Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Hari Event Kedua Perlombaan Balap Sampan


__ADS_3

Lusa, tanggal 22 Februari yang merupakan hari jadi Kabupaten Banyumas. Sajaya Farm saat ini sedang acara makan-makan yang dihadiri oleh semua karyawan Sajaya Farm.


"Semuanya, mari kita makan yang banyak agar tenaga kita penuh sehingga bisa menghadapi hari yang melelahkan hari ini!" kata Aksa yang membuka acara makan-makan.


Setelah mengatakan hal itu, Aksa adalah orang yang pertama makan diikuti oleh karyawan yang lain. Acara makan-makan ini dilakukan dengan cara lesehan.


Mereka bukan duduk di kursi dan meja makan melainkan duduk di atas lantai dengan karpet. Kemudian makanan tidak ditaruh di atas piring melainkan di atas daun pisang yang ditaruh di lantai.


Lauk pauknya juga cukup kaya karena hampir semuanya menggunakan produk-produk peternakan Sajaya Farm. Hanya sayuran dan minuman saja yang dari tempat lainnya.


Dengan cara ini, pada karyawan dapat memupuk hubungan menjadi lebih dekat dan harmonis karena tidak dipisahkan oleh meja dan kursi yang terlihat sedikit membeda-bedakan.


Kemudian saat Aksa dengan makan dengan nikmat, ponselnya berbunyi. Ia menggunakan tangan kirinya untuk menyalakan ponsel melihat notifikasi yang masuk karena ada seseorang yang mengirim pesan.


Aksa melihatnya sejenak kemudian mematikan ponselnya tanpa membalas pesan tersebut. Sarah yang melihat hal itu mengangkat alisnya karena tidak mengerti mengapa Aksa tidak membalas pesan.


"Mengapa kamu tidak membalas pesannya? Bukankah sedikit tidak sopan untuk tidak membalas pesan seseorang?" tanya Sarah dengan penasaran


"Yah, ada seorang wanita yang mengirimkan pesan," kata Aksa sambil menyingkirkan sayur-mayur dan hanya memakan dagingnya saja.


Sarah yang mendengar itu segera menyipitkan matanya, ia pun bertanya dengan nada curiga. "Wanita? Apakah itu pacarmu? Jika iya, maka balas lah pesan itu jika tidak ingin kena marah."


Aksa bukanlah orang yang bodoh, dia bisa merasakan sesuatu dari perkataan Sarah. Dia tersenyum di dalam hatinya karena perkembangan hubungan mereka sudah berkembang.


Sarah memang sudah banyak menunjukkan emosi di depan Aksa. Tidak seperti dulu yang wajahnya selalu datar dan dingin, sekarang Sarah lebih sering tertawa dan tersenyum.


Namun tentu saja jika di depan orang lain, dia tetap menjadi Sarah seperti biasa.


"Dia bukanlah pacarku. Apakah kamu ingat wanita yang aku tolong saat acara pemotretan dengan Universitas Indonesia? Dia selalu mengirimkan pesan yang cukup menggangguku," jawab Aksa dengan nada tidak berdaya.


Mata Sarah menjadi cerah dan di dalam hatinya dia sangat bahagia. Namun tentu saja wajahnya tetap datar, ia pun berkata, "Ah wanita yang itu ya? Aku ingat saat kamu menolongnya. Ternyata dia yang mengirimkan pesan."


Aksa mengangkat bahunya dan berkata dengan nada tidak terlalu peduli. "Begitulah."

__ADS_1


Aksa tetap makan daging dan menyingkirkan sayur-mayur, Sarah yang melihat hal itu segera mengambil sayur dan memasukannya ke dalam mulut Aksa secara paksa agar dia bisa makan sayur.


"Um!!" Aksa langsung menutup mulutnya dengan cepat saat melihat Sarah berniat memberinya sayur-mayur.


"Mengapa kamu tidak suka sayur!?" Sarah berkata dengan nada tidak berdaya karena Aksa yang sudah dewasa tidak menyukai sayur-mayur seperti anak kecil.


"Aku orang yang makan dengan melihat penampilannya. Sayur-mayur itu sangat tidak sedap dipandang," kata Aksa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.


Sarah menghembuskan napas panjang dan tidak memaksa Aksa. Para karyawan yang lain juga melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan normal karena tahu hubungan mereka.


Bahkan orang bodoh pun tahu kalau ada hubungan khusus antara Aksa dan Sarah. Para karyawan juga mendukung mereka berdua secara diam-diam karena mereka adalah pasangan yang cocok.


Di saat-saat tertentu, beberapa karyawan wanita juga bercanda dengan memanggil Sarah dengan panggilan Nyonya Bos yang menguat wajah Sarah memerah karena malu.


Namun ada satu orang yang merasa cemburu saat melihat kemesraan Aksa dan Sarah. Orang itu adalah Lisa, dia menyukai Aksa saat kejadian di siaran langsung saat dia dipatuk ayam.


Lisa masam karena Aksa selalu bersama dengan Sarah. Dia juga ingin bersama Aksa tapi mereka bertemu hanya saat Aksa memerlukan dia dan timnya untuk merekam suatu video.


...----------------...


Pukul 8 pagi, di area parkir Sajaya Farm sudah ada banyak sekali kendaraan. Banyak pengunjung yang sudah mengantre meskipun loket belum dibuka.


Saking banyaknya, Galih harus mengerahkan lebih banyak penjahat keamanan untuk menjaga ketertiban dan bertindak siaga agar tidak terjadi kerusuhan di antara pengunjung.


Kemudian satu jam kemudian, tepatnya pukul 9 pagi, gerbang Sajaya Farm dibuka. Beberapa karyawan keluar dari sana dan segera menuju tempat mereka bekerja yaitu di loket tiket.


"Karena antusiasme para pengunjung sehingga ada banyak yang mengunjungi Sajaya Farm, maka kami Sajaya Farm memutuskan untuk memberi diskon tiket masuk sebesar 50%!!" teriak Galih dengan pengeras suara.


Seketika para pengunjung yang mendengar hal tersebut menjadi ricuh. Mereka tidak menyangka kalau harga tiket malah akan dikurangi sampai setengahnya padahal jika ditempat lain maka akan dinaikkan.


Biasanya memang seperti itu, jika tempat wisata sedang mengadakan event atau kegiatan menarik, mereka akan menaikkan harga tiket masuk yang berkisar antara 10 sampai 30 persen.


Pengurangan harga tiket masuk tentu saja ide yang Aksa pikirkan. Karena tiket masuk tidak terlalu berguna saat ini, yang penting para pengunjung akan membeli produk-produk peternakan yang harganya lebih mahal.

__ADS_1


Event sedang berlangsung dan pengunjung tentu saja akan menikmati event ini sehingga mereka mau tidak mau harus membeli makanan dan minuman yang dijual.


"Baik, silakan masuk dengan tertib. Ada penanda jalan di sepanjang jalan sehingga kalian tidak akan tersesat, kalian yang lelah juga bisa menaiki bus antar jemput namun tolong bergantian, jangan berdesakan," kata Galih.


Galih sangat bisa diandalkan, suaranya yang kuat ditambah dengan pengeras suara membuat para pengunjung berhenti berbisik-bisik kemudian mereka membeli tiket dengan tertib.


Di area sungai sudah terdapat banyak sekali bangku yang seperti tangga. Pengunjung bisa duduk di sana atau duduk di tempat lain seperti di atas rumput, di atas batu, atau di manapun asalkan masih dalam lingkup aman.


Kemudian ada layar lebar dengan proyeksi di berbagai titik yang berfungsi agar para pengunjung bisa melihat perlombaannya balap sampan dengan puas.


Ditambah lagi ada beberapa karyawan yang akan berkeliling nanti sambil membawa produk-produk peternakan yang ditawarkan kepada para pengunjung yang malas untuk beranjak dari kursi.


Dengan ini, meskipun harga tiket masuk turun sampai setengahnya, pendapatan akan melambung tinggi berkat penjualan produk-produk peternakan.


...----------------...


Di kantor Aksa, Aksa dan Sarah sedang melihat rombongan pengunjung dari pintu masuk ke area sungai dengan tertib yang dipandu oleh seorang karyawan agar tidak tersesat.


"Kamu benar-benar monster, bagaimana bisa kamu mendapatkan ide yang unik seperti ini," kata Sarah dengan nada heran sambil melihat Aksa yang berdiri di sampingnya.


"Hahaha, lumayan lah. Lagipula pendapatan terbanyak disumbang dari penjualan produk-produk peternakan, kedua adalah biaya makan, ketiga adalah biaya pengalaman, dan yang terakhir adalah tiket masuk," kata Aksa sambil tertawa lepas.


Sarah tersenyum tipis dan berkata, "Kamu ada benarnya, menurunkan harga tiket masuk sampai setengahnya tidak bisa membuat Sajaya Farm bangkrut."


"Dan aku kira sebentar lagi media akan menerbitkan sebuah berita mengenai Sajaya Farm yang gila karena menurunkan harga tiket masuk sampai setengahnya," sambung Aksa.


Meskipun ide Aksa ini memang terdengar sedikit gila dan terlalu berani, tapi dia sudah mempertimbangkan pro dan kontra jika diterapkan di Sajaya Farm saat event kedua berlangsung.


Aksa dan Sarah sudah berdiskusi dengan semua karyawan yang ada. Mereka berdua memang selalu mengumpulkan semua karyawan jika ada sebuah masalah yang cukup penting.


Meskipun tidak semua karyawan bisa memberikan saran atau solusi yang tepat, tapi mereka bisa memberikan pendapat sehingga bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda.


Itulah mengapa cara memimpin Aksa sangat disukai oleh semua karyawan karena bos mereka memandang karyawannya setara tanpa membeda-bedakan jabatan yang ada.

__ADS_1


__ADS_2