
Sarah juga sudah sampai di dekat area luar tempat di mana kambing-kambing liar sedang memakan rumput dengan tenang.
Para pengawas yang di sana merasa tenang dengan kehadiran Sarah karena mereka tahu kalau Sarah punya hubungan khusus dengan Aksa, bos mereka.
"Bu Bos, haruskah kita menggunakan cara kasar?" Seorang pengawas wanita bertanya kepada Sarah.
"Jangan, tunggu Aksa datang. Juga, aku takut kalau kambing-kambing itu akan merasa terancam jika kita melakukan hal tersebut." Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dia juga tidak bereaksi banyak terhadap panggilan dari pengawas wanita kepada dirinya karena sudah terbiasa. Semua karyawan memanggilnya seperti itu sekarang, meskipun pada awalnya dia sangat malu.
"Baiklah, tapi tolong jangan dekat-dekat, Bu Bos." Pengawas wanita mengangguk paham, kemudian dia memberi peringatan kepada Sarah untuk jangan mendekati kambing-kambing itu.
"Tenang saja, aku bukanlah orang yang ceroboh." Sarah menganggukkan kepalanya dengan tenang.
Sarah menyipitkan matanya ke arah kambing-kambing yang sedang memakan rumput dengan santai. Dia juga bingung tentang dari mana asal usul mereka yang muncul secara tiba-tiba.
Apalagi waktu kemunculan mereka adalah saat event keempat, event perburan dimulai. Sarah khawatir kalau kambing-kambing itu akan mengganggu para peserta.
"Di mana kambing-kambingnya!?" Aksa datang tepat waktu, dia segera bertanya ada di mana kambing-kambing yang muncul dari area luar.
"Bos! Kambing-kambingnya ada di sana!" Seorang karyawan menunjuk ke arah lokasi kambing-kambing yang sedang makan rumput.
"Aksa!" Sarah yang melihat Aksa segera menghampirinya.
"Oh Sarah, kamu ada di sini ternyata. Bagaimana, apakah kamu tahu dari mana mereka berasal?" tanya Aksa kepada Sarah.
Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Aku tidak tahu juga. Aku belum pernah dapat kabar kalau ada orang yang memelihara kambing di sekitar."
"Nah, sama, aku juga." Aksa tersenyum masam karena Sarah juga tidak tahu asal usul kambing-kambing itu. Jadi dia turun dari kuda dan berjalan mendekati mereka.
__ADS_1
"Aksa, hati-hati!" Sarah berteriak dengan khawatir begitu juga dengan karyawan yang lain yang melihat bos mereka berjalan menghampiri kambing-kambing misterius.
"Santai!" Aksa melambaikan tangannya tanpa menoleh ke belakang. Dia tetap berjalan menuju kambing-kambing itu tanpa rasa takut.
Saat Aksa sudah dekat dengan mereka, dia segera mengeluarkan ponselnya dan membuka ensiklopedia hewan untuk mengetahui informasi mereka.
Kemudian Aksa melihat kalau kambing-kambing itu memiliki hobi yang sama, yaitu berjemur di bawah sinar matahari pada saat pagi hari saat sinarnya tidak terlalu panas.
Mereka semua tidak memiliki nama atau panggilan, umur mereka sudah satu tahun, makanan kesukaan mereka adalah rumput liar dan daun-daunan yang baru saja berguguran.
"Sialan, tidak ada informasi penting di sini. Jadi mereka benar-benar kambing liar ya?" Aksa menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya karena merasa bingung.
Karena tidak tahu harus melakukan apa, dia segera menelepon Bayu karena Bayu merupakan orang dari biro pariwisata dan sudah paham tentang letak geografis wilayah Sajaya Farm.
"Kambing liar? Ada banyak? Hm, sebentar, aku akan memeriksanya, jangan tutup teleponnya." Bayu segera memeriksa apakah ada catatan tentang kambing di wilayah Sajaya Farm.
"Tolong, Pak." Aksa mengangguk dan menunggu Bayu selesai memeriksa. Dia menggunakan alat komunikasi di telinganya untuk memberi perintah kepada karyawan-karyawannya.
"Siap, Bos!" Para karyawannya menjawab dengan serempak. Mereka segera melakukan apa yang sudah Aksa perintahkan untuk mereka.
Kemudian, tim belakang layar segera mengirim beberapa drone ke area luar. Drone ini berbeda dengan yang lain, drone ini tidak tersambung ke siaran langsung event perburuan.
"Bos, kami menemukan masih ada beberapa kambing di area luar. Jumlahnya, sekitar sepuluh atau lebih." Tidak butuh waktu lama sebelum tim pengamat memberi informasi yang mereka peroleh.
"Masih ada lagi? Ada apa sebenarnya?" Aksa tambah bingung karena dia belum tahu apa yang sedang terjadi.
Kemudian pada saat ini, Bayu merespon. "Aksa, aku menemukan kalau ada catatan tentang hewan kambing di wilayah Sajaya Farm sebelum kamu beli."
"Apa!? Pak Bayu, tolong segera dibacakan." Aksa gembira karena berpikir kalau masalah kambing-kambing itu akan segera selesai.
__ADS_1
Di sisi lain, Bayu mengangguk dan mulai menjelaskan kalau kambing-kambing itu adalah hewan liar yang tinggal di wilayah Sajaya Farm jauh-jauh hari sebelum Aksa membelinya.
Ternyata dulu ada seorang peternak yang menggembala kambingnya ke wilayah itu. Kemudian peternak itu meninggalkan mereka dengan alasan kalau dia tidak punya tempat untuk beternak karena lahan miliknya akan segera digusur.
Hal ini membuat kambing-kambing itu menjadi bingung dan tetap berada di sana. Mereka tinggal di wilayah Sajaya Farm dan sampai membuat sebuah kawanan kambing.
"Ah, pantas saja hobi mereka berjemur di bawah sinar matahari dan makanan kesukaan mereka adalah rumput liar. Itu karena mereka memanglah kambing liar yang sedang bertahan hidup," batin Aksa.
Kambing-kambing itu muncul karena mendengar ada pergerakan di area yang belum dibuka oleh Sajaya Farm. Tapi mereka hanya melihat karena penasaran, dan tidak menyerang satupun manusia.
Mungkin karena dulu mereka pernah bersama manusia sehingga mereka tidak memiliki permusuhan dengan manusia. Jadi mereka bukan kambing liar sepenuhnya, hanya setengah liar.
"Terima kasih, Pak Bayu." Aksa bisa menghela napas lega, lalu dia berterima kasih kepada Bayu yang telah memberinya informasi penting terkait masalah kambing-kambing liar.
"Ya, sama-sama. Apa kamu butuh bantuan?" tanya Bayu kepada Aksa.
"Kurasa tidak, ini mudah. Aku bisa mengatasinya sendiri," kata Aksa kepada Bayu setelah berpikir sejenak.
"Baiklah." Bayu mengangguk, kemudian dia mengakhiri panggilan.
"Kalian semua bersiap untuk kemungkinan terburuk, meskipun kemungkinannya kecil." Aksa berkata kepada karyawannya lewat alat komunikasi di telinganya.
"Baik, Bos!" Semua karyawannya mengangguk dan menjawab secara bersamaan.
Aksa menarik napas dalam-dalam, dia mengambil langkah maju menuju kambing-kambing yang sedang bersantai sambil makan rumput.
Salah satu kambing yang memiliki tubuh paling besar menengok ke arah Aksa. Dia menatapnya dengan mata penasaran, kemudian dia berlari ke arah Aksa.
"Oh sial, apa aku akan kena serang?" Aksa mengencangkan otot-ototnya dan bersiap untuk melawan kambing tersebut.
__ADS_1
"Aksa! Hati-hati!" Sarah berteriak dengan khawatir saat melihat kambing besar sedang berlari dengan kencang ke arah Aksa.
Karyawan lain juga khawatir, mereka bersiap untuk menyelamatkan Aksa jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.