
Dua hari kemudian, hari ini adalah hari di mana event ketiga yaitu event perburuan harta karun dimulai. Aksa datang pagi-pagi buta untuk mempersiapkan produk-produk peternakan.
Sajaya Farm juga sedang ramai, bukan ramai pengunjung tapi ramai orang-orang dari pedagang lokal. Mereka sedang menyiapkan stand atau kios di lokasi yang sudah dibagikan sesuai diskusi kemarin.
Aksa tidak membebankan aturan yang ketat untuk para pedagang, dia hanya menekankan untuk menjaga kebersihan jangan sampai membuang sampah atau limbah ke lingkungan sekitar.
Para karyawan Sajaya Farm juga mengenakan seragam yang berbeda dengan warna biru cerah dan logo SJ di lengan kanan. Ini dibuat agar pengunjung bisa menemukan karyawan jika membutuhkan bantuan.
"Semuanya! Hentikan pekerjaan kalian dan berkumpul di dekat taman bunga!" Aksa menggunakan pengeras suara untuk memberitahu yang lain.
Setelah lima menit, semua karyawan dan pedagang lokal sudah berkumpul di dekat taman bunga. Aksa mengangguk, dia mengangkat pengeras suara dan mulai berbicara.
"Selamat pagi, semuanya. Hari ini kita mengadakan event perburuan harta karun yang akan dihadiri oleh banyak orang. Sebelum memulainya, apakah kalian sudah siap untuk bekerja!?" teriak Aksa.
"Kami siap!" Semua karyawan dan pedagang lokal berteriak menjawab pertanyaan Aksa.
"Bagus. Para karyawan melakukan tugasnya masing-masing sesuai yang sudah didiskusikan. Untuk para pedagang, lebih baik kalian bertanya tentang sesuatu yang tidak kalian mengerti daripada terjadi sesuatu yang tidak diharapkan," kata Aksa.
Setelah beberapa patah kata sederhana, Aksa mengakhiri pidato singkatnya dan meminta Galih untuk segera membuka Sajaya Farm karena sudah ada banyak orang di depan gerbang.
"Ya!" Galih dan penjaga keamanan lainnya segera membuka gerbang. Karyawan loket tiket juga segera ke posisi mereka masing-masing.
Aksa juga pergi ke depan gerbang untuk memeriksa siapa saja yang datang. Di sana dia melihat beberapa wajah yang familiar, bahkan remaja yang dulu berwajah bosan ikut hadir.
Remaja yang dimaksud oleh Aksa adalah Dimas, dia ikut event perburuan harta karun ini karena memang sedang hari libur. Bahkan jika bukan hari libur, Dimas akan tetap ikut.
Dimas sendirian kali ini, dia melihat sekeliling dengan penasaran. "Gila, ada banyak sekali orang di sini. Sepertinya event kali ini akan sangat meriah melihat ada banyak partisipan."
Setelah semua orang masuk, mereka diminta untuk berkumpul di dekat taman bunga tadi. Lisa naik ke atas panggung yang sudah dibuat karena dia akan menjadi MC seperti biasa.
"Selamat pagi, teman-teman!" teriak Lisa dengan semangat yang meluap-luap dan dibalas oleh para pengunjung dengan teriakan juga.
__ADS_1
"Sepertinya kalian sangat bersemangat ya. Lisa di sini untuk memberitahu hal-hal yang perlu diperhatikan! Tapi pertama-tama, yang ingin berpartisipasi silakan ke loket tiket di sana nanti, dan yang tidak bebas melakukan apa saja!" Lisa menunjuk ke arah loket tiket di dekat panggung dengan jari telunjuknya.
"Baru para peserta, kalian akan mencari di seluruh penjuru Sajaya Farm yang buka. Jika kalian melihat gulungan kertas seukuran telapak tangan, ambil dan baca! Itu adalah petunjuk tempat token berada!"
"Tapi, tidak semua gulungan kertas memberi petunjuk ke tempat token utama, bisa jadi hanyalah token sekunder. Namun kalian jangan berkecil hati dan mari nikmati event ini!"
Lisa selesai memberitahu hal-hal yang perlu diperhatikan oleh para peserta. Selanjutnya, Aksa naik ke atas panggung sambil membawa mic. Dia mendekatkan mic ke bibirnya dan mulai berbicara.
"Halo, semua. Di sini aku hanya ingin memberitahu kalau ada tambahan 'harta', yaitu berupa kertas yang dibentuk persegi. Itu adalah kupon yang meliputi banyak hal, bisa kupon pengalaman, kupon makan gratis, dan lain sebagainya."
"Jika lelah, kalian juga bisa membeli makanan di restoran Sajaya Farm atau di stand pedagang lokal di sana. Tapi perlu diingat untuk menjaga kebersihan." Aksa tersenyum mengakhiri pembicaraannya.
Setelah itu, para pengunjung dipersilakan untuk membeli tiket partisipasi di loket tiket dekat panggung. Sementara pengunjung yang tidak tertarik duduk di bangku yang sudah disediakan atau membeli jajanan.
"Aksa, apakah menurutmu mereka bisa mengambil semua token yang ada dalam waktu satu hari?" tanya Sarah yang duduk di sebelah Aksa.
"Hm, sepertinya tidak. Karena area di Sajaya Farm sudah sangat luas, dan kebanyakan petunjuk mengarah ke token sekunder atau kupon, kekeke." Aksa menyeringai seperti seorang pencatut.
Sarah melirik Aksa di sebelahnya dan berkata, "Jika para peserta mendengar perkataanmu, bisa dipastikan kalau mereka akan mengamuk sambil membawa senjata."
Sarah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat respon Aksa. Dia segera melakukan pekerjaannya, yaitu mencatat pemasukan dan pengeluaran kemarin dan hari ini untuk dibuat laporan kepada Aksa.
...----------------...
Sementara itu, Dimas sedang kebingungan karena tidak tahu harus membentuk tim dengan siapa karena dia datang ke sini sendiri dan tidak melihat satupun kenalan di sekitar.
"Halo, apakah kamu tidak punya tim?" Seorang pria berambut panjang menghampiri Dimas dan bertanya kepadanya.
"Ah, halo juga. Yah, seperti yang kamu lihat, aku datang sendiri dan tidak punya teman di sini." Dimas menjawab dengan nada tidak berdaya.
"Lalu, bagaimana jika kamu bergabung dengan timku? Sudah ada empat orang di sini, semakin banyak semakin bagus bukan?" Pria berambut panjang menawarkan Dimas untuk bergabung dengan timnya.
__ADS_1
"Apakah boleh?" Dimas terkejut karena ada orang yang bersedia menerima dirinya masuk ke dalam tim.
"Tentu saja, ayo kita daftarkan tim kita." Pria berambut panjang tertawa.
Mereka segera pergi ke stand di sebelah loket tiket, stand itu bertujuan untuk mendaftar tim untuk mengikuti event perburuan harta karun agar tidak ada peserta yang berubah-ubah tim.
Setelah setengah jam, Aksa naik ke panggung lagi dan berkata, "Apakah kalian sudah membentuk tim? Kalau begitu, aku umumkan dimulainya event ketiga, event perburuan harta karun!"
"Ohh!!" Semua peserta bersorak dengan gembira. Mereka segera pergi ke area yang sudah disepakati bersama untuk mencari petunjuk.
Aksa juga memberi perintah kepada tim video karena event ini akan disiarkan langsung seperti biasa. Tim video mengangguk dan segera melepaskan drone yang sudah disiapkan.
Orang-orang yang tidak bisa datang sedang menunggu siaran langsung dimuka. Saat ruang sidang langsungnya menyala, mereka membanjiri layar dengan komentar-komentar.
--- {Akhirnya dimulai, sayang sekali aku tidak bisa ikut karena harus pergi ke kampung halaman. Tapi, untunglah Sajaya Farm menyiarkan langsung.}
--- {Aku sedang menunggu aksi pasukan hewan yang akan berperan sebagai musuh pemburu. Tapi, jujur saja aku menunggu aksi Simba.}
--- {Heh, mana orang yang katanya akan membawa kedua pacarnya? Aku belum melihatnya, atau apakah dia tidak ikut karena dipukuli?}
Para penonton tidak kalah semangat dari para peserta, meskipun mereka tidak bisa ikut memeriahkan event perburuan harta karun, mereka tetap bisa menontonnya dari layar gadget.
Aksa duduk bersama yang lain sambil melihat layar siaran langsungnya. Namun pada saat ini, Sistem memberikan saran kepadanya untuk ikut andil dalam event perburuan harta karun.
[Host, bagaimana jika Host ikut dalam perburuan harta karun ini? Host akan berperan sebagai 'goblin emas' yang memiliki peran kalau Host membawa harta karun sambil berkeliling ke tempat acak.]
"Goblin emas? Itu ide yang menarik, tapi apa yang harus aku bawa sebagai harta?" tanya Aksa kepada Sistem.
[Tentu saja produk peternakan, namun yang kualitas C saja.] Sistem segera menjawab pertanyaan Aksa.
"Baiklah, aku akan mengikuti saranmu, Sistem." Aksa berdiri dan segera bersiap-siap untuk menjadi goblin emas.
__ADS_1
"Kamu mau ke mana?" tanya Sarah dengan penasaran.
"Mempersiapkan sesuatu, nanti kamu akan melihatku di siaran langsung." Aksa memberi jawaban yang samar karena berniat untuk mengejutkan semua orang.