
Keesokan harinya, Aksa sedang berada di dalam peternakan game. Dia sedang mendiskusikan sesuai dengan Sistem, dan apa yang dia diskusikan dengan Sistem adalah topik tentang apa yang harus dijual di event ulang tahun sekolah Elvira dan Elvina.
Pada awalnya, Aksa berpikir untuk menjual susu kambing dan sapi kualitas D. Tapi Sistem mengatakan kalau itu terlalu sedikit. Jadi Sistem memberi saran untuk menambah menu, yaitu makanan dari daging ayam ataupun sapi.
Aksa dan Sistem sudah sepakat untuk menjual susu dan daging. Tapi masalahnya sekarang adalah, makanan apa yang harus dijual dengan berbahan dasar daging ayam dan sapi, yang bisa menarik perhatian anak SMA.
"Bagaimana jika ayam geprek dengan sambal? Dan sate sapi?" kata Aksa kepada Sistem.
[Itu tidak bisa. Yang beli adalah anak muda, jadi mereka mungkin tidak sabaran. Ayam geprek mungkin bisa dibuat dengan cepat, tapi tidak dengan sate, yang harus dibakar, dibumbui, dan lain sebagainya.]
"Sial, kamu ada benarnya," kata Aksa sambil menghela napas panjang karena dia tidak memikirkan hal sepele seperti itu.
[Kenapa tidak dibikin semur daging saja? Host bisa membuatnya di rumah atau di Sajaya Farm. Lalu di sekolah hanya tinggal membungkusnya saat ada yang beli.]
Sistem memberikan saran kepada Aksa untuk membuat semur daging. Karena semur bisa dibuat di rumah, dan di sekolah hanya tinggal dipanaskan saja saat ada yang mau beli.
Ini cukup mudah, karena yang beli adalah siswa-siswi SMA, mereka pasti ingin yang cepat. Jadi saat menjual semur, Aksa hanya tinggal memanaskan dan membungkusnya saja.
"Ngomong-ngomong soal semur, aku juga menambahkan daging sapi lada hitam, bagaimana? Sama seperti saran darimu, aku membuatnya di rumah, lalu di sekolah hanya tinggal berjualan," kata Aksa sambil menyentuh dagunya.
[Ide yang bagus. Jadi, sudah diputuskan?] tanya Sistem kepada Aksa.
"Ya. Susu sapi, susu kambing, ayam geprek dengan sambal, semur daging sapi, dan sapi lada hitam," angguk Aksa sambil tersenyum gembira karena sudah tahu apa yang akan dia jual.
Karena sudah selesai berdiskusi, Aksa berpatroli di dalam peternakan game terlebih dahulu. Setelah selesai, dia keluar dari sana dan muncul di dalam kantornya di Sajaya Farm.
Aksa menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu, baru setelah itu, dia pergi ke kantornya Sarah. Karena dia berniat untuk membicarakan tentang berjualan di event ulang tahun sekolah Elvira dan Elvina dengan Sarah.
__ADS_1
"Sarah, ada waktu?" tanya Aksa setelah dia mengetuk pintu kantor Sarah.
"Aksa? Masuk saja. Ada apa?" tanya Sarah yang mempersilakan Aksa untuk masuk ke dalam kantornya.
"Yah, aku ingin bicara sesuatu denganmu, ini terkait Sajaya Farm." Aksa duduk di sofa dan berkata kepada Sarah yang sedang menuangkan air hangat.
"Oh, baiklah," balas Sarah yang duduk di sofa seberang Aksa.
Aksa segera menjelaskan tentang dirinya yang akan berjualan di sekolah Elvira dan Elvina. Sarah mendengarkannya dengan seksama, dan dia berpikir kalau itu adalah ide yang menarik.
Sajaya Farm belum pernah menjual produk mereka diluar, jadi Sarah berpikir kalau ide ini patut untuk dicoba. Jadi tanpa berpikir lebih lanjut, Sarah menyetujui ide Aksa untuk berjualan di sekolah Elvira dan Elvina.
"Bagus, kalau begitu, kamu juga akan ikut denganku," kata Aksa sambil tersenyum lebar.
"Ah? Ah??" Sarah tercengang, alasannya adalah karena dia terlalu terkejut dengan perkataan Aksa yang tiba-tiba.
"Kenapa?" tanya Aksa dengan ragu. Dia tidak tahu mengapa Sarah begitu terkejut dengan perkataannya.
"Hahaha! Aku tahu maksudmu! Yah, memang bener kalau orang-orang akan takut karena wajahmu yang dingin, hahaha!" kata Aksa sambil tertawa terbahak-bahak karena dia paham apa maksud dari perkataan Sarah
"Kamu malah mengejekku!" teriak Sarah sambil melempar bantal kecil yang ada di atas sofa ke arah Aksa.
Aksa menangkap bantal yang dilempar Sarah dengan mudah. Lalu dia berkata, "Tidak apa-apa, kamu ikut saja. Lagipula, yang bertugas untuk berjualan adalah karyawan Sajaya Farm. Kita ini sebagai pengamat dan membantu mereka kalau dibutuhkan."
Aksa memang berniat seperti itu. Dia akan menarik perhatian siswa-siswi yang ada di sana. Untuk yang menjual dan yang melayani pembeli, maka itu akan diserahkan oleh dua orang karyawan Sajaya Farm.
Alasannya adalah karena Aksa malas. Dia merasa kalau dia bisa melakukan banyak hal daripada melayani pembeli. Lagipula, dia itu seorang bos besar, jadi tidak mungkin dia akan turun tangan.
__ADS_1
"Yah, bahkan kalau aku menolak, kamu tidak akan mendengarkan," kata Sarah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa daya.
"Bagus! Hahaha!" Aksa tertawa terbahak-bahak lagi karena Sarah menerima ajakannya.
Setalah berbincang-bincang, Aksa keluar dari kantornya Sarah. Aksa pulang ke rumahnya karena dia akan membuat semur daging dan daging sapi lada hitam. Kedua hidangan itu untuk dijual besok di sekolah Elvira dan Elvina.
Karena Aji dan Ani sedang keluar, Aksa jadi bebas mengeluarkan bahan-bahan dari dalam peternakan game. Dia mengeluarkan beberapa kilogram daging sapi dari sana.
Pertama, Aksa memotong-motong daging sapi tersebut dengan ukuran yang bisa dimakan dalam satu kali lahap. Kemudian, dia mencuci daging sapi yang sudah dipotong sampai bersih.
Aksa mengambil bumbu-bumbu seperti ketumbar, merica, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu per satu.
...----------------...
Singkat cerita, Aksa sudah selesai membuat dua panci besar yang berisi semur daging dan daging sapi lada hitam. Dia melakukan itu dengan mudah karena mempunyai keterampilan memasak tingkat ahli.
"Masakannya sudah siap. Untuk nasinya bisa dimasak besok saja, lagipula memasak nasi sangat mudah. Lalu sekarang, aku harus menaruh ini di atas meja," kata Aksa.
Aksa membawa satu panci besar yang cukup berat dengan mudah, karena tubuhnya sudah ditingkatkan. Dia menaruh dua panci besar itu di atas meja dapur, dan menempelkan catatan kalau dua panci ini untuk dijual.
"Semuanya sudah beres. Sekarang tinggal pergi ke sekolah untuk mendirikan kios. Tapi ngomong-ngomong, aku tidak punya kios," kata Aksa sambil menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya karena bingung.
"Sistem, apa toko game menjual kios?" tanya Aksa kepada Sistem.
[Host, ini adalah Sistem Game Peternakan, bukan Sistem Game Dagang.] Sistem tidak menjawab pertanyaan Aksa secara langsung, tapi Aksa langsung paham dengan jawabannya.
"Hm, ya sudah. Aku cari di internet saja, lagipula, uang bukanlah masalah," kata Aksa dengan nada sombong, karena saat ini suda sudah punya banyak uang.
__ADS_1
Aksa mencari-cari apakah ada yang menjual peralatan kios atau stand food di internet. Setelah beberapa saat, dia menemukan kalau ada tang menjualnya. Jadi tanpa ragu-ragu, Aksa langsung menelepon si penjual.
Tidak butuh waktu lama sebelum Aksa berhasil membelinya. Dia sama sekali tidak menawar harga, dia hanya bertanya bagaimana kondisi peralatan kios yang dijual, setelah dirasa sempurna, dia langsung membelinya.