Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Kevin Menjadi Perbincangan Hangat di Internet


__ADS_3

Matahari membantu bulan untuk menerangi sisi gelap bumi, orang-orang sudah masuk ke dunia mimpi mereka masing-masing. Namun tidak dengan dunia internet di mana saat ini sedang ada perbincangan hangat.


Pasalnya, orang-orang ini membahas topik yang akhir-akhir ini selalu muncul, yaitu Kevin dan Albar. Semua orang sudah tahu kalau Ajeng kembali ke Jakarta, ke rumah orang tuanya.


Di Banyumas hanya ada Albar dan juga Kevin yang saat ini masih ada di kantor polisi karena Kevin terbukti bersalah, namun karena identitasnya yang tidak biasa, polisi ragu-ragu.


Jika mereka memberikan hukuman penjara selama beberapa hari kepada Kevin, kantor polisi Banyumas akan ditekan oleh Albar, tapi jika tidak, masyarakat yang akan memberi tekanan.


"Gila, apakah ini kekuatan uang? Kevin masih belum dihukum. Kepolisian juga tidak memberikan jawaban atas apa yang sedang mereka lakukan."


"Jika ini terus berlanjut, kepercayaanku terhadap Kepolisian Banyumas akan anjlok. Mungkin aku tidak akan mempercayai mereka lagi."


"Bagaimana ya, situasi ini sudah biasa terjadi di Jakarta. Ada banyak polisi yang katanya melayani rakyat tapi kelakuan mereka berbanding terbalik."


Tidak hanya menghujat Kevin karena perilakunya, orang-orang juga menghujat kepolisian karena tidak memberi hukuman atas perbuatan yang telah dilakukan oleh Kevin.


Mereka tidak menyangka kalau polisi akan melakukan hal tersebut secara terang-terangan padahal semua bukti juga sudah bocor di internet.


Dan tentu saja yang membocorkan bukti tersebut adalah Budi. Tindakannya memang melanggar aturan kepolisian, tapi yang salah memang kepolisian mereka sehingga Budi tidak ragu-ragu.


Karena kejadian ini, ada banyak orang yang memeriksa Aksa karena dia adalah korbannya. Bagi orang yang belum tahu, mereka terkejut kalau Aksa adalah penanggung jawab di Sajaya Farm.


Aksa tidak pernah mengunggah foto dirinya ke media sosial, tapi ada beberapa pengunjung yang biasanya berfoto bersama sehingga banyak orang yang tahu wajah Aksa.


Banyak gadis dan wanita yang mengirim pesan ke akun Aksa. Ada yang sekedar menyapa, bertanya tipe pacar, bahkan ada juga yang mengajak Aksa untuk menjadi suami mereka.


Untung saja Aksa mematikan ponselnya saat ini, jika tidak, dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak karena banyaknya suara notifikasi yang masuk yang cukup mengganggu orang yang mendengarnya.


...----------------...


Di waktu yang sama, di sebuah hotel mewah yang merupakan tempat diadakannya acara perayaan hari jadi Kabupaten Banyumas, di salah satu kamar termahal di lantai atas.


Ada seorang pria paruh baya yang sedang duduk di kursi empuk sambil melihat laptop di meja, dan jika dilihat lebih dekat, ada seorang wanita dengan tubuh indah sedang tidur di atas ranjang.

__ADS_1


Pria tersebut adalah Albar dan wanita di atas ranjang adalah wanita panggilan. Entah apa yang dipikirkan oleh Albar saat memanggil wanita itu padahal dia sedang ada banyak masalah.


Jika Ajeng mengetahui hal ini, bisa dipastikan kalau hubungan suami-istri mereka akan runtuh. Perusahaan investasi Albar juga akan terpuruk jika hal itu terjadi.


"Kevin sialan, mengapa dia melakukan sesuatu yang buruk saat keadaan sedang genting? Tak apa jika tidak ketahuan, namun sekarang sudah ketahuan dan yang mengetahui tidak hanya beberapa orang saja" kata Albar sambil menggertakkan giginya.


Albar sedang menatap layar laptopnya yang menampilkan grafik saham perusahaan investasi miliknya. Bisa dilihat kalau garis saham seperti air terjun yang jatuh lurus ke bawah.


Ada juga beberapa kertas di atas meja yang merupakan laporan keuangan perusahaannya sekarang. Perusahaan investasi miliknya menderita kerugian miliaran rupiah, tidak hanya uang, reputasi mereka juga sudah merosot.


Banyak klien yang membatalkan janji temu tanpa memberi kesempatan untuk berbicara. Ada juga beberapa klien kelas atas yang sudah berpaling dari perusahaannya ke perusahaan lain.


Meskipun perusahan Albar menderita kerugian yang sangat banyak, perusaahan lain justru sangat bahagia karena saingan mereka berkurang satu tanpa harus mengotori tangan mereka.


"Jika situasi ini terus berlanjut, perusahaanku akan bangkrut. Aku tidak bisa terus seperti ini, aku juga masih mempunyai hutang rumah dan kendaraan, apa yang akan terjadi padaku jika aku bangkrut?"


"Tapi bagaimana cara mengatasi situasi ini? Aku bahkan tidak mengetahui siapa yang mengambil flashdisk yang berisi video-video pribadiku."


Albar memijat pelipisnya karena dia sangat pusing dengan masalah ini. Meskipun sudah tidak menjadi perbincangan hangat, video pribadinya masih ada di daftar trending di banyak aplikasi.


"Ada apa?" Wanita yang sedang tidur di atas ranjang terbangun dan bertanya kepada Albar karena melihatnya memijat pelipis.


Albar menghembuskan napas panjang, ia berdiri dan menghampiri wanita tersebut. Kemudian tanpa mengatakan sepatah katapun, dia langsung memeluk wanita itu dan melakukan sesuatu yang dewasa.


...----------------...


Keesokan harinya, Aksa bangun dari tidur nyenyak nya. Setelah berdiam diri karena melakukan meditasi sebentar, dia mengambil pakaian dan mandi di kamar mandi lantai dua.


Setelah selesai mandi, Aksa segera masuk ke peternakan game untuk melakukan pemeriksaan rutin seperti biasa, memancing sebentar, dan setelah kesal karena tidak mendapatkan sesuatu yang bagus, dia keluar.


"Aku lapar, tapi sebentar lagi sarapan, jadi mari tunggu saja. Um, mungkin lebih baik aku membuat kopi terlebih dahulu," batin Aksa yang keluar dari kamar.


"Kakak?" Pintu kamar sebelah terbuka dan muncul Elvira yang sedang mengucek matanya.

__ADS_1


"Vira? Kenapa kamu bangun? Sekarang Sabtu, biasanya kamu dan adikmu akan bangun agak siang nanti," tangan Aksa dengan nada terkejut.


"Aku tidur terlalu awal tadi malam," jawab Elvira yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh muka dan menggosok gigi.


Aksa mengangkat bahunya, dia pergi ke dapur untuk mmbjay kopi hitam favoritnya. Hampir setiap hari Aksa meminum kopi hitam, bisa dikatakan kalau dia sudah kecanduan.


Ani sudah menyuruh Aksa untuk mengurangi mengonsumsi kopi, namun Aksa tidak bisa melakukan hal itu karena kopi sudah menjadi bagian dari dirinya dan tidak bisa dilepaskan.


"Mari kita periksa berita." Setelah membuat kopi, Aksa duduk dan menyalakan ponsel peternakan barunya untuk melihat berita hari ini.


"Kevin ada di posisi pertama? Sepertinya ada banyak orang yang tertarik dengan berita ini. Yah, itu wajar karena identitasnya tidak biasa," batin Aksa.


"Apa yang Kakak lihat?" Elvira muncul di sebelah Aksa yang membuat Aksa terkejut.


"Kamu mengagetkanku saja, Vira. Yah, aku sedang melihat berita hari ini," kata Aksa sambil menepuk-nepuk dadanya karena terkejut.


"Ohh.." Elvira hanya membuat 'oh' panjang menanggapi jawaban Aksa.


Setelah beberapa saat, Ani bangun untuk membuat sarapan. Kemudian Aksa membangunkan satu adiknya yang masih tidur dengan nyenyak sampai mengeluarkan air liur.


Sebagai kakak yang budiman, Aksa mengeluarkan ponselnya untuk memotret wajah adiknya itu sebelum membangunkannya dengan lembur.


Bisa dilihat kalau Aksa mempunyai kepribadian ganda karena di satu sisi dia bertindak baik dan lembut kepada adiknya, dan di sisi lain dia bertindak jahil kepada adiknya.


"Bangun, Ibu sudah menyiapkan sarapan. Jika dalam tiga detik kamu tidak bangun, aku akan menunjukkan foto wajah tidurmu yang mengeluarkan air liur ke teman-temanmu," kata Aksa dengan kejam.


"Ah!!!" Elvina membuka matanya dan berteriak dengan keras. Dia langsung melompat ke arah Aksa dan mengusapkan air liur di wajahnya ke pakaian Aksa.


"Hey! Sial, jangan mengusapkan air liurmu!" Aksa berteriak dengan nada panik namun Elvina tidak melepaskannya dengan mudah.


Pertarungan dihentikan saat Ani masuk ke dalam kamar dan menatap mereka dengan tatapan tenang. Semua ini terjadi karena Elvina yang membatu Elvina untuk mengadu ke Ani.


"Sial, aku kalah," kata Aksa dengan nada frustasi karena ada air liur Elvina di pakaiannya.

__ADS_1


__ADS_2