Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Ide mengenai Event yang akan Segera Diadakan


__ADS_3

Aksa yang sedang mendengarkan musik melihat ada warna oranye yang bergerak-gerak. Ia mengedipkan matanya karena mengira kalau itu adalah hantu, namun ia menghela napas lega karena ternyata adalah Simba.


Aksa melepas earphone nya dan berdiri, ia berjalan menghampiri Simba yang sedang membawa kertas-kertas di mulutnya dan terlihat lucu karena dia adalah kucing oranye yang gemuk.


"Simba, kerja bagus." Aksa menuju Simba dan membuka snack kucing, lalu ia memberi makan Simba setelah mengambil kertas-kertasnya.


"Meong." Simba mengeong dan memakan snack kucing yang diberikan oleh Aksa dengan nikmat.


Aksa melepas kamera mini yang ada di leher Simba dan menyimpannya ke dalam saku jasnya. Kemudian mereka berdua segera kembali ke Sajaya Farm dan Aksa masuk ke dalam kantornya.


Aksa menyalakan komputer dan mengekstrak video dari kamera mini dari leher Simba ke komputernya. Menunggu video diekstrak, Aksa masuk ke dalam peternakan game.


Berjalan ke gudang penyimpanan, ia mengambil susu sapi kualitas C, keluar dari peternakan game, duduk di kursi, dan meminumnya dalam sekali teguk karena dia sudah terlalu haus.


"Sistem, apakah kamu mempunyai saran mengenai apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" tanya Aksa sambil memijat pelipisnya.


Kantornya sudah ia kunci sehingga ia bisa berkomunikasi dengan Sistem dengan bebas tanpa khawatir akan ada yang masuk ke dalam. Lagipula sekarang juga sudah malam dan tidak mungkin ada karyawan yang masuk.


[Untuk sekarang, Host perlu memperkuat fondasi bisnis Host dengan kuat agar orang-orang yang ingin menjatuhkan Host akan berakhir kecewa.]


Sistem memberikan saran yang logis dan ini cukup berguna karena fondasi Aksa memang masih lemah sehingga akan langsung jatuh jika ada orang yang mencoba untuk menjatuhkannya.


"Masuk akal juga. Lalu, apakah kamu memiliki beberapa cara?" Aksa mengangguk dan bertanya lagi kepada Sistem.


[Host perlu mencari relasi yang cukup banyak, mencari pelanggan kelas atau atau pelanggan kelompok, lebih sering dekat dengan pengunjung, dan lain sebagainya.]


"Relasi ya, itu agak sulit. Untuk pelanggan kelas atas dan pelanggan kelompok cukup mudah, aku bisa menemukannya. Lalu cara terakhir, aku sudah melakukannya setiap hari," pikir Aksa.


Setelah beberapa saat berpikir, ternyata video dari kamera mini sudah diekstrak ke komputer. Aksa segera membuang pikirannya saat ini dan fokus kepada video yang diambil oleh Simba.


...----------------...


"Bukti ini belum cukup kuat, namun sudah cukup untuk saat ini. Mereka pasti akan melakukan kejahatan lain dan aku bisa meminta Simba untuk memata-matai mereka," batin Aksa.

__ADS_1


Aksa sudah selesai menonton videonya, ia melihat kalau Kevin dan Albar hanya menghubungi seseorang untuk mengacaukan Sajaya Farm, belum memiliki bukti langsungnya.


"Yah, mari kita tunggu untuk saat ini. Jika ada kejadian di Sajaya Farm atau keluargaku, yang pertama dicurigai adalah keluarga Kevin." Aksa memiliki tatapan mata yang sangat dingin saat ini.


Ia sudah membuat Sajaya Farm selama beberapa bulan dan kehidupannya selalu harmonis. Keluarganya juga sudah pindah ke rumah baru dan saat ini mereka sudah tidak memiliki kesulitan ekonomi.


Aksa selalu berpikir kalau dirinya ini sangat beruntung karena mendapatkan Sistem Game Peternakan ini, itulah mengapa dia tidak pernah menggunakan Sistem untuk melakukan sesuatu yang buruk.


Ia takut jika melakukan sesuatu yang buruk dan menghasilkan banyak musuh, saat itu Sistem lepas dari tubuhnya dan ia sudah tidak memiliki apa-apa lagi karena semua hal bergantung pada Sistem.


"Mari kita tunda masalah ini terlebih dahulu dan mempersiapkan event untuk hari jadi Kabupaten Banyumas," batin Aksa.


Aksa mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke keluarga dan ke Lisa. Ia mengatakan kalau dirinya akan tidur di kantor kepada keluarga. Lalu ia meminta Lisa dan timnya untuk merekam video pemberitahuan besok.


Tidak ada balasan dari mereka karena hari sudah larut malam dan mereka semua pasti sudah tidur. Aksa mengisi daya baterai ponselnya dan tidur di sofa kantor dengan rileks.


Ia sudah sangat kelelahan karena hari ini ada banyak sekali kejadian yang tidak terduga. Tidak butuh waktu lama sebelum Aksa tertidur dengan pulas.


...----------------...


Ia masuk ke dalam kantornya untuk meletakan mantel dan tas. Setelah itu, ia keluar dan berjalan menuju kantor Aksa. Kebetulan sekali ada Lisa dan timnya yang juga sedang menuju kantor Aksa.


Jadi Sarah mengetuk pintu kantor Aksa dan yang lain menunggu di depan pintu. Namun setelah beberapa saat, tidak ada jawaban dari dalam padahal Aksa selalu berangkat awal.


Setelah mengetuk pintu beberapa kali, Sarah akhirnya menyerah dan memutuskan untuk menelepon Aksa. Lalu terdengar nada dering dari dalam bersamaan dengan suara keras.


Mereka tertegun karena ternyata Aksa ada di dalam kantor, setelah menunggu beberapa menit, pintu kantor terbuka dan muncul wajah Aksa yang tersenyum cerah.


"Mengapa kamu tidak menjawab saat aku mengetuk pintu?" Sarah bertanya dengan nada curiga sambil mengerutkan keningnya.


"Maaf, aku tidur di sini tadi malam dan aku belum bangun tadi. Kalau begitu, ayo masuk dan katakan apa yang ingin katakan di dalam," jawab Aksa yang kemudian mempersilakan mereka masuk.


"Aku hanya ingin mengirimkan laporan keuangan Sajaya Farm kemarin." Sarah menyerahkan sebuah dokumen yang merupakan laporan keuangan Sajaya Farm kemarin.

__ADS_1


"Baiklah." Aksa menerima dokumen tersebut dan meletakkannya di atas meja. Ia akan membaca laporan itu nanti karena Lisa dan timnya ingin mengatakan sesuatu kepadanya.


"Bos, tadi malam Bos mengirimiku pesan untuk merekam video pemberitahuan. Tapi Bos tidak mengatakan pemberitahuan apa itu," kata Lisa dengan nada tak berdaya.


Lisa terkejut karena Aksa mengirim pesan larut malam dan segera memanggil timnya. Namun ternyata Aksa tidak mengatakan mereka akan merekam video pemberitahuan apa.


"Benarkah? Yah, maaf." Aksa tersenyum canggung sambil menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.


"Aku ingin kalian merekam video pemberitahuan untuk event pada tanggal 22 Februari, tepatnya untuk dua hari lagi," sambung Aksa.


Aksa kemudian menjelaskan mengenai idenya kepada mereka. Mata mereka menjadi cerah saat mendengar ide Aksa karena itu cukup menarik untuk dilakukan.


Ternyata Aksa memiliki ide untuk membuat balap sampan yang akan diadakan di sungai Sajaya Farm karena panjang sungai adalah sekitar dua kilometer dan itu cukup untuk mengadakan balap sampan.


"Bos! Itu ide yang bagus!" teriak Lisa yang disetujui oleh timnya bahkan Sarah juga mengakui kalau itu adalah ide yang menarik.


"Baiklah, lalu tunggu apa lagi? Segera rekam video pemberitahuan!" perintah Aksa sambil tertawa.


Lisa dan timnya mengangguk dan segera merekam video pemberitahuan dengan latar belakang sungai karena akan mengadakan balap sampan di sungai Sajaya Farm.


"Kevin tidak melakukan apapun bukan?" tanya Sarah kepada Aksa dengan khawatir.


"Belum." Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Sarah.


"Beritahu aku jika dia melakukan sesuatu, aku akan membantumu," kata Sarah dengan nada dan ekspresi yang sangat serius.


"Tentu saja, aku akan menghubungimu saat Kevin atau keluarganya melakukan sesuatu terhadapku." Aksa menepuk-nepuk dadanya dan berkata dengan nada yakin.


Tentu saja Aksa tidak mengatakan kalau Kevin dan keluarganya sudah menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu terhadap Sajaya Farm, namun ia memutuskan untuk tetap diam.


karena saat ini ia sedang menunggu mereka untuk melakukan sesuatu dan sambil menunggu, ia berusaha untuk mengumpulkan bukti-bukti kalau mereka melakukan sesuatu yang buruk.


"Sarah, maafkan aku. Tapi aku kamu pasti akan melaporkan hal ini kepada ayahmu dan jika itu terjadi, masalah ini akan menjadi semakin besar dan rumit," batin Aksa yang memiliki alasan mengapa ia tidak memberitahu Sarah.

__ADS_1


Kemudian Aksa membaca laporan keuangan yang diberikan oleh Sarah tadi. Mereka berdua berbicara dan membahas mengenai keuangan Sajaya Farm yang tidak ada masalah sama sekali.


Sajaya Farm tidak memiliki hutang, tidak menyewa tempat, tidak menunggak pembayaran gaji karyawan, uang simpanan juga cukup banyak, dan lain sebagainya.


__ADS_2