Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Polusi Udara yang Menyebabkan Masalah


__ADS_3

Aksa segera pergi ke Sajaya Farm menggunakan mobil keluarga, bukan motor roda tiga agar lebih cepat di sana. Dia segera bertindak dengan cepat setelah mendengar laporan dari Galih.


Galih mengatakan kalau para lebah madu di area lebah mulai bising dan mengganggu para pengunjung yang datang. Memang tidak ada yang terluka, tapi tetap saja perilaku lebah sungguh aneh.


Para karyawan yang ikut masuk untuk mengawasi para pengunjung juga tidak menemukan adanya pengunjung yang jahil atau mengganggu kegiatan para lebah madu. Jadi Galih segera melaporkan hal ini kepada Aksa karena Aksa lebih tahu.


"Bos sudah sampai, ayo masuk. Para lebah madu masih ribut di sana," kata Galih kepada Aksa setelah melihat Aksa sudah sampai di dekat area lebah.


"Ya, ayo." Aksa juga mengangguk dan tidak bertanya apa yang terjadi dengan detail karena dia bisa melihatnya sendiri saat masuk ke dalam area lebah.


Galih sudah mengenakan pakaian pelindung yang lengkap, tapi Aksa tidak. Meski begitu, Galih tidak meminta Aksa untuk mengenakan pakaian pelindung karena sudah tahu kehebatan bosnya itu.


"Hm, lingkungannya sedikit berubah." Aksa berpikir saat dia melihat kalau banyak tumbuhan yang sedikit layu saat dia sedang berjalan masuk ke dalam area lebah.


"Ngomong-ngomong, bagaimana dengan para pengunjung?" tanya Aksa kepada Galih karena dia ingat kalau masalah ini terjadi saat pengunjung ada di dalam area lebah.


"Semua pengunjung sudah keluar dari area lebah, sepertinya mereka sedang ada di taman atau area istirahat, Bos." Galih segera menjawab pertanyaan Aksa.


"Baguslah kalau begitu. Apakah ada orang lain yang masuk ke sini selain pengunjung dan karyawan?" Aksa bertanya lagi kepada Galih.


"Tidak ada, Bos. Selain 20 pengunjung dan dua karyawan pengawas, hanya aku saja yang baru masuk ke area lebah, sekarang ditambah dengan Bos," jawab Galih dengan segera.


Aksa menganggukkan kepalanya dan tidak bertanya lagi. Lalu setelah beberapa menit berjalan, mereka berdua sampai di area inti area lebah di mana di sana adalah tempat kandang-kandang lebah berada.


Aksa bisa melihat kalau hampir semua lebah di semua koloni keluar dari kandang dan terbang dengan tidak beraturan. Dia mengerutkan keningnya dan meminta Galih untuk menjaga jarak, sementara dirinya maju.

__ADS_1


"Ada apa!?" teriak Aksa kepada para lebah. Dia mencoba untuk berkomunikasi dengan para lebah agar bisa paham apa yang sedang terjadi meskipun dia sendiri sudah memiliki beberapa tebakan kasar.


Semua lebah berhenti terbang tidak beraturan, mereka segera mendekati Aksa dan mengeluarkan suara dengungan. Aksa yang bisa memahami semua bahasa segera tahu apa yang sedang terjadi.


Singkat cerita, para lebah menyadari kalau sumber makanan mereka mulai berkurang. Kemudian mereka tahu kalau ada sesuatu yang salah dengan tumbuhan serta bunga di sekitar mereka.


Mereka sangat khawatir dengan persediaan makanan karena tidak tahu sampai kapan masalah ini terjadi. Oleh karena itu mereka terbang tidak beraturan karena tidak tahu harus melakukan apa.


"Jadi begitu ya. Itu artinya, tebakanku benar," batin Aksa sambil menyentuh dagunya setelah mendengar penjelasan dari para lebah.


Setelah itu, Aksa berkata, "Jangan khawatir, aku akan menangani masalah ini. Kalian semua lakukan aktivitas seperti biasa."


Pada lebah terbang mengitari Aksa seolah-olah mereka setuju dengan perkataan Aksa. Lalu mereka segera terbang menyebar untuk mencari sumber makanan baru.


Di kejauhan, Galih melihat apa yang sedang terjadi dengan mata terkejut. Dia tidak menyangka kalau ada cara seperti itu untuk mengetahui masalah apa yang sedang terjadi.


Setelah mengetahui masalah yang terjadi, Aksa segera kembali ke kantornya. Dia segera mengedit sebuah pesan dan mengunggahnya di akun sosial media Sajaya Farm.


"Selamat siang semuanya. Berat mengatakan kalau area lebah di Sajaya Farm akan ditutup untuk sementara waktu karena tumbuhan di sana mulai layu dan sumber makanan untuk lebah berkurang secara signifikan."


Itu adalah pesan yang diunggah oleh Aksa. Orang-orang yang melihatnya segera terkejut dan mengetik berbagai komentar. Tapi semua komentar itu mempunyai kesamaan, yaitu berupa pertanyaan mengapa tumbuhan di area lebah bisa layu.


Menanggapi pertanyaan dari orang-orang, Aksa segera memulai siaran langsung di akun sosial media Sajaya Farm lewat komputernya.


--- {Aksa, katakan apa yang sedang terjadi? Mengapa tinjuan dia area lebah layu?}

__ADS_1


--- {Padahal aku mau pergi ke area lebah besok bersama keluargaku. Tapi malah mendapatkan berita seperti ini dari pihak Sajaya Farm.}


Aksa menundukkan kepalanya sebagai salam, lalu dia berkata, "Maaf jika berita ini membuat kalian kurang nyaman. Tapi, tumbuhan di area lebah memang layu yang membuat para lebah madu tidak mempunyai sumber makanan."


"Hal ini dikarenakan polusi udara yang sedang terjadi saat ini membuat tumbuhan di sana kurang kesegaran dan pada akhirnya layu. Mungkin beberapa hari lagi akan mati jika tidak dirawat."


Setelah mendengar penjelasan Aksa, orang-orang segera sadar kalau memang Kabupaten Banyumas sedang ada polisi udara yang cukup tebal.


Polusi udara dapat mempengaruhi tumbuhan. Polutan udara seperti partikel debu, gas beracun, dan polutan atmosfer lainnya dapat merusak tumbuhan dalam berbagai cara


Beberapa dampak polusi udara pada tumbuhan meliputi kerusakan daun, penurunan pertumbuhan dan produktivitas, menjadikan tumbuhan rentan terhadap penyakit, gangguan untuk berkembang biak, dan masih banyak lagi.


"Ya, sepertinya kalian sudah sadar. Kualitas udara yang buruk dapat mengurangi kualitas sarang lebah dan mengganggu perkembangan larva. Lalu, ada beberapa masalah lagi karena polusi udara ini," jelas Aksa dengan suara yang sangat serius.


Setelah jeda, Aksa melanjutkan, "Tapi kalian jangan khawatir. Kami, pihak Sajaya Farm, akan berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan cepat."


"Kami tentu saja tidak bisa menghilangkan polusi udara dari Kabupaten Banyumas. Tapi setidaknya kami bisa menghilangkan polusi udara di Sajaya Farm."


Orang-orang juga mendengar perkataan Aksa dengan serius. Sekarang pikiran mereka teralihkan dari penutupan area lebah ke cara yang akan dilakukan oleh Sajaya Farm untuk mengatasi masalah ini.


Mereka sudah tahu kalau Sajaya Farm adalah tempat wisata yang tidak biasa. Jadi mereka berpikir apakah ada cara yang unik untuk mengatasi masalah polusi udara yang menyebabkan tumbuhan-tumbuhan di sana tidak.


--- {Polusi udara sudah menyebar dan membuat berbagai kegiatan terhalangi. Ini memang benar-benar merepotkan.}


--- {Karena Sajaya Farm akan berusaha, kita juga harus membantu mereka dengan cara mengurangi pemakaian kendaraan pribadi.}

__ADS_1


--- {Yah, itu benar. Lagipula, pemerintah kabupaten juga memberikan diskon kepada orang yang baik transportasi umum kan?}


Setelah mendengar perkataan Aksa, banyak orang yang termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Jadi mereka semua sepakat untuk tidak memakai kendaraan pribadi kecuali sedang mendesak.


__ADS_2