membeli sesuatu karena takut tubuhnya berubah.


...----------------...

__ADS_1


Di kantor Aksa.


Aksa dan Sarah saat ini sedang duduk di sofa karena perut mereka sudah kekenyangan. Andre dan Delia tidak pulang, mereka berkeliling Sajaya Farm dengan bahagia.


Ngomong-ngomong, bus yang Aksa pesan juga sudah datang yang mendapat telepon respon positif dari pada pengunjung.


Aksa tersenyum saat melihat komentar orang-orang dan lega karena rencananya berhasil. Meskipun Aksa terlihat percaya diri, tapi ia juga sangat berhati-hati dan terkadang ragu-ragu.


Saat Aksa memikirkan banyak hal, ponselnya berdering. Aksa mengambil ponselnya dan melihat kalau ada nama Rina di layar. Ia menekan tombol jawab dan telepon terhubung.


"Halo?" kata Aksa dengan malas.


"Kakak ipar, kami sudah berangkat menggunakan kereta, diperkirakan akan sampai saat malam hari dan kami akan mulai kegiatannya besok," kata Rina dari balik telepon.


"Sangat cepat!? Padahal aku belum mempersiapkan apapun," teriak Aksa dengan terkejut.


Ngomong-ngomong, Aksa sudah tidak terlalu peduli dengan panggilan Rina terhadap dirinya. Rina bahkan memanggil Elvira dan Elvina dengan panggilan adik ipar.


"Haha, Kakak ipar tidak perlu mempersiapkan apapun karena kami yang akan mempersiapkan semua hal. Kakak ipar hanya perlu menyediakan kami tempat," kata Rina sambil tertawa.


Aksa mengangkat bahunya dan berkata, "Yah, baiklah. Lalu aku akan memberitahu hal ini di akun media sosial Sajaya Farm."


"Baik, kami juga akan memberitahu hal ini dengan akun media sosial kami," jawab Rina lalu mereka memutus panggilan.


Aksa memperhatikan Sarah yang sedang menatapnya, ia tahu apa maksudnya dan memberitahu apa yang Rina katakan barusan kepada Sarah.


"Di mana kamu akan mengadakan kegiatannya?" tanya Sarah.


"Di sebelah taman bunga," jawab Aksa sambil meminta Lisa dan timnya untuk mengumumkan kalau Sajaya Farm akan bekerja sama dengan jurusan fotografi dan jurusan tata busana Universitas Indonesia.


Benar, Alvan dan Rina kuliah di Universitas Indonesia yang menempati peringkat pertama dari seluruh universitas yang ada di Negara Indonesia.


"Bagus juga. Apakah pengunjung bisa melihatnya?" Sarah bertanya lagi.


"Tidak hanya bisa melihat, mereka juga bisa berfoto bersama dan tidak ada biaya karena ini adalah kegiatan praktik," jawab Aksa.


Sarah menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia paham. Lalu Lisa dan timnya yang sudah Aksa hubungi segera membuat postingan pemberitahuan, bukan video.

__ADS_1


__ADS_2