
Tanggal 25 Bulan Desember.
Hari ini adalah hari di mana event pertama Sajaya Farm dimulai. Video pemberitahuan sudah diunggah beberapa hari sebelumnya oleh Lisa dan timnya.
Banyak orang yang tertarik dengan event kali ini. Mereka sudah tahu bagaimana rasa dari produk peternakan Sajaya Farm yang lebih enak dibandingkan dengan yang ada di pasaran.
Kali ini Sajaya Farm merilis informasi kalau paket hadiah yang akan diberikan ke pemenang lotre adalah produk peternakan yang lebih enak daripada yang ada di area penjualan.
Dan sudah banyak orang dari luar kabupaten yang mengunjungi Sajaya Farm bahkan Aksa sempat tahu kalau ada satu keluarga dari provinsi sebelah mengunjungi Sajaya Farm.
Itu artinya popularitas Sajaya Farm telah menyebar dengan luas sampai ke beberapa kabupaten yang mana Sajaya Farm pasti akan mendapatkan lebih banyak pendapatan.
Lalu saat orang-orang sudah banyak, Lisa yang berada di ruang pemberitahuan mulai berbicara. Ruang pemberitahuan adalah ruang di mana orang bisa mencari sesuatu yang hilang dan sesuai dengan namanya, ruangan ini untuk pemberitahuan.
"Tes, halo semuanya, Lisa di sini. Seperti yang sudah diberitahukan di akun resmi Sajaya Farm, hari ini tanggal 25 Desember sampai lusa tanggal 27 Desember, Sajaya Farm akan mengadakan event akhir tahun."
"Dimohon untuk tetap mematuhi peraturan yang ada, jangan berbuat curang. Jika ketahuan curang, maka Sajaya Farm akan memasukan orang tersebut ke dalam daftar hitam selama satu bulan."
"Mungkin terdengar kejam tapi hal ini diperlukan agar tidak ada orang yang berbuat curang. Lalu, tanpa basa-basi lagi, event akhir tahun dimulai!"
Orang-orang yang mendengar ucapan Lisa menjadi bersemangat. Mereka juga tidak keberatan dengan hukuman untuk orang yang curang karena peraturan harus tegas agar orang tidak melanggarnya.
Percuma saja jika ada banyak sekali peraturan namun hukumannya tidak tegas. Orang-orang menjadi tidak peduli dengan hal itu dan akan berbuat semaunya sendiri.
...----------------...
"Sepertinya mereka sangat bersemangat," kata Sarah.
Aksa tersenyum dan mengangguk, "Ya. Meskipun suhu udara dingin, tapi itu tidak menghalangi mereka untuk melakukan aktivitas. Lagipula mereka yang ikut event ini adalah mereka yang sudah merasakan produk peternakan Sajaya Farm."
"Benar. Aku juga lihat di media sosial kalau ada yang bertanya-tanya mengapa ada banyak orang menantikan event ini. Orang yang bertanya-tanya pasti belum pernah mencoba produk peternakan Sajaya Farm." Sarah mengangguk setuju.
"Ngomong-ngomong, bukankah kamu tidak akan pergi ke manapun saat liburan?" tanya Aksa.
Sarah menoleh dan mengangguk, "Ya, ada apa?"
"Jika tidak keberatan, temani aku untuk membeli rumah," kata Aksa.
"Kamu ingin membeli rumah?" Sarah bertanya dengan nada heran.
"Ya, sebagai hadiah tahun baru. Lagipula rumah milikku sudah terlalu kecil," angguk Aksa.
__ADS_1
"Baiklah, hubungi aku jika ingin berangkat." Sarah mengangg.
...----------------...
Dimas adalah seorang pelajar di salah satu SMA terkenal di kabupaten. Dia berasal dari keluarga yang kaya sehingga dia sudah mencoba berbagai macam jenis makanan mewah.
Namun saat ia mencoba makanan di Sajaya Farm, ia menganggap kalau makanan yang selama ini ia makan adalah sampah karena makanan di Sajaya Farm sangat lezat.
Oleh karena itu saat ini ia pergi ke Sajaya Farm pagi-pagi sekali agar bisa mendapatkan paket hadiah. Dimas tidak terlalu peduli dengan kartu pengalaman gratis karena ia kaya, yang ia inginkan adalah produk peternakannya.
"Langsung saja, ayo kita menghabiskan banyak uang!" Dimas langsung membeli banyak hal di area penjualan.
"Hm, keluargaku tidak akan bisa menghabiskan ini semua. Aku bagi-bagi saja ke teman-temanku, bagaimana bisa aku membuang produk seenak ini?" pikir Dimas yang membeli banyak produk peternakan.
Karyawan Sajaya Farm melihat kalau Dimas membeli banyak barang, dia memberikan beberapa tiket untuk memutar lotre di dekat restoran.
"Terima kasih!" Dimas menerima tiket lotre dan segera pergi ke tempat pemutaran lotre sambil membawa tas yang berat.
Ia berpikir kalau ia adalah orang yang pertama memutar lotre. Namun saat sampai di tempat pemutaran lotre, ia tidak menyangka sudah banyak orang yang mengantre.
Cara memutar lotre sangat sederhana karena metodenya adalah digital. Ada layar besar di tempat pemutaran lotre, dan pengunjung bisa menekan tombol yang sudah disediakan untuk memutar lotre.
Dan jika pengunjung berhasil mendapatkan hadiah utama, pengunjung akan diminta untuk mengisi data informasi. Ini bertujuan agar pengunjung tidak bisa mendapatkan hadiah berkali-kali.
Dimas menyaksikan ada banyak orang yang memutar lotre namun belum ada yang mendapatkan hadiah. Setelah beberapa saat, sekarang adalah giliran Dimas.
"Yah, aku memiliki beberapa tiket. Pertama, mari kita memutar secara santai." Tanpa melakukan pemanasan, Dimas langsung menekan tombol putar.
Dimas dan pengunjung lain menyaksikan lingkaran itu berputar dengan sangat cepat. Setelah beberapa detik, lingkaran mulai melambat
Ada tiga warna di dalam lingkaran lotre. Hitam adalah 'terima kasih telah berpartisipasi', putih adalah, 'paket hadiah biasa', dan emas adalah 'paket hadiah luar biasa'.
Dimas tidak mengharapkan banyak hal karena ini adalah lotre pertama. Namun, saat lingkaran berhenti, Dimas termasuk semua orang yang menonton tercengang.
Mereka membelalakkan mata dan membuka mulut lebar-lebar karena melihat hasil lotre. Mereka sangat terkejut karena jarum di dalam lingkaran menunjukkan ke arah warna emas.
"Haha...Hahaha!!!" Dimas tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.
Orang-orang di sekitar juga menatap Dimas dengan tatapan iri karena ia mendapatkan paket hadiah luar biasa. Dimas segera dipandu oleh karyawan untuk mengisi informasi data sederhana berupa nama lengkap dan nomor telepon.
Setelah itu karyawan lain menyerahkan paket hadiah luar biasa kepada Dimas sambil tersenyum. Paket hadiah itu dikemas dengan sangat cantik dan ukurannya juga besar.
__ADS_1
Dimas menggunakan kedua tangannya untuk menerima paket hadiah luar biasa. Setelah berterima kasih, Dimas langsung pergi karena ia sudah tidak memiliki hal yang perlu dilakukan di sini.
Namun sebelum pergi, Dimas tahu kalau kartu pengalaman tidak akan ia gunakan. Jadi ia mengajukan pertanyaan kepada karyawan tadi.
"Permisi, aku rasa kartu pengalaman tidak akan aku gunakan. Bisakah aku memberikannya kepada orang lain?" tanya Dimas.
"Ah, tolong tunggu sebentar, Kak. Saya akan menghubungi Bos kami terlebih dahulu." Karyawan itu segera menghubungi Aksa.
"Diperbolehkan. Lagipula hadiahnya adalah milik orang itu." Aksa memperbolehkan untuk menggunakan kartu pengalaman gratis sesuai dengan keinginan orang yang mendapatkannya.
Sang karyawan segera menyampaikan kata-kata Aksa kepada Dimas. Dimas mengangguk dan mencari tempat untuk meletakan paket hadiah luar biasa dan membukanya.
Dimas mengambil kartu pengalaman gratis dan memberikannya kepada seorang pria tua berpakaian sederhana yang sedang menggendong anak perempuan.
"Kakek, ini untuk Anda. Gunakan kartu ini bersama dengan anak perempuan, ah maaf, maksudnya cucu Kakek." Dimas memberikannya kepada pria tua itu.
"Bagaimana bisa saya menerima ini? Simpan saja untukmu anak muda." Pria tua tersebut menolaknya karena mereka tidak saling mengenal.
"Yah, aku memiliki banyak uang. Daripada aku buang, lebih baik kartu ini Kakek gunakan bersama dengan cucu Anda." Dimas memasukan kartu pengalaman gratis ke tangan pria tua itu lalu ia pergi sebelum pria tua itu membalas.
"Terima kasih, anak muda." Pria tua menundukkan kepalanya ke arah Dimas pergi.
Sebenarnya dia di sini memang mengincar kartu pengalaman gratis. Ia tidak memiliki banyak uang namun ia ingin membahagiakan cucu perempuannya karena anak dan menantunya sedang bekerja di luar kabupaten.
"Cucuku, kita akan pergi ke sini tahun depan dan Kakek akan membawamu bersenang-senang!" kata pria tua itu kepada cucu perempuannya.
"Baik!" Cucu perempuannya tersenyum cerah yang melelahkan hati pria tua itu.
...----------------...
Dimas kembali ke rumahnya dan di sana ada kedua orang tuanya. Dimas segera menaruh paket hadiah luar biasa di atas meja dan menjelaskannya kepada kedua orang tuanya.
Setelah itu, mereka bertiga mengambil sagu botol susu murni dan meminumnya. Mata mereka menjadi cerah saat merasakan kelezatan dari susu murni itu.
"Seperti yang kamu katakan, nak. Susu ini tidak bisa dibeli dengan uang." Sang ayah berbicara dengan penuh kegembiraan.
"Apa yang aku katakan, produk dari Sajaya Farm itu luar biasa. Diperkirakan mereka akan merilis produk lain yang rasanya pasti lebih enak daripada yang ada di pasaran," kata Dimas.
"Benar, kurasa tahun depan Ayah dan Ibumu akan berkunjung ke Sajaya Farm. Sudah lama kami tidak berlibur," angguk ayah Dimas.
Setelah itu mereka menyimpan produk peternakan kualitas D yang Dimas beli dan berniat untuk membagikannya kepada tetangga dan teman-teman sekolah Dimas.
__ADS_1