Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Ada Satu Masalah Kecil di Area Kuda Khusus


__ADS_3

Sementara Aksa sedang mengurus para rekrutmen bersama dengan Sarah dan karyawan lain, di area kuda khusus terdapat satu keluarga beranggotakan tiga orang sedang bersenang-senang bersama.


Sang ayah bernama Ferdi, sang ibu bernama Olan, dan sang anak perempuan berumur delapan tahun bernama Cindy. Mereka sedang menunggang kuda bersama dengan satu instruktur kuda.


Pada saat ini, kuda yang sedang ditunggangi oleh Cindy menginjak batu di bawahnya yang menyebabkan tubuhnya bergoyang dan membuat Cindy terjatuh dari kuda


"Cindy!" Ferdi dan Olan berteriak dengan keras dengan mata yang terbuka lebar karena menyaksikan putri mereka terjatuh dari kuda.


Tapi beruntung sang instruktur kuda memiliki reflek yang cepat, dia segera menangkap Cindy dengan cepat dan menghentikannya jatuh dari kuda.


Kemudian sang instruktur kuda mencoba untuk menenangkan Cindy yang masih panik. Ferdi dan Olan segera turun dari kuda dan menggendong Cindy yang panik.


"Cindy, kamu tidak apa-apa? Cindy, dengarkan ibu." Olan mengelus-elus kepala Cindy dan bertanya kepadanya dengan suara lembut.


Ferdi juga menatap Cindy dengan mata khawatir karena Cindy mengidap gangguan mental emosional karena PTSD yang akan membuat kepalanya terasa sangat sakit jika dia merasa takut berlebihan atau panik.


"Hey, kamu! Bagaimana bisa kudanya memberontak secara tiba-tiba!? Lihat apa yang kuda itu lakukan sampai membuat putriku panik!" Olan berteriak kepada instruktur kuda karena Cindy tidak membalas perkataannya.


"Maafkan saya, Pak. Tapi tadi ada-" Instruktur kuda tidak bisa menyelesaikan perkataannya karena dipotong oleh Olan.


"Jangan banyak alasan! Aku tidak mau tahu, kamu harus melakukan sesuatu terhadap putriku!" Olan berteriak dengan keras sampai air matanya keluar dari matanya.


Sang instruktur kuda tidak tahu harus berbuat apa karena tadi ada batu yang menmbuat kuda yang ditunggangi oleh Cindy bergoyang, tapi dia tidak bisa mengatakan itu karena Olan dipenuhi dengan emosi.


Jadi yang bisa dia lakukan adalah mencoba untuk menenangkan Olan dan menelepon majaer baru area kuda khusus mereka, yaitu Ratu.


"Manajer, ada masalah di sini. Bisakah Ibu datang?" tanya instruktur kuda dengan suara gugup karena tahu ini bukan masalah ringan.


Instruktur kuda juga bisa melihat ada yang salah dengan kondisi Cindy, tapi dia tidak bertanya karena itu tidak sopan. Itulah mengapa dia sangat gugup karena takut terjadi sesuatu yang diluar kemampuannya.

__ADS_1


"Masalah? Aku segera ke sana." Ratu menjadi serius saat mendengar kalau ada masalah di area kuda khusus. Jadi dia menunda pekerjaannya dan segera ke sana.


"Maafkan saya. Mari kita pergi ke area istirahat terlebih dahulu, Pak, Bu." Instruktur kuda menenangkan Ferdi dan Olan, dan menyarankan mereka untuk pergi ke area istirahat terlebih dahulu.


Ferdi dan Olan mengangguk, mereka segera pergi ke area istirahat bersama instruktur kuda. Sementara itu kuda-kuda yang mereka tunggangi diserahkan ke instruktur kuda lain.


Beberapa menit setelahnya, Ratu yang sudah datang ke area kuda khusus langsung melihat keluarga Ferdi dan instruktur kuda, jadi dia segera berlari ke sana.


"Halo Pak, Bu. Saya Ratu, manajer area kuda khusus ini. Saya minta maaf karena telah membuat Bapak dan Ibu tidak nyaman, bisakah saya tahu apa yang sedang terjadi?" Ratu membungkukkan badannya sedikit, lalu dia bertanya.


Ferdi dan Olan saling memandang, tapi instruktur kuda segera menjelaskan apa yang barusan terjadi. Ratu menganggukkan kepalanya dan sudah paham dengan penjelasan dari instruktur kuda.


"Saya minta maaf, sepertinya ada batu yang lolos saat kami melakukan pembersihan. Ini kelalaian saya sebagai manajer, saya minta maaf." Ratu membungkukkan badannya lagi kepada Ferdi dan Olan.


Instruktur kuda menarik napas dalam-dalam, dia juga membungkukkan badannya. Dia sangat kagum dengan Ratu, padahal Ratu baru bergabung belum lama tapi sudah seperti karyawan lama.


"Tidak apa, kami sudah tenang. Tapi, apakah ada solusi agar Cindy tidak panik lagi?" Ferdi menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu dia melihat Cindy yang masih gemetaran.


"Tolong cepat," angguk Ferdi.


Ratu mengangguk, dia segera menelepon Aksa karena dia tidak tahu harus melakukan apa. Sarannya adalah untuk mengistirahatkan Cindy karena dia melihat kondisi Cindy tidak baik-baik saja.


Tapi dia tahu kalau sarannya tidak akan membuat Ferdi dan Olan puas. Apalagi mereka yang ada di area kuda khusus bukanlah orang yang biasa sehingga Ratu tidak bisa asal-asalan.


"Hah? Baiklah, aku ke sana." Aksa mengangkat alisnya, lalu dia segera pergi ke area kuda khusus. Beruntung wawancara dengan rekrutmen sudah selesai karena dia dan Sarah melakukannya dengan cepat.


"Terima kasih Bos, maaf merepotkan," kata Ratu dengan tidak berdaya.


Tidak butuh waktu lama untuk Aksa datang, dia tidak bertanya apa yang terjadi tapi langsung melihat Cindy yang sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Apa dia menderita sesuatu?" tanya Aksa tanpa menolehkan pandangannya.


"PTSD." Ferdi menjawab dengan singkat dan jelas.


"Bisakah dia makan madu?" tanya Aksa lagi dan diberi anggukan kepala oleh Ferdi dan Olan.


Aksa berdiri, dia segera pergi ke bagian dapur restoran untuk mengambil madu. Dia tidak langsung mengeluarkannya karena itu akan membuat orang curiga dan di sini tidak ada titik buta kamera pengawas.


Setalah beberapa saat, Aksa kembali sambil membawa botol kaca yang berisi madu dan sendok. Lalu dia mengambil madu dengan sendok dan menyuapi Cindy.


"Ayo, makanlah. Kalau kamu makan ini, kamu akan mendapat hadiah." Aksa tersenyum dan berkata dengan lembut agar Cindy tidak takut.


Cindy sedikit ragu-ragu, tapi saat dia mendengar kalau akan mendapat hadiah, dia segera membuka mulutnya dan menelan madu yang disuapi oleh Aksa.


"Mengapa kamu memberinya madu?" tanya Ferdi sambil mengerutkan keningnya.


"Madu bisa menambah energi, madu Sajaya Farm memiliki efek yang luar biasa. Hanya ini yang bisa digunakan untuk meredakan gejala PTSD yang dialami oleh putri Bapak," kata Aksa dengan tenang.


Energi yang akan dihasilkan oleh madu akan membuat tubuh Cindy tidak lemas dan pucat lagi. Hal ini juga akan membuat sakit kepala yang dialami olehnya karena PTSD berkurang.


Tentu saja madu tidak akan bisa menyembuhkan PTSD karena penyakit ini tidak bisa disembuhkan dengan obat modern atau tradisional, melainkan dengan sebuah tindakan yang berkaitan dengan mental dan pikiran sang penderita.


"...Terima kasih." Meskipun agak ragu, tapi dia juga tahu kalau hanya ini yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala PTSD putrinya, jadi Ferdi mengucapkan terima kasih kepada Aksa.


"Yah, sama-sama. Ngomong-ngomong, kebetulan sekali Sajaya Farm akan mengadakan kegiatan terapi kuda di area kuda khusus ini. Bapak bisa mendaftarkan putri Bapak untuk ikut dalam terapi kuda ini," kata Aksa sambil tersenyum.


"Terapi kuda? Aku sudah pernah melakukannya untuk Cindy, tapi tidak ada gunanya." Ferdi berkata, dan Olan juga menghembuskan napas panjang.


"Haha, itu mungkin di tempat lain. Bapak mungkin tidak tahu, tapi sudah menjadi rahasia umum kalau hewan-hewan di Sajaya Farm sangat berbeda dengan yang ada di tempat lain," kata Aksa sambil tertawa kecil.

__ADS_1


Lalu Aksa melanjutkan, "Bapak daftarkan putri Bapak saja dulu, lalu beritahu hasilnya. Karena hal ini tidak akan berguna hanya karena aku membicarakannya. Kalau begitu, sampai jumpa Pak, aku masih perlu mengurus hal yang lain."


Aksa tersenyum, menundukkan kepalanya, lalu dia pergi sambil melambaikan tangannya. Aksa memang harus melakukan sesuatu dan itu adalah untuk memeriksa jalan yang sedang diproses.


__ADS_2