Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Petugas Polisi Datang dan Kevin yang Jahat


__ADS_3

Di kantor polisi Kabupaten Banyumas.


"Jadi, kamu adalah Aksa yang menelepon kami?" tanya seorang petugas polisi paruh baya yang sepertinya adalah pimpinan.


Aksa mengangguk dan berkata, "Ya, saya."


Aksa sedang diajukan beberapa pertanyaan oleh petugas polisi paruh baya itu. Sementara Elvira dan Elvina sedang diberi perawatan psikologi oleh ahlinya di ruang sebelah.


Untuk para penculik, mereka di bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Meskipun tidak ada luka serius, tapi harus tetap diperiksa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Jadi, kedua adikmu diculik oleh para penculik, kamu menelepon polisi, kemudian karena tidak bisa menahan amarah, kamu langsung menerjang masuk?" Polisi paruh baya mengonfirmasi kejadiannya kepada Aksa.


"Ya seperti itu." Aksa menganggukkan kepalanya kemudian diam lagi.


Aksa menjadi bosan karena polisi paruh baya di depannya sudah beberapa kali mengajukan pertanyaan yang sama. Ia sampai heran polisi di depan ini apakah benar-benar polisi atau bukan.


"Baiklah, kamu boleh pergi." Polisi paruh baya menghela napas dan mengizinkan Aksa untuk kembali.


"Terima kasih." Aksa berdiri dan keluar dari ruangan. Kemudian ia juga melihat kedua adiknya dan mengajak mereka untuk kembali.


Mereka kembali ke rumah menaiki taksi karena Aksa ke pabrik dengan berlari bersama Zoe. Motor Galih yang dipinjam oleh Aksa juga masih ada di taman dekat SMA Elvira dan Elvina.


...----------------...


Aksa dan kedua adiknya sampai di rumah dan kedua orang tuanya bertanya mengapa mereka pulang sangat awal apalagi seragam Elvira dan Elvina cukup kotor.


"Yah, begini..." Aksa menjelaskan kejadian Elvira dan Elvina yang diculik yang membuat Ayah dan Ibu mereka hampir terkena serangan jantung.


Ani bahkan langsung memeluk kedua anak gadisnya itu dan ia menangis sedih. Elvira dan Elvina menepuk-nepuk punggung ibunya dan mengatakan kalau mereka tidak apa-apa.


"Aksa, siapa yang melakukan ini?" tanya Aji yang sudah menenangkan dirinya.


"Ayah, orang yang melakukan ini bernama Kevin, dia adalah pria yang dijodohkan dengan Sarah. Jadi singkatnya, dia cemburu karena aku dekat dengan Sarah dan menyuruh seseorang untuk mengacaukan Sajaya Farm." Aksa berkata dengan serius.


"Namun orang yang disuruh memutuskan untuk menculik Vira dan Vina. Tapi Ayah tenang saja, para penculik sudah ada di kantor polisi dan Kevin sedang diselidiki," sambungnya.


Aji menghela napas lega dan berkata, "Syukurlah. Tapi si Kevin ini pasti mempunyai identitas yang tidak biasa bukan? Apakah dia akan melakukan sesuatu yang buruk lagi?"


"Memang, identitasnya tidak biasa. Tapi Ayah tenang saja, aku akan mengatasi semua itu. Dan Aku sudah memiliki bukti kejahatannya, jadi aku bisa menyingkirkan Kevin tanpa kekerasan," kata Aksa dengan senyum tipis.

__ADS_1


"Baiklah, Ayah serahkan semuanya padamu, Aksa." Aji mengangguk dan berkata dengan lega.


Ani segera membuat makan siang dan Aji membantunya, namun Aksa tidak ikut makan karena dia perlu melakukan sesuatu terhadap Kevin ini.


Jadi Aksa menggunakan transportasi online untuk pergi ke taman karena motor milik Galih masih ada di sana. Untuk Zoe, Aksa juga membawanya agar nanti bisa dibersihkan di Sajaya Farm.


...----------------...


Sementara itu, di rumah keluarga Kevin.


Satu keluarga sedang makan siang dengan damai, namun nada dering ponsel milik Kevin mengganggu kedamaian makan siang mereka. Kevin yang kesal segera mengangkat telepon dan berteriak-teriak.


Namun dia tercengang karena yang meneleponnya adalah polisi. Kevin segera tutup mulut dan mendengar perkataan polisi dengan seksama karena nada bicara polisi tersebut sangat serius.


"Baik, terima kasih, Pak." Kevin berkata sebelum menutup telepon.


"Nak, siapa yang menelepon? Mengapa kamu bersikap sopan kepadanya?" tanya Ajeng dengan penasaran karena tidak ada yang membuat putranya menjadi sopan kecuali dirinya dan Albar.


"Polisi." Kevin berkata dengan nada kaku dan gugup karena ia tahu kalau setelah ini ayahnya akan marah.


Dan benar saja, Albar menepuk meja dengan keras dan meraung, "Polisi!? Apakah kamu melakukan sesuatu yang ilegal sehingga polisi harus memanggilmu!? Kevin, jelaskan kepadaku dengan jelas!"


Albar mendengar kalau perkataan istrinya memang masuk akal. Jadi dia menghembuskan napas panjang dan duduk lagi, setelah tenang, dia menatap Kevin dengan tajam namun tidak mengatakan apapun.


Meskipun tidak mengatakan apapun, Kevin tetap takut kepada ayahnya karena aura yang dikeluarkan sangat menekannya. Jadi dia menelan ludah dan menjelaskan situasinya dengan gugup kepada ayah dan ibunya.


"Kamu ketahuan?" Albar memiliki wajah yang sangat suram saat ini sehingga membuat Kevin sangat takut.


Kevin menggertakkan giginya dan berkata, "Ayah! Ini karena mereka yang tidak kompeten! Padahal aku menyuruh mereka untuk mengacaukan Sajaya Farm, bukan menculik adik Aksa!"


Kevin tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena yang memutuskan untuk melakukan penculikan adalah bos penculik. Kevin hanya menyuruh untuk mengacaukan Sajaya Farm.


"Ayah, tunggu sebentar. Aku akan menelepon orang yang aku suruh, yang melakukan penculikan bukanlah orang yang aku suruh melainkan bawahannya." Kevin mengambil ponselnya dan menelepon pria yang pernah ia telepon.


"Ada apa?" tanya pria dengan suara berat.


"Bawahanmu melakukan penculikan terhadap dua adik pemilik Sajaya Farm. Bukankah aku menyuruhmu untuk mengacaukan Sajaya Farm?" Kevin berkata dengan dingin.


Pihak lain tertegun sejenak, kemudian ia membalas, "Aku akan menangani masalah ini. Kamu tidak perlu turun tangan."

__ADS_1


"Aku akan menerima keputusanmu jika dalam kondisi normal. Tapi sekarang polisi sudah tahu kalau aku yang menyuruh mereka," kata Kevin yang membuat pihak lain tertegun lagi.


"Kamu tidak dapat diandalkan, aku akan memberikan satu kesempatan lagi untuk mengacaukan Sajaya Farm. Aku sendir yang akan mengurus polisi," sambungnya sebelum menutup telepon.


Pihak lain terdiam sejenak sebelum berkata, "Baik."


"Pergilah ke kantor polisi, pakai cara apapun agar kamu tidak diberi catatan kriminal oleh para polisi," kata Albar dengan wajah muram.


"Baik, Ayah." Kevin berdiri dan mengangguk kepada ayahnya, kemudian dia keluar dari rumah, masuk ke dalam mobilnya, dan pergi ke kantor polisi.


...----------------...


Di Sajaya Farm, di kantor Aksa.


"Kalian berdua tidak apa-apa?" Sarah bertanya kepada Elvira dan Elvina di ponselnya, mereka sedang melakukan panggilan video setelah Aksa kembali.


"Kami tidak apa-apa, Kak Sarah!" kata Elvina dengan ceria seperti biasanya.


"Kak Aksa tadi sangat keren, dia bisa mengalahkan banyak pria bertubuh kekar dengan sangat mudah!" kata Elvira yang kagum dengan kakaknya yang sangat kuat.


Sarah menghela napas lega dan berkata dengan nada yakin. "Syukurlah, kalian jangan khawatir ya. Kami akan melakukan sesuatu kepada orang yang telah menyuruh seseorang untuk menculik kalian."


"Baik! Kami akan menyerahkan semuanya kepada Kak Aksa dan Kak Sarah!" Elvira dan Elvina menjawab dengan serempak dengan nada yang ceria tidak terlihat seperti orang yang baru diculik.


Setelah berbicara sebentar, mereka mengakhiri panggilan video. Kemudian Aksa dan Sarah mulai membicarakan mengenai tindakan Kevin yang sudah keterlaluan meskipun dia tidak memerintahkan untuk menculik Elvira dan Elvina secara langsung.


"Meskipun kita memiliki bukti, tapi Kevin masih bisa menggunakan kekuatan status ayahnya untuk menutupi berita. Jadi aku rasa bukti ini tidak akan berguna untuk saat ini," kata Aksa.


"Ya. Kevin sekarang mungkin sedang berbicara dengan polisi dan mencoba untuk menyuapnya. Kelebihan dari Kevin dan keluarganya adalah uang," angguk Sarah.


Uang memang tidak bisa membeli semua hal yang ada di dunia. Namun ada beberapa hal penting yang bisa dibeli dengan uang, jika tidak bisa, maka uang yang ditawarkan kurang.


Contoh saja kepercayaan, Kevin bisa menyuap polisi yang sudah dipercaya oleh Aksa untuk mengatasi masalah ini. Jika polisi itu menerima suap dari Kevin, maka dia sudah mengkhianati kepercayaan Aksa.


Aksa memijat pelipisnya dan berkata dengan nada lelah, "Sangat lelah membicarakan masalah Kevin ini."


"Kamu benar. Kalau begitu, ayo kita tunda pembicaraan ini dan mulai membahas tentang event kedua Sajaya Farm," angguk Sarah yang menyarankan untuk membahas hal lain.


"Ya." Aksa mengangguk setuju.

__ADS_1


Mereka berdua kemudian mulai membahas event kedua yang akan diadakan dua hari lagi. Forum pendaftaran sedang dibuat dan akan dibuka besok pagi agar orang-orang semangat untuk mendaftar.


__ADS_2