Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Ide dari Sarah dan Ratu yang Patut Dilakukan


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Aksa kepada Sarah dan Ratu.


Sarah dan Ratu sedang berada di area terbuka di area kuda khusus, mereka duduk di atas tikar dan di sekitar mereka ada cukup banyak kertas yang sepertinya adalah dokumen.


Aksa memandang mereka dengan aneh karena melakukan diskusi di luar ruangan, padahal masih ada tempat lain yang lebih nyaman, tapi Aksa hanya mengangkat bahu tidak peduli.


"Aksa, kamu datang lebih cepat dari yang kuduga," kata Sarah sambil tersenyum. Lalu dia meminta Aksa untuk duduk di sebelahnya.


Sementara itu Ratu melihat kedekatan antara Aksa dan Ratu. Dia juga sudah tahu kalau Sarah merupakan satu-satunya karyawan Sajaya Farm yang tidak memanggil Aksa dengan panggilan 'bos'.


"Jadi, ide apa yang sudah kalian diskusikan?" Setelah duduk bersila di sebelah Sarah, Aksa bertanya lagi kepada mereka berdua.


"Hm, ada dua ide yang kami dapatkan dan ini mungkin bisa diterapkan. Ide dariku adalah membuka kegiatan baru di sini yaitu perjalanan berkuda." Sarah mulai menjelaskan tentang ide yang dia pikirkan.


Jadi ide Sarah adalah tentang menawarkan perjalanan berkuda yang dipandu oleh instruktur khusus di alam terbuka atau jalur indah di sekitar peternakan Sajaya Farm.


Tapi mungkin ini akan sedikit membosankan, jadi Sarah menambahkan ide sampingan yaitu meminta anjing dan kucing yang dibawa oleh Aksa sebagai pemandu tambahan.


Jadi pengunjung bisa menikmati perjalanan berkuda dengan instruktur khusus dan hewan lucu. Atau jika pengunjung merupakan ahli berkuda, mereka diperbolehkan untuk tidak bersama instruktur khusus.


"Ho? Itu ide yang menarik, Sarah. Jika tanpa instruktur khusus, makan anjing atau kucing nya akan menjadi pemandu dan pendamping ya," kata Aksa sambil mengelus-elus dagunya dan merasa kalau ide Sarah itu sangat menarik.


"Iya, seperti itu. Tapi tentu saja kita harus membuat penanda agar pengunjung tidak tersesat," kata Sarah dengan gembira karena dipuji oleh Aksa.


Aksa tersenyum dan mengangguk, lalu dia berkata, "Kalau itu memang harus dibuat, aku akan berbicara dengan Pak Rofiq nanti untuk membuatkan penanda jalan yang sangat otentik."


"Ya, tolong. Ratu, sekarang giliranmu." Sarah menoleh ke arah Ratu yang dari tadi diam saja tidak ikut dalam percakapan karena masih malu dan belum terbiasa.


"Um, Bos, apakah Bos tahu tentang PTSD?" tanya Ratu kepada Aksa.

__ADS_1


Aksa menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Tahu, itu gangguan pasca trauma kan?"


PTSD adalah singkatan dari 'Post-Traumatic Stress Disorder' dalam bahasa Inggris, yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai 'Gangguan Stres Pasca Trauma.'


Ini adalah gangguan mental yang dapat muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis yang mengganggu.


Gejalanya termasuk pengulangan kenangan traumatis, mimpi buruk, dan kesulitan tidur. PTSD dapat memengaruhi seseorang secara emosional dan psikologis, dan memerlukan perawatan profesional untuk mengelola gejalanya.


"Um, aku punya ide untuk membuat kegiatan terapi kuda atau yang biasa disebut hipoterapi. Ini berguna untuk orang yang menderita penyakit PTSD dan autisme." Ratu mengatakan idenya kepada Aksa.


"Ho? Jelaskan lebih detail." Aksa mengangkat alisnya karena merasa ide dari Ratu itu menarik. Jadi dia meminta Ratu untuk menjelaskannya.


"Baik!" Ratu menarik napas dalam-dalam dan segera menjelaskan idenya kepada Aksa.


Terapi kuda, juga dikenal sebagai hipoterapi, adalah bentuk terapi rehabilitasi fisik, mental, atau emosional yang melibatkan interaksi antara manusia dan kuda.


Tujuan terapi kuda ini adalah untuk meningkatkan keterampilan fisik, perkembangan sosial, dan kesejahteraan psikologis individu yang menerima terapi tersebut


Interaksi dengan kuda juga dapat mempromosikan perasaan relaksasi dan rasa aman. Terapi kuda biasanya dilakukan di bawah pengawasan instruktur terlatih yang bekerja sama dengan tim medis atau terapis lainnya.


"Jadi begitu ya. Tapi mengapa kamu ingin membuat terapi kuda hanya ada di area khusus? Bukankah semua orang juga berhak untuk mendapatkan perawatan ini?" tanya Aksa kepada Ratu.


"Aku sudah memeriksa kalau sudah ada banyak terapi kuda di Kabupaten Banyumas yang bisa diakses oleh masyarakat umum. Kita akan membuat ini khusus di area kuda karena pelayanannya yang istimewa," jelas Ratu.


Aksa menganggukkan kepalanya, lalu dia bertanya, "Lalu bagaimana jika ada orang yang protes karena terapi kuda hanya diterapkan di area kuda khusus saja?"


"Jawab dengan tegas kalau harganya mahal karena fasilitas yang didapatkan memang terbaik. Jika pengunjung bisa membayarnya, maka mereka dipersilakan untuk ikut," jawab Ratu dengan nada tegas.


Aksa tersenyum, dia bertepuk tangan dengan keras karena jawaban dari Ratu itu sangat tegas. Dia sudah memutuskan untuk menyetujui kedua ide dari mereka, hanya saja dia ingin sedikit menguji Ratu.

__ADS_1


Sarah juga tersenyum dan ikut bertepuk tangan karena bisa memahami pemikiran Aksa. Memang benar kalau Ratu perlu dilatih seperti ini agar kedepannya dia tidak membuat keputusan yang salah.


Ratu jelas sangat bahagia karena pujian dan tepuk tangan dari Aksa dan Sarah. Dia mencoba untuk bersikap rendah hati tapi tidak bisa karena senyumnya sangat lebah saking bahagianya.


"Lalu, bagaimana dengan idemu, Aksa?" Sarah menoleh ke arah Aksa dan bertanya. Ratu juga membuang senyumnya dan menunggu jawaban dari Aksa.


"Sebelum itu, cobalah madu dan royal jelly ini." Aksa membuka botol madu dan royal jelly, lalu dia memberikannya kepada Sarah dan Ratu untuk dicoba.


Sarah dan Ratu terkenal karena madu dan royal jelly nya memiliki warna yang berbeda. Tapi mereka gembira karena akhirnya lebah madu yang sudah dibudidayakan oleh Aksa menghasilkan sesuatu. Itu artinya sebentar lagi area lebah akan dibuka.


Jadi, mereka berdua segera mencicipi madu dan royal jelly yang diberikan oleh Aksa. Kemudian, reaksi mereka sama terkejutnya dengan Aksa saat pertama kali mencicipinya tadi.


"Rasa apa ini!?" Bahkan Sarah yang jarang menunjukkan ekspresinya sampai terkejut dengan rasa dari madu dan royal jelly yang diberikan oleh Aksa.


Meskipun Ratu sedikit pendiam, tapi wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Dia belum pernah merasakan madu dan royal jelly seenak itu selama hidupnya.


"Bagaimana?" Aksa menyeringai karena reaksi mereka sudah dia harapkan, karena rasa dari madu dan royal jelly nya memang sangat enak.


"Jadi, ide baru itu ada hubungannya dengan madu dan royal jelly ini?" Sarah bertanya kepada Aksa setelah menenangkan diri dari keterkejutannya barusan.


"Ya, aku akan menjual madunya di area penjualan. Tapi untuk royal jelly, karena sulit untuk dihasilkan, maka ini akan menjadi produk khusus di area kuda khusus," kata Aksa yang memberitahu idenya.


Kemudian dia juga memberitahu mereka kalau dengan royal jelly ini, bisa diperkirakan kalau pasar royal jelly akan berpusat di Sajaya Farm bahkan bisa sampai memonopoli nya.


Hal ini membuat Sarah dan Ratu memiliki ekspresi yang serius karena ide dan rencana Aksa benar-benar diluar pemikiran mereka, tapi harus diakui kalau rencana itu patut dicoba.


"Bagaimana?" Aksa menyeringai dan menanyakan pendapat Sarah dan Ratu.


"Tidak perlu ditanya lagi, kamu bosnya." Sarah tersenyum, dia benar-benar penasaran dengan isi otak Aksa yang bisa memikirkan ide sehebat itu.

__ADS_1


Sementara itu Ratu tidak berkata apapun tapi dia mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat tanda bahwa dia juga setuju dengan ide dan rencana Aksa.


__ADS_2