Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Kualitas Produk Peternakan yang Meningkat


__ADS_3

[Selamat, Host sudah membuka produk peternakan kualitas A.]


Itu benar, sesuatu yang sangat diinginkan oleh Aksa adalah peningkatan kualitas produk peternakan. Yang dia inginkan bukan beberapa produk kualitas yang meningkat, tapi semuanya sekaligus.


Karena jika kualitas produk peternakannya meningkat, pendapatan Sajaya Farm juga akan meningkat. Karena target produk peternakan kualitas tinggi adalah orang-orang kaya raya yang punya banyak uang.


Aksa sudah mengklasifikasikan target produk peternakannya. Kualitas D bisa dibeli oleh orang kelas menengah ke bawah, kualitas C orang kelas menengah ke atas, kualitas B dan seterusnya adalah orang kelas atas.


Biasanya, barang yang murah punya banyak pembeli, tapi di Sajaya Farm kebalikannya. Justru yang banyak dibeli adalah barang yang mahal. Karena di sini, harga sudah sesuai dengan kualitasnya.


"Sistem, akan terlalu banyak informasi yang ditampilkan kalau aku melihat semuanya. Aku akan melihat peningkatan atribut nanti saja. Sekarang, jelaskan padaku kenapa kualitasnya meningkat," kata Aksa kepada Sistem.


[Selamat, Host. Alasan kualitas produk peternakannya meningkat adalah karena Sajaya Farm sudah membuka beberapa fasilitas yang bermanfaat. Sajaya Farm juga sudah mengadakan event yang luar biasa ]


Aksa menyipitkan matanya saat mendengar perkataan Sistem. Dia mendapat informasi kalau peningkatan kualitas produk peternakan adalah karena fasilitas yang bermanfaat.


Itu artinya, Sajaya Farm harus memperhatikan para pengunjung di masa depan kalau Aksa ingin peningkatan produk peternakan ke kualitas S, tingkatan kualitas yang paling tinggi.


"Yah, jalan untuk perjalanan kuda juga sudah selesai. Mungkin aku bisa memanfaatkan fasilitas ini," pikir Aksa.


Setelah selesai menguak notifikasi misterius dari Sistem, Aksa keluar dari peternakan game. Dia segera pergi ke jalan yang baru saja selesai yang nantinya akan digunakan untuk aktivitas perjalanan kuda.


Jalan kuda ini memiliki panjang 2 kilometer dengan jalan yang menyambung. Jadi, garis start juga merupakan garis finish nya. Tidak ada bentuk ataupun pola, karena jalan ini dibuat menyesuaikan medan.


Sekarang, di sana ada beberapa karyawan yang sedang melakukan pencatatan dan pemeriksaan. Semua fasilitas, entah yang sudah dibuka atau belum, tetap akan dicatat dan diperiksa.


Hal ini dilakukan agar tidak ada sesuatu yang salah, yang nantinya malah akan melukai pengunjung. Aksa sangat mementingkan sesuatu yang terkait keselamatan, mau itu pengunjung atau karyawannya.

__ADS_1


"Bos!" Para karyawan Aksa melihat Aksa dan segera menyapanya.


"Ya. Kerja bagus, kalian. Bagaimana, apakah ada sesuatu yang salah?" angguk Aksa, lalu dia bertanya kepada mereka.


Seorang karyawan yang memegang pena dan kertas maju dan berkata, "Tidak ada yang salah, Bos. Tapi ada sesuatu yang perlu Bos tahu, karena ini perlu keputusan Bos."


"Oh? Katakan, apa itu. Semoga bukan sesuatu yang besar," kata Aksa dengan penasaran dan meminta karyawannya untuk memberitahunya.


"Baik. Di tikungan keempat, di sebelah kanan jalan ada lereng yang tidak terlalu tinggi. Tapi di bawah lereng ada kubangan air yang lumayan besar. Saya takut kalau saat hujan, akan terjadi longsor," jelas karyawan tersebut.


Yang dimaksud dengan tikungan keempat, adalah sebuah tikungan jalan yang keempat. Karena belum ada tanda untuk penanda jalan. Tanda jalannya sedang dibuat oleh Rofiq, dan akan selesai sebentar lagi.


"Hm, menurut apa yang kamu katakan, longsor yang terjadi hanyalah longsor kecil. Tapi ini juga cukup mengganggu ya," kata Aksa sambil menyentuh dagunya dan berpikir sejenak.


"Iya Bos. Saya lihat di internet kalau ada orang yang suka berkuda saat hujan juga. Saya takut kalau pengunjung yang berkuda saat hujan akan terluka," angguk karyawan tersebut dengan serius.


Karena bahkan kalau ditimbun dengan tanah atau batu, saat hujan tetap akan terjadi longsor. Jadi, sekarang dia sedang bingung bagaimana cara mengatasinya.


"Hm, lanjutkan pekerjaan kalian, aku akan langsung ke sana," kata Aksa kepada karyawan-karyawannya.


"Baik, Bos!" Mereka mengangguk dengan serius, lalu segera melanjutkan pekerjaan mereka.


Aksa menganggukkan kepalanya dengan puas, lalu dia segera pergi ke kandang kuda. Karena jalan khusus kuda ini sedikit sulit untuk dilewati dengan sepeda listrik. Kalau mau mudah, harus jalan kaki, dengan kuda, motor, atau mobil.


Setelah sampai di kandang kuda, dia segera mengeluarkan Ace, kuda miliknya. Kemudian mereka berdua segera pergi ke tikungan keempat di jalan khusus kuda.


Setelah beberapa saat, mereka sampai di tikungan keempat. Aksa turun dari punggung Ace dan segera melihat ke kubangan di dekat tikungan. Lalu dia tidak bisa berkata-kata karena kubangan itu memang lumayan besar.

__ADS_1


Kubangan itu berbentuk bulat yang tidak beraturan, dengan lebar sekitar 5 sampai 7 meter persegi. Lalu dengan kedalaman 30 centimeter. Kubangan ini berbahaya bukan hanya saat hujan saja, tapi saat semua kondisi cuaca.


"Kubangan seperti ini bisa diatasi dengan beberapa cara. Drainase, menanam pohon, pemadatan tanah, dan terasering untuk lerengnya. Hm, enak mana ya?" Aksa menyentuh dagunya dan berpikir sejenak.


[Host, kalau drainase, air nya akan dialirkan ke mana?] Sistem bertanya kepada Aksa dengan penasaran.


"Nanti aku buat selokan di sekitar jalan. Tapi tunggu sebentar, membuat selokan juga akan mengganggu pengunjung saat berkuda di sini," pikir Aksa dengan serius.


[Pemadatan tanah juga sama. Memadatkan tanah membutuhkan alat berat atau teknik pemadatan tanah yang sesuai. Dan ini juga akan mengganggu pengunjung.]


"Ya, kamu benar. Jadi, kita hanya bisa menggunakan dua cara. Menanam pohon dan terasering di lerengnya," angguk Aksa sambil berpikir.


[Lalu lakukan saja dua-duanya, Host. Kalau anda air di kubangan, kita bisa memindahkannya dengan selang air, karena tanaman dan terasering butuh waktu.]


"Aku setuju. Baiklah, aku akan bertanya kepada Pak Bayu nanti masalah terasering ini, siapa tahu beliau punya teman di bidang ini," angguk Aksa sambil membuka napas panjang.


Karena sudah tahu cara mengatasi masalah kubangan air dan longsor kecil, Aksa kembali ke kandang kuda dengan Ace. Setelah itu, Aksa berpatroli lagi dan bertanya kepada karyawan-karyawannya apakah ada masalah atau tidak.


Aksa lebih suka mendengar laporan dari karyawannya secara langsung, daripada lewat pesan atau telepon. Karena dengan itu dia bisa berkomunikasi dengan nyaman dan agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Lalu pada saat ini, Aksa sedang mendengarkan orang dari karyawan yang menjaga loket tiket. Dia mendengarkan dengan seksama karena laporan ini cukup menarik, karena si karyawan juga memberi pendapatnya.


"Bos, loket tiket perlu diperbesar agar ada karyawan lain yang bertugas di sini. Selain karena ada banyak pengunjung, kebanyakan dari mereka juga orang tua, jadi kasihan kalau menunggu terlalu lama," kata si karyawan wanita penjaga loket tiket.


"Masuk akal, lalu selain ini, apa kamu ada laporan lain?" Aksa mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu dia bertanya kepada karyawan wanita itu.


"Sebenarnya saya punya pendapat, apa boleh saya utarakan?" kata si karyawan wanita itu.

__ADS_1


"Tentu saja, silakan, aku akan mendengarkan," angguk Aksa sambil tersenyum tipis. Dia paling suka kalau ada karyawan yang punya pendapat yang berbeda, karena mereka melihat dari sudut pandang lain.


__ADS_2