Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Event Keempat Dimulai dan Si Ahli Berkuda


__ADS_3

--- {Akhirnya dimulai! Aku sudah tidak sabar dengan event keempat ini yang mengambil tema perburuan.}


--- {Semua peserta menunggangi kuda, pastinya sangat asik apalagi sambil menembaki target.}


Para penonton sangat antusias dengan event keempat karena temanya yang sangat menyenangkan yaitu tema perburuan di mana peserta akan menembak target dengan senjata paintball.


Pada saat ini, semua peserta sudah memilih kuda yang mereka inginkan dan tidak ada kuda yang memberontak, semuanya bersikap kooperatif karena sudah dijanjikan banyak makanan oleh Aksa.


Namun tepat sebelum dimulai, orang tua Sarah datang tepat waktu dan mereka segera mengenakan pakaian berkuda dan menunggangi kuda yang sudah Aksa sisakan.


"Ayah, Ibu, kalian yakin bisa ikut event ini?" tanya Sarah kepada orang tuanya.


"Apa yang kamu katakan, Ayah sangat yakin!" Andre berjaga dengan nada yakin sambil menepuk-nepuk dadanya.


Delia tersenyum dan berkata, "Kami hanya ingin bersenang-senang, anggap saja liburan dari pekerjaan yang melelahkan."


Tujuan mereka berdua ikut event ini adalah selain karena mereka suka berkuda, mereka juga ingin rehat sejenak dari pekerjaan mereka yang sangat banyak dan melelahkan.


"Baiklah, aku bertugas sebagai pengawas bersama Aksa, jadi tidak bisa menemani Ayah dan Ibu sepanjang waktu," angguk Sarah.


"Kami bukan anak kecil. Kamu dan Aksa berpatroli saja dan perhatian setiap peserta, kami ini ahli berkuda, haha!" Andre tertawa dan membanggakan dirinya yang bisa berkuda dengan ahli.


"Itulah alasannya aku tidak ingin meninggalkan Ayan sendirian, takutnya Ayah akan jatuh dan tidak ingin meminta pertolongan." Sarah menghembuskan napas panjang.


Semua orang tertawa terbahak-bahak, kemudian setelah beberapa saat lagi, Andre dan Delia bergabung dengan para peserta sementara Aksa dan Sarah juga kembali ke tim pengawas.


"Semua sudah siap? Tiga.. Dua.. Satu.. Mulai!" Lisa berkata dengan pengeras suara menandakan mulainya event keempat ini.


"Ha!" Semua peserta segera mengarahkan kuda mereka untuk pergi. Mereka semua menyebar ke segala arah sambil mencari mangsa yang siap untuk ditembak.


...----------------...


Dika adalah seorang pria yang gembar berkuda sejak dia masih kecil. Orang tuanya mendukung kesukaan Dika dengan memberinya pelatihan berkuda di tempat yang tepercaya.

__ADS_1


Jadi di usianya yang sudah 30 tahunan, Dika menjadi ahli berkuda dan sekarang dia bekerja sebagai instruktur pelatihan berkuda di tempat dia pernah belajar sebelumnya.


Dika mengikuti event keempat Sajaya Farm karena dia suka berkuda. Sekarang dia sedang menuju area rerumputan karena dia melihat ada rumput yang bergerak dengan tidak beraturan.


"Rumputnya tidak tinggi, jadi itu mungkin kelinci atau ayam. Tapi ayam tidak terlalu menyukai rerumputan seperti ini, jadi itu pasti kelinci," pikir Dika yang otaknya penuh dengan perhitungan.


Dika mengangkat senjata paintball nya dan membidik ke arah tempat di mana rumput yang bergerak-gerak itu. Dia memfokuskan pikirannya ke sana dan menarik pelatuk senjata paintball sedetik kemudian.


*Swoosh


Beberapa peluru paintball keluar dari senjata paintball milik Dika menuju arah rerumputan yang bergerak-gerak dengan sangat cepat.


Setelah beberapa saat diam, rerumputan itu bergerak lagi dan kali ini ada kelinci dengan pakaian berwarna putih yang sudah ternodai oleh cat berwarna merah.


Itu artinya, Dika berhasil menembak kelinci tersebut dan dia mendapatkan lima poin atas keberhasilannya itu. Dika tersenyum dan terus melanjutkan perburuannya karena ada aturan kalau peserta tidak boleh menembak target yang sama.


Situasi ini juga terlihat oleh kamera drone, petugas di balik layar segera menambah lima poin untuk Dika. Para penonton juga bersorak dengan antusias mau itu yang ada di Sajaya Farm atau di tempat lain.


--- {Wah, peserta itu berhasil mendapatkan lima poin karena menembak kelinci.}


Di bangku komentator, Lisa juga melihat kalau para penonton sangat antusias dengan peserta yang bernama Dika tersebut. Karena mereka tidak tahu identitas Dika, Lisa segera memberitahu mereka.


"Teman-teman, peserta pertama yang berhasil mendapatkan poin bernama Dika. Dia ternyata adalah seorang ahli berkuda diusianya yang masih 30 tahunan!" kata Lisa dengan semangat.


Alasan Lisa bisa tahu adalah karena semua beserta boleh mengisi pengenalan mereka agar nantinya Lisa punya informasi dasar yang bisa diperkenalkan kepada para penonton.


Tapi itu opsional sehingga peserta bebas untuk mengisi pengenalan mereka atau tidak. Aksa juga menyetujui hal ini agar siaran langsung semakin meriah.


--- {Seorang ahli berkuda? Pantas saja tadi aku lihat dia bisa menunggangi kuda dengan sangat baik.}


--- {Kira-kira dia sudah punya istri belum? Aku ingin menjadi istrinya!!}


...----------------...

__ADS_1


Situasi beralih ke Andre dan Delia. Mereka berdua berjalan bersama karena tujuan mereka adalah bersenang-senang. Tapi mereka juga ingin menembak target karena berpikir kalau itu sangat asik.


Jadi pada saat ini, mereka sedang mengarahkan senjata paintball di tangan mereka ke arah kambing yang sedang makan rumput di depan.


"Delia, kamu siap?" tanya Andre kepada istrinya.


"Aku siap, suamiku," angguk Delia atas pertanyaan suaminya.


"Bagus, hitungan ketiga kita tembak bersama. Satu.. Dua.. Tiga..!" Andre menarik pelatuk senjata paintball begitu juga dengan Delia.


Banyak peluru paintball berterbangan, semuanya mengarah ke kambing yang sedang makan rumput dengan gembira tanpa menyadari kalau dia dijadikan target oleh Andre dan Delia.


"Mbee!?" Kambing itu berteriak karena merasa kalau tubuhnya dikenai sesuatu. Dia menengok kesana-kemari dan melihat ada dua manusia yang sedang menunggang kuda.


"Mbee!" Kambing itu berteriak lagi, kali ini dia segera berlari untuk menjauhi Andre dan Delia karena berpikir kalau mereka akan memakannya.


"Lumayan, satu poin." Andre tersenyum kepada Delia karena peluru cat yang pertama mendarat adalah milik istrinya itu.


"Terima kasih." Delia tersenyum. Meskipun dia tidak terlalu peduli dengan poin, tapi dia juga gembira karena berhasil mendaratkan tembakan kepada kambing.


Dan pada saat ini, ada sesuatu yang bergerak dengan sangat cepat di dekat mereka. Andre dan Delia menyipitkan mata agar bisa melihat dengan lebih jelas apa yang bergerak dengan sangat cepat itu.


"Itu Simba!" teriak Delia sambil menunjuk ke arah sesuatu yang bergerak dengan sangat cepat yang ternyata adalah Simba.


"Simba, kucing peliharaan Aksa itu?" Andre juga bisa melihat kalau Simba sedang berlari dengan sangat kencang seolah-olah dia dikejar sesuatu.


"Suamiku, angkat senjatamu. Jika kita mengenai Simba, kita akan dapat 10 poin!" Delia menyuruh kudanya untuk mengejar Simba sambil mengamati senjata paintball nya.


"Kamu jadi sangat bersemangat." Andre tersenyum karena melihat istrinya bersemangat. Tapi dia juga menyuruh kudanya untuk mengikuti Delia sambil mengangkat senjata paintball nya.


"Meong!?" Simba menoleh ke belakang dan melihat ada dua orang yang dia kenal sedang mengejarnya. Dia menggerakkan keempat kakinya lebih cepat lagi karena dia tidak mau berurusan dengan manusia.


Sebelumnya, dia dikejar oleh beberapa peserta dan dia sudah berlarian cukup lama yang membuat staminanya berkurang drastis.

__ADS_1


"Aku ingin makan dan tidur!" Itu adalah pikiran Simba jika dia bisa berbicara bahasa manusia karena dia sudah terlalu frustasi.


__ADS_2