
"Nah, berikan evaluasi setelah kamu melihat area kuda khusus ini," kata Aksa yang memberikan ujian untuk Ratu.
"Tapi aku belum tahu keseluruhannya?" Ratu berkata dengan suara gugup.
Aksa mengangguk, lalu dia tersenyum dan berkata, "Aku tahu. Justru kemampuan seseorang akan terlihat saat bisa mengambil kesimpulan dengan informasi yang kurang."
Perkataan Aksa itu memang benar. Orang bisa mengambil kesimpulan dengan informasi yang kurang saja sudah hebat, apalagi jika dia bisa memberikan pendapat dan ide yang menarik.
Jadi, sembari menunggu informasi yang datang, seseorang peu membuat kesimpulan atau evaluasi tentang situasi yang terjadi untuk sebagai acuan atau gambaran.
"Baiklah." Ratu mengangguk dengan serius. Dia menarik napas dalam-dalam dan segera mengamati area kuda khusus yang sedang beroperasi secara normal.
Banyak pengunjung yang sedang berkuda dengan instruktur pribadi, ada yang makan sambil berbincang-bincang di restoran, serta ada juga yang hanya bersantai di area istirahat sambil menikmati angin sepoi-sepoi.
Ratu mengamati mereka semua dengan serius tanpa berbicara. Aksa dan Jay juga diam agar tidak mengganggu konsentrasi Ratu.
Setengah jam sudah berlalu, Ratu menghembuskan napas panjang sambil mengusap matanya yang lelah. Dia berbalik dan menatap Aksa dengan mata serius.
"Sudah dapat?" tanya Aksa. Yang Aksa maksud adalah apakah Ratu sudah mendapat kesimpulan setelah mengamati area kuda khusus selama setengah jam penuh tanpa bergerak.
"Ya, sudah!" Ratu mengangguk dengan cepat dan berkata dengan nada serius.
Aksa tersenyum, lalu dia berkata, "Bagus, katakan sekarang."
Ratu menarik napas dalam-dalam, lalu dia berkata, "Tempat ini memiliki pemandangan yang indah, serta udara yang sejuk. Tapi masih ada beberapa kekurangan untuk disebut sebagai area kuda khusus."
Ratu berhenti sejenak untuk melihat respon Aksa, dia berharap Aksa akan terkejut karena kesimpulannya. Tapi dia segera kecewa karena Aksa sama sekali tidak mengubah wajahnya.
Lalu Ratu melanjutkan, "Layanan yang ditawarkan juga sudah eksklusif dan istimewa. Ada instruktur berkuda pribadi dan pelayan yang melayani satu pelanggan individu atau satu kelompok."
Kemudian Ratu menjelaskan kalau selain kegiatan berkuda, pengunjung hanya bisa makan di restoran atau beristirahat di area istirahat yang cukup monoton dan membosankan.
__ADS_1
Para pengunjung di area berkuda khusus adalah orang-orang yang mempunyai identitas tidak biasa serta orang dengan banyak uang sehingga mereka pasti menginginkan sesuatu yang istimewa.
Jadi Ratu memberi saran untuk membuka spa atau pijat ekslusif, jadi pengunjung bisa beristirahat dengan nyaman setelah melakukan aktivitas berkuda.
Setelah itu Ratu berkata untuk menyediakan sebuah acara eksklusif yang tidak bisa ditemukan di area lain meskipun acara ini kecil-kecilan, yang penting terlihat eksklusif.
"Baru itu saja yang bisa aku simpulan, maaf jika ada kekurangan." Ratu menghela napas dan merasa kalau tenggorokannya cukup kering, lalu dia menunggu keputusan Aksa.
Kemudian dia merasakan sebuah tekanan yang sangat berat sampai membuat bulu kuduknya berdiri. Dia juga merasa sangat ketakutan karena belum pernah merasakan tekanan seperti ini.
Bahkan Jay yang merupakan veteran dalam dunia bisnis juga merinding saat merasakan tekanan menimpanya. Dia melebarkan matanya dan segera menoleh ke arah Aksa yang ada di sampingnya.
Benar, yang mengeluarkan tekanan yang sangat berat itu adalah Aksa. Ini semua berkat kristal aura yang sudah dia makan yang membuat auranya bertambah pesat.
Saat Ratu putus asa karena tidak ada jawaban, Aksa tersenyum dan berkata, "Aku suka kesimpulan yang kamu pikirkan. Saran yang kamu berikan juga bagus, itu seperti yang dipikirkan olehku."
"Ah?" Ratu mengangkat kepalanya dan menatap Aksa sambil tersenyum lebar karena Aksa menyukai kesimpulan dan saran yang dia berikan.
"Kamu menerima seorang karyawan? Yah, karena kamu yang memilihnya pasti itu akan hebat." Sarah sedikit terkejut, tapi dia tersenyum dan menerima tugas dari Aksa.
Setelah mendapatkan konfirmasi dari Sarah, Aksa tersenyum, kemudian dia menutup telepon. Aksa menoleh ke arah Ratu yang sedang menatapnya dengan gugup, lalu dia menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih banyak!" Ratu berteriak dengan gembira, bahkan air matanya keluar dan mulai menetes karena terlalu bahagia bisa diterima kerja.
Setelah itu Aksa memberikan nomor ponsel Sarah kepada Ratu, lalu dia kembali ke kantornya setelah berbicara dengan Jay sebentar.
"Ratu, jangan berbuat yang tidak-tidak di sini." Jay menepuk pundak Ratu dan berkata kepadanya dengan suara bersemangat seperti biasanya.
"Tentu saja, Pak Jay!" Ratu mengangguk dengan sungguh-sungguh karena dia sangat membutuhkan pekerjaan untuk membiayai keluarganya.
Jay tertawa dengan keras, kemudian dia mengucapkan selamat tinggal kepada Ratu karena dia harus kembali untuk menyelesaikan pekerjaannya yang masih menumpuk.
__ADS_1
Sementara itu Ratu segera menelepon Sarah karena dia akan berada di bawah bimbingannya. Sarah yang menerima telepon dari Ratu segera memintanya untuk menunggu di area istirahat area kuda.
...----------------...
Sementara itu, Aksa masuk ke dalam kantor dan mengunci pintunya. Setelah itu dia masuk ke dalam peternakan game untuk memeriksa atribut yang dimiliki lebah madu dari peternakan game.
Aksa segera membeli lebah madu dari toko game, kemudian beberapa lebah madu yang mempunyai ukuran dua kali lebih besar muncul, tidak hanya ukurannya yang berbeda, warnanya juga lebih terang.
"Oh? Jadi ini lebah madu punya toko game." Aksa mengelus-elus dagunya dan melihat lebah madu yang sedang terbang di depannya dengan tatapan tertarik.
Karena dia belum pernah melihat lebah madu sebesar itu, apalagi dia juga belum pernah mendengar ada spesies lebah madu yang memiliki ukuran tubuh yang berbeda dari yang biasanya.
[Lebah madu]
[Keterangan: Lebah madu yang memiliki ukuran serta warna yang berbeda dibandingkan dengan lebah madu yang ada di dunia nyata. Lebah ini bisa menghasilkan sesuatu yang lebih berkualitas.]
Setelah Aksa membaca pengenalannya, dia menepuk dahinya. Alasannya adalah karena dia lupa kalau hewan yang bisa menghasilkan sesuatu tidak mempunyai atribut. Yang mempunyai atribut adalah sesuatu yang mereka hasilkan.
"Kalau begitu ayo budidayakan lebah madu di dalam peternakan game terlebih dahulu. Baru setelah mengetahui atribut madu dan yang lain, aku akan mengeluarkan mereka ke dunia nyata," batin Aksa yang sudah mencapai keputusan.
Karena tidak ada kandang lebah di dalam toko game, Aksa hanya bisa pasrah untuk melepaskan para lebah madu ke area yang baru dibuka dan meminta mereka untuk membuat sarang sendiri.
"Tapi tunggu sebentar, mengapa tidak ada ratu lebah?" Aksa mengerutkan keningnya, dia segera bertanya kepada Sistem tentang hal tersebut.
[Mudah saja, karena lebah madu dihasilkan oleh toko game, bukan dari ratu lebah.] Sistem menjawabnya dengan cepat.
"Lalu apakah kamu ada saran jika orang yang melihat bingung bagaimana bisa lebah madu ada tanpa ratu lebah?" tanya Aksa kepada Sistem.
[Host bisa menggunakan poin untuk mengubah lebah madu biasa menjadi ratu lebah. Tapi hal ini tidak Sistem sarankan, alasannya karena lebah yang berasal dari ratu lebah merupakan lebah normal pada umumnya.]
Aksa menyentuh dagunya sejenak dan berpikir. Kemudian dia memutuskan untuk tidak mengubah lebah madu biasa menjadi ratu lebah sesuai dengan perkataan dari Sistem.
__ADS_1