
Sebelum tidur, Aksa mengunggah video pertarungan dirinya dengan geng banteng putih lewat akun media sosial pribadinya. Tujuannya agar orang-orang tahu perbuatan Kevin yang kian hari kian memburuk.
Dia tahu kalau akan ada beberapa orang yang menegurnya karena memukul preman geng terlalu berlebihan. Tapi dia juga yakin kalau akan ada lebih banyak orang yang membelanya.
Terutama orang-orang yang pernah menjadi korban geng banteng putih atau geng lainnya yang biasanya tidak ditangani oleh petugas kepolisian karena sulit untuk memberantas geng.
Setelah mengunggahnya, dia masuk ke dalam peternakan game dan memancing di kolam keberuntungan karena sudah lama dia tidak melakukan hal tersebut.
"Hm, event baru akan diadakan lagi, tapi setelah itu pengunjung juga akan kembali bosan. Aku harus memikirkan fasilitas apa yang harus dibangun," pikir Aksa sambil menunggu sesuatu memakan kail pancingnya.
[Host, Sistem memiliki beberapa saran yang patut untuk dipertimbangkan. Apakah Host ingin mendengarnya?]
Aksa yang sedang bingung harus membangun fasilitas apa menjadi bersemangat saat mendengar perkataan Sistem yang akan memberi dirinya beberapa saran yang patut untuk dipertimbangkan.
"Tentu saja, aku ingin mendengarnya!" angguk Aksa dengan cepat.
[Baiklah. Pertama, Host bisa membuat kelas memasak yang akan menggunakan bahan-bahan dari peternakan game. Kedua, Host bisa membuat jalan untuk sepeda yang memungkinkan pengunjung menikmati alam.]
[Ketiga, buat area berkemah dengan harga yang lebih mudah daripada harga vila dan kamar karena ada banyak orang yang tidak bisa memesan karena kurangnya uang.]
[Keempat, fotografi. Host bisa membuat area khusus untuk fotografi di mana area itu memiliki pemandangan yang spektakuler agar pengunjung atau bahkan fotografer profesional tertarik.]
Sistem memberikan empat saran kepada Aksa yang membuatnya terkejut karena semua saran itu tidak bisa disebut 'patut dipertimbangkan' tapi 'harus segera dibuat' karena memang sangat menguntungkan.
Keempat fasilitas itu bukanlah fasilitas yang memerlukan waktu lama untuk dibuat. Meskipun termasuk sederhana, tapi bisa membuat para pengunjung tidak menjadi bosan dan mendatangkan banyak keuntungan.
"Terima kasih, Sistem dewa! Aku mencintaimu sampai mati!" teriak Aksa sambil tertawa terbahak-bahak karena sangat bahagia dengan empat saran dari Sistem.
[Jangan, Host harus mencintai seorang wanita sampai mati bukan Sistem.]
Aksa mengabaikan perkataan Sistem yang seperti biasa agak melenceng. Dia benar-benar bahagia sampai melupakan kejadian yang dilakukan oleh geng banteng putih tadi.
Mungkin karena ada sesuatu yang membahagiakan sehingga kail pancing bergerak. Aksa segera memutar reel pancing dan menariknya dengan usaha yang cukup besar.
__ADS_1
Kemudian sesuatu yang besar keluar dari dalam kolam. Itu adalah sebuah karung besar yang mirip seperti karung teh herbal, bedanya hanya di warnanya saja.
[Bubuk coklat: Kualitas A]
[Keterangan: Bubuk coklat yang dihaluskan dari buah coklat khusus yang dibudidayakan secara khusus juga. Rasa +2, mengurangi depresi +2, tekanan darah -2, antioksidan +2.]
Aksa sangat terkejut karena kali ini dia mendapatkan bubuk coklat yang efeknya sangat luar biasa. Dia berpikir kalau sumber bubuk coklat ini berasal dari tempat yang sama dengan teh herbal.
"Bubuk coklat ya, bukankah Sarah menyukai coklat? Aku akan memberikannya beberapa," batin Aksa.
Berat totalnya sama dengan teh herbal, sekitar 10 kilogram. Aksa akan menggunakan sebagian untuk keluarganya dan sebagian lagi untuk menjamu para pengunjung kelas atas.
Setelah menyimpannya di dalam gudang penyimpanan game, Aksa keluar dari peternakan game dan bermain game di komputernya untuk mengistirahatkan pikirannya.
Selama bermain dia juga saling mengirim pesan dengan Sarah hanya sekedar mengobrol ringan. Mereka berdua sudah sering seperti ini karena memang obrolannya cukup ringan sehingga bisa sering dilakukan.
Sebenarnya itu karena Aksa yang mengirim pesan terlebih dahulu kepada Sarah. Pada awalnya hanya bertanya apakah Sarah sudah di rumah, atau apakah dia lelah, kemudian topiknya berlanjut sampai selesai.
"Hm, sudah waktunya untuk tidur, ayo bekerja keras besok!" Aksa mengirimkan pesan seperti itu kepada Sarah.
"Ya, selamat malam!" balas Sarah dalam hitungan detik.
Aksa tersenyum, setelah mematikan komputer, dia mengisi baterai ponselnya. Kemudian setelah merapikan beberapa barang yang sedikit berantakan, Aksa tertidur dengan nyenyak.
...----------------...
Sekali lagi, dunia internet terguncang karena Aksa. Kevin yang sebelumnya sudah menyewa preman kembali berulah lagi yang membuat orang-orang heran dengan apa yang dipikirkan olehnya.
Padahal Kevin sudah dipanggil ke kantor polisi dan beritanya juga sudah menyebar, namun dia tidak kapok dan malah melakukan hal yang sama yaitu menyewa preman untuk mencelakai Aksa.
"Tidak habis pikir, bagaimana bisa si Kevin ini melakukan hal yang sama seperti sebelumnya padahal beritanya sudah menyebar?"
"Reputasinya sudah buruk, dengan melakukan hal seperti ini membuat reputasinya menjadi hancur. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Pastinya sesuatu yang buruk."
__ADS_1
"Jika polisi masih tidak melakukan tindakan atas perbuatan Kevin, bisa dipastikan kalau akan ada demo di Kabupaten Banyumas."
Tidak ada orang yang membela Kevin, karena mereka tahu bagaimana sifatnya. Mereka juga menantikan apa yang akan dilakukan oleh polisi, apakah akan membiarkannya atau menangkapnya.
Jika polisi membiarkan Kevin sama seperti sebelumnya yang sama sekali tidak memberikan sanksi, bisa dipastikan kalau masyarakat akan kecewa dengan mereka dan akan ada aksi demo.
...----------------...
Di kantor polisi kabupaten.
Kantor yang biasanya redup karena sudah malam kini terang benderang. Alasannya karena video yang diunggah oleh Aksa tentang pertarungannya dengan preman yang disewa oleh Kevin.
Masyarakat sedang membicarakan masalah ini meskipun sedang malam hari. Tekanan yang diberikan membuat kepolisian Kabupaten Banyumas tidak bisa beristirahat dengan tenang.
"Pak, meskipun identitas Kevin memang tidak biasa, tapi masyarakat sudah menekan kita. Jika kita membiarkan masalah ini, masyarakat tidak akan percaya pada kami lagi," kata Budi kepada atasannya.
Atasan Budi bernama Herman, dia adalah polisi yang jujur sama seperti Budi. Namun karena jabatannya yang tinggi, banyak masalah yang harus dia emban sehingga dia tidak bisa berbuat bebas seperti Budi.
"Aku juga tahu hal itu, tapi Pak Albar masih memberikan tekanan pada kita," kata Herman dengan suara tidak berdaya yang mencerminkan betapa lelahnya dia.
Budi mengerutkan keningnya dan berkata, "Lalu bagaimana dengan para atasan di kantor pusat? Apakah mereka tidak memberikan tanggapan terkait dengan hal ini?"
"Mereka hanya mengatakan 'selesaikan masalah ini dengan cepat'," balas Herman sambil memijat pelipisnya.
Maksud dari para atasan sangat jelas, mereka juga paham mengenai identitas Albar dan Kevin. Mereka hanya memberikan pesan kepada kepolisian Kabupaten Banyumas untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat.
Hal ini membuat tekanan yang dirasakan oleh petugas polisi Kabupaten Banyumas semakin berat karena para atasan sama sekali tidak memberikan bantuan, hanya perintah kematian.
"Sial, semakin banyak petugas polisi yang tidak jujur." Budi berpikir dengan wajah muram karena para atasan juga tidak berani melakukan apapun terhadap Albar dan perusahaannya.
"Mari tunda masalah ini selama satu hari, kita akan melihat tanggapan masyarakat sampai besok siang. Baru setelah itu juga akan memutuskannya," kata Herman setelah berpikir sejenak.
Rapat dibubarkan, semua petugas polisi kembali ke rumah masing-masing sedangkan polisi yang shift malam kembali ke tempatnya untuk melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1