
Pada saat siang hari, masih banyak pengunjung yang datang ke Sajaya Farm meskipun acara pengumumannya akan dilaksanakan pada saat malam harinya.
Itu artinya para pengunjung datang karena Sajaya Farm, bukan karena event. Mereka sudah mencintai Sajaya Farm sehingga tidak terlalu peduli apakah ada event atau tidak yang penting datang.
Aksa juga bahagia dengan hal ini karena Sajaya Farm jarang sekali melakukan promosi seperti iklan, keterkenalan Sajaya Farm disebabkan oleh omongan orang dari mulut ke mulut.
Selain itu, sekarang adalah dunia di mana internet sangat berkembang. Jadi banyak pengunjung yang mengunggah kegiatan mereka di Sajaya Farm ke akun sosial media mereka.
Hal tersebut membuat orang-orang yang belum tau atau belum pernah mengunjungi Sajaya Farm menjadi tertarik dan pada akhirnya mereka datang ke Sajaya Farm.
Lalu sekarang sudah menjelang malam, Aksa dan yang lain sedang mempersiapkan hal-hal untuk acara pengumuman pemenang dari event keempat yaitu event perburuan.
"Aksa, hadiah apa yang akan kamu berikan?" tanya Sarah kepada Aksa. Karena akan hambar kalau hadiahnya hanya produk-produk peternakan saja.
"Yah, seperti yang sudah tertera. Aku akan memberikan hadiah berupa produk-produk peternakan kualitas B, dan ada hadiah yang baru saja aku tambahkan." Aksa tersenyum dan menjawab pertanyaan Sarah.
"Ehh, baiklah." Sarah menghela napas karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari Aksa. Tapi dia juga tidak bertanya lebih lanjut karena Aksa juga tidak akan memberitahunya.
"Bos, ada sedikit masalah di sini." Pada saat ini Galih berjalan menghampiri Aksa dengan wajah yang sedikit cemas.
Aska mengangkat alisnya, dia segera bertanya, "Katakan, apa yang sedang terjadi?"
"Bos, kambing-kambing yang ada di area luar mulai mendekat. Sekarang mereka sedang berada di dekat area kuda, area yah paling jauh," kata Galih dengan nada serius.
"Hm? Mereka masih berulah ya. Bagaimana dengan tim yang sudah dibentuk untuk menangani mereka?" tanya Aksa kepada Galih.
"Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kambing-kambingnya tetap kukuh. Kami hanya bisa menggunakan cara kekerasan jika diperlukan. Itulah sebabnya kami melaporkan ini kepada Bos." Galih berkata dengan anda tidak berdaya.
"Baiklah, terima kasih. Simba! Zoe! Ayo ke sana!" Aksa menganggukkan kepalanya kepada Galih, kemudian dia memanggil Simba dan Zoe yang sedang bermain.
__ADS_1
Simba dan Zoe segera mengejar Aksa yang sedang berlari menuju lokasi kambing-kambing liar. Mereka tidak tahu mengapa tapi tetap menuruti perintah Aksa karena tahu kalau akan diberi bonus makanan.
Aksa memang harus menambah porsi makanan untuk Simba dan Zoe jika dia membutuhkan bantuan mereka. Itulah sebabnya Simba dan Zoe akan bersemangat jika ada perintah dari Aksa.
Mereka bertiga berlari ke arah lokasi kambing-kambing liar, kemudian setelah sampai, mereka melihat kalau kambing-kambing itu sedang saling tatap dengan karyawan-karyawan.
"Bos!" Karyawan Aksa melihat kalau Aksa sudah datang, jadi mereka gembira karena akhirnya ada yang bisa memberikan perintah.
"Bagaimana situasinya?" Aksa menganggukkan kepalanya, lalu dia segera bertanya situasi yang terjadi saat ini.
"Kambing-kambingnya tidak menyerah, tidak mau diapa-apakan. Seolah-olah mereka punya tujuan untuk datang ke Sajaya Farm," jelas salah satu karyawan Aksa.
"Yah, sudah jelas itu karena mereka tidak pernah melihat manusia," batin Aksa sambil menghembuskan napas panjang.
[Itu karena Host memakan kristal aura yang membuat Host disenangi oleh hewan.]
"Nah, masuk akal juga." Aksa menganggukkan kepalanya karena Sistem memang ada benarnya.
"Simba, Zoe, jaga bagian belakang. Jangan biarkan mereka kabur." Aksa memberi perintah kepada Simba dan Zoe.
"Meong!!" Simba menganggukkan kepalanya dan segera berlari ke arah belakang kambing-kambing itu.
"Guk!" Zoe menggonggong dan segera berlari mengikuti Simba.
Aksa menarik napas dalam-dalam dan mengencangkan otot-ototnya. Meskipun sudah diketahui kalau kambing-kambing liar itu hanya penasaran, tapi Aksa berjaga-jaga jika ada situasi tidak terduga.
"Halo, mengapa kalian ke wilayahku?" tanya Aksa sambil tersenyum. Dia hanya bertanya secara simbolis karena tahu kalau kambing itu tidak bisa memahami bahasanya.
"Mbee! Mbee?" Kambing itu bersuara dengan keras, kemudian dia memiringkan kepalanya seolah-olah sedang kebingungan.
__ADS_1
Tapi di telinga Aksa, kambing itu jelas mengatakan sesuatu karena dia sudah bisa memahami bahasa hewan berkat susu penerjemah dari Sistem.
Kambing itu berkata, "Manusia, ajak kami ke tempatmu! Bolehkah?"
Benar, kambing-kambing itu memang memiliki tujuan untuk pergi ke wilayah Sajaya Farm. Mereka penasaran dengan manusia di sana dan ingin melihat mereka karena memang sudah lama tidak melihat manusia.
Aksa menghela napas lega dan mengendurkan otot-ototnya kembali. Dia berbalik dan berkata, "Semuanya! Pimpin jalan menuju area panggung! Mereka penasaran dengan dunia manusia!"
Kemudian Aksa berjalan ke depan diikuti oleh kambing-kambing itu dan di belakang mereka juga ada Simba dan Zoe yang memastikan tidak ada kambing yah tersesat atau bahkan kabur.
"Bos? Apakah ini tidak apa-apa?" Salah satu karyawan bertanya kepada Aksa dengan nada khawatir karena itu adalah kambing-kambing liar.
"Tidak apa-apa. Bukankah kalian juga sudah melihat kalau mereka tidak menyerang? Mereka hanya penasaran karena sudah lama tidak melihat manusia," kata Aksa sambil mengangkat bahunya.
Para karyawan Aksa saling memandang satu sama lain, tapi mereka mengangguk dan lebih memilih untuk percaya kepada Aksa. Jadi mereka segera membentuk barisan agar tidak ada kambing yang membuat masalah.
Tapi hal ini membuat para pengunjung yang sedang melakukan aktivitasnya masing-masing tercengang karena ada kawanan kambing yang masuk apalagi mereka belum pernah melihat kambing-kambing itu di Sajaya Farm.
"Eh, mengapa ada banyak kambing yang datang ke sini? Apakah Sajaya Farm akan membuka area kambing lagi?"
"Tapi bulu kambing-kambingnya kotor, sepertinya bukan didatangkan dari peternakan lain."
Banyak pengunjung yang kebingungan, karena mereka memang tidak tahu dan kambing-kambing itu tidak muncul di siaran langsung kemarin saat perburuan kelompok.
Singkat cerita, mereka sampai di dekat area panggung. Aksa menuntun kambing-kambing itu ke area yang kosong dan memerintahkan mereka untuk duduk.
"Kalian tetap di sini dan jangan berbuat onar. Aku akan mengirimkan kalian makanan sebentar lagi," kata Aksa kepada kambing-kambing itu.
Meskipun kambing-kambing itu tidak bisa memahami perkataan Aksa, tapi karena aura Aksa yang membuat bersahabat dengan hewan membuat mereka menuruti perkataan Aksa.
__ADS_1
Melihat kambing-kambing itu duduk dengan tenang, Aksa menghela napas lega. Kemudian dia menyuruh beberapa karyawan untuk mengambil rumput dan jerami untuk kambing-kambing itu.