
Seperti biasa Aksa pergi ke gudang menggunakan motor roda tiganya dan mengangkut produk-produk peternakan game menuju Sajaya Farm.
Setelah itu Aksa meminta Lisa dan timnya untuk membuat video pemberitahuan kalau Sajaya Farm membuka area baru yaitu area sungai di mana pengunjung bisa melakukan banyak hal.
Ini adalah video pemberitahuan jadi proses pengeditannya tidak terlalu lama dan bisa langsung diunggah ke akun resmi Sajaya Farm agar orang-orang bisa melihatnya.
"Kebetulan aku sedang stres, aku akan pergi ke Sajaya Farm nanti sore untuk memancing."
"Bisa menyewa perahu? Baiklah, nanti aku akan pergi ke sana bersama pacarku."
"Untunglah aku baru sampai di Banyumas, kebetulan sekali area baru dibuka di Sajaya Farm."
Orang-orang sangat antusias dengan area baru yang Sajaya Farm buka. Apalagi para orang tua yang sedang bosan juga membuat janji untuk memancing bersama-sama.
...----------------...
"Maaf, aku terlambat." Sarah baru datang setengah jam lebih lambat.
"Tidak apa-apa. Ada apa?" Aksa tidak mempermasalahkan hal tersebut dan ia bertanya apa yang terjadi.
"Aku bangun kesiangan dan saat di jalan, ada dua pengendara motor yang adu mulut sehingga membuat jalan tersebut macet." Sarah mengatakan alasan sekaligus bukti berupa rekaman video.
Bersamaan dengan itu, terdengar bunyi dari perut Sarah yang membuat wajahnya memerah karena malu. Aksa tidak tahan dengan wajah malu-malu Sarah sehingga dia batuk untuk mencairkan suasana.
"kamu tidak sarapan? Makanlah punyaku." Aksa mengeluarkan kotak makan dari tasnya.
Karena biasanya Elvira dan Elvina membawa bekal ke sekolah dan orang tua yang tidak pulang ke rumah membuat Aksa harus membuatkan bekal makanan untuk kedua adiknya.
Lalu karena masih ada yang tersisa, Aksa berpikir untuk membawa bekal makan juga karena tidak baik membuang-buang makanan apalagi masih layak dimakan.
"Tidak perlu, aku akan membelinya di restoran saja." Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya dan menolak tawaran Aksa.
Aksa tersenyum dan berkata, "Makan saja punyaku, nanti saat makan siang kamu bisa mentraktirku."
Sarah melihat bekal makan Aksa yang menggugah selera, perutnya sudah kelaparan dan restoran juga sedang sibuk karena ada banyak orang yang datang ke sana untuk sarapan bersama keluarga.
"Baiklah, aku akan mentraktir makan siang nanti." Sarah tidak bisa menolak lagi karena ia memang sedang lapar.
__ADS_1
Aksa tersenyum dan memberikan bekal makannya kepada Sarah. Lalu mereka berdua juga berbincang-bincang membahas mengenai beberapa hal kecil.
"Makanan ini sangat lezat! Di mana kamu membelinya?" tanya Sarah yang merasakan kelezatan bekal makan Aksa.
Aksa memutar matanya dan berkata, "Membeli? Tentu saja tidak. Aku yang membuatnya sendiri."
"kamu membuatnya sendiri? Kamu pasti bercanda bukan?" Sarah tidak percaya kalau Aksa bisa memasak sesuatu yang sangat lezat.
"Menurutmu?" Aksa tidak memberikan penjelasan lain, ia hanya menatap Sarah dalam-dalam.
Sarah yang ditatap oleh Aksa menjadi sedikit malu dan pada akhirnya ia percaya kalau Aksa lah yang membuat bekal yang sedang ia makan.
"Ngomong-ngomong, karena sebentar lagi tahun baru, aku berpikir untuk mengadakan event di Sajaya Farm. Apakah kamu mempunyai saran?" tanya Aksa.
Ia memang kepikiran untuk membuat event pada hari-hari tertentu. Jika Sajaya Farm tidak membuat event, kemungkinan besar orang yang berkunjung akan berkurang karena tidak ada yang menarik di Sajaya Farm kecuali produk peternakannya.
Sarah berpikir sebentar sebelum menjawab. "Hm, bagaimana jika memberikan paket produk peternakan berkualitas tinggi? Maksudnya produk peternakan yang digunakan adalah yang lebih enak daripada yang ada di area penjualan."
"Boleh juga saranmu. Lalu, bagaimana jika kita menambah beberapa kartu?" Aksa kemudian menjelaskan rencananya.
Kartu yang Aksa maksud berbentuk sama seperti kartu kredit. Fungsi kartu ini membuat penggunanya tidak perlu membayar biaya pengalaman di area hewan ternak.
Mata Sarah berbinar mendengar rencana Aksa. "Ide bagus. Bagaimana jika kartu ini hanya bisa digunakan selama satu hari dan jangka waktunya adalah tiga hari setelah libur tahun baru?"
"Boleh. Tapi, kartu ini hanya bisa digunakan oleh satu orang saja atau bisa beberapa orang?" tanya Aksa meminta pendapat Sarah.
"Jika hanya satu orang akan kurang memuaskan ya, bagaimana jika dua orang saja? Jika terlalu banyak maka kita yang akan rugi." Sarah memberikan pendapatnya.
Setelah beberapa saat berdiskusi, mereka berdua sudah memutuskannya. Paket hadiah akan berisi empat botol susu murni, empat botol susu kambing, dan 10 butir telur ayam, semuanya adalah kualitas C.
Mereka akan membuat dua jenis paket hadiah. Yang pertama adalah paket hadiah biasa dan yang kedua adalah paket hadiah luar biasa.
Paket hadiah biasa berjumlah 60 paket yang hanya berisi produk peternakan. Paket hadiah luar biasa berjumlah 15 paket yang berisi produk peternakan dan kartu pengalaman gratis untuk dua orang selama satu hari.
Memang agak banyak tapi stok produk peternakan kualitas C masih banyak di dalam gudang penyimpanan game sehingga Aksa tidak perlu khawatir jika kehabisan stok.
Jika dihitung dengan harga, paket biasa memiliki harga 300.000 rupiah lebih. Paket hadiah luar biasa tidak bisa dihitung karena kartu pengalaman gratis tidak memiliki harga.
__ADS_1
Lalu, cara mendapatkan paket hadiah ini adalah dengan cara lotre. Pengunjung harus menghabiskan 50.000 rupiah di Sajaya Farm. Setiap 50.000 yang dihabiskan, pengunjung bisa mendapatkan satu kesempatan memutar lotre.
Event ini akan diadakan selama tiga hari, Sajaya Farm akan tutup dari tanggal 28 Desember sampai 1 Januari, jadi event akan diadakan pada tanggal 25-27 Desember.
Lalu kartu pengalaman gratisnya akan berlaku dari tanggal 2-4 Januari karena hanya berlaku selama tiga hari setelah libur awal tahun.
Setelah rencana selesai, Aksa segera memanggil manyapa Lisa dan timnya untuk membuat video pemberitahuan mengenai event yang akan diadakan di Sajaya Farm ini.
"Ngomong-ngomong, apakah tahun baru kamu akan berlibur?" Aksa bertanya karena tidak ada yang perlu dilakukan lagi dan mereka saat ini sedang bosan.
"Keluargaku akan pergi ke Jakarta tapi aku tidak ikut," jawab Sarah yang sedang menatap layar laptopnya.
"Mengapa kamu tidak ikut? Bukankah enak berlibur bersama keluarga?" tanya Aksa dengan penasaran.
Sarah menghembuskan napas panjang dan berkata, "Memang benar, tapi jika aku ikut, aku akan ditanyai kapan menikah."
"Hahaha!!" Seperti biasa Aksa tertawa saat Sarah membicarakan hal ini.
Sarah memelototi Aksa dan berkata, "Jangan tertawa! Apakah kamu tidak ditanyai oleh keluargamu!?"
"Yah, karena sebelumnya kondisi keluargaku tidak memungkinkan, jadi aku tidak ditanyai. Tapi mungkin di masa depan aku akan ditanyai." Aksa mengangkat bahunya.
Mereka berdua sama-sama menghembuskan napas panjang karena ditanyai kapan menikah atau kapan punya pacar akan membuat suasana hati mereka menurun.
"Ngomong-ngomong, orang tuaku sudah tahu mengenai Sajaya Farm. Mereka berkata ingin berkunjung saat ada kesempatan," kata Sarah yang mengingat perkataan orang tuanya.
"Oh, Paman dan Bibi akan datang? Beritahu aku jika mereka datang, aku akan menyambut mereka secara langsung," balas Aksa.
Sarah melirik Aksa, "Mengapa kamu harus menyambut orang tuaku secara langsung?"
"Yah, kamu adalah karyawan penting di sini dan kamu berasal dari keluarga kaya bukan? Tentu saja aku harus menyambut pengunjung kelas atas." Aksa tersenyum gembira.
"Dasar." Sarah memutar matanya.
Setelah berbincang-bincang lagi, Aksa keluar dari kantor dan berkeliling Sajaya Farm untuk berpatroli. Kemudian ia melihat ada banyak sekali orang yang sedang memancing.
Ada juga pasangan muda yang menyewa perahu yang membuat orang yang melihatnya cemburu setengah mati termasuk Aksa sendiri.
__ADS_1
Selama waktu tersebut, Aksa tidak menjumpai adanya masalah. Paling-paling hanya beberapa orang yang membuang sampah sembarang atau orang yang terlalu dekat dengan bunga matahari sehingga bisa merusaknya.