Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Siaran Langsung Mengenai Hewan Ternak Ayam


__ADS_3

"Halo teman-teman, Lisa kembali lagi, apakah kalian semua merindukan Lisa? Hahaha." Lisa menyapa para penonton dengan senyum manisnya.


--- {Tidak perlu bertanya, aku merindukanmu Lisa!!}


--- {Hari ini akan melakukan siaran langsung tentang apa, Lisa?}


--- {Anak-anakku sudah siap, mereka menyukai siaran langsung Sajaya Farm karena pembawaannya yang santai dan ceria.}


Para penonton juga menyapa dengan antusias, bahkan pihak Vtube juga heran karena siaran langsung tempat wisata bisa digemari banyak orang dibandingkan dengan siaran langsung wanita.


"Hahaha, sepertinya teman-teman sangat bersemangat, ya. Lalu, mari kita sapa Pak Aksa yang akan membawa siaran langsung kami!!" kata Lisa dengan semangat.


Kamera diarahkan ke arah Aksa yang sedang tersenyum, senyuman Aksa sangat cerah bahkan sampai membuat para penonton wanita yang lajang terpesona dan sampai mimisan.


Setelah Aksa menyapa para penonton, mereka langsung berjalan ke area hewan ternak ayam. Aksa akan menjelaskan bagaimana cara mengambil telur ayam.


"Tempat untuk menaruh telur bisa menggunakan apa saja, bisa menggunakan tray telur, keranjang telur, atau wadah biasa asalkan aman untuk telur," kata Aksa yang sedang mengambil keranjang telur.


Di Sajaya Farm, para pengunjung biasanya memang menggunakan keranjang telur untuk menaruh telur yang mereka ambil karena lebih mudah di bawa menggunakan satu tangan saja.


Aksa dan mereka masuk ke dalam kandang ayam. Ada dua bagian di dalam, yang pertama, semua ayam di dalam kandang ayam berada di dalam sangkar besi dan sebuah pipa untuk menaruh pakan ayamnya.


Lalu yang kedua adalah area kosong untuk para ayam bergerak dengan bebas agar mereka tidak stress. Pengunjung juga bisa masuk setelah mengenakan sepatu khusus.


"Ngomong-ngomong, pakan ayam yang digunakan di Sajaya Farm bukanlah dedak halus melainkan jagung giling," kata Aksa dan kamera segera memperlihatkan pakan ayamnya.


Jagung giling memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk ayam petelur. Ini dikarenakan jagung giling mengandung sumber nutrisi makro dan mikro seperti sumber energi, sumber protein, sumber mineral, dan vitamin.


Jagung mengandung 10% kadar karbohidrat sebagai sumber energi. Selain itu, jagung juga mengandung 9% protein kasar, 3,9% lemak, dan serat kasar sebesar 0,02%.


Selain itu, jagung juga mengandung vitamin A (xantofil) yang mampu memberikan warna kuning yang lebih cerah pada kuning telur.


Jagung giling ini bukanlah pakan ayam yang dibeli dari penjual melainkan dari toko game. Aksa membeli semua pakan hewan dari sana karena lebih murah namun kualitasnya lebih tinggi.


Menggunakan poin untuk membeli pakan ayam juga lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan uang di dunia nyata dan prosesnya juga lebih cepat karena toko game langsung memunculkan barang.


--- {Pantas saja telur ayam milik Sajaya Farm sangat enak. Mereka menggunakan pakan ayam yang memiliki kualitas tinggi.}

__ADS_1


--- {Meskipun memang agak mahal, tapi harga sesuai dengan kualitas. Aku tidak keberatan karena sudah mencoba telur ayamnya.}


--- {Aku sangat menyukai telur ayam dari Sajaya Farm, tidak, aku bahkan sampai ketagihan.}


"Hahaha, bagus kalau kalian menyukai telur ayam kami. Lalu, cara mengambil telur ayam di Sajaya Farm cukup mudah, karena telurnya menggelinding ke tempat yang lebih rendah," kata Aksa.


Setelah ayam bertelur, telurnya akan menggelinding ke tempat yang lebih rendah. Pengunjung bisa langsung mengambilnya dan menaruhnya ke dalam keranjang telur.


Aksa mengambil telur ayam yang baru saja keluar dari induknya, ia juga memperlihatkan telur ayamnya ke depan kamera agar para penonton bisa melihatnya.


"Kalian bisa melihatnya kalau semua telur yang ada di Sajaya Farm memiliki bentuk yang hampir sama. Memang ada yang berbeda namun tidak terlalu jauh," kata Aksa.


Ayam di Sajaya Farm adalah hewan dari peternakan game, jadi telur yang dihasilkan memiliki bentuk yang hampir sama. Ini karena ayam peternakan game berada di dunia nyata.


Jika telur yang dihasilkan dari ayam yang ada di dalam peternakan game, semua telurnya memiliki bentuk yang sama persis.


--- {Ini salah satu yang aku suka, semua telurnya memiliki bentuk yang hampir sama. Jadi harga yang ditawarkan juga adil dan mudah untuk ditimbang.}


--- {Sial, melihat siaran langsung hari ini aku jadi ingin memakan telur. Beruntung aku masih memiliki stok telur ayam dari Sajaya Farm.}


Saat mereka sedang mengambil telur, tiba-tiba saja ada sebuah suara renyah. Kamera segera mencari sumber suara dan menemukan kalau ada telur yang pecah di lantai bawah mereka.


Aksa segera memanggil karyawan dan memintanya untuk membersihkan telur ayam yang pecah. Kemudian mereka melanjutkan kegiatannya.


--- {Sayang sekali telurnya pecah. Aku merasa sedih karena telur seenak itu pecah dan dibuang.}


--- {Mau bagaimana lagi? Apakah kamu ingin memakan telur yang sudah pecah di lantai yang kotor karena diinjak-injak banyak orang?}


"Pak Aksa! Biarkan aku yang mengambil telur!" Lisa menawarkan diri untuk mengambil telur ayam karena dia penasaran.


"Hahaha, tentu, silakan." Aksa tersenyum dan mengangguk mempersilakan Liza mengambil telur ayam.


Liza tersenyum gembira seperti anak kecil yang melakukan hal baru, ia mengulurkan tangan kanannya mencoba untuk menggapai telur yang belum menggelinding dan masih di bawah induk ayam.


Lalu tiba-tiba saja, sang induk ayam melihat tangan yang Lisa ulurkan untuk mengambil telur miliknya. Induk ayam segera mematuk punggung tangan kanan Lisa.


"Ahh!!" Lisa berteriak kesakitan dan langsung menarik tangan kanannya yang dipatuk oleh sang induk ayam.

__ADS_1


--- {Hahaha, Lisa dipatuk induk ayam! Apakah itu sakit? Yah, pasti sakit.}


--- {Hahaha, lagipula dia mengambil yang belum menggelinding dan masih berada di bawah sang induk.}


--- {Lisa! Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu membutuhkan pengobatan? Lisa dewiku!!}


Aksa tertawa sebentar lalu segera mengambil kotak P3K di dinding kandang karena memang sudah disediakan oleh Sajaya Farm kalau-kalau ada pengunjung yang terluka di sini.


Aksa memegangi tangan Lisa dan membersihkan luka yang berdarah karena dipatuk ayam. Setelah dibersihkan, Aksa menggunakan plester untuk menutupi luka tersebut.


Lisa melihat wajah Aksa yang sedang mengobati lukanya, ia dulunya adalah seorang model dan jarang sekali ada pria yang berani mendekati dirinya karena statusnya sebagai model.


Ia tidak pernah dekat dengan seorang pria, itulah mengapa wajahnya memerah saat merasakan Aksa yang dengan lembut mengobati lukanya dan di dalam hatinya, ia merasa malu.


"Apa yang aku pikirkan! Aksa adalah bosku dan tidak boleh jatuh cinta dengannya. Tapi, jika aku jatuh cinta, apakah ini menjadi cinta atasan dan bawahan?" batin Lisa yang sedang berpikir liar.


"Baik, sudah selesai." Aksa mengembalikan kotak P3K ke tempat awalnya.


--- {Wajah Lisa memerah, apakah dia jatuh cinta dengan Aksa? Aku akan mendukungmu!!}


--- {Wah-wah, jika Lisa jatuh cinta dengan Aksa, aku juga akan mendukungnya dengan sepenuh hati!!}


--- {Oh tidak!! Dewiku Lisa, jangan jatuh cinta!! Bagaimana dengan diriku ini jika kamu jatuh cinta!?}


Aksa tidak melihat komentar-komentar tersebut namun Lisa melihatnya. Wajahnya menjadi lebih merah lagi saat melihat komentar dari pada penonton yang mendukung dirinya jika jatuh cinta dengan Aksa.


Setelah mereka selesai mengambil telur ayam, siaran langsung berakhir karena besok mereka akan melakukan kegiatan memasak dan yang memasak adalah Aksa itu sendiri.


Meskipun enggan, para penonton juga menantikan siaran langsung besok karena mereka mendengar kalau Aksa akan memasak daging sapi dan daging ayam yang sudah dipotong.


Adapun mengapa tidak menyiarkan langsung proses penyembelihan hewan, itu karena siaran langsung tidak memperbolehkan hal tersebut karena mengandung unsur darah.


Sekarang internet bisa diakses oleh segala usia, jadi meskipun penyembelihan bukanlah perilaku kejam, tapi itu masih kurang baik untuk dipertontonkan di internet.


"Kalau begitu, sampai jumpa lagi!" kata Aksa sebelum siaran langsung berakhir.


"Yah, meskipun ada sedikit kecelakaan, tapi itu juga tidak mempengaruhi siaran langsung, jadi tidak apa-apa," kata Aksa kepada Lisa.

__ADS_1


Lisa hanya menganggukkan kepalanya karena dia masih mengingat yang tadi dan dirinya terlalu malu untuk berbicara dengan Aksa.


Aksa tidak memperhatikan ekspedisi Lisa, setelah membubarkan tim, Aksa kembali ke kantornya untuk beristirahat karena sebentar lagi juga masuk waktunya makan siang.


__ADS_2