Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Pertama Kalinya Menggunakan Pil Perintah


__ADS_3

Situasi beralih ke tim pengawas, mereka dibagi menjadi tim kecil yang terdiri dari dua sampai tiga orang. Kemudian Aksa dan Sarah ada di dalam tim yang sama.


Mereka berdua sedang berjalan-jalan dengan pelan sambil melihat para peserta di sekitar mereka yang sedang berusaha untuk mengenai target yang mereka incar.


"Mereka sangat bersemangat, tanpa takut akan jatuh dari kuda." Sarah tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Haha, begitulah. Mungkin karena event ini mengambil tema perburuan yang menurut mereka akan sangat mengasikan," kata Aksa sambil tertawa.


"Tapi aku masih bingung karena belum ada peserta yang jatuh dari kuda. Padahal bisa dilihat dengan mata telanjang kalau banyak dari mereka yang masih pemula," kata Sarah sambil memiringkan kepalanya.


"Hm, mungkin karena kuda-kudanya yang bersikap kooperatif? Kamu tahu sendiri kalau hewan-hewan di Sajaya Farm sangat menurut," kata Aksa sambil tersenyum.


Meskipun sebenarnya dia tahu kalau itu berkat tali kuda yang dia beli dari toko game yang mengurangi kemungkinan penunggang kuda jatuh dari kudanya.


Tapi Aksa juga sangat terkejut dengan keefektifan efek tali kuda tersebut. Padahal dia kira efeknya tidak begitu terlihat karena harganya yang hanya 100 poin per talinya.


[Jangan meremehkan barang dari toko game, apalagi ini adalah barang yang disediakan oleh Sistem sendiri. Jadi sudah pasti kualitasnya akan sangat luar biasa.]


Sistem berkata dengan nada bangga yang membuat Aksa terdiam karena semakin ke sini, sifat Sistem semakin seperti seorang manusia.


"Hey Sistem, jujur saja. Kamu ini makhluk dari dimensi lain kan?" tanya Azam kepada Sistem di dalam hatinya karena dia curiga dengan Sistem.


[Ah? Jangan mencurigai Sistem, Host tidak akan mendapatkan apa yang sekarang Host miliki tanpa bagian Sistem ini!]


Aksa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, dia juga tidak serius dengan pertanyaannya. Tentu saja dia juga tidak peduli dari mana sistem berasal dan identitas apa sistem itu.


"Aksa? Kenapa kamu menggelengkan kepala?" tanya Sarah dengan curiga karena Aksa tiba-tiba tersenyum dan menggelengkan kepalanya


"Ah, tidak ada. Aku hanya memikirkan sesuatu yang lucu," kata Aksa sambil mengangkat bahunya.


Sarah melirik Aksa, dia juga tidak bertanya lebih lanjut. Mereka berdua melanjutkan patroli mereka namun dengan kecepatan yang lebih cepat karena di sekitar mereka tidak ada peserta yang terlihat.


Sepanjang perjalanan, Aksa melihat kalau para peserta memiliki wajah yang bahagia. Tapi mata mereka juga menunjukkan keseriusan yang besar.

__ADS_1


Itu artinya meskipun tujuan mereka ikut event keempat adalah untuk bersenang-senang, mereka juga ingin memenangkan juara pertama.


"Meong!!?" Pada saat ini, terdengar suara kucing yang familiar. Kemudian muncul seekor hewan berbulu oranye dari balik rumput dan melompat ke arah Aksa.


"Simba!?" Aksa terkejut dengan kemunculan Simba yang tiba-tiba itu.


"Meong!" Simba memiliki mata yang cerah karena berpikir kalau pemiliknya akan menyelamatkan dirinya dari kejaran para peserta.


Jadi setelah mendarat di tanah, dia segera melompat lagi dan mendarat di bahu Aksa. Kemudian dia mencakar pakaian Aksa agar tidak terjatuh karena kudanya masih berlari.


"Oh, Simba." Sarah menengok ke arah Aksa dan melihat kalau ada Simba yang sedang bergelantungan di bahu Aksa.


"Meong." Simba menyapa Sarah dengan menganggukkan kepalanya karena kedua kaki depannya sedang mencakar pakaian Aksa agar dia tidak terjatuh.


Sarah juga menganggukkan kepalanya, dia sudah terbiasa dengan kepintaran Simba dan sikapnya yang mirip dengan manusia itu.


"Kenapa kamu terlihat pucat?" tanya Aksa dengan penasaran sambil memperlambat laju kudanya.


"Meong.. Meong!" Simba berkata panjang lebar dengan suara kucingnya tanpa peduli apakah Aksa bisa memahaminya atau tidak.


"Ah, jadi kamu dikejar oleh banyak orang." Azam mengangguk paham. Kemudian dia memegang Simba dan melepaskannya dari bahunya.


"Sarah, ayo pergi!" Aksa menyuruh Ace untuk berlari dengan cepat meninggalkan Simba yang masih bingung kenapa dia dibuang.


"Aksa!? Ada apa!?" Sarah juga menyuruh kudanya untuk berlari mengikuti Aksa, kemudian dia segera bertanya kepada Aksa.


"Simba sedang dikejar oleh para peserta. Tim pengawas tidak boleh ikut campur dalam perburuan," jelas Aksa kepada Sarah.


"Ah, benar juga." Sarah menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia paham.


Mereka berdua melanjutkan patroli mereka, dan pada saat ini kebetulan sekali ada kejadian yang membuat Aksa dan Sarah bagus bertindak.


Kejadian tersebut adalah seorang anak kecil berusia 10 tahunan yang terjatuh dari kuda. Sementara itu orang dewasa yang sedang menunggang kuda sedang mencoba untuk mengendalikan kuda.

__ADS_1


"Sarah!" teriak Aksa sambil memacu kudanya ke arah mereka.


"Aku tahu!" Sarah juga berteriak. Dia segera turun dari kuda dan memeriksa keadaan anak tersebut yang sedang menangis dengan keras.


Sementara itu Aksa menggunakan pil perintah untuk menyuruh kuda yang sedang mengamuk untuk segera diam secara paksa.


Hal ajaib pun terjadi, kuda yang sedang mengamuk menjadi sangat diam satu detik kemudian. Aksa sampai terkejut dengan efeknya karena itu sangat luar biasa.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Aksa kepada pria dewasa yang sedang menunggangi kuda dan memiliki raut wajah yang pucat.


"Aku tidak apa, terima kasih banyak." Pria itu mengangguk dan berterima kasih kepada Aksa dengan sungguh-sungguh. Kemudian dia segera turun dari kuda dan memeriksa kondisi keponakannya.


"Sarah, bagaimana keadaan anak itu?" tanya Aksa dengan prihatin karena anak tersebut jatuh dari kuda.


"Tidak ada luka yang serius, hanya lecet di tangan kanannya. Beruntung bukan kepala yang pertama kali mendarat di tanah, melainkan tangan kanannya," kata Sarah sambil menghela napas lega.


"Syukurlah kalau begitu." Aksa juga menghela napas lega karena tidak ada yang serius di kondisi anak tersebut. Jika ada, maka event akan sedikit kacau.


Situasi ini juga dilihat oleh beberapa drone yang terbang di atas langit. Para penonton melihat bagaimana tindakan cepat yang dilakukan oleh Aksa dan Sarah untuk mengatasi kejadian tersebut.


--- {Kerja bagus! Kudanya bisa langsung tenang setelah Aksa datang, seperti yang diharapkan dari Aksa!}


--- {Untung saja anak itu tidak kenapa-napa, hanya luka ringan. Masalahnya dia itu terjatuh dari kuda yang sedang mengamuk.}


--- {Aksa dan Sarah sangat keren!!}


Setelah anak tersebut berhenti menangis, Aksa segera bertanya kepada pria itu tentang alasan mengapa kuda yang dia tunggangi bisa mengamuk dan kehilangan kendali.


Kemudian pria tersebut menjawab kalau tadi ada seekor anjing yang muncul secara tiba-tiba di depan mata si kuda. Mungkin karena terkejut sehingga kuda itu menjadi ketakutan.


"Anjing? Mungkinkah..." Sarah memikirkan siapa pelakunya, di menoleh ke arah Aksa untuk mendapat jawabannya.


"Seperti yang kamu pikirkan. Hanya ada satu anjing yang ikut serta dalam event ini, dan itu Zoe." Angguk Aksa sambil menghembuskan napas panjang.

__ADS_1


Tapi Aksa juga lega karena itu bukanlah masalah yang besar. Ini hanya masalah tidak terduga karena Zoe yang muncul secara tiba-tiba sehingga mengejutkan di kuda sampai ketakutan.


Aksa segera memanggil pengawas lain untuk membimbing pria dan anak tersebut kembali ke area istirahat dan untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu dia dan Sarah melanjutkan patrolinya.


__ADS_2