Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Aksa Dirawat di Rumah Sakit Swasta Wilaga


__ADS_3

Saat Aksa akan dipindahkan ke bangsal, Roni datang bersama cucu perempuannya, Gia. Dia mendapatkan kabar kalau Aksa kecelakaan karena ada dokter yang memberitahu kabar ini di komunitas kedokteran.


Kemudian Roni segera meminta pihak rumah sakit kabupaten untuk memindahkan Aksa ke Rumah Sakit Swasta Wilaga milik keluarganya karena lebih nyaman di sana.


Pihak rumah sakit kabupaten juga bersedia karena Roni yang meminta. Jadi, dalam sekejap mata Aksa sudah berpindah tempat bahkan dia tidak perlu melakukan apapun, ada perawat yang mendampinginya.


Jadi, di bangsal VIP dengan fasilitas yang lengkap di dalam, Aksa sedang berbaring sambil bermain dengan ponselnya. Tangannya sudah bisa digerakkan jadi daripada bosan melihat atap, dia bermain ponselnya.


Di sampingnya ada Sarah yang sedang menonton drama di televisi. Bangsal VIP memiliki televisi yang lebar dan jernih, saluran televisinya juga ada sangat banyak.


Adapun keluarga Aksa, mereka kembali ke rumah dan akan datang kembali besok pagi untuk menyiapkan barang-barang Aksa karena dia akan berada di rumah sakit selama beberapa hari.


"Aksa. Ini, bukanlah kecelakaan murni kan?" tanya Sarah dengan serius kepada Aksa yang sedang melihat video pendek di aplikasi media sosial tertentu.


"Ah, sepertinya begitu. Jangan khawatir, aku sudah menghapal nomor plat nomor mobil yang menabrak motor roda tigaku." Aksa tersenyum dan berkata dengan nada santai.


Sarah menghela napas lega dan berkata, "Baguslah kalau begitu."


"Tapi, jika ini adalah perbuatan seseorang, aku mungkin tahu siapa pelakunya." Aksa berkata dengan mata yang sangat dingin.


"Siapa?" Sarah menyipitkan matanya dan bertanya karena penasaran siapa pelaku yang dipikirkan oleh Aksa.


"Aku tidak tahu orangnya, tapi mungkin geng banteng putih. Kevin menyewa geng itu untuk mencelakaiku. Meskipun aku sudah melawannya, mereka pasti tidak terima dan memutuskan untuk membalas dendam," jawab Aksa dengan nada yakin.


"Geng banteng putih? Aku akan melakukan sesuatu terhadap mereka," kata Sarah dengan nada dingin.


"Silakan, tapi jangan terlalu berlebihan. Lebih baik membuat penjahat menderita hukuman sosial daripada hukuman fisik," kata Aksa sambil tersenyum cerah yang membuat wajah dingin Sarah melunak.


"Tentu." Sarah tersenyum sama seperti Aksa.


Mereka berbincang-bincang sampai Sarah mengantuk, Aksa memintanya untuk tidur saja di ranjang kecil yang ada di dalam bangsal VIP ini. Sarah mengangguk dan segera tidur karena dia sudah lelah.

__ADS_1


Sementara itu, Aksa masuk ke dalam peternakan game dan membuka toko game. Dia mencari sesuatu yang bisa mempercepat pemulihannya karena dia tersiksa berdiam diri di atas ranjang.


"Tidak ada, ya sudah, dengan tubuhku saat ini juga bisa pilih dengan cepat." Aksa hanya mengangkat bahunya, dia tidak kecewa karena tidak ada sesuatu yang bisa mempercepat pemulihannya.


Di rumah keluarga Aksa.


Aji dan Ani baru selesai mengemas pakaian Aksa ke dalam tas. Mereka sedang duduk di kursi ruang makan dan di atas meja ada dua cangkir berisi teh panas karena uapnya masih mengepul.


"Suamiku, bagaimana mengatakannya, aku sangat khawatir saat ini dengan kondisi Aksa," kata Ani dengan kata memerah karena khawatir dengan Aksa.


Dia sangat khawatir karena dari dulu, Aksa adalah anak yang kuat dan tegar. Dia memiliki sifat yang ceria, selalu membuat suasana keluarga menjadi lebih berwarna karena sifatnya itu.


Karena Aji dan Ani memiliki empat anak, Aksa sebagai anak pertama kurang mendapat kasih sayang. Saat Alvan lahir, mereka fokus kepadanya, dan saat Elvira dan Elvina lahir, Aksa semakin kurang kasih sayang.


Namun, Aksa selalu bersikap dewasa dan rasional. Saking rasionalnya, mereka sampai bingung apakah Aksa benar-benar seorang anak kecil biasa, bukan reinkarnasi.


Hal inilah yang membuat Aksa mengemban beban yang sangat banyak dan sangat berat. Dia harus berdiri seperti pilar agar keluarganya tidak jatuh sekaligus melindungi adik-adiknya.


"Meskipun begitu, aku masih saja khawatir." Ani menghembuskan napas panjang karena masih khawatir meskipun sudah dihibur oleh Aji.


Mereka berdua sangat khawatir karena Aksa adalah orang yang tidak membawa emosi atau hal yang negatif kepada orang di sekitarnya, terutama keluarga atau teman dekatnya.


Aksa selalu menyimpan masalah di dalam dirinya, tidak berbicara kepada Aji dan Ani karena kondisi keluarga mereka yang buruk sehingga Aksa tidak ingin menambah masalah.


Aji dan Ani juga tahu hal itu, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka tidak mengetahui masalah anak muda. Mereka terlalu kuno untuk hal seperti itu yang membuat Aksa semakin memendam masalahnya.


"Karena Aksa sudah sukses, mari jangan merepotkannya," kata Aji setelah menghembuskan napas panjang.


...----------------...


Sementara itu, di markas geng banteng putih.

__ADS_1


Semua anggota geng banteng putih sedang berpesta karena mereka berhasil mencelakai Aksa. Benar, merekalah yang sudah menabrak Aksa sampai masuk rumah sakit menggunakan mobil off-road.


Kevin sudah mengirimkan uang sedari awal, jadi mereka tidak peduli bahkan jika Kevin masuk ke penjara. Anto sama sekali tidak khawatir ditangkap polisi karena dia punya kenalan di sana.


"Semuanya, mari kita minum sampai pingsan! Hahaha!" Anto mengangkat botol alkohol dan berteriak dengan suara keras.


"Oh!!!" Semua anggota lain juga mengangkat botol alkohol dan berteriak menjawab Anto.


Mereka berpesta dengan gembira, seisi ruangan dipenuhi dengan bau alkohol dan bau yang tidak yang mengenakan lainnya. Namun mereka tetap berpesta dengan liar tidak peduli dengan sekitar.


"Ini baru namanya hidup! Kita harus bersenang-senang dengan apa yang kita punya, malas sekali aku bekerja untuk seseorang, aku hanya akan dijadikan budak," pikir Anto yang sedang duduk diantara wanita cantik.


Geng banteng putih memang memiliki anggota wanita, tanpa diberitahu, kalian pasti mengerti apa yang mereka lakukan. Jadi, saat larut malam, geng banteng putih mengganti pesta alkohol menjadi pesta malam.


...----------------...


Keesokan harinya, akun sosial media Sajaya Farm mengunggah postingan baru, dan itu membuat semua pengunjung yang melihatnya khawatir karena itu merupakan berita kecelakaan yang dialami oleh Aksa.


Di sana tertera kalau event yang harusnya diadakan menjadi tertunda karena Aksa tidak bisa hadir. Meskipun pengunjung penasaran, mereka lebih khawatir dengan kondisi Aksa.


"Aksa kecelakaan? Di mana dia dirawat sekarang? Aku akan langsung menuju ke lokasi!"


"Pak Aksa, apakah dia baik-baik saja? Bagaimana kondisinya sekarang? Sial, siapa yang menabrak Pak Aksa!?"


"Hm, menurut berita orang dalam, kecelakaan ini adalah sesuatu yang disengaja. Ada orang yang berniat untuk mencelakai Aksa."


Semua orang bertanya-tanya bagaimana kondisi Aksa saat ini, mereka khawatir karena Aksa sangat baik dan saat disapa, dia tersenyum dan membalas sapaannya.


Dan komentar mengenai itu merupakan kecelakaan yang disengaja membuat orang-orang menyelidiki masalah ini lebih lanjut. Mereka tahu kalau Sajaya Farm memiliki masalah dengan orang lain, mereka berpikir kalau musuh Sajaya Farm yang mencelakai Aksa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Halo, author di sini. Maaf, hari ini sama besok cuma update satu chapter karena author lagi sibuk😭


__ADS_2