
"Jadi, haruskah kita memeriksa barang dengan waktu terbatas?" Aksa berada di dalam kantornya, kemudian dia masuk ke dalam peternakan game dan memeriksa toko game.
Sehabis menggambar Sketsa, Aksa memasukkan kambing-kambing kembali ke dalam peternakan game. Kemudian dia pergi ke kantornya untuk mengurus sesuatu, baru setelah itu dia masuk ke dalam peternakan game.
Aksa membuka toko game dan segera memeriksa barang yang ada di toko waktu terbatas. Dia melihat kalau ada benda yang bentuk dan penampilannya sama persis seperti pil obat.
Meskipun penampilannya sangat biasa, Aksa tidak berani untuk meremehkannya karena barang di toko waktu terbatas di toko game bukanlah barang yang biasa.
Jadi, untuk memenuhi rasa penasarannya yang tinggi, Aksa sebesar memeriksa pengenalan dari barang di toko waktu terbatas yang berbentuk pil obat.
[Pil perintah]
[Keterangan: Setelah mengonsumsi pil ini, pengguna bisa memberi perintah yang berlawanan dengan keinginan para hewan. (Pil ini diberi batasan yang hanya bisa digunakan untuk hewan-hewan Sajaya Farm.)]
"Ho? Bisa memberi perintah yang berlawanan dengan keinginan hewan?" Aksa menyipitkan matanya karena efek pil itu tidak biasa.
[Host, perlu diingat. Jika memberi perintah yang berlawanan kepada hewan secara terus-menerus akan membuat hewan tersebut stress dan bisa mengakibatkan kematian yang tiba-tiba.]
"Aku tahu maksudmu, Sistem. Itu karena perintah yang aku berikan berlawanan dengan keinginan hewan, kan?" Aksa tersenyum memahami perkataan Sistem.
[Tepat sekali, jarang sekali Host pintar.] Sistem berkata dengan suara mengejek kepada Aksa.
Senyum di wajah Aksa membeku, padahal dia baru saja gembira karena efek pil perintah sangat hebat tapi malah dikacaukan oleh perkataan Sistem yang nyeleneh seperti biasa.
Aksa mengabaikan Sistem, dia segera membeli pil perintah dengan harga 8 ribu poin dan langsung memakannya. Rasanya sama, pahit, seperti obat yang ada di dunia nyata pada umumnya.
"Sistem, tidak ada yang berubah, tapi aku bisa memberi perintah kepada hewan Sajaya Farm, kan?" tanya Aksa karena dia tidak merasakan ada yang berubah.
[Ya, memang tidak ada yang berubah. Tapi Host sudah bisa memberikan perintah kepada hewan-hewan Sajaya Farm.]
__ADS_1
"Bagus." Aksa tersenyum dan mengangguk. Sebelum dia keluar dari peternakan game, dia melakukan pemeriksaan seperti biasa.
Tapi pada saat dia selesai melakukan pemeriksaan, tiba-tiba teringat kalau sudah lama tidak memancing di kolam keberuntungan. Jadi Aksa memutuskan untuk duduk dan memancing di sana.
Karena hanya ingin merasakan memancing setelah sekian lama, Aksa tidak terlalu peduli dengan hasil tangkapannya karena memang keberuntungannya juga sangat buruk.
Aksa menguap karena bosan, tapi apa yang terjadi selanjutnya membuatnya membelalakkan mata. Karena pancingannya ditarik oleh sesuatu yang sangat berat sampai-sampai dia kesulitan untuk mempertahankannya.
"Sial, apa yang aku tangkap? Apakah Godzilla dari dunia lain!?" teriak Aksa sambil mengerahkan seluruh tenaganya untuk menarik pancingan.
Aksa berpikir kalau yang dia tangkap adalah si kadal raksasa yang bisa menembakkan laser nuklir dari mulutnya yang bisa menghancurkan satu kota penuh.
Tapi kemudian dia menepis imajinasinya karena yang keluar dari air karena berhasil dia pancing adalah sebuah botol kalengan yang seukuran bola basket atau malah lebih besar.
"Botol kaleng yang besar, apa isinya?" Aksa terkejut karena itu bukanlah Godzilla. Jadi dia segera memeriksa pengenalan dari botol kaleng besar yang dia tangkap dengan pancingannya.
[Salep hewan XX]
"Salep yang bisa menyembuhkan semua jenis luka fisik!?" Aksa terkejut dengan efek dari salep tersebut karena bisa menyembuhkan semua jenis luka fisik asalkan bukankah luka yang membahayakan nyawa.
Tapi Aksa menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya karena wadah salep tersebut sangat besar dan tidak bisa dibawa kemana-mana.
Jadi Aksa keluar dari peternakan game dan melihat apakah ada wadah kecil di kantornya. kemudian dia menemukan ada toples seukuran telapak tangan, jadi dia memindahkan sedikit salep dari kaleng besar ke toples itu.
"Dengan ini, orang tidak akan curiga." Aksa tersenyum karena bisa menyamarkan salep dari kolam keberuntungan menjadi salep biasa.
Setelah menyimpan salep, Aksa keluar dari peternakan game. Kemudian dia segera mengirim pesan di grup karyawan utama Sajaya Farm agar mereka segera datang ke ruang rapat.
...----------------...
__ADS_1
Singkatnya, setengah jam kemudian. Semua karyawan utama Sajaya Farm sudah berkumpul di ruang rapat saat ini, kemudian Aksa segera menyalakan proyektor dan menampilkan file dokumen.
"Ini adalah rencana kasar untuk event keempat yang akan diadakan. Pertama, cobalah baca dulu, baru kemudian utarakan pendapat kalian," kata Aksa kepada mereka.
Para karyawan segera membaca dokumennya, semakin lama mereka membaca sampai jauh, semakin pula mereka lebih terkejut.
Mereka tidak bisa berkata-kata karena kata Aksa itu adalah rencana kasar, tapi padahal semuanya sudah dipikirkan mau itu rencana, anggaran, peralatan, perlengkapan, dan hal-hal lainnya.
Tapi mereka tidak terkejut terlalu lama dan segera pulih, karena bagi mereka, Aksa adalah orang yang memiliki pemikiran diluar kotak.
"Bos, jadi semua pengunjung yang ingin ikut wajib menunggangi kuda?" tanya Indra yang merupakan karyawan utama.
"Benar, supaya perburuan menjadi lebih meriah. Tapi apakah Bapak punya pendapat yang berbeda?" Aksa mengangguk, kemudian dia bertanya kepada Indra.
"Aku tidak keberatan, tapi apakah semua orang bisa menunggang kuda sambil berburu?" tanya Indra lagi.
"Memang tidak, tapi semua kuda di Sajaya Farm sangat ramah dan Bapak juga tahu kalau tidak pernah ada masalah keamanan di area kuda meskipun mereka adalah pemula atau anak-anak," jelas Aksa.
Indra berpikir sejenak, kemudian dia mengangguk dan berkata, "Memang benar, lalu tidak apa-apa."
"Aksa, kamu belum menjelaskan sistem poinnya," kata Sarah sambil mengangkat tangannya.
"Ah, benar. Kalau begitu aku jelaskan terlebih dahulu tentang sistem poin yang akan digunakan." Aksa menepuk dahinya, kemudian dia mulai menjelaskan.
Poin, akan digunakan untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemenangnya. Peserta yang mempunyai poin terbanyak adalah orang yang menjadi pemenang.
Akan ada tiga hewan ternak yang akan diikutsertakan yaitu kelinci, ayam, dan kambing. Tapi nanti, Simba dan Zoe juga akan ikut sebagai target. Aksa memutuskan untuk mengikutsertakan mereka berdua karena kerjaannya hanya makan dan tidur saja.
Poin yang dimiliki kelinci adalah 5, ayam adalah 3 dan kambing adalah 1. Karena kelinci adalah hewan yang lincah dan cekatan sedangkan meskipun kambing cepat, tapi tubuh mereka merupakan target yang mudah.
__ADS_1
Aksa tidak mengikutsertakan sapi karena mereka sangat besar dan akan repot jika ada banyak sapi berlarian kesana-kemari dengan tubuh mereka yang besar itu.
Kemudian, Simba dan Zoe memiliki poin 10. Mereka adalah hewan yang pintar dan terlatih, jadi poin yang dimiliki oleh mereka sangatlah banyak karena merupakan target gang sulit.