
Karena ini masih permulaan, yang memainkan alat-alat musik adalah para karyawan Sajaya Farm. Mereka segera memainkan alat musik dan juga ada yang bernyanyi, itu adalah karyawan wanita dengan suara yang merdu.
Aksa dan Sarah duduk di samping, mereka berdua tersenyum karena melihat para pengunjung yang fokus terhadap konser musik sederhana ini.
Memang tidak semua pengunjung yang memperhatikan, mereka yang tidak memperhatikan sedang melakukan aktivitasnya masing-masing.
Kemudian, ada seorang anak kecil yang lepas dari pelukan ibunya. Anak kecil itu berlari ke area yang kosong dan menggerak-gerakkan tubuhnya dengan kaku tapi terlihat lucu.
Banyak orang yang tertawa karena melihat hal itu. Bukan karena mereka mengejek anak kecil itu, tapi tarian yang dilakukannya memang sangat lucu dan menggemaskan.
"Haha, dari mana dia belajar tarian itu?" Bahkan Sarah sampai tertawa kecil saat melihat anak kecil itu menari dengan kaku.
"Mungkin dia sering melihat video menari, dan sekarang adalah saatnya untuk memamerkannya," kata Aksa sambil tersenyum juga.
Sarah menganggukkan kepalanya dan berkata, "Anak-anak biasanya yang paling takut, tapi kadang mereka juga yang paling berani."
"Ya, karena rasa penasaran mereka sangat tinggi," balas Aksa.
Karena melihat ada anak kecil yang menari dengan gembira, banyak orang-orang yang saling memandang, kemudian tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mereka segera bergabung dengan anak kecil itu.
Saat musik memenuhi udara, kerumunan mulai bergerak, seolah-olah mereka adalah satu entitas yang hidup dan bernafas.
Orang-orang dari berbagai usia dan latar belakang tergoda oleh dentuman bass yang menggelegar dan melodi yang memikat. Mereka mulai menari, membebaskan diri mereka dari segala beban dan kekhawatiran sehari-hari.
Gerakan-gerakan yang berirama memenuhi area dansa, dari goyangan lembut hingga loncatan bebas. Ada yang bergerak bersama teman dalam kebersamaan, sementara yang lain mengekspresikan diri mereka secara individu.
Meskipun diluar sedang hujan, tapi itu tidak bisa memadamkan api semangat orang-orang. Justru sekarang api semangat mereka semakin berkobar.
"Lisa! Lakukan siaran langsung!" kata Aksa kepada Lisa yang sedang bertepuk tangan.
__ADS_1
Lisa langsung menoleh ke arah Aksa yang memberinya perintah. Kemudian dia mengangguk menerima perintah dari Aksa, dan segera mempersiapkan peralatan siaran langsung bersama dengan timnya.
"Aksa, kamu mau siaran langsung?" tanya Sarah dengan penasaran.
"Ya. Aku ingin menunjukkan suasana yang meriah di Sajaya Farm. Meskipun cuaca sedang hujan, tapi hal ini tidak membuat para pengunjung bosan," angguk Aksa sambil tersenyum cerah.
Sarah tersenyum tipis karena itu ide yang bagus. Lalu dia berkata, "Itu ide bagus. Lalu, aku punya permintaan di sini, kamu mau mendengarnya?"
Aksa mengangkat alisnya dan membalas, "Permintaan? Tentu saja, katakan apa permintaanmu. Aku akan mencoba untuk memenuhinya."
"Terima kasih, Aksa, tapi ini bukan permintaan yang berat. Bisakah Ratu masuk di dalam kamera? Aku lihat dia masih agak malu-malu, ini tidak baik untuk pekerjaannya," kata Sarah sambil menghela napas panjang.
Setelah mendengarkan permintaan Sarah, Aksa tidak langsung menyetujuinya, tapi dia menoleh ke arah Ratu yang sedang duduk. Dia melihat kalau Ratu duduk sendirian sambil bertepuk tangan.
Aksa mengamatinya sebentar, kemudian dia menganggukkan kepalanya dan berkata, "Tidak masalah. Mungkin karena dia baru pertama kali di pekerjaan seperti ini, jadi dia masih malu. Kamu bisa memberitahu Ratu untuk ikut siaran langsungnya."
"Terima kasih Aksa!" Sarah tersenyum cerah dan berterima kasih kepada Aksa. Kemudian dia berdiri, berjalan menghampiri Ratu, dan memberitahunya untuk ikut siaran langsung.
Saat Ratu ragu-ragu, Sarah berkata, "Ratu, kamu masih malu-malu. Ini tidak baik untuk pekerjaanmu yang merupakan seorang manajer. Apalagi, kamu adalah manajer untuk area kuda khusus."
Ratu tertegun saat mendengar perkataan Sarah. Dia berpikir kalau pekerjaan sebagai manajer memang harus berkomunikasi dengan orang lain.
Apalagi di area kuda khusus, orang-orang yang datang memiliki status yang tidak biasa. Jadi dia harus bersikap profesional dan tidak boleh malu-malu.
"Baik, aku ikut." Ratu mengangguk. Dia tidak mau membuat masalah bagi Sajaya Farm. Jika tidak, dia akan dipecat dan akan kehilangan sumber pendapatan.
"Bagus, ayo ke sana. Aku akan mengenalkan mu kepada Lisa dan timnya," angguk Sarah sambil tersenyum tipis.
Mereka berdua segera pergi ke Lisa dan timnya yang sedang mempersiapkan alat siaran langsung. Sarah juga saling memperkenalkan Ratu dan Lisa.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, semua alat siaran langsung sudah siap. Lalu orang yang bertugas untuk merekam segera menyalakan kamera dan mengarahkan kameranya ke arah Lisa dan Ratu.
--- {Ada apa ini? Mengapa Sajaya Farm mulai siaran langsung tanpa pemberitahuan terlebih dahulu?}
--- {Tunggu sebentar, suasana agak berbeda. Apa orang-orang di belakang Lisa sedang menari dan tertawa?}
--- {Apakah Sajaya Farm sedang mengadakan event tersembunyi!?}
Banyak orang yang berbondong-bondong memasuki ruang siaran langsung. Mereka bertanya-tanya mengapa Sajaya Farm melakukan siaran langsung. Kemudian mereka melihat kalau orang-orang di belakang Lisa dan Ratu sedang menari.
Jadi banyak orang yang penasaran dan mulai bertanya di area komentar. Area komentarnya penuh dengan huruf-huruf sehingga Lisa hanya bisa tersenyum tidak berdaya.
"Halo teman-teman, Lisa di sini. Lisa akan menjawab pertanyaan kalian. Sekarang sedang hujan, Pak Aksa memutuskan untuk mengadakan kegiatan sederhana di dalam restoran," ungkap Lisa.
Lisa segera menjelaskan situasi yang sedang terjadi di dalam restoran dan alasan mengapa orang-orang di belakangnya sedang menari dan tertawa bersama.
Di samping Lisa ada Ratu yang sedang berdiri dengan gugup. Dia tidak tahu harus mengatakan apa karena tidak pernah ikut siaran langsung. Apalagi dia merasa canggung karena kepribadian Lisa sangat ceria.
"Oh iya, Sajaya Farm punya manajer baru! Ayo kita kenalan dengan Ratu!" Lisa tersenyum, lalu dia menoleh ke arah Ratu. Kameraman juga mengarahkan kameranya ke arah Ratu.
"Ahh..." Ratu membuka mulutnya dan tidak tahu harus mengatakan apa. Lisa yang melihat hal itu segera menepuk bahunya dengan wajah tersenyum.
"Jangan khawatir, santai saja," kata Lisa kepada Ratu.
--- {Ohh, apakah dia adalah karyawan barunya? Aku penasaran mengapa tidak pernah melihatnya di Sajaya Farm.}
--- {Aku tahu dia. Ratu adalah manajer di area kuda khusus. Jadi tidak banyak orang yang melihatnya.}
Ratu melihat komentar yang dilontarkan oleh para penonton. Dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Halo semuanya, aku Ratu. Aku bekerja di area kuda khusus, jadi kalian mungkin tidak pernah melihatku."
__ADS_1
Ratu memperkenalkan dirinya sesuai dengan standar, tapi ini sudah merupakan kemajuan. Lisa tersenyum, lalu dia mulai berbicara dengan Ratu tentang kegiatan yang ada di restoran.