
Malam harinya, Aksa masih berada di Sajaya Farm karena lebah-lebah yang dikirim dengan jasa pengiriman sistem sudah sampai dan Aksa harus ada di sana sebagai formalitas saja.
Setelah Aksa menandatangani bukti kirim, dia segera meminta Galih dan penjaga keamanan lainnya untuk membawa kotak penuh lebah madu ke area lebah madu.
Setelah sampai di area lebah, Aksa menyuruh semuanya untuk mundur karena dia akan melepaskan lebah-lebah tersebut. Mereka mengangguk dan segera mundur tanpa berkata apapun karena mereka sudah percaya.
Mereka tahu kalau Aksa sangat akrab dengan hewan-hewan yang ada di Sajaya Farm. Memang aneh jika dilihat, tapi semua itu sudah mereka saksikan dengan kedua mata mereka.
"Satu kotak berisi satu koloni, agak aneh karena tidak ada ratu lebahnya, tapi yah tidak apa-apa juga." Aksa mengangkat bahunya dan tidak terlalu memikirkannya.
[Host bisa mengubah lebah biasa menjadi ratu lebah jika ada pengunjung yang penasaran. Jika tidak ada sesuatu, maka Host tidak perlu mengubah lebah biasa menjadi ratu lebah.]
"Kamu benar, aku hanya akan mengubahnya saat perlu saja. Untuk hari-hari biasa, ya tetap seperti biasa." Aksa menganggukkan kepalanya atas perkataan dari Sistem.
Setelah itu Aksa segera membuka kotak-kotak yang ada di sekiranya satu per satu. Kemudian, kerumunan lebah yang sangat banyak memenuhi area lebah.
"Kalian semua segera pergi ke kandang yang sudah aku sediakan, jangan saling bertengkar ataupun berebut makanan!" Aksa memberi perintah kepada para lebah madu.
Lebah memiliki tingkat kecerdasan yang relatif sederhana jika dibandingkan dengan manusia, namun mereka memiliki kemampuan yang mengagumkan dalam konteks aktivitas mereka.
Lebah memiliki sistem komunikasi yang rumit menggunakan gerakan tarian untuk menginformasikan lokasi sumber makanan kepada koloni mereka.
Tapi karena aura Aksa bisa membuatnya bersahabat dengan hewan ditambah dengan para lebah madu berasal dari peternakan game, semua lebah madu memahami perintah yang diberikan oleh Aksa.
Jadi, para lebah madu segera berkoloni dan pergi ke kandang yang sudah disediakan. Aksa menganggukkan kepalanya dengan puas saat melihat mereka segera melakukan perintahnya.
"Tapi, jika hanya seperti ini akan terasa membosankan. Aku harus menambah sesuatu agar menjadi lebih menarik lagi, tapi apa ya?" Aksa menyentuh dagunya dan berpikir sejenak.
__ADS_1
[Host bisa mengubah kandang lebah yang sekarang menjadi kandang yang unik. Atau jika terlalu sulit, maka kandangnya bisa dicat dan dihias sesuatu yang unik.]
"Idemu cukup bagus, karena aku baru saja membeli kandang lebah, maka aku akan menghiasinya saja." Aksa tersenyum, dia menerima ide dari Sistem.
Setelah itu, Aksa juga akan membuat taman bunga mini khusus untuk para lebah. Kemudian dia juga akan menambahkan kamera pengawas agar bisa mengamati pergerakan para lebah madu.
"Yah, sudah terlalu larut untuk pulang, ayo tidur di kantor saja." Aksa menguap karena dia sudah mengantuk, jadi dia pergi ke kantornya untuk tidur di sana.
...----------------...
Keesokan harinya, Lisa dan timnya segera membuat video pemberitahuan kalau persiapan area lebah madu sudah selesai semua, jadi area ini akan dibuka hari ini juga.
Tapi karena para lebah madu tidak bersahabat dengan Lisa dan timnya, Aksa ikut dengan mereka untuk mengoordinasi para lebah, dia tidak masuk ke dalam rekaman video.
Kemudian, setelah beberapa saat mengedit video yang sudah direkam, Lisa mengirimkan video yang sudah jadi kepada Aksa dan Aksa segera mengunggahnya di akun sosial media Sajaya Farm.
Pada saat ini, orang-orang yang memiliki waktu luang menerima notifikasi di ponsel mereka kalau Sajaya Farm sudah mengunggah video baru. Mereka segera memeriksanya dengan penasaran.
Video pemberitahuannya menampilkan Lisa yang sedang memakai pakaian pelindung lebah. Kemudian dia masuk ke dalam area lebah madu yang merupakan hutan kecil.
Kemudian kamera menyorot kandang-kandang lebah yang di sekitarnya penuh dengan lebah. Ada lebah yang sedang terbang, sedang hinggap di kandang, ada juga yang sedang mengambil nektar bunga.
Pada awalnya, lebah-lebah tersebut menjadi ribut karena mereka melihat kalau ada orang tidak dikenal masuk ke wilayah mereka, tapi situasi menjadi terkendali karena mereka melihat Aksa.
"Jadi ini area lebah madu yang sudah dibuka? Sayang sekali aku tidak bisa ke Sajaya Farm sekarang. Tapi bagaimana cara agar bisa masuk ke dalam area lebah?"
"Aku sudah membaca caption kalau kita bisa memesan tiket khusus untuk masuk ke area lebah. Harganya memang murah, tapi masalahnya adalah kuotanya yang hanya 20 orang per sesi."
__ADS_1
Benar, Aksa sudah menetapkan angka pengunjung yang bisa masuk ke dalam area lebah. Tapi 20 orang tersebut adalah pengunjung biasa, nanti ada tempat khusus untuk pengunjung kelas atas.
Setiap sesi akan berlangsung selama satu jam, dan per harinya ada 8 sesi dengan waktu istirahat dari jam 12 sampai jam 1 siang.
Jadi, Sajaya Farm bisa menerima 160 pengunjung per hari untuk masuk ke dalam area lebah. Nanti juga akan ada pemandu di area lebah, Aksa juga akan ikut tapi hanya sesekali saja.
...----------------...
"Hah? Tidak ada orang yang protes?" Aksa mengangkat alisnya karena bingung saat tidak melihat adanya komentar negatif atau protes dari orang-orang.
[Mereka semua adalah pengikut Sajaya Farm, otomatis mereka juga mencintai Sajaya Farm. Jadi tentu saja mereka tidak protes hanya karena hal kecil seperti ini.]
"Yah, apa yang kamu katakan masuk akal juga." Aksa menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya dan tidak terlalu memikirkannya.
Kemudian saat ini, ponselnya berdering kalau ada telepon dari seseorang. Aksa melihatnya kalau yang menelepon adalah Sarah, jadi dia segera menekan tombol jawab.
"Aksa, sudah ada banyak rekrutmen yang datang, kamu datanglah ke sini," kata Sarah segera setelah Aksa menjawab teleponnya.
"Cepat sekali? Baiklah, tunggu sebentar, aku akan segera ke sana." Aksa sedikit terkejut, kemudian dia segera keluar dari kantor dan menuju aula yang ada di lantai satu.
Aksa sudah mengunggah pemberitahuan lowongan pekerjaan untuk mengurusi area lebah madu pagi tadi, tapi dia tidak menyangka kalau sudah ada banyak orang yang datang ke Sajaya Farm padahal hari masih pagi.
"Sepertinya mereka sedang butuh pekerjaan. Yah, aku usahakan untuk menerima banyak pekerja," batin Aksa yang tahu bagaimana sulitnya mencari pekerjaan.
Karena Aksa juga pernah mengalami situasi yang serupa dulu sebelum mendapat Sistem Game Peternakan. Jadi dia akan mengusahakan untuk menerima banyak pekerja agar mereka tidak pulang dengan tangan kosong.
Meskipun begitu dia juga tidak bisa menerima semua orang karena tidak banyak posisi yang kosong Sajaya Farm dan dia juga bukanlah seorang pahlawan.
__ADS_1
Jadi dia hanya bisa berharap kalau para rekrutmen ini memiliki pengetahuan, skill, atau pengalaman yang mumpuni agar bisa diterima di Sajaya Farm dengan mudah karena Aksa tidak melihat pendidikan terakhir seorang rekrutmen.