
Bersamaan dengan perkataan Aksa, suara pistol udara berbunyi dengan keras menandakan perlombaan sudah dimulai. Pada peserta langsung mencengkram dayung dengan kuat dan mulai mendayung.
Ali berada di sampan domba, dia membentuk tim dengan teman-temannya. Dan di dalam timnya tidak semuanya pria, ada dua wanita di timnya yang merupakan istri dari dua teman Ali.
Dan alasan dua wanita itu ikut perlombaan bukan karena suami mereka ikut. Tapi karena mereka juga tertarik dengan hadiah yang akan diberikan oleh Sajaya Farm kepada para pemenang.
Mereka juga tidak bisa diremehkan, teman-teman Ali bukanlah orang biasa. Mereka berlima merupakan satu kelompok yang selalu berolahraga bersama. Mereka biasanya pergi ke gym bersama setiap Hari Minggu.
"Ora!!!" Ali berteriak dengan kencang dan kekuatan di kedua lengannya meledak sehingga dia bisa mendayung dengan sangat cepat.
"Oh! Sampan domba melaju dengan kencang yang membuatnya berada di posisi terdepan! Apakah mereka yang akan menang!? Jangan senang dulu, ada sampan sapi di sebelahnya!" teriak Lisa yang merupakan komentator perlombaan.
Karyawan di belakang layar juga segera mengoperasikan drone untuk merekam perlombaan balap sampan agar para pengunjung di tempat dan para penonton bisa melihat perlombaannya dengan nyaman.
Sampan domba yang digunakan oleh Ali dan timnya disusul oleh tim sapi yang berisi lima pria berotot. Mereka tertawa dan mengejek Ali dan timnya karena sangat mudah untuk disusul.
"Jangan menyerah! Meskipun kita ikut lomba ini karena penasaran, tapi apakah kalian tidak ingin mendapatkan hadiah juara pertama!?" teriak Ali yang menyemangati empat temannya.
"Jangan bicara omong kosong, apakah di matamu kami terlibat seperti akan menyerah?" Salah satu teman Ali berkata dengan nada tidak puas.
Ali tertawa dan berkata, "Hahaha, benar juga! Kalau begitu ayo kerjakan semua kekuatan yang sudah kita simpan, mari susul sampan sapi dan genggam juara pertama di tangan kita!"
...----------------...
Di tempat komentator.
"Oh? Sepertinya sampan domba sangat bersemangat, apakah mereka akan menyusul sampan sapi? Pak Aksa, bagaimana menurut Anda?" tanya Lisa yang bertanya secara profesional.
Aksa menjawab sambil tersenyum, "Hm, sulit. Karena peserta dari sampan sapi semuanya adalah pria bertubuh kekar. Kekuatan dan ketahanan tubuh mereka lebih tinggi dibanding dengan peserta dari tim domba, tapi siapa yang tahu apa yang terjadi selanjutnya?"
"Benar! Semua bisa terjadi di kehidupan apalagi di perlombaan. Mari kita pantau terus semua peserta yang sedang berusaha!" teriak Lisa.
...----------------...
__ADS_1
Di sungai.
Sampan domba terus bekerja dengan keras, mereka adalah orang yang rajin berolahraga dan selalu pergi ke gym. Mereka tidak akan kalah semudah itu dari sampan sapi yang berisi pria-pria bertubuh kekar.
Sementara itu di sampan sapi, seorang pria botak yang ada di depan berkata, "Semuanya, mari terus mendayung! Kita harus mendapatkan juara pertama demi teman kita!"
"Ya!!" Pria kekar lainnya membalas dengan teriakan.
Penampilan mereka memang garang dan terkesan seperti preman, tapi ada alasan penting mengapa mereka ikut perlombaan sampan ini dan alasan itu cukup membuat siapapun yang mendengarnya menetapkan air mata.
Istri salah satu teman mereka sedang berada di rumah sakit. Dia sedang kekurangan darah setelah melahirkan anaknya, namun yang mengkhawatirkan adalah dia memiliki darah yang langka.
Selain dibutuhkan usaha ekstra untuk mendapatkan darah tersebut, sang suami juga harus mengeluarkan banyak sekali biaya karena kelangkaan darahnya.
Para pria berotot ini sudah lama tidak berkumpul karena masalah ini, saat melihat postingan dari Sajaya Farm, mata mereka menjadi cerah dan mereka melihat harapan untuk menyelamatkan istri teman mereka.
"Ada belokan di depan, berhati-hatilah!!!" teriak pria botak di depan
Mereka segera memperlambat sampan agar bisa membelok dengan sempurna, namun tiba-tiba saja di samping ada sampan domba yang melaku dengan kecepatan tinggi sehingga sampan sapi mereka sedikit bergoyang.
Mereka perlu menstabilkan sampan selama beberapa waktu, setalah itu mereka langsung mendayung dengan sangat cepat. Mereka mengerahkan kekuatan di kedua lengan sampai output maksimal.
Namun karena sekarang sudah memasuki belokan, mereka tidak bisa terus-terusan menggunakan kekuatan maksimal, jika tidak mereka akan menabrak batu atau keluar dari sungai.
Menabrak batu mungkin masih bisa diselamatkan, namun jika sudah keluar dari sungai maka peserta akan didiskualifikasi dari perlombaan dan tidak bisa ikut dalam gelombang yang lain.
Itulah mengapa sampan sapi yang ingin berusaha dengan maksimal tidak bisa mengerahkan semua kekuatan. Mereka tidak bisa menyusul sampan domba yang ada di posisi terdepan sementara mereka adalah posisi kedua.
...----------------...
Sementara itu di sampan domba.
Ali menoleh ke belakang dan melihat kalau jaraknya dengan sampan sapi lumayan jauh. Dengan jarak segitu, mereka tidak akan disusul oleh sampan sapi kecuali ada situasi khusus.
__ADS_1
Ali menunjuk ke depan dan berkata kepada timnya, "Semuanya, bersabarlah sebentar lagi, kita akan segera sampai ke garis finish setelah melewati belokan di saa!"
"Ya, kamu juga kerja keras," kata salah satu teman prianya.
Sampan domba melaju dengan kecepatan stabil karena di depan ada belokan yang sedikit menyusahkan. Mereka sangat berhati-hati saat melewati belokan di sana dan akhirnya mereka bisa lewat dengan aman.
Setelah melewati belokan itu, mereka mendayung sampan dengan kekuatan maksimal karena setelah belokan itu adalah jalur lurus yang langsung menuju ke garis finish.
...----------------...
Di tempat komentator, Lisa yang melihat kalau sudah ada sampan yang dekat dengan garis finish menjadi bersemangat. Dia pun segera mengambil mic dan mulai berkomentar.
"Lihat! Sampan domba sudah berada di garis lurus! Hanya kurang dari 100 meter untuk sampai ke garis finish! Para pengunjung dan para penonton, ayo sambut kemenangan sampan domba!"
Bersamaan dengan perkataan Lisa, para pengunjung di tempat segera berdiri dengan semangat. Para penonton yang ada di luar Sajaya Farm juga menunggu hasil sampan domba sampai ke garis finish.
Dan tidak membutuhkan waktu lama bagi sampan domba untuk sampai ke garis finish. Di belakangnya ada sampan sapi yang hanya berjarak dua menit karena mereka menggunakan output kekuatan maksimal.
"Mari bertepuk tangan untuk sampan domba yang tiba di garis finish pertama dan sampan sapi yang kedua!!" teriak Lisa yang bertepuk tangan pertama kali setelah mengatakan hal itu.
Diikuti oleh Aksa dan kemudian Sajaya Farm diliputi oleh suara tepuk tangan yang meriah. Para penonton yang ada diluar Sajaya Farm juga bertepuk tangan mengikuti instruksi Lisa.
...----------------...
"Kami kalah," kata pria botak yang merupakan pria tertua di kelompok pria berotot.
"Jangan berkecil hati, ini masih babak penyisihan. Posisi satu dan dua akan masuk ke dalam babak final besok. Mari kita berusaha lebih keras lagi besok!' kata pria berotot berambut merah.
Pria berotot lainnya juga tersadar, ini masihlah babak penyisihan. Akan ada empat gelombang hari ini dan babak final yang mengambil juara satu, dua, dan tiga akan diadakan besok.
Pikiran mereka menjadi tenang, bisa dilihat dari mata mereka yang tegas kalau mereka memiliki tekad yang sangat kuat untuk memenangkan perlombaan balap sampan.
...----------------...
__ADS_1
Lisa dan Aksa berdiri dan pergi menuju para peserta yang semuanya sudah sampai ke garis finish. Mereka berdua mewawancarai posisi pertama dan kedua.
Kemudian setelah itu, para peserta gelombang pertama dipersilakan untuk istirahat dan para peserta gelombang kedua diminta untuk mempersiapkan diri.